Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Tidak Rela


__ADS_3

"Kak, itu kak Kim." ucap Melodi seraya berbisik.


"Aku harus cepat-cepat keluar." ucap Melodi yang terburu-buru merapikan pakaiannya. Dan setelah dirasa rapi dan terlihat relax, Melodi keluar dari dalam toilet itu.


"Mel, kenapa lama sekali. Tadi aku tidak sengaja mendengar suara kegaduhan dari dalam sana, ada apa?" tanya Kimberly.


"Ah, tidak kak. Hanya ada kecoak nakal yang merayap kedalam pakaianku." bohong Melodi. Sementara Louis yang mendengar Melodi mengatainya 'kecoak nakal' merasa tidak terima dengan julukan itu.


'Berani sekali mengataiku kecoak nakal. Awas ya, akan aku beri hukuman setelah ini' ucap Louis dalam hati.


"Iiiyyuuuhh...!! jijik sekali, ini sepertinya bibi kurang bersih saat membersikannya, kenapa bisa ada kecoak masuk kerumah ini." ucap Kimberly sembari bergidik ngeri karena dia sendiri juga sangat takut dengan hewan satu itu. Tapi sayangnya Kimberly tak tahu, kecoak yang ini beda! kecoaknya benar-benar nakal dan suka merayap kemana-mana! jiahaha.


"Ya, nanti dibersihkan lagi saja kak. Ayo kita ke ruang tamu." ajak Melodi.


"Iya, kamu benar." Merekapun kembali keruang tamu, begitupun Louis yang mengekor dibelakang mereka. Louis merasa tak terima melihat Melodi dan juga Farhan bersama-sama.


"Boleh aku ikut gabung?" ucap Louis yang kini langsung duduk di sofa.


"Ya tentu saja." ucap Sean.


"Sedang membicarakan apa?" tanya Louis.


"Ini Melodi dan Farhan akan bertunangan minggu ini dan pernikahan mereka ternyata akan dipercepat karena Melodi tidak jadi melanjutkan S2 nya ke Sidney." jelas Sean.


"Ya benar kak, besok hari sabtu kak Louis datang ya ke acara pertunangan kami." timpal Farhan.


"Ya, aku pasti datang." ucap Louis yang sejak tadi menatap Melodi yang kelihatan gugup.


"Kamu kenapa Mel?" tanya Sean yang melihat Melodi seperti tak tenang.


"Eh.. tidak apa-apa kok kak." jawab Melodi canggung.


"Mel, ini sudah siang, apa kita cari cincinnya sekarang saja?" tanya Farhan.


"Kalian mau cari cincin?" tanya Louis.


"Iya kak, kami belum sempat membeli cincinnya." jawab Farhan.


"Tapi kelihatannya Melodi sedang tak enak badan, jangan-jangan dia sakit." ucap Louis. Louis tak rela jika Melodi sampai berdua-duaan dengan Farhan. Tidak, tidak bisa dibiarkan!


"Iya benar, Melodi terlihat berkeringat dan seperti gelisah." timpal Sean.


"Kalau begitu Melodi biar istirahat saja disini, kalau sudah baikan biar ku antar pulang. Atau menginap kalau perlu. Dan kamu lebih baik pulang saja Farhan, kasihan Melodi." ucap Louis yang terus menatap tajam kearah Melodi.


"Memangnya tidak apa-apa kak, Melodi menginap disini?" tanya Kimberly yang ikut menimpali.


"Tidak apa-apa, anggap saja rumah sendiri" jawab Louis yang terlihat tenang.

__ADS_1


'Tentu saja tidak apa-apa, dia kan calon nyonya dirumah ini.' batinnya.


"Benar kamu sakit Mel?" tanya Farhan yang terlihat khawatir lalu menempelkan tangannya dikening Melodi yang berkeringat. Louis yang melihat itu mengepalkan tangannya karena merasa sangat cemburu.


'Sial Farhan! akan ku makan kau hidup-hidup!' batinnya.


"Iya, aku merasa lemas dan pusing. Jadi tidak apa-apa kan kalau cari cincinnya besok saja?" tanya Melodi.


"Iya enggak apa-apa Mel, yang penting kamu sehat dulu, urusan cincin gampang" ucap Farhan penuh kelembutan.


"Maaf ya kak." ucap Melodi.


"Iya enggak apa-apa Mel. Ya udah kalau gitu aku permisi dulu ya. Kak Sean, Kak Louis, Kim. Saya permisi dulu ya." pamit Farhan. Mereka mengangguk bersamaan.


"Terimakasih ya Farhan sudah datang menjenguk." ucap Sean seraya menepuk pundak Farhan.


"Iya kak, sama-sama. Titip Melodi ya." ucap Farhan.


"Ya, tentu saja." jawab Sean.


Setelah Farhan pulang, Kimberly membawa Melodi ke kamar tamu yang berada dilantai atas yang sebelumnya dipakai Ratna saat dia diculik.


"Kamu istirahat disini dulu ya, kakak ambilkan obat." ucap Kimberly.


"Iya kak." ucap Melodi yang hanya pasrah menerima perlakuan kakak iparnya itu yang sebentar lagi jadi adik iparnya. Ruwet!


**********


Malam harinya, saat makan malam. Melodi ikut bergabung bersama Louis, Sean dan juga Kimberly. Melodi duduk disisi kiri Louis sementara Sean dan Kimberli duduk berdampingan tepat dihadapannya.


"Kalau masih sakit, makanannya biar diantar saja." ucap Kimberly.


"Tidak apa-apa kak. Aku sudah lumayan membaik kok dan bisa pulang." ucap Melodi yang langsung mendapat pelototan tajam dari Louis.


"Kamu nginap disini saja Mel." ucap Kimberly.


"Aku..."


Tiba-tiba kaki Louis merayap kebetis nya dan mencubitnya menggunakan ibu jari kakinya.


"Ah...! ya. Aku menginap saja." ucap Melodi yang terkena sengatan listrik dari kecoak nakal.


Sepanjang makan malam, Melodi tak bisa duduk dengan tenang karena kaki Louis terus mengganggunya. Memang dasar kecoak nakal!


Beberapa saat kemudian, saat semua sudah kembali ke kamar masing-masing, Louis menyelinap masuk kedalam kamar Melodi.


"Kak, kamu..."

__ADS_1


"Kenapa baby? aku mau tidur dikamar ini." ucap Louis enteng.


"Kalau sampai ketahuan mereka bagaimana?" tanya Melodi yang merasa khawatir. Bukan, bukan khawatir takut ketahuan Kimberly dan Sean, tapi khawatir tak dapat menahan Louis melakukan sesuatu yang lebih pada tubuhnya, mengingat pria itu sangat aktif dan agresif.


"Tidak akan ketahuan, kamar ini kedap suara, kamu teriak sekencang apapun, orang lain tak akan mendengarnya." bisik Louis. Melodi merasa merinding saat Louis mengatakan jika kamar ini kedap suara.


"Jangan macam-macam, kita belum menikah." ucap Melodi saat tangan Louis mulai menelusup masuk kedalam bajunya.


"Aku mau menyicil malam pertama kita bolehkan? agar kamu terbiasa dan tidak kaget." bisik Louis.


"Kak.. Eungh! aku..."


Cup


"Relax baby.. aku akan membuatmu melayang malam ini." bisik Louis yang kini sudah membawa Melodi untuk duduk kepangkuannya.


"Kak... ini tidak benar, kita berdosaahhh!!" ucap Melodi seraya mendes*h saat Louis meremas kedua bulatan kenyal miliknya.


"Aku tidak tahan! maafkan aku yang brengsek ini, tapi setidaknya malam ini aku ingin memilikimu. Aku janji tak akan merobek mahkotamu Mel, hanya menyentuh yang lainnya saja." ucap louis yang sudah sangat bergair*h.


"Tapiihh...! ssshh!" Melodi tak tahan saat jari-jari Louis memelintir choco chipnya.


Setelah puas membuat Melodi terbakar gairah, Louis membalik tubuh Melodi agar berhadapan dengannya. Melodi sedikit terkejut dan tak nyaman saat sesuatu dibawah sana terasa keras dan menegang.


"Kak itu...?"


"Ya, itu pisang cavendish baby. Apa kamu ingin mencoba merasakannya?" tanya Louis.


"Tidak mau!" ucap Melodi yang langsung membuang pandangannya. Pipinya bersemu merah karena sangat malu, pria didepannya ini sangat mesum dan tak tahu malu! ish!


Louis yang merasa gemas dengan Melodi yang malu-malu kutu, langsung menyambar bibirnya untuk disesap dan dinikmati sari madunya. Melodi tak diam saja, dia juga ikut membalas ciuman Louis dengan liar dan penuh nafs*. Keduanya benar-benar larut dalam balutan asmara yang begitu menggebu. Louis si duda karatan yang sudah lama tak mendapat sentuhan, dan Melodi si gadis anyaran yang begitu ketagihan dengan pengalaman pertamanya yang dibuat melayang dengan kelihaian tangan Louis.


"Tidurlah, aku akan memelukmu." ucap Louis yang tiba-tiba menghentikan aksinya.


"Tapi..."


"Aku kan sudah berjanji tidak akan merusakmu, hanya pegang-pegang saja" ucap nya.


"Emm..."


bugh


"Diam!" ucap Louis yang kini dengan posessif memeluk Melodi. Sebenarnya saat ini dia tengah berusaha mati-matian menekan sesuatu dibawah sana agar kembali tidur. Louis memegang janjinya. Tidak ada jebol menjebol. Hanya dp saja. ya, dp saja!


🍁🍁🍁🍁🍁


Maaf ya mak, ini emang karakter mafia satu ini agak brengsek. Jadi jangan kaget kalau suka nyosor kayak soang buehehe. Jangan lupa like komentar dan juga vote ya.

__ADS_1


__ADS_2