Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
I Miss You


__ADS_3

Louis tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, dia berpura-pura mengangkat telfon dan menjauh dari Riani juga Farhan untuk menyusul Melodi. Marvel yang curiga dengan gerak-gerik Louis, langsung mengikutinya namun beberapa langkah tangannya keburu ditahan oleh Ratna.


"Sayang, baby Amstrong udah laper...." rengek Ratna.


"Mas kesana sebentar ya, kamu duluan aja." ucap Marvel.


"Enggak mau.. ayo temenin..." ucap Ratna dengan manja.


"Oke..! ayo." ucap Marvel yang terpaksa menuruti keinginan istrinya yang tidak bisa ditolak.


'Semoga dia tidak berbuat macam-macam pada Melodi' batin Marvel.


Sementara itu Melodi menangis sambil setengah berlari, dan tujuannya sekarang adalah toilet wanita. Namun belum sempat masuk, tangan seseorang berhasil menariknya dan membawanya kesuatu ruangan tertutup yang tidak ada orang didalamnya.


"Kamu..!" ucap Melodi tertahan.


"Kenapa baby? you miss me?" tanya Louis dengan tatapan penuh cinta.


"No! jangan harap! untuk apa aku merindukan pria brengsek dan badjingan sepertimu!" ucap Melodi seraya mengelap kasar air mata yang membasahi pipinya.


"Yakin tidak merindukanku?" tanya Louis yang kini berhasil membawa Melodi kedalam pelukannya.


"Lepaskan aku brengsek!! badjingan!" umpat Melodi seraya memukul-mukul dada bidang lelaki yang sangat dirindukannya itu, mengeluarkan emosi dan juga kecemburuan yang bercampur menjadi satu. Louis membiarkannya, membiarkan Melodi melepaskan semua amarahnya dan setelah Melodi mulai melemah, Louis mengangkat dagu Melodi agar dia menatap matanya.

__ADS_1


"I love you baby, I'm soryy. Maaf membuatmu cemburu, bukan hanya kamu yang cemburu. Aku juga sangat cemburu melihatmu bersanding dengan pria lain." ucap Louis lirih. Matanya memerah, ada kesedihan yang mendalam disana.


Entah siapa yang memulai, dua benda kenyal itu kini sudah saling menyatu. Saling mencecap dan menyesap sari-sari cinta dan meneguk gelora kenikmatan dari bibir yang sudah menjadi candu bagi keduanya. Mereka saling melepaskan rasa rindu yang tertahan selama hampir lima hari ini. Ya, hanya lima hari saja, tapi bagi mereka sudah seperti satu abad lamanya.


Louis yang kini sudah terbakar gairah membelai punggung Melodi dan menurunkan resleting gaun yang membalut tubuh gadisnya itu, membelainya sebentar lalu melepas pengait kacamata yang membungkus squisy kenyal kesukaannya. Melodi tak melarang dan justru malah membusungkan dadanya agar Louis melahap dua bulatan kenyal itu.


"Bolehkah?" tanya Louis dengan suara serak. Melodi tak menjawab dan justru malah menggigit bibir bawahnya membuat Louis semakin bernafs*.


Sluuurrppp


Eummpph


Louis begitu bersemangat menjil*t dan menyesap gundukan padat nan sintal milik Melodi.


"Eunghh...! hubby...!" Melodi hanya melenguh menahan rasa nikmat yang baru pertama kali dirasakannya. Apalagi kini tangan Louis sudah menelusup masuk kedalam kain segitiga yang membalut lembah becek nan basah milik Melodi.


Hahh hah hah!


Melodi terengah-engah saat mencapai pelepasan pertamanya. Wajahnya bermandikan keringat dan memerah karena gairah yang membuatnya terlihat semakin sexy dan menggoda dimata Louis.


"Kamu menikmatinya baby?" tanya Louis.


"Yes. It's so crazy!" jawab Melodi dengan nafas yang masih memburu.

__ADS_1


"Aku bantu merapikan pakaianmu ya." ucap Louis yang kini tanganya menyentuh gaun Melodi.


"Miliki aku kak. Aku mengingikan lebih dari ini. Please..." ucap Melodi dengan mata memohon. Tangannya menahan tangan Louis yang hendak memasangkan kembali gaun itu ditubuhnya.


"No baby. Mahkotamu untuk malam pertama kita." ucap Louis sembari membelai lembut pipi Melodi. Melodi menggeleng.


"Aku menginginkanmu kak, aku yang mau. Ayo kita lakukan. Aku tidak akan menyesal memberikannya untukmu." jawab Melodi. Louis menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan.


"Aku akan mengambilnya jika kita sudah resmi menjadi suami istri, percayalah rasanya akan lebih nikmat." ucap Louis yang berusaha meyakinkan Melodi.


"Aku mau sekarang!" ucap Melodi keras kepala, sebenarnya bukan tanpa alasan, tapi Melodi ingin hamil agar keluarganya berhenti untuk menjodohkannya dengan Farhan. Melodi sudah sangat frustasi dan memilih jalan yang salah agar bisa bersama dengan Louis.


"No baby. Aku mencintaimu, dan aku akan menjagamu." ucap Louis sambil mengecup lembut kening Melodi. Melodi menepis tangan Louis dan menjauhkan tubuhnya dari Louis.


"Apa kamu sudah tidak berselera dengan ku? apa karena sudah ada kak Riani? hah!! kamu sudah mendapatkannya dari dia sehingga tak mau menyentuhku?!!" ucap Melodi dengan mata yang menyalak marah.


"Mel, kamu ngomong apa?! tentu saja aku mau! aku menginginkanmu! aku menginginkan tubuhmu! tapi aku tidak mau menambah dosaku dengan mengambil kesucian seorang gadis!" tegas Louis.


"Jangan berkelit! dan jangan bohongi aku! aku muak! jika kamu tidak mau aku tidak akan memaksa, biar! dan lihat saja aku akan melakukannya dengan Farhan!" ucap Melodi yang sengaja memancing emosi Louis.


"Mel!" bentak Louis yang jelas saja tidak terima dengan ucapan Melodi. Louis terbakar amarah saat Melodi mengatakan akan melakukannya dengan Farhan! tidak boleh, ini tidak bisa dibiarkan! Melodi hanya miliknya seorang. Melodi tak menghiraukan Louis yang memanggilnya. Setelah merapikan pakaiannya, dia melangkah pergi menuju arah pintu. Tapi sebelum itu terjadi, Louis sudah lebih dulu menarik tangannya dan mengungkung tubuhnya ke dinding.


"Kamu yang memancingku dan aku akan melakukan sesuai keinginanmu. Jangan menyesal dengan keputusanmu baby, malam ini kamu akan menjadi milikku." bisik Louis ditelinga Melodi.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁


Hayoo...! jangan lupa like komentar dan juga vote ya.


__ADS_2