
Louis menatap nanar kepergian Melodi yang semakin menjauh dari pandangannya. Hatinya merasa gusar dan tak tenang. Fikirannya sangat kacau dan pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
Beberapa saat kemudian
Di Kediaman Louis Volkard
"Kak, kau baru pulang? dari mana saja semalam? kenapa baru pulang?" cecar Kimberly saat berpapasan dengan Louis ditangga.
"Bukan urusanmu!" ucap Louis ketus membuat Kimberly seketika merasa kesal.
'Kapan sih, pria kulkas itu bersikap ramah! pantas saja dia sulit menemukan pengganti kak Riana. Hanya wanita bodoh yang mau dengan pria kulkas dan jutek seperti dia!' sungut Kimberly menatap punggung Louis yang semakin menjauh. Setelah itu dia meneruskan langkahnya menuju dapur.
Sementara Louis berhenti didepan kamar Kimberly saat melihat Sean yang tengah duduk disisi ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Boleh aku masuk?" tanya Louis dengan sedikit menyembulkan kepalanya kedalam, karena pintu itu tidak tertutup rapat.
"Oh. Silahkan." Ucap Sean mempersilahkan. Louis akhirnya duduk disebuah kursi didekat ranjang itu.
"Bagaimana keadaanmu, sudah baikan?" tanya Louis berbasa basi.
"Ya seperti yang kau lihat. Aku jauh lebih baik dari sebelumnya. Hanya tinggal pemulihan saja" ucap Sean dengan senyuman hangatnya.
"Oh, syukurlah. Lalu apa rencanamu kedepan? apa kau benar-benar tidak mau bercerai dengan Kim?" tanya Louis.
"Tidak, kami sudah saling menerima dan memulai semuanya dari awal. Jadi tidak ada alasan untuk kami berpisah" jawab Sean.
"Ya. Aku harap tidak ada permasalahan lagi diantara kalian." ucap Louis.
__ADS_1
"Ah ya, apa kau tahu jika Melodi akan bertunangan minggu ini?" tanya Louis berbasa-basi.
"Oh ya ampun! aku sampai melupakannya. Kau benar, dia memang akan bertunangan minggu ini. Eh, tapi kau tahu darimana jika adikku akan bertunangan?" tanya Sean penasaran.
"Ah, aku hanya kebetulan saja mendengar percakapan nyonya Inggrid sewaktu dirumah sakit" bohong Louis. Sean hanya
mangut-mangut.
"Kalau boleh tahu dengan siapa Melodi bertunangan?" tanya Louis sedikit kepo.
"Dengan anak lelaki keluarga Atma Jaya. Mereka dijodohkan, tapi mereka sudah dekat sejak kecil. Dan ya, keduanya tidak menolak saat dijodohkan." jelas Sean.
"Tunggu. Kau bilang tadi keluarga Atma Jaya? itu berarti lelaki itu bersaudara dengan Riana?" tanya Louis.
"Oh ya ampun... aku bahkan sampai melupakannya. Ya, dia Farhan adik ipar mu." ucap Sean.
"Oh ya, kenapa kamu tidak mencoba mendekati kembaran Riana saja? bukankah dia masih single." ucap Sean.
"Ya Riani." jawab Sean.
"Mereka berbeda. Wajah boleh sama, tapi sifat dan kepribadian mereka jauh berbeda. Riana sangat lembut sedangkan Riani... kau tahu sendiri tak perlu ku jelaskan" jawab Louis.
"Tapi tidak ada salahnya kan jika kau mencoba." ucap Sean.
"Tidak. Aku tidak mau, lagi pula aku sudah..." Louis menggantung ucapannya sembari membayangkan wajah imut Melodi yang terlihat sangat manis jika sedang marah.
"Kau sudah memiliki kekasih? siapa?" tanya Sean penasaran.
__ADS_1
"Tidak. Bukan kekasihku, hanya kutu pengganggu saja" ucap Louis salah tingkah.
"Benarkah?" tanya Sean sedikit kepo.
"Ish! kenapa kau jadi lambe turah begini? sialan!" ucap Louis merasa kesal.
"Kau tidak sadar, kau juga jadi lambe turah tadi, tanya-tanya soal adikku. Apa bedanya!" cibir Sean.
"Ah sudahlah, lebih baik aku kembali ke kamarku. Lama-lama bicara denganmu aku jadi tidak waras!" ucapnya kesal.
"Memang ya, jika pria sedang kasmaran tingkahnya seperti kucing imut! hahahaha.." Sean tertawa puas menertawakan kakak iparnya itu. Dia tidak tahu saja, lelaki yang sedang ditertawakannya itu justru jatuh cinta pada adik perempuannya sendiri.
Dan yang sedang ditertawakan memilih melengos meninggalkan tempat itu.
'Apa benar aku jatuh cinta? pada kutu betina itu? oh tidak! tidak mungkin!' gumam Louis mencoba menepis perasaannya.
*********
Ditempat lainnya mama Inggrid dan Melodi sudah berada di butik langganan keluarga Amstrong.
"Mel, kenapa melamun?" tanya mama Inggrid.
"Ah, tidak. Aku hanya merasa senang, besok aku akan wisuda." ucap Melodi.
"Ma, kalau aku tidak melanjutkan kuliahku bagaimana? aku merasa bosan belajar dan belajar terus. Aku ingin bekerja ma" ucap Melodi mengutarakan isi hatinya.
"Apa kamu sudah tidak sabar ingin menikah dengan Farhan?" tanya mama Inggrid sembari menggoda putrinya itu.
__ADS_1
"Tidak ma, bukan begitu. Aku hanya..."
"Nanti kita bicarakan lagi ya, sekarang kita coba bajunya" ucap mama Inggrid.