Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Di Kurung


__ADS_3

Di kamar Melodi mama Inggrid terus-terusan memarahi anak gadisnya itu. Dia tak pernah menyangka jika anak gadisnya itu mengaku jatuh cinta kepada lelaki seperti Louis.


"Ma... Please, Mel cinta sama kak louis ma, begitupun sebaliknya. Kami saling mencintai ma." Melodi terus menangis meminta sang mama untuk merestui hubungannya dengan Louis.


"Stop Mel! mama bilang enggak ya enggak! dia laki-laki brengsek Melodi! dia tidak cocok dengan kamu! tidak sepadan dan bukan pria baik-baik! lihat Farhan, kurang apa Farhan?" tanya Mama Inggrid.


"Mau Farhan lelaki paling sempurna juga kalau Mel enggak ada rasa sama dia percuma ma! Mel enggak cinta sama Farhan." ucap Melodi.


"Belum apa-apa kamu udah berani ngelawan sama mama. Sekali enggak ya enggak! petunangan kamu tetap dilanjutkan! dilarang kemana-mana! sekarang mana hp kamu!" ucap mama Inggrid tegas.


"Mama apa-apaan sih! Mel enggak suka dikurung begini! Mel udah besar ma! mama enggak bisa perlakukan Mel seperti ini, Mel juga berhak bahagia dengan pilihan Mel sendiri." ucap Melodi histeris.


Mama Inggrid dengan paksa mengambil ponselnya yang berada didalam tas kecil milik Melodi. Lalu mengunci pintu dari luar, Melodi berteriak histeris meminta dibukakan pintu.


Sementara Marvel yang kini berhasil masuk menggunakan kunci cadangan menyunggingkan senyuman dibibirnya tak kala melihat Ratna yang tertidur pulas dengan earphone menempel ditelinganya.


"Dasar nakal! suami dari tadi teriak-teriak minta dibukain, kamu malah asyik tidur." ucap Marvel seraya mengelus lembut rambut istrinya itu dan melepas earphone yang menempel ditelinga Ratna.


Cup


"I love you." bisik Marvel setelah mengecup kening istrinya lalu ikut berbaring disisi Ratna. Marvel menatap langit-langit kamarnya, memikirkan bagaimana bisa Melodi jatuh cinta pada lelaki seperti Louis. Dan sudah seberapa jauh hubungan mereka? apa Louis benar-benar sudah tidur dengan Melodi? bagaimana jika benar dan Melodi hamil? berbagai pertanyaan muncul dikepalanya membuatnya semakin pusing. Dia memutuskan untuk menghubungi Sean, kenapa bisa Sean diam saja saat adiknya di sentuh lelaki brengsek seperti Louis. Baru satu kali panggilan, Sean sudah mengangkat telfon darinya.


"Halo?" sapa Sean dari sebrang telfon.


"Bagaimana? sudah baikan?" tanya Marvel berbasa-basi.


"Ya, aku sudah sembuh dan sudah bisa beraktifitas normal." jawab Sean.

__ADS_1


"Syukurlah." jawab Marvel.


"Oh ya, ada apa menghubungiku?" tanya Sean.


"Apa kamu tahu hubungan Melodi dan Louis?" tanya Marvel.


"Hubungan apa? maksudnya bagaimana?" tanya Sean yang memang tak mengerti maksud perkataan Marvel.


"Tadi Melodi diantar Louis pulang, dan kamu tahu setelah itu dia melamar Melodi." jelas Marvel.


"Whatt?!! apa aku tidak salah dengar? Louis melamar Melodi?" tanya Sean.


"Ya. Dan yang lebih mengejutkan Melodi mengakui jika mereka saling mencintai." jawab Marvel.


"Apa?! tapi... bagaimana bisa?" tanya Sean tak percaya.


"Ya nanti akan aku tanyakan, lalu bagaimana hubungan Farhan dengan Melodi? bukankah mereka akan bertunangan?" tanya Sean.


"Sepertinya pertunangan itu tetap akan dilanjutkan. Memangnya siapa yang mau menerima Louis jadi menantunya. Cih! pria seperti dia tidak pantas untuk Melodi." cibir Marvel.


"Memang apa salahnya? jika memang mereka saling mencintai, kenapa tidak direstui saja." ucap Sean enteng.


"Apa kamu sudah gila?! dimana otakmu membiarkan Melodi bersama pria seperti Louis! jangan karena Kimberly istrimu dan dia kakak iparmu kamu jadi kehilangan akal sehat!" ucap Marvel yang tak habis fikir dengan jalan fikiran Sean.


"Melodi bukan anak kecil. Dia sudah dewasa, bisa memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang tidak." jawab Sean.


"Fikirannya masih anak-anak. Kalau sudah dewasa tidak mungkin memilih pria brengsek dan meninggalkan Farhan yang jauh segalanya dari badjingan itu!" ucap Marvel dengan suara yang mulai meninggi.

__ADS_1


"Up to you! dari dulu memang kita tak pernah sepemikiran!"


Tuut


Sean mematikan panggilan telfon sepihak.


"Sialan!" umpat Marvel kesal.


Ratna terbangun karena mendengar suara berisik dari sampingnya.


"Siapa yang sialan? Mas Marvel ngatain Ratna sialan?" tanya Ratna dengan mata melotot.


"Sayang, kamu udah bangun. Itu.. kamu salah faham sayang." ucap Marvel gelagapan.


"Tadi bentak-bentak Ratna, sekarang ngatain Ratna sialan! Mas Marvel emang jahat! enggak punya hati! keluar sana, tidur diluar!" ucap Ratna dengan wajah memerah.


"Sayang kamu salah faham, please dengerin mas Marvel." ucap Marvel memohon.


"Dasar jahat! Ratna benci sama mas Marvel. hiks....!" Ratna terus meronta saat Marvel memeluknya.


"Jangan sentuh-sentuh! Ratna males!" ucap Ratna disela isak tangisnya. Ish! macan bunting satu ini baperan banget!


"Dengarkan dulu kalau suami sedang bicara!" tegas Marvel.


"Tapi... Euumm" Ratna tak dapat melanjutkan ucapannya karena Marvel merampas bibirnya dengan cepat. Menyesap dan menghisapnya dengan semangat dan membawanya melayang hingga Ratna tak dapat berkata-kata. Macan bunting kalau disodorin rudal balistik langsung mingkem!


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Membujuk istri ala Marvel. buehehe. Udah dikasih double up loh.


__ADS_2