
Ratna menghampiri suaminya yang baru saja keluar dari ruangan Melodi dan mengajaknya duduk dikursi tunggu rumah sakit.
"Udah dong sayang, mukanya jangan ditekuk gitu. Namanya juga enggak sengaja, Melodi juga udah baik-baik aja kan" ucap Ratna seraya mengelus tangan suaminya.
"Iya" Marvel memaksakan senyumnya.
"Kenapa wajahnya masih ditekuk aja. Ada apa?" tanya Ratna yang seolah mengerti kerisauan yang dirasakan oleh Marvel.
"Melodi minta tolong supaya..." Marvel tak melanjutkan ucapannya dan malah mengusap wajahnya dengan kasar.
"Minta tolong apa?" todong Ratna.
"Dia minta mas Marvel bujuk mama dan merestui hubungannya dengan Louis." jawab Marvel.
"Ya udah sih tinggal direstuin aja ribet banget." ceplos Ratna.
"Tapi sayang, kamu tahu sendiri kan kalau Louis itu.."
"Jahat! iya?!" potong Ratna.
"Louis itu baik kok mas, enggak brengsek dan kurang ajar. Selama Ratna diculik, dia memperlakukan Ratna dengan baik. Kasih makan yang enak-enak dan juga orangnya lucu." jawab Ratna dengan jujur tanpa dilebih-lebihkan sedikitpun.
"Kenapa kamu jadi muji-muji dia sih!" Marvel malah jadi kesal.
"Ish apa sih, Ratna ngomong apa adanya kok. Emang dia baik." jawab Ratna.
"Kamu mengenal dia hanya sekilas, itu enggak bisa dijadikan patokan untuk mengklaim baik atau tidaknya seseorang." ucap Marvel.
"Terus mas Marvel maunya gimana? maunya bilang kalau dia itu jahat! brengsek! badjingan, segala yang jelek-jelek ada di dia gitu?" tanya Ratna.
"Ya bukan gitu maksudnya. Dia tu enggak pantes Na buat Melodi. Lihat latar belakangnya. Apalagi dia duda, Melodi terlalu berharga untuk dia. Enggak pantes gadis baik-baik, berpendidikan dapat duda seperti Louis." ucap Marvel yang tanpa disadarinya menyinggung Ratna.
"Oh, gitu ya. Kalau gadis harus sama perjaka? itu artinya bujangan juga harus sama gadis bukan janda. Iya?" tanya Ratna yang kini matanya memerah.
"Buk---"
"Ratna enggak nyangka fikiran mas Marvel masih kolot begitu, itu artinya mas Marvel nyesel juga kan nikah sama Ratna yang janda dan enggak berpendidikan?!" ucap Ratna dengan bibir bergetar.
Deg
Marvel menyadari ucapannya barusan menyinggung istrinya. Bukan maksudnya untuk menyinggung Ratna, tapi kenapa tiba-tiba rem mulutnya blong?
__ADS_1
"Mas Marvel enggak pernah nyesel nikah sama kamu sayang, mas Marvel hanya..."
"Hanya menilai sesuatu dari cangkangnya!" potong Ratna.
"Sayang maaf kalau kamu tersinggung tapi..."
"Enggak usah pegang-pegang!" Ratna menepis tangan Marvel yang mencoba menyentuh tangannya.
"Sayang jangan begini, mas Marvel minta maaf kalau ucapan mas Marvel menyinggung kamu." ucap Marvel mengiba.
"Udahlah! Ratna males ngadepin orang yang keras kepala seperti mas Marvel. Dari masalah ini Ratna jadi tahu seperti apa Ratna dimata mas Marvel!" ucap Ratna yang kadung emosi.
Dia berjalan meninggalkan Marvel yang terus memanggilnya.
"Sayang jangan begini, mas Marvel minta maaf." ucap Marvel sembari memeluk Ratna dari belakang, tak perduli orang-orang yang melihat mereka dengan tatapan aneh.
"Lepasin ih! malu!" jawab Ratna ketus.
"Kamu mau kemana?" cegah Marvel saat Ratna hendak melanjutkan kembali langkahnya.
"Ratna mau pulang. Udah capek! dede utun ngajak tidur!" jawab Ratna yang masih memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Kita pulang bareng ya. Tunggu sebentar mas Marvel pamit ke mama dan papa dulu." ucap Marvel. Ratna diam saja tak mau membalas perkataan suaminya itu. Dan setelah berpamitan kepada yang lainnya, Marvel dan Ratna pulang ke rumahnya, sepanjang perjalanan, Ratna hanya diam. Hatinya dongkol kepada suaminya yang jika bicara tidak difilter! sudah tahu istri baperan, sekarang rasakan!
"Diem mas! Ratna pusing tahu enggak dengerin mas Marvel ngoceh mulu! Ratna capek mau tidur!" ucap Ratna dengan wajah galaknya. Entah kenapa dia merasa risih dan tak suka diusik Marvel.
"Enggak usah deket-deket!" ucap Ratna saat Marvel mencoba mendekatinya.
"Please...! mas Marvel enggak bisa kalau kamu marah-marah seperti ini." ucap Marvel yang nampak frustasi.
"Ratna enggak marah, Ratna hanya capek aja. Udah ah mau tidur!" ucap Ratna ketus sembari membaringkan tubuhnya dikasur empuk berukuran king size itu.
"Jangan ngambek lagi ya.. Please..!" ucap Marvel memohon.
"Tau ah!" jawab Ratna yang memilih memejamkan matanya. Melihat Ratna yang marah-marah, Marvel mengeluarkan jurus andalannya. Dia mencoba meraba sesuatu dibalik baju Ratna.
"Diam! gak mempan! dede Amstrong lagi gak mau dijenguk!" ucap Ratna sembari mengeluarkan paksa tangan Marvel yang berkelana didalam pakaiannya.
"Sayang..."
"Udah lah mas! diam apa salahnya sih! dan satu lagi, enggak semua masalah bisa diselesaikan diranjang! kali ini Ratna enggak doyan terong kukus mas Marvel! stop, Ratna capek dan mau tidur tolong jangan ganggu!" ucap Ratna tegas.
__ADS_1
Sementara Marvel terkejoot mendengar ucapan Ratna barusan. Apa tadi dia bilang? enggak doyan terong kukus? bahaya nih! enggak bisa dibiarkan! ini sih udah warning! bisa jatuh harga rudal balistik Rusia. Bisa jatuh harga terong bule dipasaran!
Marvel tak tinggal diam, tangannya kembali menggeryangi tubuh istrinya itu. Sekuat tenaga Ratna bertahan, mencoba jual mahal dan tak tergoda dengan benda antik yang kini tengah digesek-gesekan dipinggangnya.
"Yakin tidak mau?" bisik Marvel dengan nada sensual dan dengan sengaja menggigit kecil telinganya.
Huh!
Ratna berbalik mengahadap ke arahnya.
"Diam, atau terong kukus mas Marvel Ratna potong!" ancam Ratna dengan wajah galak.
"Ini bukan terong kukus sayang, lihatlah. Dia udah berdiri tegak sekeras kayu." ucap Marvel.
"Oh bagus! Ratna gergaji aja sekalian!" ucapnya penuh ancaman.
Glek!
Nyalinya menciut, dan dengan terpaksa dia memasukan kembali benda antik sekeras kayu itu kedalam kandangnya.
"Terus Ratna mau apa? apa yang bisa membuat Ratna maafin mas Marvel?" tanya Marvel sungguh-sungguh. Ratna nampak berfikir.
"Tolongin Melodi, kasihan." ucap Ratna.
"Itu sulit, mama dan papa pasti akan menentang keras hubungan mereka." ucap Marvel.
"Ya udah jangan ngarep maaf dari Ratna kalau gitu." jawab Ratna.
"Tapi ini masalahnya..."
"Yes or no!" potong Ratna. Lagi-lagi Marvel terkejot! terkejoot karena istri bodohnya itu mendadak sok enggres!
"Oke! oke! as you wish!" ucap Marvel.
"Ratna bukan mau ke swiss!" Rajuk Ratna.
"Kok jadi ngomongin Swis?" tanya Marvel keheranan.
"Itu tadi swiss swisss...?"
"OMG! AS-YOU-WISH IS seperti yang kamu inginkan sayang...!" ucap Marvel gemas. Lalu menggelitik pinggang Ratna hingga macan bunting itu kegelian dan tertawa terbahak-bahak. Begitulah Marvel dan Ratna, gampang bertengkar tapi dengan mudah pula berbaikan.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Mana yang katanya kangen Beb Marvel dan ayang Ratna? awas jangan sampai amnesia untuk like komentar dan vote nya ya.