Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
khilaf


__ADS_3

Sedangkan ditempat lainnya, ada lelaki yang tengah menekuk wajahnya dengan kesal. Lelaki itu Louis, bagaimana tidak kesal, melihat Kimberly dan juga Sean yang terus bermesraan dan Melodi yang tengah menonton film bersama Toni membuatnya merasa jengah! Louis merasa sudah jatuh tertimpa tangga, sudah duda, ngenes pula! dan karena saking kesalnya, Louis memutuskan untuk menunggu diluar saja, dikursi tunggu didepan ruangan Sean. Dan apa yang dilakukannya? ya hanya diam, memangnya apa lagi? Louis memang lebih suka diam dan tak suka memainkan ponselnya. Pria kulkas dan mengerikan itu entah sejak kapan jadi baperan begini, biasanya dia tak pernah ambil pusing melihat orang lain berdua-duaan pamer kemesraan. Mungkin efek terlalu lama menduda, hingga membuatnya merasa kesepian. Dan ketika tengah asyik melamun dengan fikirannya, secara tiba-tiba Melodi sudah ada disampingnya.


"Lagi mikirin apa sih, kusut banget!" ucap Melodi yang langsung membuat Louis menoleh.


"Bukan urusanmu!" ucapnya singkat.


"Cari makanan yok, laper nih!" ajak Melodi.


"Cari sendiri!" jawab Louis ketus.


"Temenin dong, kantin disini pasti udah tutup, kita cari yang kaki lima aja" ucap Melodi.


"Minta temani pacar mu!" Lagi-lagi Louis menjawab ketus.


"Ish! dia bukan pacarku, dia sopirnya kak Marvel!" protes Melodi. Louis tak menjawab dan memilih memejamkan matanya.


"Ayoo....!" Melodi merengek dan mendusel-dusel lengan Louis, persis seperti anak kecil yang meminta permen pada ibunya.


"Ish! menyusahkan saja!" Louis yang tidak mau ambil pusing akhirnya menuruti keinginan adik ipar Kimberly itu.


Sesampainya di warung kaki lima, Melodi langsung memesan nasi goreng seafood kesukaannya, sementara Louis tak memesan apapun, entah kenapa akhir-akhir ini selera makannya berkurang.


"Enggak pesan?" tanya Melodi saat menunggu nasi gorengnya jadi.


"Enggak!" jawab Louis ketus.


"Ya udah! padahal, nasi goreng kaki lima begini rasanya enak loh!" ucap Melodi. Louis tidak menanggapi dan hanya diam saja.


Setelah menunggu hampir lima belas menit, akhirnya nasi goreng seafood pesanan Melodi sudah jadi dan disajikan panas-panas. Melodi yang sudah dilanda kelaparan, langsung melahapnya dengan semangat tanpa menghiraukan orang yang duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Ish! kurus-kurus makannya rakus!" cetus Louis.


"Aku lagi fokus makan! jangan ngajak berantem! mendingan cicipin nih nasi gorengnya" ucap Melodi sembari menyodorkan sendok berisi nasi goreng kearah mulut Louis.


"Tidak mau!" tolak Louis. Melodi yang kesal langsung mengambil nasi goreng itu dengan tangannya lalu memasukkan paksa tangannya kedalam mulut Louis. Louis tidak sempat menolak karena Melodi melakukannya dengan tiba-tiba. Dan ternyata rasanya enak, eh tunggu dulu, kenapa dadanya berdesir aneh saat tak sengaja tangan Melodi ikut ter*jilat oleh mulutnya. Sejenak mereka saling berpandangan satu sama lainnya, Louis memandangi wajah Melodi lekat-lekat, jika dilihat dengan jarak dekat begini, ternyata Melodi sangat cantik. Louis memalingkan wajahnya saat merasakan getar-getar asmara dalam dadanya.


'Tidak mungkin! tidak mungkin aku tertarik dan jatuh cinta pada gadis bar-bar ini! kutu sialan!' umpatnya dalam hati.


Sementara Melodi, untuk pertama kalinya merasakan dadanya berdetak-detak tak karuan, setelah Louis berhasil mengambil ciuman pertamanya, kini Louis berhasil meluluhlantakkan hatinya.


"Cepat selesaikan makanmu! nanti mereka mencarimu dan menyangka aku menculikmu!" ucap Louis dengan tidak sabaran. Melodi tak menjawab, dia masih syok dengan jantungnya yang berdetak lebih kencang dari biasanya.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Melodi selesai menghabiskan nasi gorengnya. Lalu setelah membayar makanannya, Melodi berlari mengejar Louis yang sudah pergi terlebih dahulu.


"Jalan kok cepet banget sih!" protes Melodi yang kini berjalan sejajar dengan Louis.


"Turunin!" ucap Melodi.


"Diam!" bentak Louis. Melodi pasrah dan akhirnya mengalungkan tangannya dileher Louis. Matanya memandangi wajah Louis yang menurutnya sangat rupawan. Yang ditatap sendiri hanya cuek dan fokus pada jalanan, dan ketika sampai didepan rumah sakit, tepatnya ditaman, Louis menurunkan Melodi.


"Masuklah, aku masih mau disini" ucap Louis.


"Tapi disini dingin, sebaiknya kamu ikut masuk" ucap Melodi.


"Aku bilang aku masih mau disini!" bentak Louis yang mulai kesal dengan sikap Melodi yang keras kepala.


"Kalau begitu aku juga mau disini!" ucap Melodi tak mau kalah.


"Jangan bandel! masuk!" titah Louis.

__ADS_1


"Tidak mau!" bantah Melodi.


"Masuk atau...!" Louis menggantung ucapannya.


"Atau apa...!" tantang Melodi.


"Atau ku cium!" ucap Louis.


"Cium saja!" Melodi malah semakin menantangnya. Louis mengusap wajah kasar.


"Masuk!" kali ini Louis menatap Melodi dengan wajah garang.


"Tidak mau!" jawab Melodi keras kepala. Louis yang sudah tidak tahan langsung saja membawa Melodi kedalam pelukannya dan merampas bibir indah yang sejak tadi ingin diciumnya itu. Louis melepas jaketnya lalu menutupi kepalanya dengan kepala Melodi agar tak dilihat oleh orang lain. Suasana yang gelap dan dingin membuat Louis semakin bersemangat menjelajahi rongga mulut Melodi, dan menyesap manis madu bibir perawan itu. Melodi sendiri entah kenapa justru malah menikmatinya dan tidak melawan sama sekali membuat Louis semakin berani berbuat lebih jauh dengan menyusupkan tangannya kedalam pakaian Melodi, mengelus-elus dan meraba pinggang dan punggung gadis itu.


Namun tiba-tiba Louis tersadar dengan perbuatannya yang sudah diluar batas, dan dengan cepat melepas tautan mereka. Nafas keduanya terengah-engah. Louis yang merasa bersalah langsung menarik lengan Melodi untuk masuk kedalam rumah sakit dan membawanya keruangan Sean.


"Ton, Saya pulang duluan, masih ada urusan, tolong titip Kimberly ya, awasi dia" ucap Louis kepada Toni. Toni hanya mengangguk dan setelah itu Louis meninggalkan ruangan itu begitu saja tanpa menoleh kepada Melodi yang masih syok dengan perbuatan mereka ditaman tadi.


*********


Keesokan harinya, saat hari masih gelap dan matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya, ada bumil yang tengah mengelus-elus terong kukus yang diinginkannya sejak kemarin. Ya, sekarang masih terong kukus karena masih tidur, kalau sudah bangun tentu saja jadi rudal balistik rusia!


Marvel sendiri mengerjapkan matanya saat sesuatu mengganggu benda pusakanya. Dan saat matanya terbuka, betapa terkejutnya dia saat melihat Ratna yang tersenyum penuh arti kearahnya.


"Ratna mau nagih janji!" bisik macan bunting itu tak tahu malu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Jangan Lupa vote, like dan komentar ya...! jangan kendor dong, author jadi patah semangat nih! wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2