
Dan pagi hari itu, disaat orang-orang masih malas untuk bangun, dua insan manusia tengah berolahraga pagi, mencari keringat disaat pagi masih buta.
"Makasih ya mas, Ratna seneng deh" ucap Ratna manja sambil memainkan jarinya didada bidang Marvel.
"Of course.. and your'e the best!" puji Marvel.
"Ngomong apa, Ratna enggak ngerti" ucap Ratna.
"Kamu yang terbaik" jawab Marvel.
"Masa?" tanya Ratna. Marvel hanya tersenyum hangat dan memilih memainkan rambut Ratna yang berantakan karena ulahnya.
"Sayang, kapan jadwal periksa baby?" tanya Marvel.
"Hmm, udah lama sih enggak periksa, Ratna juga lupa kapan terakhir kalinya periksa ke dokter." jawab Ratna.
"Nanti kita ke dokter ya" ajak Marvel.
"Kenapa sih, mas Marvel kok kayak semangat banget ngajak periksa ke dokter?" tanya Ratna.
"Karena selama ini kan kamu periksa hanya sama mama, mas juga ingin temani kamu dan melihat baby kita" jawab Marvel.
"Salahnya menghilang tanpa jejak" ucap Ratna.
"Yang penting sekarang udah balik sayang" jawab Marvel.
"Oh iya mas, Ratna belum sempat beli baju dan perlengkapan buat utun loh" ucap Ratna.
"Who is Utun?" tanya Marvel bingung.
"Utun is baby dalam perut. Kalau udah keluar namanya orok!" jelas Ratna.
"Ooh..." Marvel mangut-mangut.
"Tapi sayang, namanya bagus juga. Utun, kalau kembar jadi Utun dan Atun" celetuk Marvel.
"Iih enggak mau atuh! pokoknya harus pakai nama bule, rugi Ratna nikah sama mas Marvel kalau namanya masih pake nama kampung" ucap Ratna cemberut.
__ADS_1
"Why not? Mas Marvel malah suka nama-nama unik seperti itu, not bad! misalnya Sutarmi, panggilannya bisa Ami.. Sugiyem panggilannya Ugi dan lain sebagainya" jawab Marvel.
"Enggak mau, pokoknya harus bule, ada Amstrongnya" rengek Ratna.
"Iya iya, ya udah yang sekarang pake nama bule, nanti untuk yang selanjutnya pakai nama-nama unik ya" pinta Marvel.
"Serah deh!" jawab Ratna sembari menelusupkan wajahnya kedalam ketek Marvel. Sejak pulang dari rumah sakit, Ratna senang sekali menciumi bau ketek Marvel, ah, mungkin saja ini nyidam yang tertunda.
"Geli sayang, kenapa kamu hirup-hirup?" ucap Marvel kegelian.
"Bau ketek mas Marvel enak, seger! kayak rujak buah mangga mangkel dicampur kedondong" ceplos Ratna. Marvel hanya melongo mendengar jawaban istrinya itu.
"Kamu terlalu mencintai mas Marvel ya, sampai-sampai enggak punya rasa jijik sama sekali" tanya Marvel sembari mendongakkan wajah istrinya.
"Kayak gitu masih masih ditanyain? Tapi seriusan, keteknya bule emang beda!" jawab Ratna sungguh-sungguh. Marvel tak menjawab dan justru malah mengulang olahraga pagi mereka. Dan pagi yang cerah itu diisi dengan musik-musik buatan dari kedua manusia yang tengah bergulat manja.
*********
Sementara itu disebuah kamar, Louis tengah memandang jalanan dari balik tembok kaca. Otaknya terus berkelana memikirkan kejadian semalam yang terus mengganggu fikirannya. Louis tak habis fikir, bagaimana bisa dia kehilangan kendali pada seorang gadis seperti Melodi yang sama sekali tak masuk kedalam tipe nya.
"Sialan! brengsek!!" Louis mengumpat kasar karena bayangan bibir semanis madu milik Melodi terus menghantui fikirannya dan membuatnya merasa candu dan menginginkannya lagi.
Louis langsung menggeser layar ponselnya saat berbunyi nyaring.
"Kenapa?" tanya Louis.
"Kenapa pulang gak ngabarin dulu sih" tanya Kimberly disebrang telfon.
"Kan udah ada adeknya Sean sama sopirnya, lagian manja banget ketusuk gitu doang gak pulang-pulang" ucap Louis ketus.
"Ya udah gue jemput!" ucap Louis.
"Tapi kak..."
Tuuutt
Tanpa fikir panjang Louis kembali kerumah sakit untuk menjemput Kimberly. Sesampainya disana, matanya tak sengaja melihat Melodi yang tengah tertidur dipangkuan Toni.
__ADS_1
'Cih! buaya betina!' umpatnya kesal. Entah kenapa bawaannya dia jadi emosi dan ingin marah-marah terus. Sudah seperti emak-emak yang telat dikasih uang belanja.
"Kim, ayo pulang!" ajak Louis tanpa berbasa basi. Karena suaranya yang keras itu membuat Toni dan Melodi terbangun.
"Aku..."
"Kimberly pulang denganku." ucap Sean.
"Bukannya kalian akan bercerai, kenapa mendadak rujuk?" sindir Louis.
"Kami tidak akan bercerai kak, kami saling mencintai" ucap Kimberly.
"Oke! but pulang ke rumah kita jangan kerumah dia!" tunjuk Louis pada Sean.
"Kenapa begitu?" tanya Kimberly.
"Aku tidak mau kamu berulah lagi dan mengusik kehidupan Marvel!" jawab Louis pedas.
"Kak aku kan sudah tidak..."
"Ya, atau tidak sama sekali!" bentak Louis. Entah kenapa Louis jadi melampiaskan kekesalannya pada semua orang.
"Oke.. kami akan pulang kerumahmu" jawab Sean yang tak ingin masalahnya jadi semakin panjang.
"Kalau begitu aku duluan!" ucap Louis ketus lalu berjalan keluar dari ruangan yang membuatnya kepanasan itu. Tanpa disadarinya, Melodi ikut menyusulnya hingga saat melewati taman rumah sakit tangan Louis berhasil dicekal oleh Melodi.
"Kak Louis tunggu!" ucap Melodi. Louis menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" tanyanya dingin.
"Tadi malam, kenapa kau menciumku?" tanya Melodi.
"Lupakanlah! aku hanya tidak sengaja, aku terbawa suasana dan aku sudah sering melakukannya dengan banyak wanita" jawab Louis santai.
Plaakk!!
"Dasar pria brengsek!" ucap Melodi dengan mata berkaca lalu berlari pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa luka di hatinya.
__ADS_1
"Ya, aku memang pria brengsek! dan kau wanita baik-baik. Kau pantas mendapatkan yang terbaik" ucap Louis lirih sambil menatap nanar kepergian Melodi yang semakin menjauh dan menghilang dari pandangannya.
🍁🍁🍁🍁🍁