
"Baby..." ucap Louis yang matanya tak berkedip sekalipun.
"Emh, jangan melihatku seperti itu hubby, aku malu..." ucap Melodi sambil menundukkan wajahnya. Demi apapun, saat ini Melodi merasa gugup sekaligus gemetar menunggu sesuatu yang akan sangat berserajah dalam hidupnya. Dimana dia akan menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk Louis suaminya.
"Kenapa malu honey...? your'e so sexy!" Puji Louis seraya mendekat kearah Melodi. Setelah itu dengan sekali gerakan menggendong tubuh gadisnya ala bridal style.
"Hubby, aku belum ganti baju dan juga belum berhias." ucap Melodi manja.
"Aku lebih suka kamu yang polos seperti ini sayang." ucap Louis sambil merebahkan Melodi diatas kasur. Setelah itu dia membuka pakaiannya sendiri dan mulai mencumbu Melodi.
"Tapi hubby... eummpph" Louis keburu menyatukan bibir mereka saat Melodi belum menyelesaikan ucapannya.
Dan tanpa banyak bicara Louis mencumbu tiap inci tubuh Melodi dengan tidak sabaran. Menggigit kecil pipinya hingga meninggalkan jejak merah, dan menyesap kuat diarea lehernya hingga meninggalkan banyak jejak kepemilikan. Saat dia hendak membuka handuk Melodi, tangan Melodi menghalanginya.
"Jangan hubby!" ucap Melodi.
"Kenapa?" tanya Louis sedikit kesal karena hasratnya sudah diubun-ubun.
"Jangan lama-lama, karena aku juga tak sabar ingin mencicipi gurihnya pisang cavebdish mu" goda Melodi nakal membuat Louis semakin tertantang dan bersemangat.
"Sudah mulai nakal kamu kutu kecilku! sekarang rasakan, jangan harap aku melepaskanmu walaupun kamu memohon. Aku tak akan berhenti. Kita akan melakukannya hingga pagi." ucap Louis dengan seringaian penuh arti.
"Ah! benarkah?? memangnya kamu kuat? sepertinya pisangmu sudah karatan. Aku tidak yakin dia bisa menjebol nona manisku." ucap Melodi menantang.
"Akhh..! kamu sungguh nakal dan membuatku semakin tidak sabar ingin segera mencolokmu!" ucap Louis lalu kembali merang*sang Melodi hingga mereka sama-sama bergai*rah.
"Pelan-pelan... aku takut, ternyata milikmu lebih besar dari pisang cavendish, lebih mirip tongkat mak Lampir!" ucap Melodi pelan.
__ADS_1
"As you wish. Tenanglah, ini tidak sakit." ucap Louis.
"Aku takut tidak muat, nonaku tidak akan kenapa-kenapa kan?" tanya Melodi memastikan.
"Tidak honey, percayalah padaku ini akan terasa nikmat." ucap Louis.
Cup cup cup
Louis menciumi Wajah Melodi lalu menurunkan wajahnya diantara kedua gunung merbabu dan merapi miliknya yang terlihat sangat menantang. Melahap Rakus pucuk merah jambu yang sebelumnya sudah pernah dia rasakan namun membuatnya ketagihan.
"Eunghh!! pelan-pelan hubby..." ucap Melodi dengan manja. Melodi mencengkram spresi disampingnya saat rasa geli bercampur nikmat bercampur menjadi satu.
Kini Louis turun kebawah, menuju lembah becek nan lembab berwarna merah jambu itu. Louis menatapnya sebentar, lalu membelainya perlahan.
"Kamu sangat indah sayang, ini benar-benar luar biasa." puji Louis lalu setelah itu mulai menenggelamkan wajahnya dipusat tubuh Melodi tersebut hingga membuat si pemilik tubuh menggelinjang hebat kesana kemari seperti orang kesurupan.
Kepala nya menengadah saat merasakan lidah Louis yang digelincirkan dan dimainkan dengan lincah ditempat licin itu. Melodi terus menganga saat Lidah Louis semakin gencar menyesap, menyapu nona manis nya dengan semangat sambil sesekali menggigit biji jambu mede miliknya.
"Yeahh sayang, keluarkan." ucap Louis yang tahu jika Melodi akan mendapatkan pelepasan pertamannya. Dan benar saja, setelah mengeluarkan cairan dari intinya, tubuhnya lemas tak bertenaga.
"Sekarang giliranku baby..." bisik Louis sambil mencimi wajah Melodi. Louis memposisikan tubuhfbcllnya agar pisang cavendish miliknya tepat berada didepan lubang kenikmatan milik Melodi.
Jleb!
"Akhh...!" Melodi memekik saat benda tumpul itu baru masuk sebatas kepalanya.
"Rilex honeyy... cup" Louis mencium bibir Melodi untuk mengalihkan rasa sakitnya.
__ADS_1
Jleb!
"Akhhh!!! ini sakit hubby... hiks!" Melodi mulai menangis saat tongkat itu baru masuk setengahnya. Dia menjambak rambut Louis untuk menahan rasa sakitnya. Kemudian Louis kembali melanjutkannya hingga...
Jleb!
"Aaakkhhh!!! lepaskan, ini sakit! dia besar! dia panjang, milikku robeeekk.... hu... hu..." Melodi menangis meminta Louis melepaskan tongkatnya yang sudah merobek miliknya hingga menimbulkan rasa sakit luar biasa.
"Rilex baby... maafkan aku, ini tidak akan lama, setelah ini kamu akan meraskan kenikmatan luar biasa." bisik Louis.
"Tapi... Eummphh" Louis buru-buru menyambar bibir Melodi saat hendak protes dan mulai menggerakkan badannya secara perlahan namun pasti. Dari tempo lambat hingga kecepatan maksimal.
"Ahhh, eungh!! hubby... oohh..!" Melodi terus meracau saat Louis terus memacu tubuhnya mencolok-colok lubang sempit nan menggigit milik Melodi hingga setelah beberapa jam kemudian.
.........
.........
.........
Lahar panas itu menyembur kedalam tubuh Melodi hingga luber kemana-mana saking banyaknya. Mungkin efek duda karatan yang terlalu lama tak memuntahkan isinya hingga mayonnaise itu kini mendapatkan kebebasannya.
"Thank'you my wife, my love, my girl! kita rehat sejenak setelah itu aku akan kembali menggempurmu sampai pagi." bisik Louis. Melodi yang merasa kelelahan hanya bisa mengangguk lemah, sungguh rasanya sangat nikmat walaupun dia harus merasakan kesakitan terlebih dahulu. Bibirnya mengembang, kini Melodi sudah bukan gadis lagi, tapi sudah menjadi wanita, wanita milik Louis Volkard.
Dan setelah beristirahat sejenak, Louis kembali mengulangi permainan panas mereka. Louis mempraktekan semua jenis gaya yang dia ketahui. Mulai dari gaya bebas, gaya ayam berkokok, gaya kucing marah, gaya kodok melompat, gaya ikan berenang sampai gaya sembilan enam yang paling fenomenal. Sungguh Louis tak mau melewatkan malam terindah yang sangat bersejarah ini.
Melodi sendiri hanya bisa pasrah dengan mulut menganga yang mengeluarkan mantra ajaib karena Louis semakin semangat setelah mendengarnya. Ternyata dia salah karena sempat mengira duda karatan itu sudah loyo, tapi nyatanya jangankan loyo, tongkat nenek sihir itu sepeti tak ada lelahnya terus saja berdiri tegak hingga membuatnya benar-benar lemas tak bertulang.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Hareudang, panas dingin othornya nah...! sirem kembang yakk!!