
"Mel, stop it!" ucap Louis menahan nafas. Melodi tak menggubris ucapan Louis dan malah mendekatkan wajahnya ketelinga Louis.
"Jangan sampai kamu terlambat menyadarinya kak, jika tidak ingin aku dimiliki pria lain" bisik Melodi. Setelah itu melepaskan dirinya dari tubuh Louis.
"Mama dari tadi menghubungiku, tolong antarkan aku pulang" ucap Melodi yang kini tengah duduk santai disisi ranjang, seperti tak merasa bersalah atas perbuatannya memancing ular phyton yang kini sudah berdiri tegak.
"Bilang saja kamu menginap dirumah temanmu, lagi pula ibumu akan curiga melihatmu memakai kemejaku." jawab Louis dengan wajah kesal.
"Lalu aku tidur dimana?" tanya Melodi.
"Ya disini, diapartemen ini" jawab Louis ketus.
"Maksudku, apa kita akan seranjang?" tanya Melodi.
"Tentu saja tidak! aku akan tidur diluar, dan kau tidur disini." jawab Louis.
"Kak, kamu kenapa sih dari tadi marah-marah terus, memangnya apa kesalahanku?" tanya Melodi yang merasa serba salah, karena sejak tadi pria itu kerjanya marah-marah seperti emak-emak yang enggak dikasih jatah tujuh hari tujuh malam.
"Diamlah! berisik! kepalaku pusing dan ini semua gara-gara kamu!" ucap Louis.
"Kenapa jadi gara-gara aku?" tanya Melodi tak terima.
"Tentu saja karena..." Louis tak meneruskannya dan memilih mengalah dan akhirnya keluar dari kamar itu. Louis masuk kedalam toilet yang berada diluar kamar untuk bersolo karir. Sungguh kepalanya terasa pusing karena Melodi terus-terusan membangkitkan gair*ahnya. Yah, sementara bermain bersama tante lux tak masalah, ketimbang tidur tak nyenyak!
Melodi sendiri langsung membaringkan tubuhnya dikasur empuk milik Louis. Dia menghirup aroma bantal dan juga selimut yang sepertinya masih sering digunakan. Apa Louis sering tidur diapartemen ini? entahlah, yang jelas Melodi merasa nyaman tidur dikasur ini.
*********
Sementara ditempat lainnya, Sean yang sudah pulang dari rumah sakit tengah berada dirumah keluarga Kimberly atas persyaratan dari Louis. Awalnya mama Inggrid menentang keras, tapi Sean terus menyakinkan mama Inggrid jika dia dan Kimberly sudah saling mencintai. Akhirnya mama Inggrid melunak dan menuruti keinginan anak sulungnya itu.
"Kak, ayo masuk, ini kamarku" ajak Kimberly. Sean mengitari kamar Kimberly yang bernuansa abu-abu bercampur biru muda tersebut.
"Kamarmu lumayan nyaman, sepertinya aku akan betah tinggal disini" ucap Sean.
"Dan aku akan membuatmu betah tinggal disini." ucap Kimberly dengan senyuman hangatnya.
"Apa masih sakit?" tanya Kimberly saat Sean duduk dikasur Kimberly.
"Tidak, sebentar lagi juga sembuh" jawab Sean.
"Ya sudah, kak Sean istirahat ya, aku mandi dulu." ucap Kimberly.
__ADS_1
"Oke.." jawab Sean.
Setelah itu Kimberly bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya. Dan setelah hampir tiga puluh menit, Kimberly keluar dengan handuk putih yang melingkar sebatas dada dan pahanya, membuat Sean susah payah meneguk salivanya.
"Aku... aku lupa membawa pakaian ganti" ucap Kimberly malu-malu.
"Eh, santai saja Kim" jawab Sean yang juga salah tingkah.
"Ah ya, aku ganti baju dulu, kak Sean bisa berbalik?" tanya Kimberly.
"Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya Sean menggoda.
"Emm..."
"Tidak usah malu Kim, aku suamimu dan aku berhak melihat itu semua. Semua keindahan yang ada pada dirimu" ucap Sean dengan senyuman hangatnya.
"Emm, baiklah." ucap Kimberly. Lalu dia berjalan menuju lemari pakaian dan memilih piyama tidur. Dan setelah mendapatkannya, Kimberly mengahadap kearah cermin, ternyata Sean masih memandanginya. Awalnya Kimberly ragu untuk menanggalkan handuknya, tapi Kimberly berfikir, tidak ada salahnya dia memanjakan mata suaminya. Dapat pahala, masuk syurga!
Sean menganga saat melihat tubuh polos Melodi tanpa sehelai benangpun, membuat timun lalab nya berubah menjadi jagung bakar afrika. Sean panas dingin menyaksikan keindahan tubuh Kimberly dari pantulan cermin. Ingin sekali dia memakannya, namun apa daya, lukanya belum kering, tak mungkin dia bergulat dengan tubuh berdarah-darah! oh, ini ujian yang sangat berat!
Kimberly yang sudah selesai memakai piyamanya langsung menghampiri Sean dan duduk disebelahnya.
"Dahimu berkeringat, apa lukanya masih sakit?" tanya Kimberly sambil menyentuh halus dahi Sean.
"Apa kamu menginginkan itu?" tanya Kimberly malu-malu. Ditanya begitu, Sean malah menjadi salah tingkah.
"Ah, tidak usah dibahas. Mari kita tidur" ajak Sean.
"Aku bisa membantumu" ucap Kimberly.
"Tapi..."
"Dengan ini." Kimberly menunjuk mulutnya.
"Kim, are you sure?" tanya Sean tak percaya.
"Yah! tentu saja, anggap saja ini hadiah pertamaku sebagai seorang istri. I love you darling." ucap Kimberly seraya mengecup pipi Sean. Lalu setelah itu tangannya mulai menyentuh sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana. Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Sean meledak akibat sedotan dahsyat dari bibir sexy Kimberly.
*********
Disisi lainnya, Marvel tengah memandangi wajah Ratna yang tertidur pulas dipangkuannya. Entah kenapa Ratna menjadi semakin manja akhir-akhir ini. Tapi itu justru membuatnya senang dan merasa berguna menjadi seorang suami.
__ADS_1
"Kalau tidur begini, kamu berubah menjadi kucing imut yang sangat menggemaskan sayang, membuat cintaku semakin bertambah." ucap Marvel sambil mengelus rambut dan juga pipi Ratna yang agak berisi.
Ratna terbangun karena merasa terusik saat tangan Marvel mengelus pipinya.
"Kok belum bobo?" tanya Ratna pelan.
"Belum bisa, keganggu ya?" tanya Marvel.
"Enggak kok, Ratna kebelet pipis" jawab Ratna. Setelah itu bangkit kemudian berjalan memasuki kamar mandi. Beberapa menit kemudian dia sudah keluar.
"Sini tidur lagi" ucap Marvel seraya menepuk pahanya.
"Enggak mau, mas Marvel juga tidur ayo" ajak Ratna.
"Ya udah oke.." ucap Marvel mengalah.
"Peluk dari depan apa dari belakang?" tanya Marvel.
"Dari belakang aja, kalau dari depan engap babynya udah besar soalnya" ucap Ratna manja.
"As You Wish" ucap Marvel.
"Kalau ngomong pakai bahasa indonesia aja, Ratna enggak ngerti. Apa sih artinya?" tanya Ratna.
"Emm... Kamu tambah bahenol" bohong Marvel.
"Apa iya?" tanya Ratna tak percaya.
"Tadi tanya, udah dijawab enggak percaya." jawab Marvel, ish Marvel sangat gemas saat melihat ekspressi polos dan bodoh istrinya itu. Ingin sekali dia memakannnya lagi, jika tak sedang hamil, mungkin dia sudah menembakkan peluru sebanyak-banyaknya dari rudal balistik miliknya.
"Iya deh percaya." jawab Ratna.
"Oh God! kamu terlalu polos baby, dan itu membuatku semakin menggila." ucap Marvel.
Cup
"Boleh ya?" ucap Marvel dengan tatapan ingin dan memohon.
"Ratna mana bisa nolak" ucap Ratna sembari mengelus cambang tipis suaminya itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Oh, may may... jan lupa like komentar dan juga vote sebanyak-banyaknya ya. Sirem kembang kalau perlu.