Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Wisuda


__ADS_3

Keesokan harinya Melodi dan keluarganya tengah bersiap menghadiri wisuda dikampusnya. Dan Melodi sangat bahagia karena pada akhirnya dia lulus dengan nilai yang memuaskan dan juga perjuangannya belajar selama tiga tahun enam bulan ini tidak sia-sia.


Di Kampus


Malodi tengah duduk menunggu namanya dipanggil ke depan, namun bukan hanya itu saja, Melodi juga tengah menunggu seseorang yang beberapa hari ini telah berhasil mencuri hatinya. Namun hingga acara itu selesai, dia tak juga menampakkan batang hidungnya. Melodi merasa kecewa, tapi dia bisa apa. Tidak mungkin dia memaksa orang lain yang memang tidak mau menghadiri acaranya.


"Mel, selamat ya." ucap Farhan yang saat itu datang ke acara wisuda Melodi.


"Terimakasih kak" jawab Melodi seraya menerima uluran tangan Farhan.


"Emh, maaf kak. Melodi pamit ke toilet sebentar ya." ucap Melodi yang sebenarnya dia ingin menghubungi Louis.


"Ya. Aku tunggu disini Mel." ucap Farhan. Melodi mengangguk lalu pergi ke toilet untuk menghubungi Louis. Namun saat hendak masuk kedalam toilet, ada tangan kekar yang menariknya masuk kedalam suatu ruangan sempit dan juga sepi.


"Kamu.."


"Syuuut!!" Louis menyuruh Melodi agar tak bersuara.


"Kak kamu datang?" tanya Melodi tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ya. Selamat ya. Maaf aku terlambat" ucap Louis dengan wajah canggung.


"Tidak apa-apa kak. Terimakasih sudah mau datang. Tapi mana hadiahnya?" todong Melodi.


"Whatt?!! hadiah? memang siapa yang ulang tahun?" tanya Louis.


"Memangnya hadiah hanya untuk yang sedang ulang tahun. Kak! kau kolot sekali." cebik Melodi.


"Apa kamu kecewa?" tanya Louis.


"Tidak juga, terimakasih sudah datang kesini. Ini sudah lebih dari cukup." ucap Melodi.


"Ah ya, sepertinya Farhan sudah menungguku. Sebaiknya aku segera kembali." ucap Melodi berusaha memancing Louis.


"Mel..."


"Ya... eummm" Melodi tak sempat melanjutkan ucapannya karena Louis menarik tubuhnya dan dengan cepat merampas bibirnya. Louis yang sejak kemarin merindukan Melodi begitu menggebu menyesap dan menjelajahi setiap rongga mulut Melodi, bermain-main dengan lidahnya dan sesekali menggigit kecil bibir Melodi yang sudah menjadi candu baginya. Dan kali ini Melodi tak tinggal diam. Dia mengalungkan tangannya dileher Louis dan membiarkan Louis melingkarkan tangannya di pinggang ramping Melodi.


"Eungh.. kak.." Melodi melenguh saat tangan Louis meremas dua bulatan kenyal nan sintal diatas pahanya itu.


"Eungh.. sudah cukup kak..." ucap Melodi yang berhasil melepas pangutan mereka.

__ADS_1


"Kamu sangat cantik hari ini Mel." Puji Louis yang masih memeluk erat Melodi. Dipuji begitu pipi Melodi langsung bersemu merah.


"Ini untukmu." ucap Louis sembari menyerahkan setangkai mawar merah yang disembunyikan dipunggungnya. Melodi merasa terharu atas pemberian Louis.



"Terimakasih kak, aku menyukainya." Ucap Melodi seraya menghirup aroma mawar itu.


"Tapi aku harus segera kembali. Mereka pasti menungguku." ucap Melodi. Buru-buru dia balik badan. Namun baru selangkah, Louis kembali menarik Melodi dan kali ini dia memeluknya dari belakang.


"Ikutlah denganku ke apartemen. Aku sudah menyiapkan yang lebih dari ini. Sebuah kejutan untukmu" ucap Louis sambil berbisik ditelinga Melodi.


"Tapi kak..."


"Please.. jangan menolakku." ucap Louis sembari mencium lembut leher Melodi dan menyesapnya kuat hingga meninggalkan jejak kepemilikan.


"You're mine" bisiknya lagi.


"Emmmhhh...! kak aku..."


"Please...!"


"Tidak sekarang, karena mereka sudah menungguku kak. Mereka akan khawatir jika aku tiba-tiba menghilang. Nanti, setelah pulang kerumah dan berganti pakaian, aku janji akan ke apartemenmu." ucap Melodi.


"Ya sudah lepaskan aku kak." ucap Melodi saat mendengar suara mama Inggrid yang memanggil-manggil namanya. Dan Louis akhirnya melepaskan pelukannya.


"Aku duluan" ucap Melodi.


"Mel.."


"Ya.. Eeumm" lagi-lagi Louis menciumnya.


"Kak kau..." Melodi geram karena Louis main sosor tanpa aba-aba.


"Sory..!" ucap Louis sambil terkekeh saat melihat Melodi memanyunkan bibirnya.


"Ya. Maafmu diterima." ucap Melodi sembari tersenyum manis. Kemudian, dia buru-buru keluar sebelum mama Inggrid menemukannya tengah berdua-duaan dengan Louis.


"Ma.." Melodi menepuk pundak mamanya dari belakang.


"Hei.. kenapa lama sekali, mereka sudah menunggumu." tanya mama Inggrid. Melodi hanya nyengir kuda dan setelah itu berjalan beriringan dengan mama Inggrid sambil sesekali menoleh kebelakang melihat Louis dari kejauhan yang sedang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


***********


Kediaman keluarga Amstrong


"Mel kamu mau kemana?" tanya mama Inggrid yang melihat penampilan Melodi seperti hendak berpergian.


"Aku ada janji dengan temanku ma. Aku berangkat dulu ya." ucap Melodi.


"Tidak, kamu tidak boleh pergi Mel, keluarga Atma Jaya sudah menunggu dibawah."


"Whaat??" pekik Melodi.


"Ya, kami semua akan membicarakan pertunangan dan juga pernikahanmu." ucap mama Inggrid.


"Whatt?!!" lagi-lagi Melodi dibuat terkejut.


"Sudah sana ganti pakaianmu yang lebih sopan. Mama tunggu diruang tamu." ucap mama Inggrid.


"Tapi ma.." Melodi tak melanjutkan ucapannya saat melihat pelototan tajam dari mama Inggrid.


Beberapa saat kemudian...


Diruang tamu


Semua keluarga Amstrong (minus Sean dan Kimberly) beserta keluarga Atma Jaya sudah berkumpul diruang tamu untuk membicarakan pertunangan sekaligus pernikahan Melodi dan Farhan.


"Saya mulai saja ya, jadi kemarin Melodi mengutarakan keinginannya yang tidak mau melanjutkan S2 ke Sidney, dan jika memang tidak kuliah lebih baik kita majukan saja pernikahannya bagaimana?" ucap mama Inggrid memulai percakapan. Melodi melotot mendengar ucapan sang mama, Melodi tak menduga jika mama Inggrid malah menjadi salah kaprah dan justru mempercepat pernikahannya dengan Farhan.


"Kalau saya sih setuju saja bu besan, sepertinya Farhan juga malah senang. Semakin cepat malah semakin baik." timpal pak Malik Atmaja ayah Farhan.


Dan percakapan dua keluarga besar itu mengalir begitu saja tanpa bisa dielak dan dibantah. Melodi hanya diam, ekspressinya menunjukkan kepasrahan dan juga kesedihan. Dan semua itu terlihat jelas oleh sang kakak, Marvelino G. Amstrong. Marvel terus memperhatikan Melodi yang terlihat sedih dan juga murung. Sepertinya, dia tak menginginkan ini semua.


Setelah pertemuan dan musyawarah itu selesai, Melodi buru-buru menaiki tangga untuk ke kamarnya. Dia ingin secepatnya menghubungi Louis dan meminta maaf kepada pria itu karena tidak dapat memenuhi janjinya. Namun, berulangkali menelfon, panggilannya tak juga diangkat. Ya, sebab saat ini Louis tengah asyik dengan botol-botol minuman yang mengandung alkohol dan tentunya membuat mabuk siapapun yang meminumnya. Ya, Louis kecewa dan juga marah karena Melodi yang tak menepati janjinya. Sekian jam menunggu Melodi tak kunjung datang dan mengabarinya.


'Dasar kutu pengganggu! sialan!' umpat Louis sembari tersenyum dan seketika bersedih.


Sementara ditempat lainnya, Melodi kini tengah menangis karena merasa sangat bersalah kepada Louis. Dia merutuki kebodohannya yang tak mengabari Louis terlebih dahulu.


"Please maafkan aku. Ayo angkat!" lirih Melodi yang terus menghubungi Louis namun tak kunjung dijawab.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Hadeeh!! jangan lupa like komentar dan juga vote sebanyak-banyaknya ya.


__ADS_2