
Ratna dan bayinya sudah dibolehkan pulang. Dan pada saat hari ke tujuh, Marvel melaksanakan aqiqah sekaligus acara syukuran untuk baby Velia. Acara itu berlangsung khidmat, karena Marvel dan Ratna mengundang anak yatim dan anak-anak dari panti asuhan untuk ikut serta dalam acara syukuran tersebut.
Sementara pasangan lainnya yang juga tengah bersukacita Kimberly dan Melodi yang berbarengan mendapat kabar bahagia karena mereka positif hamil pun ikut dalam acara syukuran tersebut.
"Ya ampun sayang, aku baru 21 tahun tapi sudah hamil. Apa itu tidak terlalu cepat?" tanya Melodi.
"No, semakin cepat semakin membaik karena aku ingin memiliki anak yang banyak darimu sayang. Mumpung masih muda, kita bekerja keras untuk itu, nanti kalau sudah tua kita bisa bulan madu kedua" ucap Louis seraya mengerlingkan matanya.
"Mana sempat bulan madu kedua, yang ada kita sudah keriput dan tak bertenaga." ucap Melodi.
"Tidak sayang, kita tidak akan tua, tubuh saja yang tua tapi jiwa kita tetap muda. Dan aku pastikan kita akan sama-sama menikmati hari tua kita." ucap Louis menggebu.
"Ish! bagaimana bisa begitu." ucap Melodi seraya menggeleng. Saat bersamaan netra Melodi tak sengaja melihat Toni yang sendirian tengah duduk ditaman belakang.
"Sayang aku ke toilet sebentar ya." ucap Melodi pada Louis.
"Ah ya, aku tunggu disana ya." ucap Louis seraya menunjuk kearah papa Gilbert dan Marvel.
**********
"Hai kak, boleh aku ikut duduk?" tanya Melodi pada Toni yang tengah melamun.
"Eh, Mel.. ya silahkan." jawab Toni gugup.
"Sedang ngelamunin apa?" tanya Melodi.
__ADS_1
"Enggak ada, hanya bersantai aja." jawab Toni.
"Kak Toni, maafin Mel ya." ucap Melodi yang tiba-tiba meminta maaf kepada Toni.
"Maaf kenapa Mel?" tanya Toni bingung.
"Maaf karena Mel selama ini enggak peka dengan perasaan kak Toni dan juga maaf karena Mel enggak bisa membalas perasaan kak Toni." ucap Melodi yang langsung sukses membuat wajah Toni memucat.
"I-itu.. kamu tahu darimana?" tanya Toni gugup.
"Kak Marvel yang cerita. Tapi sebenarnya walaupun kak Marvel enggak cerita juga Mel tahu kok kalau kak Toni ada perasaan lebih." jawab Melodi.
"Ah itu.. em.. ya. Tapi kamu tenang aja, bagiku itu bukan hal yang terlalu penting, mudah saja untuk aku menghilangkan perasaanku." bohong Toni, padahal baginya Melodi merupakan cinta pertamanya, perempuan pertama yang berhasil membuat seorang Toni jatuh cinta.
"Syukurlah kak, Mel ikut senang, dan mudah-mudahan kak Toni secepatnya dapat pendamping hidup. Oh iya, kak Toni udah tahu belum kalau Mel lagi hamil?" tanya Melodi.
"Iya kak, oh iya ibunya mas Toni gimana kabarnya? udah baikan?" tanya Melodi.
"Ibu masih seperti biasa Mel" jawab Toni dengan wajah sedihnya.
"Oh ya ampun, udah coba ikut terapi?" tanya Melodi.
"Udah, tapi belum membuahkan hasil." jawab Toni sendu.
"Kak Toni yang sabar ya.." ucap Melodi turut prihatin. Lalu tangannya memegang tangan Toni berusaha menguatkan lelaki yang usianya dua tahun lebih tua darinya itu.
__ADS_1
"I-iya." jawab Toni yang sedikit gugup.
Ehem!!
Melodi reflex melepas tangannya dari tangan Toni saat mendengar suara deheman yang cukup keras, dia bertambah terkejut saat melihat orang yang berdehem itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Louis suaminya.
"Sa-sayang." ucap Melodi gugup.
"Sejak kapan toilet rumah ini pindah ketaman belakang?" sindir Louis.
"Sayang, aku hanya.."
"Lepas..!" ucap Louis yang kini tengah terbakar api cemburu.
"Sayang please.. jangan marah. Jangan cemburu pada kak Toni." ucap Melodi.
"Cemburu padanya? yang benar saja!" ucap Louis gengsi.
"Jadi kamu tidak cemburu?" tanya Melodi.
"Tidak!" jawab Louis.
"Berarti enggak cinta!" ucap Melodi sembari mencebik kesal dan beranjak pergi dari sana meninggalkan Louis yang terheran-heran.
"Ish! kenapa jadi dia yang marah?!" gerutu Louis sambil mengejar kutu kecilnya itu.
__ADS_1
Sementara Toni hanya bisa tersenyum getir melihat keromantisan pasangan baru tersebut. Lalu memutuskan untuk ikut bergabung bersama keluarga Amstrong lainnya yang kini tengah makan bersama.
🍁🍁🍁🍁🍁