
"Kang lepasin, Ratna engap gak bisa nafas" ucapku. Dengan sangat terpaksa kang Sofyan melepas pelukannya.
Bugh!
Baru juga melepasku, tubuhnya sudah sempoyongan karena mendapat bogem mentah dari suamiku.
Bugh!
Kang Sofyan membalas pukulan pak Marvel.
Aku menutup mulut rapat-rapat. Terkejut melihat pertunjukan didepan mata.
"Sayang, udah. Ini cuma salah faham" ucapku mencoba menenangkan pak Marvel saat ingin melayangkan bogem mentahnya lagi.
"Mel tolongin" aku minta tolong Melodi untuk menahan kang Sofyan yang juga terlihat marah. Buru-buru Melodi menahan tangan kang Sofyan yang akan meninju suamiku.
"Sial*n! beraninya kamu menyentuh istri saya!" ucap Pak Marvel tak terima. Tatapan pak Marvel dan kang Sofyan bertemu, terlihat jelas aura permusuhan di antara mereka. Aku jadi ngeri-ngeri sedap. Kenapa semua jadi begini? kenapa serasa jadi miss universe ya? ish! aku kan jadi merasa cantik, eaaakk!
Kang Sofyan tertawa getir, melihatku yang sedang memeluk erat pak Marvel, bukan, bukan mau mesra-mesraan didepan kang Sofyan, tapi mau menahan agar enggak ada lagi yang kena bogem mentah. Kalau pada bonyok, kan gantengnya ilang!
"Na... tinggalin laki-laki itu Na, laki-laki kayak dia, pasti punya maksud tersembunyi sama kamu. Mustahil Na laki-laki kayak dia mau nikahin janda anak satu. Dari kalangan biasa lagi" ucap kang Sofyan memelas padaku.
"Bedeb*h!" rupanya ucapan kang Sofyan kembali memantik emosi pak Marvel. Buru-buru aku menahan lengannya dan menatapnya sambil menggelengkan kepalaku. Dan kini, aku kembali menatap ke arah kang Sofyan.
"Sebaiknya kang Sofyan pulang, Ratna minta tolong kang, lupain Ratna. Ratna udah bahagia hidup sama Mas Marvel" ucapku tegas.
"Enggak..! enggak mungkin Na! laki-laki kayak dia pacarnya banyak Na! kamu jangan mau dikibulin sama dia, Na, cuma kang Sofyan yang setia sama kamu. Tinggalin dia Na'' ucap kang Sofyan memohon.
"Jangan ngomong sembarangan kamu!" pak Marvel semakin meronta dan memaksa agar aku melepas tangannya. Sepertinya emosinya sudah di ubun-ubun, sudah dipuncak, siap meledak kapan saja. Sebelum itu terjadi, aku menarik pak Marvel untul menjauh dan meminta Melodi untuk mengurus kang Sofyan.
__ADS_1
Sebelum naik tangga, pak Marvel sempat mengancam kang Sofyan.
"Awas kamu berani dekati istri saya lagi, saya bikin perkedel kamu!" ancamnya dengan tatapan tajamnya.
"Udah sayang, ayo..." bujukku meminta pak Marvel untuk naik ke lantai atas.
"Na... Ratna... Jangan tinggalin kang Sofyan Na, hu... hu... hu..." kang Sofyan menangis pilu dsn terdengar sangat frustasi. Dia memberontak ingin menyusulku yang sudah naik tangga, namun ditarik paksa oleh Melodi dan juga Security untuk keluar dari rumah ini.
'Maafin Ratna kang, semoga kang Sofyan menemukan jodoh yang terbaik secepatnya' batinku.
*******
"Sayang, udah dong marahnya" aku menggoyang-goyang lengan pak Marvel yang dari tadi diam membeku dengan tatapan dingin.
"Kan itu bukan kemauan Ratna, kang Sofyan yang langsung peluk Ratna tanpa permisi" aku berusaha menjelaskan. Pak Marvel malah membuang pandangannya ke arah lain. ish, kalau lagi cemburu gini horor banget! sampai tak mau bicara. Aku berfikir keras.
Cling!
"Sayaaang..." aku memainkan jari-jemariku didada bidangnya. Melepas satu-persatu kancing kemejanya.
"Lepasin" ucap pak Marvel ketus sembari menepis kasar tanganku dari dadanya. Aku merasa kesal karena diacuhkan, rayuanku enggak mempan. Berarti obatnya kurang dosis, wah, sepertinya kudu pakai dosis tinggi!
"Terserah deh kalau mau marah juga, Ratna enggak perduli. Ya udah kalau enggak mau ngomong. Diemin aja terus! tau gitu mending Ratna susul kang Sofyan aja!" ceplosku lalu berdiri hendak keluar kamar.
"Awas aja kalau berani!"
Yes! akhirnya, umpannya dimakan.
"Biarin, abis disini Ratna dianggurin terus, mending sama kang Sofyan. Pasti disayang-sayang" ucapku memancing.
__ADS_1
"Jangan ngomong sembarangan!" bentaknya. sambil melotot tajam. ih! aku jadi bergidik ngeri. Tapi, aku belum mau menyerah. Aku terus melanjutkan langkahku sampai kedepan pintu.
"Berani keluar, aku bikin lemas kamu!" ancamnya. ish, kenapa gitu sih ngancemnya. Aku malah jadi kesenangan! Emang dasar bandel, aku malah sengaja membuka handel pintunya.
Ceklek!
"Sial!" umpatnya kesal. Lalu buru-buru bangkit dan menarikku kedalam pelukannya. Tidak lupa dia mengunci pintu kamarnya.
Dia menatapku dengan tatapan marah.
"Udah berani ya main-main" ucapnya dingin yang terdengar mengerikan. Aku melihat jakunnya naik turun seperti menahan sesuatu.
"Mangkanya jangan marah-marah terus" ucapku pelan. Lalu dengan nakal membuka kancing baju yang masih tersisa. Setelah terbuka sempurna, tanganku bergrilya nakal bermain di area roti sobek milik pak Marvel. Pak Marvel memejamkan matanya menikmati sentuhan-sentuhan nakal jari jemariku. Tapi... tidak lama setelah itu dia membuka matanya kembali lalu menatapku dengan tatapan lapar. Dengan sekali gerakan, tubuhku terasa melayang. Oh, ternyata dia menggendongku ala bridal style.
"As You Wish" bisiknya dengan suara serak.
'Ampuuun! gak lagi-lagi deh bangunin singa lapar!'
*******
10 Hari berlalu setelah kejadian malam itu, pak Marvel jadi lebih posessive. Aku dilarang menerima tamu jika dia sedang tidak ada dirumah, kemana-mana harus dengan kawalan anak buahnya. Aku jadi merasa bosan. Rutinitasku hanya ke salon, perawatan, atau belanja ke Mall.
Hari ini, resepsi pernikahanku dengan pak Marvel digelar disebuah gedung yang sudah disewa oleh pak Marvel. Sebenarnya aku ingin resepsinya digelar dirumah saja, tapi, pak Marvel merasa tidak nyaman mengadakan acara hajatan dirumahnya, katanya terlalu ribet. Aku menurut saja, toh yang punya duit juga dia. Tapi kan, aku jadi enggak bisa pamer sama temen-temenku dan tetangga-tetanggaku. jiahaha!
Aku didandani secantik mungkin dengan balutan dress mewah ala-ala cinderella. Begitupula pak Marvel yang terlihat tampan dengan pakaiannya bak seorang pangeran berkuda putih. ish, makin hari makin tambah ganteng aja suamiku! Ikhsan juga terlihat sangat lucu dan mengemaskan dengan stelan jas kecilnya. Keluarga pak Marvel semua datang, ternyata kerabat dan sanak keluarganya sangat banyak. Bule-bule semua. Bisa dipastikan, mereka semua orang-orang berduit. Aku tetap percaya diri menggandeng tangan suamiku, biarin dikata miskin dan kere, yang penting pada kenyataanya Marvelino Gideon Amstrong adalah suamiku, Milik Ratna Juwita anaknya alm. mang dadang, bukan mang dadang terpandang kondang ya.
Tidak jarang mereka bisik-bisik seperti membicarakan aku, mungkin merasa pak Marvel kena pelet atau aku pasang susuk. Jiahaha! pelet janda anyaran gitu loh, anak satu lagi, gak ada yang ngalahin! ups canda! tapi memang saat itu aku tak menampik, ada rasa kecil hati dan sedikit minder, secara mereka beda kelas. Tapi aku tetap bersyukur dan berkhusnudzon kepada Allah, bahwa inilah buah dari kesabaranku atas rasa sakit dan penderitaanku selama ini.
__ADS_1
Saat sedang asyik menyalami tamu, aku tak sengaja melihat seorang lelaki berjaket hitam diantara kerumunan tamu undangan. Dia memakai topi dan juga masker sedang menatapku tajam!
"Dia....."