Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Bumil Galak


__ADS_3

Aku dibawa ke sebuah rumah mewah dengan penjagaan yang sangat ketat, aku yakin pemiliknya bukan orang sembarangan, dan yang menculikku adalah orang yang sangat berbahaya.


"Ayo masuk!" bentak orang yang menodongkan pistol kearahku tadi. Dia menyimpan pistol itu disaku kirinya. Setelah itu membawa paksa aku kesebuah ruangan dirumah itu dan menyuruhku duduk disebuah kursi empuk. Aku melihat ada sosok seorang lelaki yang sepertinya sedang menunggu kedatanganku.


"Good job Ray, pergilah. Biar aku yang mengurus wanita bunting ini" ucapnya sembari menyeringai ke arahku. Lelaki bertopeng tadi pergi begitu saja dan meninggalkanku berdua dengan lelaki itu diruangan ini. Aku mendongak menatapnya dengan berani, dari wajahnya, aku bisa tahu dia sepertinya anak blasteran.


"Mau apa kamu? kenapa membawa saya kesini?" tanyaku tanpa takut. Padahal, saat dimobil tadi aku ketakutan. Entah dari mana datangnya kekuatan itu.


"Ayolah, enggak usah galak-galak, santai saja, kita main-main dulu nyonya Marvel" ucapnya sambil tertawa jahat.


"Hei tuan penjahat! jangan bicara aneh-aneh kamu! dan satu lagi, jangan pernah berfikir kalau saya takut sama kamu!" ucapku sambil melotot tajam kearahnya.


"Jangan berani-beraninya menatap wajahku! aku paling benci ada wanita yang berani menatapku!" bentaknya.


"Terus lihat kemana? ke dinding gitu?" tanyaku kesal. Entahlah kenapa aku jadi berani begini.


"Halo dinding? mau kenalan ya sama Ratna, harusnya izin dulu sama mas Marvel kalau mau nyulik Ratna" ucapku mengomel ke arah dinding. Sepertinya aku malah semakin memantik emosinya.


"Diam! jangan main-main atau kamu ku tembak!" bentaknya menggelegar.


"JANGAN marah-marah sama ibu hamil, nanti kamu kena tulah!" bentakku tak mau kalah. Si*l! kenapa aku malah cari mati begini, biarin lah, sudah nanggung, sudah tertangkap, sekalian saja!


"Beraninya kamu!!" sepertinya lelaki itu geram, dan mulai berjalan mendekatiku.


"Mau apa?" tanyaku sambil melotot tajam.


"Mau memb*n*hmu!" ucapnya dengan seringaian licik diwajahnya.


"Kamu berani memb*n*h ku? kamu enggak takut dosa, terus masuk neraka? nanti dineraka kamu di siksa, di setrika, dipanggang bolak-balik!" ucapku menakutinya.


"Kamu jangan main-main!" bentaknya dengan tatapan nyalang.

__ADS_1


"Aku serius!" jawabku tak mau kalah.


"Memangnya kamu sudah masuk neraka? hah!" sentaknya.


"Belum pernah, kan masih hidup. Dan kalau matipun Ratna enggak mau masuk neraka!" ucapku menjelaskan.


"Terus kamu tahu dari mana kalau masuk neraka itu bakal disiksa, disetrika, dipanggang bolak-balik?" tanyanya.


"Kata Ustadz al-untung!" ucapku spontan.


"Siapa Al untung itu?" tanyanya.


"Ustadz idola Ratna!" jawabku.


"Aarrrgggghhh!!!" dia malah mengacak rambutnya kasar.


"Sial*n! brengs*k! kenapa jadi ribet gini sih ngadepin perempuan bunting!?" umpatnya.


"Kamu enggak punya salah sama saya, tapi kamu sudah merebut Marvel dari Kimberly adik saya!" bentaknya. Oh, jadi bule kampret ini kakaknya Kimberly, ini penjahatnya. Ish! enggak pantes, ganteng-ganteng jadi penjahat! mending main sinetron ikatan batin. Pasti lucu dan digemari emak-emak fansnya Brata Yudha.


"Kalau ngomong enggak usah ngegas! pelan-pelan juga kedengeran, Ratna enggak budeg!" ucapku tak kalah keras.


"Masalah Kimberly, Ratna sebelumnya enggak kenal sama dia, dan yang Ratna tahu, Kimberly kan istrinya kak Sean, dan yang Ratna nikahi kan mas Marvel, jadi Ratna enggak merebut mas Marvel dong, kalau nikah sama kak Sean, iya bener, baru namanya ngerebut!" protesku panjang lebar.


"Persetan! pokoknya kamu tukang rebut! pelakor! wanita murahan!" cacinya.


"Kalau ngomong dijaga ya!" aku melotot tajam.


"Kenapa? kamu mau ngapain kalau saya sebut kamu pelakor? hah!!" tantangnya.


Aku mengepalkan kedua tanganku dengan erat. Dan dengan sekali gerakan aku menendang kemalu*nnya!

__ADS_1


Bugh!


"Aaaawwwww!!!" pekiknya.


"Sial*n! setan! brengsek!" umpatnya sembari menahan rasa sakit dikemalu*nnya. Entah energi dari mana, aku buru-buru menjambaknya kuat-kuat! dan membawanya keluar dari ruangan ini.


Bugh


Aku mendorongnya sampai terjungkal.


Braakk!!


Lalu buru-buru aku mengunci pintu kamarnya dari dalam.


Tok tok tok!


"Buk* pintunya sial*n! wanita gila! stress! buka...!" bentaknya dari luar sambil terus menggedor pintunya.


"Dasar bule kampr*t! tengik!" aku balas mengumpat.


Aku duduk dikursi empuk tadi, dan tidak menghiraukan gedoran pintu yang semakin lama semakin keras. Aku sedang berfikir, bagaimana caranya keluar dari rumah ini, penjaganya saja sangat banyak.


Hufftt


Aku menghela nafas kasar, ternyata benar ketakutan mas Marvel, ini ada kaitannya dengan Kimberly. Aku heran, kenapa sih, wanita cantik dan berpendidikan seperti Kimberly bisa melakukan hal kotor seperti ini. Segitu bucinnya kah dengan mas Marvel? tapi, wajar saja sih dia sampai bucin, karena emang mas Marvel lelaki istimewa yang harus diperjuangkan dan dipertahankan.


Aku jadi merindukan mas Marvel, pasti sekarang suamiku itu sedang panik dan kalang kabut mencariku. Belum lagi Ikhsan yang tadi hilang entah kemana, aku menitikkan air mata, aku selalu tidak kuat jika menyangkut anak dan suamiku, mereka adalah jantung hatiku, separuh nafasku. Dan Ini semua gara-gara si bule kampret! sial*n! awas saja kalau berani mencelakakan mas Marvel dan Ikhsan, akan aku tendang sampai pusakanya tidak bisa bangun lagi! akan aku buat koma dan tidak siuman lagi!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Insiden penculikan ini hanya sebagai bumbu-bumbu aja ya pembaca, jangan difikir jeru-jeru. Dan untuk proses penculikan Ikhsan dan Ratna, nanti akan ada kilas balik dari pov Kimberly dan juga Marvel. Please ikuti aja alurnya, jangan menghancurkan mood penulis hanya karena tidak sreg, tinggal skip, gampang! sesimple itu kalau enggak suka. Kasian dong pembaca lainnya yang udah nunggu-nunggu part selanjutnya, penulis jadi badmood dan idenya jadi ambyaarrr!! oke, salam dari Brata Yudha di Waduk Cirata.

__ADS_1


__ADS_2