Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Pengakuan


__ADS_3

Melodi pasrah dan memejamkan matanya. Malam ini dia rela memberikan mahkotanya kepada Louis, kepada pria yang dicintainya. Louis kembali mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Melodi.


"Tapi baby... Sebelum kita melakukannya, sebelum aku mengambil mahkotamu dan memilikimu, aku ingin kamu berfikir sejenak, fikirkan bagaimana kecewanya mama Inggrid yang membesarkanmu dan menjagamu dengan sepenuh hati. Bagaimana kecewanya kedua orang tuamu saat tahu anaknya melakukan hal diluar batas. Bayangkan, bagiamana kecewanya Marvel dan Sean. Mereka pasti akan menyalahkan diri mereka sendiri karena merasa tak becus menjagamu. Mereka akan hancur sayang, aku pernah merasakannya saat Sean mengambil mahkota Kimberly. Aku merasa tak berguna menjadi anak lelaki yang tak bisa menjaga adik perempuannya." ucap Louis dengan lirih.


"Hiks... kak, aku..." Melodi menangis dipelukan Louis setelah mendengar ucapan Louis dan menyadari kesalahannya.


"Menangislah sayang, tidak apa-apa keluarkan semuanya." ucap Louis seraya mengelus lembut rambut Melodi.


"Aku minta maaf, aku membuat diriku seperti jalaaang. Aku... hiks, aku mencintaimu, aku... hu... hu..." Melodi kembali menangis.


"I love you more. cup cup cup" Louis menciumi pucuk kepala Melodi.


"Percayalah padaku, kita akan segera mendapatkan restu mereka, aku lelaki yang akan mengambil mahkotamu. Aku akan memilikimu seutuhnya tapi setelah kita menikah dan aku yang akan menikahimu. Kita akan bersama sayang." ucap Louis sembari menatap lekat mata Melodi yang tak berhenti menangis.


"Tapi... eummm"


Louis kembali merampas bibir Melodi membawanya kembali terbang ke nirwana, mengitari langit dan melayang bersama. Namun tiba-tiba...


Bruaakk!!!


Pintu di dobrak dengan kasar.


Bug


Bug


Bug


Marvel meninju dan memukuli Louis dengan membabi buta tanpa sempat dihindari. Ya, Marvel sangat emosi saat beberapa menit lalu berhasil lepas dari Ratna dan langsung mencari Melodi keseluruh ruangan namun tak kunjung menemukan keberadaan Melodi. Dan pada akhirnya dia beranjak keruang cctv untuk mencari keberadaan Melodi. Marvel sangat marah begitu melihat Louis menarik Melodi kesuatu ruangan tertutup dan setelahnya dia buru-buru ke tempat yang dia lihat di cctv gedung tersebut. Marvel makin bertambah marah saat dengan jelas melihat Melodi dan Louis tengah berciuman dengan kondisi Melodi yang berantakan dan menangis. Marvel mengira Melodi hendak diperkos* oleh Louis dan tanpa ampun dia langsung menghadiahi Louis dengan bogem mentah dari tangannya.


Melodi yang melihat Louis terkapar karena ditinju Marvel langsung menghentikan kakaknya yang akan memukulnya kembali.


"Stop! stop kak! aku mohon jangan!" pekik Melodi sambil berdiri menghalangi Marvel.


"Minggir!!" sentak Marvel yang kini tengah dipenuhi amarah.

__ADS_1


"Enggak! Mel enggak akan minggir, kak Louis enggak salah!" ucap Melodi keras kepala.


"Dia melecehkanmu Mel! dia harus diberi pelajaran!" bentak Marvel.


"Dia enggak salah! enggak!" ucap Melodi tak mau kalah.


"Awass!!" hardik Marvel sembari mencoba menyingkirkan Melodi yang terus menghalanginya, namun karena terlalu kuat Melodi terhuyung kesebuah tembok dan terbentur cukup keras.


Dug!


"Mel...!!!!"


Pekik Marvel dan Louis bersamaan. Tidak lama setelah itu mama Inggrid, papa Gilbert dan yang lainnya datang menyusul keruangan itu.


Louis dan Marvel berlari ke arah Melodi dan hendak menggendongnya secara bersamaan.


"Aku saja!" ucap Marvel dan Louis bersamaan.


"Kamu tidak punya hak atas Melodi! singkirkan tanganmu!" ucap Marvel. Louis terpaksa mengalah agar Melodi yang kini tak sadarkan diri segera mendapatkan pertolongan.


*********


Rumah Sakit


Louis dan keluarga Melodi yang lainnya tengah menunggu hasil pemeriksaan dokter. Semuanya diam dan tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Sampai pada akhirnya, dokter yang memeriksa Melodi keluar dari ruangan itu.


Klek!


"Bagaimana dok?" tanya mama Inggrid.


"Pasien sudah siuman, hanya cedera sedikit dikepalanya. Setelah istirahat sebentar pasien sudah dibolehkan pulang" jelas dokter itu.


"Syukurlah. Terimakasih dokter." ucap mama Inggrid.


Marvel yang sejak tadi merasa bersalah karena dia yang tidak sengaja mendorong tubuh Melodi hingga terbentur langsung masuk kedalam ruangan itu. Sementara Louis sendiri mendapat pelototan tajam dari mama Inggrid. Mama Inggrid yakin, Louis ada kaitannya dengan kejadian ini. Namun karena ada calon menantunya, mama Inggrid terpaksa meredam amarahnya dan tak ingin Farhan tahu jika Melodi dan Louis memiliki hubungan khusus.

__ADS_1


"Kak, sebaiknya kita pulang. Melodi sudah tidak apa-apa." ucap Kimberly yang melihat tatapan tajam mama Inggrid.


"Aku tetap disini." jawab Louis.


"Kak..." bujuk Kimberly.


"Kim benar, sebaiknya kamu pulang. Melodi baik-baik saja." ucap Sean.


"Cih! baik-baik saja katamu!? apa kalian semua tidak punya mata? Melodi stress dan memendam kesedihan yang mendalam!" ucap Louis yang tak lagi menutupi semuanya dari siapapun termasuk Farhan.


"Apa maksudmu kak?" tanya Farhan yang sejak tadi merasa penasaran.


"Melodi kekasihku, kami saling mencintai. Apa kamu tahu, dia sangat tertekan dengan perjodohan bodoh ini!" ucap Louis.


"Stop!" ucap papa Gilbert yang kini ikut bicara.


"Siapa yang mengizinkanmu bicara!" ucap papa Gilbert. Ditatap galak oleh calon papa mertua, seketika rasa gugup menyelimutinya. Tapi, kali ini Louis tak akan menyerah.


"Tolong restui hubungan kami om, kami saling mencintai." ucap Louis yang kini menurunkan nada bicaranya.


"Maksudmu apa hah!! Melodi tunanganku! dia calon istriku!" ucap Farhan yang tak terima Louis mengklaim Melodi mencintainya. Tak ingin ada keributan, Sean dan Kimberly langsung menarik Louis dari tempat itu.


"Lepaskan! aku bisa sendiri!" ucap Louis sembari melepaskan diri dari Sean dan Kimberly.


"Kamu sudah berjanji padaku untuk tidak berbuat onar! kenapa kamu melanggar janjimu!" ucap Sean dengan mata menyalak marah.


"Aku..."


"Pergilah!!" ucap Sean yang tak mau bertengkar dengan kakak iparnya didepan Kimberly.


"Kak.. aku mohon, mengertilah. Sekarang kondisinya tak memungkinkan." ucap Kimberly dengan mata berkaca.


"Ya!" ucap Louis yang berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Udah author bilangin ya, ini kisahnya atu-atu dulu. Mau nyelesaikan neng mel-mel sama duda karatan. Baru deh kembali ke macan bunting dan babang Marvel. Jangan lupa like komentar dan vote ya.


__ADS_2