Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Penganten Anyaran


__ADS_3

Entah sudah jam berapa, sampai akhirnya aku terbangun karena mendengar suara ketukan pintu yang diketuk berulang-ulang. Samar-samar ku dengar suara seseorang dari balik pintu.


"Tuan"


Sepertinya seorang pelayan, aku menengok ke arah samping, pak Marvel masih tertidur pulas. Aku kebingungan karena tak memiliki baju, akhirnya aku meraih handuk putih yang tercecer dilantai karena dilempar sembarangan oleh pak Marvel saat olahraga dadakan tadi. Dengan sedikit merasa perih pada bagian intiku, aku beranjak untuk membuka pintu.


Klek!


Ternyata benar, seorang pelayan tengah berdiri dengan sebuah koper besar ditangannya.


"Maaf nona saya mengganggu, saya diperintahkan nyonya besar untuk mengantarkan pakaian didalam koper ini" jelas pelayan itu.


"Ah, ya terimakasih." ucapku sambil tersenyum ramah.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona" pamit pelayan itu. Aku hanya mengangguk mengiyakan.


Aku membawa masuk koper itu lalu membongkarnya mencari pakaian yang bisa ku kenakan. Aku terbelalak dengan apa yang ku lihat, pakaian-pakaian itu terlihat bagus-bagus semua. Aku yakin pasti harganya mahal, apa mama Inggrid yang membelikannya? aku tersenyum tipis saat mengingat mama mertuaku yang begitu baik.


Buru-buru aku memilih piyama tidur dengan lengan panjang, sengaja, karena memang aku terbiasa dengan pakaian yang bisa menghangatkan tubuhku disaat tidur. Setelah itu kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang terasa sangat lengket. Aku menutup mulutku kaget saat melihat pantulan wajahu didalam cermin, banyak sekali cap stempel dan karya seni yang dibuat pak Marvel disekitar leher dan dadaku. Ganas!


Namun sesaat kemudian, pipiku bersemu merah saat membayangkan adegan tadi yang terlintas dikepalaku. Aku menyentuh lembut bibirku, memejamkan mataku lalu kembali tersipu. Aku cekikikan sendiri didepan cermin, ish ODGJ anyaran benaran nih!


Puas cekikikan dan mesam-mesem, aku segera mandi, aku berendam sebentar lalu kemudian mengguyur tubuhku dibawah shower. Segar! rasanya hatiku berbunga-bunga yang bermekaran. Setelah selesai, aku langsung memakai pakaianku dan menyisir rambutku serta memoles diri didepan cermin. Perfect!


Aku melirik ke arah suamiku, ternyata dia masih  terlelap, lama juga tidurnya. Perutku keroncongan, belum diisi amunisi sejak siang tadi. Aku memberanikan diri membangunkan pak Marvel dengan sedikit mengguncang-guncang tubuhnya.


"Sayang, ayo bangun dulu" bisikku pelan ditelinganya. Namun pak Marvel tak bergeming.


"iih, ayo dong sayang bangun dulu" ucapku lagi sambil mengguncang tubuhnya. Akhirnya pak Marvel membuka matanya lalu tersenyum dengan sangat manis. ish, bangun tidur aja gantengnya minta ampun!

__ADS_1


Dengan cepat pak Marvel menarik kepalaku lalu memberi kecupan singkat dibibirku. 


"Udah wangi aja" ucapnya lalu menoel lembut hidungku. Setelah itu pak Marvel merubah posisinya menjadi duduk. 


"Jam berapa ini sayang?" tanya pak Marvel. 


Aku melirik ke arah jarum jam. Ternyata sudah jam 8 malam. 


"Jam 8 malam sayang, udah cepetan mandi, Ratna laper nih" ucapku tak sabaran. Bagaimana tak sabaran, cacing-cacing diperutku berjoget ria meminta amunisi. Pak Marvel hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh kecil, lalu buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai kami langsung keluar dari kamar menuju meja makan. Namun saat ditangga kami tidak sengaja berpapasan dengan Kimberly. Melihat tatapan tak suka dari wajahnya, aku langsung mengeratkan gandengan tanganku padanya. Naluriku menuntunku untuk menunjukkan pada Kimberly, bahwa pak Marvel sudah jadi milikku. 


Pak Marvel sendiri terlihat acuh, dan tidak begitu memperdulikan Kimberly. Aku sangat senang, karena pak Marvel seperti menjaga perasaanku. Sesampainya dimeja makan, ternyata ada mama Inggrid yang sedang menuangkan air putih kegelasnya.


"Hai... pengantin baru kok sudah keluar kamar aja" ucap mama Inggrid sambil tersenyum hangat.


"Lapar ma, kasihan Ratna sampai lemes" ucap pak Marvel sambil terkekeh kecil. Lalu dengan cepat aku mencubit kecil lengannya. 


"Ayo-ayo makan, mama sampai lupa kalau kalian belum makan" ajak mama Inggrid. 


"Itu masih nonton tv sama Auntynya." tunjuk mama Inggrid ke arah ruang bersantai. Terlihat Ikhsan yang sedang fokus dengan kedua bibinya. Aku bernafas lega karena Ikhsan tidak rewel. 


"Ayo makan dulu, kalian pasti lapar" titah mama Inggrid. Aku mengangguk lalu menuangkan nasi beserta lauk pauknya kepiring pak Marvel disusul menuangkannya ke piringku sendiri. 


Setelah selesai, aku meminta izin pada pak Marvel untuk menghampiri Ikhsan karena sudah kangen berat. 


"Sayang, aku mau ke Ikhsan dulu ya" izinku.


"Sekalian, papa juga mau gendong Ikhsan" jawab Pak Marvel. Lalu kami beriringan menuju tempat dimana Ikhsan sedang menonton TV. 


Ikhsan sangat senang saat melihatku, lalu menghambur kepelukanku. 

__ADS_1


"Uluuh... sayang mama, udah maem belum?" tanyaku. Ikhsan hanya mengangguk. 


"Ikhsan udah makan kok tadi kak, makannya banyak" ucap Puja. 


"Makasih ya Puja, Melodi, udah jagain Ikhsan" ucapku tulus. Melodi dan Puja mengangguk berbarengan. 


"Ikhsan biar tidur sama Puja aja kak, biar lancar tanpa gangguan." tawar Puja. Sejujurnya aku merasa dilema, aku dan Ikhsan terbiasa tidur bersama, aku takut Ikhsan akan rewel. Aku melirik kearah pak Marvel. 


"Ikhsan biar tidur bareng kami saja, kasurnya luas kok" ucap pak Marvel sambil tersenyum tipis. 


"Kak Marvel yakin?" celetuk Melodi. 


"Yakin dong, papa kan juga mau tidur bareng sama Ikhsan, mau ya tidur sama papa?" tanya pak Marvel pada Ikhsan. Ikhsan mangut-mangut. Aku merasa lega sekaligus senang karena pak Marvel memiliki hati yang luas, tidak mementingkan ego-nya semata. 


"Tapi tante masih kangen sama Ikhsan, Ikhsan bobok sma tante yah, mau ya" sela Puja sambil membujuk Ikhsan. Ikhsan malah jadi terlihat bingung. 


"Besok tante udah pulang, malam ini aja ya bobo sama tante, sama aunty Melodi juga. Mau yaa...." bujuk Puja pada Ikhsan. Ikhsan tersenyum lebar, menandakan setuju. 


Aku tersenyum senang, karena Puja dan Melodi mau menyayangi Ikhsan. Padahal, awalnya kami saling bersitegang. Aku masih tidak percaya, Puja benar-benar sudah kembali menjadi adikku yang dulu. 


"Kakak titip Ikhsan ya, kalau rewel anter aja ke kamar atas" pesanku. 


"Ashiap!" ucapnya semangat. 


Setelah itu kami menonton film dan berbincang bersama, dan setelelah merasa mengantuk kami kembali ke kamar masing-masing. 


"Sayang, kita sampai kapan dirumah ini?" tanyaku pada pak Marvel saat kami duduk disisi ranjang. Pak Marvel sendiri sedang memainkan laptopnya. Sepertinya dia sedang melihat laporan pekerjaannya. 


"Besok kita udah balik ke ** ******* kok sayang" jawab pak Marvel. Aku bernafas lega, bukan apa-apa, aku hanya merasa tidak nyaman satu rumah dengan Kimberly yang terlihat masih menyukai suamiku. Aku sebenarnya ingin menanyakan soal Kimberly, tapi ku urungkan pkarena pak Marvel sepertinya sedang fokus pada pekerjaannya. 

__ADS_1


Lama-lama aku mengantuk dan tertidur begitu saja, namun setelah beberapa lama, aku merasakan tubuhku merindin seperti tersengat listrik, ternyata tangan pak Marvel sedang berkelana nakal didalam pakaianku. Dan malam itu terasa sangat panjang karena kami melakukannya tidak hanya sekali, tapi berkali-kali seperti tak ada puasnya. 


__ADS_2