Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Sultan


__ADS_3

Sebulan berlalu setelah pernikahan Melodi dan Louis kini mereka tengah menikmati masa-masa indah sebagai pasangan pengantin baru, tiada hari tanpa KDRT (Kemesraan


dalam rumah tangga). Mereka lengket tak terpisahkan, begitu juga dengan Kimberly dan Sean yang semakin hari semakin menunjukkan kebahagiaan.


Sedangkan Ratna dan Marvel sedang tidak sabaran menunggu kelahiran baby Amstrong yang hanya tinggal menghitung hari karena usia kandungan Ratna sudah memasuki usia sembilan bulan.


"Sayang, mas Marvel rasanya sudah tidak sabaran menunggu kehadiran bayi mungil kita ke dunia ini." ucap Marvel saat mereka bersantai ditaman depan sambil menemani Ikhsan yang tengah bermain. Ratna hanya tersenyum dan menggeleng pelan.


"Mas Marvel juga masih tidak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Terimakasih sudah memberikan kebahagiaan yang bertubi-tubi dalam hidup mas Marvel." ucap Marvel.


"Iya mas... Ratna juga makasih karena mas Marvel udah mau nerima Ratna dengan Ikhsan dalam hidup mas Marvel. Ratna juga masih enggak percaya bisa jadi istri mas Marvel. Perempuan miskin, janda, bisa nikah dan berjodoh dengan laki-laki yang berasal dari kalangan berada dan juga keturunan blasteran rasanya itu hal mustahi." ucap Ratna.


"Tidak susah jatuh cinta sama kamu sayang. Itu hal wajar dan bukan hal yang impossible." ucap Marvel sembari membawa Ratna kepelukannya.


"Kamu bahagia kan nikah sama mas Marvel?" tanya Marvel.

__ADS_1


"Kayak gitu masih ditanyain. Harusnya Ratna yang tanya, mas Marvel bahagia enggak nikah sama Ratna? nyesel enggak? karena Ratna merasa hanya jadi beban dan numpang hidup aja sama mas Marvel selama ini." ucap Ratna.


"Ish! bicara apa kamu, kamu istri mas Marvel, sudah sewajarnya mas Marvel memberikan apapun untuk membahagiakan kamu. Jangan berfikiran kolot seperti itu." jawab Marvel sedikit sewot.


"Memang apa yang bikin mas Marvel bahagia? kenapa bisa bahagia hidup sama Ratna selain bercinta?" tanya Ratna sambil mendongak manja.


"Semuanya. Semua yang ada dalam diri kamu adalah kebahagiaan dalam hidup mas Marvel. Oh iya.. kita belum booking kamar untuk kamu lahiran besok sayang." ucap Marvel yang tiba-tiba teringat sesuatu.


"Booking kamar? emang bisa?" tanya Ratna.


"Sewa satu lantai? yang bener aja kali mas!" ucap Ratna.


"Kenapa sayang, enggak apa-apa, demi kenyamanan kamu." ucap Marvel.


"Ratna enggak mau! jangan ikut-ikutan artis nganu mas! Itu terlalu lebay!" protes Ratna.

__ADS_1


"Lebay gimana? kan uangnya ada. Apanya yang lebay?" tanya Marvel merasa tak ada yang salah dengan keinginannya itu.


"Mas, rumah sakit itu tempat umum, banyak yang membutuhkan. Disaat ada banyak orang yang kesusahan berobat bahkan sampai enggak dapat tempat kita malah nyewa satu lantai. Dimana rasa empati kita? Ratna inget banget mas waktu ibu lagi sakit. Dibawa ke kota, banyak yang nolak karena alasan penuh. Rasanya sakit mas jadi orang miskin, disaat sakitpun kita enggak berdaya dan masih diperlakukan enggak adil. hiks..." Ratna menangis mengingat kenangan masa lalunya.


"Sayang maafin mas Marvel. Mas enggak tahu. Maaf sayang." ucap Marvel sambil memeluk Ratna dengan rasa bersalah.


"Enggak kok, mas Marvel enggak salah. Ratna aja yang baperan. Soalnya kalau menyangkut ibu Ratna enggak tahan ingin nangis. Apalagi pas ibu meninggal Ratna enggak datang melihatnya untuk yang terakhir kalinya, karena waktu itu Ratna lagi disumatra dan kondisi kandungan Ratna lemah mas." Ratna teringat masa lalunya yang menyedihkan.


"Maaf sekali lagi, mas Marvel tidak bermaksud membuka luka lama kamu sayang." ucap Marvel sembari mengecupi pucuk kepala Ratna.


"Enggak apa-apa sayang. Enggak akan ada masa sekarang kalau enggak ada masa lalu. Semua udah lewat, dan sekarang Ratna udah bahagia hidup dengan mas Marvel." ucap Ratna.


"Iya, dan kamu pantas mendapat kebahagiaan ini. Satu yang buat mas Marvel suka dari kamu, kamu orangnya enggak pendendam. Sebegitunya Puja menyakiti kamu, kamu masih mau terima dia, perhatiin dia dan menyayangi dia. Hati kamu luas, mudah memaafkan dan mengikhlaskan walaupun itu sangat menyakitkan." ucap Marvel. Ratna tak menjawab dan malah semakin menenggelamkan wajahnya di dada Marvel. membuka satu kancing kemeja suaminya, lalu menghirup aroma tubuh Marvel yang sudah menjadi candu baginya. Entah bawaan hamil atau memang doyan, yang jelas wangi tubuh Mervel begitu memabukkan dan menenangkan sehingga Ratna tak pernah merasa bosan ataupun jijik menciumi sekitaran dada bahkan ketiak suaminya itu.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2