Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Curhat


__ADS_3

Malam harinya aku terbangun karena merasa lapar. Aku memindai ke sekeliling, ternyata ini bukan mimpi, aku benar-benar diculik.


Tok Tok Tok!


"Nyonya" ucap seseorang dari balik pintu. Sepertinya itu suara wanita, tanpa fikir panjang aku membuka pintu ruangan itu. Saat pintu terbuka, nampaklah seorang wanita tengah membawa makanan diatas nampan ditangannya.


"Saya diperintahkan tuan Louis untuk mengantar makan malam untuk nyonya" ucap wanita itu. Sepertinya dia seorang pelayan.


"Saya enggak mau, kamu bawa kembali" ucapku.


"Tapi nyonya..."


"Makanan itu enggak ada racunnya, tenang aja" ucap Louis si bule kampret yang tiba-tiba muncul.


"Aku enggak percaya! penjahat kayak kamu mana bisa dipercaya!" ucapku ketus.


"Oh, ayolah nyonya Marvel! nanti suamimu bisa gila kalau kau mati karena kelaparan" ucapnya sarkas.


"Bukannya kamu mau membun*hku? seharusnya kamu senang kalau aku mati" tanyaku penuh selidik.


"Kalau tidak mau ya sudah! enggak usah banyak omong! bikin pusing aja!" ucapnya ketus.


"Mau dibawa kemana makanan itu?" tanyaku pada pelayan yang hendak membawa pergi nampan berisi makanan itu.


"Taruh disana!" ucapku ketus. Pelayan itu akhirnya meletakkannya kembali diatas meja.


"Dan kamu! bule kampret! pergi sana! aku enggak selera makan kalau lihat wajah kamu!" usirku.


"Helo....! ini rumah siapa? seenak jidat main usir-usir aja" ucapnya tak terima.


"Terserah!" ucapku yang kehabisan kata-kata. Ucapannya memang benar, ini kan memang rumahnya, kenapa aku malah mengusirnya?


Aku mencicip makanan itu, ada nasi hangat dengan lauk ayam bakar dengan sambal dan lalapan, ish! bule kampret itu tau aja mood bumil yang suka makanan pedas! aku memakannya dengan lahap tanpa menghiraukan si bule kampret yang terus melihat ke arahku.


"Menjijikan, seperti tidak pernah makan ayam bakar saja" sindirnya. Aku tidak menghiraukan ocehannya dan terus memakannya hingga habis. Setelah itu aku memakan buah melon sebagai pencuci mulut dan ditutup dengan segelas susu. Alhamdulillah, kenyangnya. Aku mengusap-usap perut buncitku.


"Udah kenyang?" tanyanya. Aku tak menghiraukannya. Malas!


"Enak banget ya, sudah seperti nyonya!" sindirnya.


"Aku kan memang nyonya, nyonya Marvel!" jawabku sinis.

__ADS_1


"Tapi sebentar lagi kau bukan nyonya Marvel, karena Marvel akan menikahi Kimberly" ucapnya memantik emosiku.


"Ya ya ya... kalian itu manusia yang enggak bersyukur, sudah dikasih kemewahan, pendidikan tinggi, otak yang cerdas, keluarga yang utuh, dan harta berlimpah. Tapi masih aja terobsesi merebut milik orang lain" ucapku sendu.


"Sedangkan orang-orang miskin dan bodoh seperti kami bisa apa? dari dulu, dunia hanya milik orang-orang serakah seperti kalian. Aku tidak mau ambil pusing, silahkan, silahkan ambil mas Marvel, silahkan ambil raganya, tapi hati dan jiwanya tetap menjadi milik saya. Saya udah capek, dipernikahan saya yang pertama dulu, adik kandung saya sendiri merebut suami saya, sekarang mantan pacar suami saya yang berstatus masih menjadi iparnya mau merebut suami saya" ucapku panjang lebar. Bule kampret itu tak menjawab.


"Jika memang menghancurkan hidup saya membuat kalian senang, silahkan, silahkan lakukan! nikmatilah penderitaan seorang anak yang kehilangan ayahnya" ucapku lagi. Entah kenapa aku malah jadi mengeluarkan semua unek-unekku.


"Mas Marvel bahkan tidak bertemu denganku selama lebih dari 6 bulan hanya karena takut aku celaka. Hidupku terkekang dengan hanya berada didalam rumah, sementara kalian, dengan bebas kemanapun tanpa takut ada yang mengintai. Dan itu belum cukup, belum cukup membuat seorang istri harus menjalani hari-hari dimasa kehamilannya tanpa seorang suami. Mas Marvel minta saya untuk kuat dan bertahan, tapi rasanya saya sudah terlalu capek" lagi-lagi aku berbicara panjang lebar tanpa jeda.


"Keluarlah, atau kalau mau membun*hku, bun*h saja sekarang" ucapku tanpa rasa takut. Aku merasa sudah putus asa dan sudah gila saat mendengar bule kampret itu bilang mas Marvel akan menikahi Kimberly. Rasanya aku tidak akan kuat jika mengalami kegagalan pernikahan untuk yang kedua kalinya. Lebih baik aku mati saja!


"Sudah bicaranya?" tanyanya.


"Dasar macan bunting! begitu saja langsung putus asa!" ucapnya mengejekku. Aku tidak menghiraukannya, aku malah menangis karena merindukan mas Marvel dan Ikhsan.


"Tadi galak! sekarang nangis seperti anak kucing!" ucapnya sinis.


"Sepertinya Marvel salah karena memilihmu jadi istrinya, lemah! bodoh!' ucapnya menghinaku. Aku tetap tidak meresponnya.


"Dan keputusanku sudah tepat untuk mempersatukan Marvel dan Kimberly agar kembali bersama!" ucapnya memancing emosiku.


"Diam bule kampret!!!" teriakku sambil melotot tajam.


"Kamu kenapa nangis?" tanyaku dengan nada judes.


"Aku hanya ingat mendiang istriku yang meninggal saat hamil tua" ucapnya dengan bibir bergetar. Tiba-tiba aku merasa prihatin dan kasian padanya.


"Jadi, kamu sudah menikah?" tanyaku lembut.


"Ya, tapi tuhan mengambilnya dariku" ucapnya sambil menatap langit-langit.


"Kenapa istrimu bisa meninggal?" tanyaku.


"Sudah takdir" jawabnya.


"Aku tahu, tapi apa penyebabnya?" tanyaku mulai ngegas.


"Kecelakaan" jawabnya.


"ooh, yang sabar ya, mereka pasti sudah bahagia disana" ucapku.

__ADS_1


"Mereka bahagia tapi aku disini menderita" ucapnya.


"Dan mereka juga pasti tidak mau melihatmu menderita seperti ini' jawabku.


"Belajar Ikhlas dan banyak-banyak bersyukur" ucapku.


"Tidak usah menceramahiku!" ucapnya ketus.


"Hanya saran, kalau enggak suka ya sudah" jawabku.


"Tapi, kenapa kamu tidak berfikir untuk mencari istri lagi saja?" tanyaku.


"Apa kamu mau menjadi istriku?" tanyanya. Aku melotot mendengar pertanyaanya.


"Apa kamu sudah gila?" tanyaku.


"Semua wanita takut melihatku, siapa yang mau dengan penjahat sepertiku. Hanya kamu yang tidak takut, kamu saja yang jadi istriku. Lagi pula Marvel akan bersama Kimberly" ucapnya enteng.


"Walaupun pada akhirnya mas Marvel akan bersama Kimberly aku tetap tidak akan menikah denganmu" ucapku.


"Kenapa?" tanyanya.


"Karena mas Marvel cinta terakhirku. Tidak akan ada lagi cinta yang lain" ucapku sambil tersenyum getir.


"Aku akan memulangkanmu pada Marvel dan mengurus Kimberly!" ucapnya dingin.


Aku menatap tak percaya mendengar ucapannya.


"Tenanglah, aku hanya ingin mengerjai Marvel saja. Aku sadar, jika Kimberly hanya terobsesi pada Marvel, aku membawamu bersamaku karena ingin melindungimu dari Kimberly adikku" ucapnya terlihat tulus.


"Tapi bersabarlah, aku perlu waktu untuk membuat adik nakal ku itu menyadari kesalahannya" ucapnya sembari tersenyum hangat.


"Benarkah?" tanyaku.


"Ya, bersabarlah sebentar, kamu aman dirumah ini. Anggap ini seperti rumah mu sendiri" ucapnya.


"Ayo ikut, akan ku tunjukkan kamarmu, dan juga akan ku kenalkan dengan ibuku" ajaknya. Aku mengangguk dan mengekor dibelakangnya.


Saat sampai dikamar yang dimaksud Louis, aku langsung mengucapkan rasa terimakasihku.


"Aku tidak tahu apa yang kamu bilang tadi itu beneran, atau bohong, tapi kalau itu benar, aku mau ngucapin terimakasih banyak, semoga Allah membalas semua kebaikanmu dan aku do'akan supaya kamu segera mendapat pendamping hidup yang baru" ucapku tulus.

__ADS_1


"Mari kita berteman" ucapnya sambil menyodorkan tangannya. Aku menerima uluran tangannya dan tersenyum senang.


🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2