
Setelah aku dan mas Marvel selesai dengan kegiatan kami, mas Marvel berpamitan padaku untuk ke rumah paman Albert.
"Boleh ya, itu mereka udah pada nungguin diluar" ucapnya.
"Boleh deh, tapi janji ya, gak boleh ngilang lagi dan harus pulang dengan selamat" ucapku galak.
"Iya, iya.. mommy kok galak gini sih" ucapnya sambil mencubit hidungku.
"Pokoknya harus pulang, kalau enggak Ratna mau kawin lagi!" ancamku.
"ish! awas aja kalau berani, saya cincang sosis laki-laki itu!" ancamnya tak kalah garang.
"Ya udah berangkat, nanti kelamaan mereka nunggunya" ucapku lembut.
"Iya sayang, ya udah mas berangkat dulu.. kamu hati-hati dirumah ya, inget gak boleh keluar rumah/pagar tanpa izin dan pengawalan." pesannya.
"Iya Ratna janji" ucapku patuh.
Setalah aku mencium punggung tangannya dan mas Marvel mencium kening dan perut buncitku, mas Marvel akhirnya berangkat.
Setelah itu aku mencari Ikhsan yang tengah bermain bersama babbysitter ditaman depan rumah.
"Ikhsan..." panggilku.
"Mama..." Ikhsan lari kepangkuanku saat melihat kedatanganku. Ikhsan sekarang sudah hampir 3 tahun, sudah bisa bicara walau kadang masih belum jelas.
"Cudah ma'em?" tanyaku.
"Cutah mama.. sama itan amon (ikan salmon)" celotehnya.
"Pinter anak mama... main lagi sana, mama lihatin dari sini ya" titahku sambil duduk dikursi taman.
"Tium adek dulu.." ucapnya. Lalu mencium perut buncitku.
__ADS_1
"Adek... kaka tayang adek..." ucapnya sambil mengelus perutku dengan tangan mungilnya. Aku sangat terharu melihat pemandangan ini, aku berharap Ikhsan dan anak yang sedang ku kandung akan saling menyayangi dan saling mengasihi.
"Kakak pinter banget, mama jadi tambah sayang sama kakak Ikhsan" pujiku sambil mencium pipinya. Ikhsan tersenyum gembira lalu kembali bermain dengan babysitter.
Cukup lama aku ditaman depan sampai akhirnya aku melihat mobil putih memasuki halaman rumah. Dan ternyata Kimberly yang keluar dari mobil putih itu sembari menenteng koper besarnya. Sepertinya Kimberly sudah pulang dari paris.
Kimberly menengokku sekilas lalu kembali masuk kedalam rumah. Aku hanya mengelus dada saat melihat tatapan tidak suka dari matanya. Setelah puas bermain-main, aku membawa Ikhsan masuk kedalam rumah. Sejujurnya aku sangat bosan berada dirumah terus menerus, tapi demi keselamatanku dan anak-anak aku rela dan Ikhlas jika harus berada dirumah.
********
Saat makan siang, aku turun ke meja makan yang disana sudah ada Kimberly, papa dan juga mama. Kak Sean sedang bekerja, mas Marvel sendiri masih dirumah paman Albert.
"Ratna... ayo sini" ajak mama.
"Iya ma" aku melemparkan senyuman hangat kepada mama lalu duduk disampingnya.
"Seharusnya tunggu dikamar aja, biar dianter pelayan kalau mau makan" ucap mama Inggrid.
"Enggak apa-apa ma, kalau hamil tua kan malah bagus banyak gerak" jawabku sopan.
"Ayo mari makan" ajak mama pada semuanya.
Akhirnya kami semua menikmati makan siang bersama.
"Oh iya, Kim boleh ajak Ratna keluar enggak? jalan-jalan sambil cari perlengkapan buat babynya" ucap Kimberly disela-sela makannya.
"Ya kalau Ratna mau, mama sih oke aja" ucap mama.
"Ratna enggak bisa ma, mas Marvel enggak ngebolehin Ratna keluar dari rumah" ucapku.
Uhuukk!!
Tiba-tiba Kimberly tersedak.
__ADS_1
"Kamu tadi bilang apa? Marvel?" tanyanya kaget.
"Iya mas Marvel" ucapku.
"Bukannya Marvel..." kimberly tak melanjutkan ucapannya.
"Mas Marvel masih hidup, tadi malam pulang." jelasku. Kimberly terlihat bingung dan juga ada raut kekhawatiran diwajahnya.
"Terus sekarang Marvel dimana?" tanya Kimberly.
"Mas.." belum sempat aku menjawab, mama sudah menyela ucapanku.
"Marvel sedang kerja" sela mama.
"Kim, bagaimana keadaan mama mu di paris?" tanya mama Inggrid.
"Sudah baikan ma, mangkanya Kim sudah kembali" jawabnya.
"Apa kamu sudah mengabari Sean jika kamu pulang?" tanya mama.
"Belum ma, rencananya Kim mau kasih surprise" jawabnya.
"Good! sebaiknya kalian lebih akur lagi, supaya bisa memberi mama cucu" ucap mama. Kimberly tidak menjawab hanya tersenyum kecut saat mendengar kata cucu.
Aku telah selesai dengan makan siangku, lalu berpamitan pada mama untuk menemui Ikhsan.
"Ma, Ratna mau nyuapin Ikhsan makan siang dulu ya" pamitku sambil membawa sepiring nasi dan sepotong ayam goreng.
"Biar babysitter aja, kamu jangan capek-capek" pesan mama.
"Enggak capek kok ma, sekali-sekali" ucapku sopan.
Mama Inggrid mengangguk lalu kembali ngobrol dengan Kimberly dimeja makan.
__ADS_1
%%%%%%
Ini capter yang kemarin kangen sama Ikhsan ya. Satu lagi, anaknya Ratna Namanya Ikhsan, kalau mantan suaminya namanya Ilyas. Jangan kebalik-kebalik lagi ya nyebutnya. wkwkwk