Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
I Love You


__ADS_3

Pagi harinya Melodi terbangun dengan mata bengkak karena terus menangis semalaman. Dan saat Melodi ikut bergabung bersama keluarganya, lagi-lagi Marvel memperhatikan gelagat adik perempuannya yang terlihat sedih.


Setelah selesai sarapan, Marvel mengajak Melodi berbicara empat mata dibalkon.


"Mel, what's wrong?" tanya Marvel to the point.


"Tidak ada apa-apa, semua baik-baik saja" jawab Melodi berusaha menutupi perasaannya yang tengah kacau.


"Jangan bohong. Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu. Cepat katakan ada apa? apa kamu tidak menginginkan pernikahanmu dengan Farhan?" tebak Marvel.


"Tidak kak, bukan begitu aku hanya..." Melodi bingung harus mengatakannya dari mana.


"Apa kamu mencintai pria lain?" tebak Marvel yang kali ini sukses membuat Melodi jadi gugup.


"Aku..."


"Siapa laki-laki itu? apa aku mengenalnya?" todong Marvel.


"Dia..., maaf kak aku tidak bisa memberi tahu mu. Yang jelas aku sendiri masih belum tahu dia mencintaiku atau tidak. Dan ya, kamu mengenalnya kak." jawab Melodi jujur.


"Siapa?" tanya Marvel sembari memicingkan matanya.


"Aku tidak bisa bilang sebelum aku mendapat kepastian darinya." jawab Melodi.


"Tapi pertunanganmu minggu ini Mel, bagaimana bisa kamu mempermainkan hubungan dua keluarga?" ucap Marvel.


"Aku akan segera menyelesaikannya kak, dan aku minta tolong, bujuk mama agar dia mau mengerti." ucap Melodi.


"Tapi Mel..."


"Kak, aku mohon." ucap Melodi.


"Baik, tapi beritahu dulu siapa orangnya?" jawab Marvel.


"Aku... em..." Melodi ragu-ragu mengatakannya, pasalnya Louis adalah penculik Ratna yang berujung penusukan Sean. Louis dan Kimberly penyebab Marvel tak bertemu dengan Ratna berbulan-bulan. Dan karena Louis adalah seorang mafia, apakah Marvel akan menyetujuinya? banyak pertanyaan yang berseliweran dikepalanya membuat Melodi terhanyut dengan lamunannya.


"Hei, kenapa jadi melamun. Siapa? siapa lelaki itu." tanya Marvel sembari menyadarkan Melodi dari lamunannya.


"Sayaang...."


Tiba-tiba Ratna datang menghampiri mereka.


"Dicariin taunya disini." jawab Ratna seraya tersenyum.


"Iya, mas Marvel sedang ngobrol sebentar dengan Melodi." jawab Marvel.


"Ada apa sampai nyariin mas Marvel? perlu sesuatu?" tanya Marvel posessif.


"Iya... Ratna pengen makan rujak kedondong." ucap Ratna manja.


"Kan, bisa minta tolong bu Ambar buat bikinin." ucap Marvel.


"Enggak mau, Ratna maunya beli di abang-abang yang dipinggir jalan itu." ucap Ratna merengek.


"Enggak boleh dong sayang, bikin sendiri aja lebih sehat." jelas Marvel.


"Enggak mau ayang, maunya beli yang dipinggir jalan itu... ayo temenin." rengek Ratna. Kalau sudah begini, Marvel tak bisa berbuat apapun. Selama hidup dengan Marvel Ratna berubah menjadi wanita manja, padahal dulu dia sangat mandiri dan juga pantang meminta bantuan kepada lelaki. Pasang galon air sendiri, pasang gas sendiri, apa-apa sendiri. Tapi semenjak hidup dengan Marvel, mau mandi aja minta dibantuin. Wuakakak!


"Oke... ayo kita beli rujaknya sekalian borong sama yang jualnya, biar jadi chef dirumah kita." ucap Marvel.

__ADS_1


"Iiih lebay!!" pekik Ratna. Lalu setelah itu bergelanyut manja dilengan Marvel dan mengajak Marvel pergi dari tempat itu tanpa menghiraukan Melodi yang tengah memanyunkan bibirnya karena melihat adegan kemesraan yang membuatnya iri lahir batin. Melodi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ikut pergi dari tempat itu.


Melodi yang merasa galau akhirnya memutuskan untuk kerumah Louis dengan alasan ingin menjenguk Sean. Siapa tahu Louis sudah pulang kerumah dan dia bisa bertemu dengannya disana. Namun saat sampai diruang tamu, ternyata sudah ada Farhan yang menunggunya.


"Mel, kebetulan sekali. Ini Farhan mau ngajak kamu cari cincin tunangan kalian." ucap mama Inggrid.


"Tapi ma, Melodi mau jenguk kak Sean." ucap Melodi.


"Sekalian saja sayang, kalian bisa mampir dulu menjenguk Sean, setelah itu cari cincin." ucap mama Inggrid.


"Kamu enggak keberatan kan anter Melodi kerumah Kimberly?" tanya mama Inggrid kepada Farhan.


"Oh, enggak kok tante. Enggak apa-apa, Farhan juga mau sekalian jenguk kak Sean. Kemarin kan belum sempat jenguk." ucap Farhan. Melodi hanya bisa pasrah, dan setidaknya dia bisa bertemu dengan Louis hari ini.


*********


Di kediaman keluarga Volkard.


"Mel, kenapa tidak bilang kalau mau kesini?" tanya Kimberly saat melihat Melodi bertamu kerumahnya.


"Sekalian mampir aja kak." jawab Melodi.


"Oh iya, kak Sean mana?" lanjutnya.


"Biar kakak panggilkan dulu. Kalian silahkan duduk dulu." ucap Kimberly mempersilahkan Farhan dan Melodi untuk duduk dikursi tamu.


"Kamu udah tahu belum Mel, Almarhum kak Riana itu kan istrinya kak Louis." ucap Farhan.


"What?!" Melodi tampak terkejut.


"Berarti kak Louis sempat menjadi iparmu?" tanya Melodi.


"Kok ketawa sih, apa coba yang lucu??" ucap Melodi merasa kesal.


"Kamu yang lucu Mel. Udah lucu, cantik lagi." puji Farhan sambil menatap Melodi penuh cinta. Farhan mencoba menyentuh tangan Melodi, lalu menggenggamnya.


"Aku masih enggak nyangka, kamu akan jadi istriku sebentar lagi Mel. Dan kamu tahu, aku sangat bahagia." ucapnya.


Cup


Farhan mencium punggung tangan Melodi.


Ehem!!


Farhan reflex melepas tangan Melodi saat mendengar suara deheman yang cukup keras hingga membuatnya tersentak kaget.


"Eh, kak Louis." ucap Farhan seraya tersenyum kikuk. Louis memasang wajah datar dan jutek seperti biasanya. Padahal dibalik itu semua, dia tengah menahan sesuatu yang akan meledak didalam dadanya.


"Apa kabarmu Farhan?" tanya Louis berbasa-basi.


"Oh iya, kak Louis baru pulang kerja?" tanya Farhan.


"Tidak! aku baru pulang dari bar setelah bersenang-senang dengan para wanita semalaman." ucap Louis sambil sesekali melirik kearah Melodi yang duduk disamping Farhan.


Melodi sendiri meremas jari-jarinya saat mendengar ucapan Lous. Ternyata lelaki yang ditangisinya semalaman hingga membuat matanya bengkak justru malah asyik bermain-main dengan wanita penghibur.


"Cobalah berubah kak, Farhan yakin kak Riana pasti akan bahagia kalau kak Louis menikah lagi dan hidup normal." ucap Farhan.


"Cih! tidak usah mengajariku Farhan. Aku sudah tidak percaya yang namanya cinta. Dan kamu tahu, dimataku semua wanita sama saja! mereka tidak pernah setia dengan satu lelaki." ucap Louis menyindir Melodi.

__ADS_1


Melodi merasa hancur saat mendengar ucapan Louis yang mengatakan semua wanita itu sama saja, itu artinya Louis menganggapnya sama dengan wanita-wanita penghibur diluaran sana.


"Tapi..."


"Farhan, Melodi?" sapa Sean saat Farhan belum menyelesaikan ucapannya.


"Kak Sean, apa kabar kak?" ucap Farhan seraya memeluk calon kakak iparnya itu.


"Sudah jauh lebih baik, dan itu berkat istriku yang merawatku dengan sangat baik." ucap Sean. Kimberly hanya tersenyum saat Sean memujinya.


"Kak, maaf, aku mau ke toilet sebentar." potong Melodi yang sudah tak tahan ingin menumpahkan semua kesedihannya.


"Ya, silahkan." jawab Sean.


Setelah itu Melodi berjalan menuju toilet dan tidak lama Louis pun pamit hendak ke kamarnya.


************


"Bajingan! brengsek!" umpat Melodi seraya menangis sesegukan didalam kamar mandi.


"Siapa yang brengsek dan bajingan?" ucap seseorang yang ikut masuk kedalam toilet.


Melodi terkejut saat melihat Louis dari pantulan cermin didepannya. Melodi berbalik lalu mendekati lelaki itu.


"Kamu yang brengsek kak! kamu yang bajingan! semalaman aku menangisimu, kamu malah asyik bersenang-senang dengan para wanita di club malam! dasar sialan!" Melodi memukul-mukul dada Louis dan mengeluarkan semua amarahnya.


"Aku membencimu dasar sialan!" lanjutnya.


"But I love you!" ucap Louis yang langsung membuat Melodi berhenti menangis.


"A-apa aku tidak salah dengar? kau..."


"I Love you Melodi, I love you! and I miss you so much!" ucap Louis yang langsung membawa Melodi kepelukannya.


Cup


Louis dengan cepat merampas bibirnya saat Melodi hendak berbicara. Louis dengan penuh semangat menyesap dan mengitari setiap inci bibir gadis itu. Gadis yang sudah membuatnya merasakan getaran cinta untuk yang kedua kalinya. Melodi yang tak kalah merindu pun dengan menggebu membalas tiap sesapan dan belitan demi belitan yang dilakukan Louis didalam rongga mulutnya. Hingga tanpa sadar tangan Louis sudah merayap kedalam baju Melodi dan meremas dua bulatan kenyal yang sama sekali belum terjamah itu.


"Kak.. eungh..." Melodi melenguh saat Louis menyentuh pucuk ranum kemerahan itu dengan jarinya.


Dan dengan sekali gerakan Louis berhasil melepas pengait kain yang membalut dua bulatan itu lalu membuka kancing kemeja Melodi satu persatu hingga terlepas sempurna menampilkan gunung merbabu dan merapi yang sintal nan kencang dan sungguh menggoda iman.


"Kak stop! please don't touch me before we get married (Tolong jangan sentuh aku, sebelum kita menikah)!" ucap Melodi dengan mata memohon. Melodi pun sama bergairahnya saat ini, tetapi dia tahu jika hal ini tidak benar. Dan juga Melodi ingin melihat kesungguhan cinta Louis untuknya.


"Oke.. I'm sorry baby. Aku akan segera melamarmu. Tapi kau tidak boleh menolakku." ucap Louis seraya membenarkan anak rambut Melodi.


"Tentu saja aku tak akan menolakmu, tapi aku takut mama dan papa juga kak Marvel..."


"Syuuutt!!" Louis menutup bibir Melodi dengan jarinya.


"Tenang saja sayang, jangankan Marvel dan Sean. Monster pun akan aku hadapi demi mendapatkanmu." ucap Louis mencoba meyakinkan Melodi. Melodi menangis menahan haru.


"Berjuanglah demi aku kak." ucap Melodi seraya mengalungkan tangannya dileher Louis. Dan saat mereka akan kembali berciuman, terdengar seseorang yang mengetuk pintu dari luar.


Tok tok tok


"Mel? are you okay?"


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Ampun dah duda ngenes, bilang i love you di toilet, enggak ada romantis- romantisnya...! jangan lupa like komentar dan juga vote ya.


__ADS_2