Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
You Are Mine, Not Him!


__ADS_3

Melodi berlari kearah toilet dan menumpahkan semua kesedihannya didalam sana.


"Sialan! Louis brengsek! hiks... hiks... bagaimana bisa aku menaruh hati pada duda kesepian itu! i hate you!!" Melodi berteriak kencang tak perduli jika seseorang mendengarnya. Hatinya benar-benar sakit, baru kali ini ada pria yang berani mempermainkan perasaannya, tidak! sebenarnya Louis tak mempermainkannya, hanya saja Melodi yang terlanjur jatuh pada pesona duda tampan itu.


Setealah dirasa puas, Melodi keluar dari sana dengan mata sembab khas orang yang habis menangis. Dan dengan cepat Melodi menyambar tas miliknya diruang inap Sean, lalu pergi tanpa permisi. Untung saja Toni berhasil mengejar dan menghentikannya untuk kemudian diajak masuk kedalam mobil.


"Ada apa Mel?" tanya Toni.


"Just a small problem!" jawab Melodi yang tak ingin menceritakan masalahnya kepada Toni.


"Oke. Mau diantar pulang?" tanya Toni.


"Hm" jawab Melodi. Toni langsung melajukan mobilnya setelah mendapat jawaban dari Melodi.


Sesampainya dirumah Melodi langsung masuk kedalam kamarnya, dia tak menghiraukan mama Inggrid yang menyapanya, dan setelah sampai dikamar, dia menutup dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.


"I hate you Bajing*n!" umpat Melodi. Lagi-lagi fikirannya berkelana berputar membayangkan kejadian tadi malam.


Dreett Dreettt


Dengan malas Melodi mengangkat ponselnya yang berbunyi nyaring.


"Halo" sapa Melodi.


"Hai Mel.. kamu udah di Jakarta?" tanya Maureen sahabat Melodi.


"Iya, kok tahu?" jawab Melodi malas.


"Tahu dong, gue sama nindy udah kangen banget nih sama elo, ke club yok entar malem. Happy-happy kita" ajak Maureen. Melodi berfikir sejenak, sebenarnya dia tidak suka main ke club malam, tapi karena fikirannya tengah kacau akhirnya dia menerima ajakan teman-temannya.


"Ya udah, entar malem jemput deh." ucap Melodi.


"Ashiaap!!'' jawab Maureen.


*********


Marvel sendiri sudah bersiap dengan pakaian santainya. Pagi ini Marvel akan menemani Ratna memeriksakan kandungannya kerumah sakit.


"Sudah siap sayang?" tanya Marvel yang melihat Ratna telah siap dengan tas jinjingnya.


"Udah, ayok" ajak Ratna. Setelah itu mereka berangkat kerumah sakit tempat Ratna biasa memeriksakan kandungannya.


Setengah jam kemudian, akhirnya mereka sampai dan mereka langsung memasuki ruangan yang didalamnya sudah ada dokter yang menunggunya.


"Selamat pagi dokter" sapa Ratna sembari tersenyum hangat.

__ADS_1


"Selamat pagi bu Ratna. Ini suaminya?" tanya dokter itu.


"Ya, saya suaminya" jawab Marvel.


"Kita langsung saja ya pak, bu." ucap dokter itu lalu menyuruh Ratna untuk berbaring disebuah kasur pasien yang biasa digunakan untuk memeriksa kandungan. Kemudian, dokter yang dibantu oleh seorang suster langsung menyalakan alat usgnya dan mengoleskan cairan bening berbentuk gel diperut buncit Ratna. Marvel dan Ratna sama-sama fokus dengan penjelasan dokter saat menunjukkan jenis kelamin, berat bayi dan beberapa informasi penting seperti posisi bayi, jumlah air ketuban dan lain sebagainya. Dan sepanjang pemeriksaan itu Marvel terus menggenggam tangan Ratna dengan erat. Hatinya merasa terharu, dia masih tak percaya jika sebentar lagi akan segera memiliki seorang anak yang akan menjadi penerusnya kelak.


Pemeriksaan itu akhirnya selesai. Setelah itu Marvel dan Ratna mampir ke sebuah mall untuk mencari perlengkapan bayinya. Marvel begitu antusias dan bersemangat saat memilih beberapa baju dan keperluan sang buah hati.


"Sayang capek ya?" tanya Marvel yang melihat Ratna memegangi pinggangnya.


"Iya, pegel" jawab Ratna manja.


"Mau digendong?" tawar Marvel.


"Iih enggak usah, malu dilihat orang" tolak Ratna.


"Kenapa harus malu?" tanya Marvel.


"Ya karena Ratna punya rasa malu'' jawab Ratna tak mau kalah.


"Bukan malu karena punya suami seperti mas Marvel?" tanya Marvel yang sepertinya malah berfikir kearah lain.


"Ish, ya enggaklah, yang bener aja. Lagian kenapa mas Marvel jadi baperan sih!" ucap Ratna sewot.


"Tuh kan marah-marah lagi. Berarti malu jalan sama mas Marvel, malu suaminya bule?" pancing Marvel.


Cup


Ratna langsung mencium pipi Marvel tanpa memperdulikan sekitarnya. Marvel tersenyum sumringah mendapat kecupan singkat dari belahan jiwanya itu. Sejujurnya Marvel hanya ingin menjahilinya saja, tapi memang karena sifat Ratna yang polos dan bodoh, tentu saja mudah terpancing dengan siasatnya.


"Nyengiiiirrr!!" ucap Ratna dengan bibir dimajukan. Marvel makin merasa gemas dengan sikap galak istrinya itu. Dia mengacak rambut Ratna dan mencium pucuk kepalanya.


"Kita makan dulu ya disana" ajak Mervel.


"Ratna lagi enggak pengen makan nasi, Ratna lagi pengen makan seblak mas" jawab Ratna dengan wajah memohon.


"Oke. Kita cari warung seblak terenak" jawab Marvel lalu kembali merangkul bahu istrinya dengan posessive.


*********


Malam harinya Melodi benar-benar ikut ke club malam bersama teman-temannya.


Sesampainya disana, Melodi memilih duduk didepan meja bartender ketimbang ikut berjoget ria bersama teman-temannya. Dan tanpa disadarinya, ternyata Louis berada ditempat yang sama dengannya. Louis yang merasa frustassi dan terus terbayang-bayang ciumannya bersama Melodi, memilih untuk mencari hiburan dan mencari wanita bayaran untuk menuntaskan hasratnya. Namun saat hendak membawa wanita itu pergi, netranya tak sengaja menangkap sosok wanita yang beberapa hari ini membuatnya gelisah.


'Melodi?' gumam Louis.

__ADS_1


"Sayang, ayo..." ajak wanita yang disewa Louis.


"Sebentar, aku..." Louis melirik kearah Melodi yang ternyata juga tengah menoleh kearahnya. Untuk sesaat tatapan mereka bertemu, namun Melodi buru-buru memalingkah wajahnya dan mengajak Rio salah satu teman dikampusnya untuk berdansa dan joget bersama. Bahkan Melodi sengaja membuka jaketnya dan kini tubuh sexynya terpampang nyata yang hanya menggunakan cropped top dan rok mini yang tentu saja menampilkan pinggang dan perut ratanya.


Melodi tak menghiraukan tatapan tajam dari Louis dan malah semakin berani dengan meliuk-liukan tubuhnya yang membuat Rio tak tahan ingin melingkarkan tangannya dipinggang ramping Melodi. Namun, baru saja tangannya akan mendarat ke pinggang Melodi, Louis sudah lebih dulu mencekal dan memelintir tangan Rio hingga siempunya mengaduh kesakitan.


Bugh!


"Brengsek!" Louis memberi sebuah tinjuan diwajah Rio hingga lelaki itu terjungkal membuat orang-orang disekitanya seketika menoleh dan melihat pertunjukan dadakan itu.


"Siapa lo!" ucap Rio tak terima saat ada orang yang meninju wajahnya tanpa sebab.


"Kak Louis apa-apaan sih!" sentak Melodi.


"Kamu yang apa-apaan! ngapain main ketempat seperti ini!" bentak Louis.


"Bukan urusan kamu, dan jangan campuri urusan saya!" jawab Melodi yang juga terpancing emosi.


"Rio, kamu enggak apa-apa kan?" tanya Melodi yang membantu Rio untuk berdiri.


"Enggak apa-apa Mel, makasih ya." ucap Rio saat tangan Melodi mengusap ujung bibirnya yang terluka akibat pukulan mendadak dari Louis. Louis yang melihat itu semakin murka dan merasa seperti mau meledak.


"Sayang, udah yuk" ajak wanita yang disewa Louis seraya menggandeng lengannya. Melodi sendiri masih fokus dan membantu Rio untuk duduk dikursi, namun Rio sepertinya sengaja ingin menyulut emosi Louis, dia melingkarkan tangannya dipinggang Melodi dan mengelusnya dengan perlahan.


"Sialan!


"Aaa..." Rio merasa susah untuk bicara saat Louis yang tiba-tiba mencekik lehernya. Melodi yang melihat Rio hampir kehabisan nafas, langsung mencoba melepaskan tangan Louis dari leher Rio.


"Kamu apa-apaan sih! Lepasin Rio, dia bisa mati!" ucap Melodi.


"Biarkan! dan aku memang akan membun*hnya sekarang juga!" jawab Louis dengan mata memerah.


"Louis jangan gila kamu ya!" ucap Melodi geram.


"Aku sudah gila? kamu yang gila! kamu membiarkan tubuhmu disentuh bajingan seperti dia!" jawab Louis.


"Dia pacarku dan dia berhak menyentuhku!" ucap Melodi yang justru malah semakin menyulut emosinya.


"You are mine! not him!" bentak Louis yang tak terima Melodi mengatakan lelaki itu adalah kekasihnya dan berhak menyentuhnya. Melodi terpaku mendengar ucapan Louis. Kenapa Louis mengatakan jika dirinya adalah milik Louis? Apa Louis sedang cemburu?


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedikit pemberitahuan, ini kisah Ratna emang sengaja aku buat ringan, dan tinggal kebahagiaan aja. Dan untuk kisah Louis dan Melodi memang aku sengaja memasukkannya dinovel ini ya, biar alurnya jelas dan berkesinambungan. Oke jangan lupa vote sebanyak-banyaknya, like dan juga komentar. Semoga kalian semua selalu sehat dimanapun berada.


Style abang Marvel waktu nemenin macan bunting belanja

__ADS_1



__ADS_2