Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Jangan Pergi Lagi


__ADS_3

"Kamu..." aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Lalu melihatnya kembali. Benar, itu memang dia ini semua bukan mimpi. Ini mas Marvelku yang aku rindukan selama ini, aku mendekat kewajahnya, menyatukan bibir kami untuk kemudian saling menyesap dan bertukar saliva. Mas Marvel sendiri begitu bersemangat membelit lidahku dan bermain liar didalam rongga mulutku. Tangannya tak tinggal diam, tangannya bergerak liar menyentuh titik-titik sensitif tubuhku dan memainkannya dengan lihai membuatku mengejang dan melenguh menahan rasa nikmat. Namun seketika rasa kecewaku muncul. Aku mendorongnya dengan sangat kuat.


"Awas!" sentakku lalu duduk dipinggiran ranjang.


"Kenapa mas di dorong, emang enggak kangen?" ucapnya sambil mendekatiku.


"Pergi sana! keterlaluan, 6 bulan lebih enggak pulang, enggak kasih kabar! mas fikir Ratna enggak punya perasaan?! setiap hari menangisi orang yang masih hidup!" aku memarahinya. Memukul-mukul dadanya dengan kuat, mengeluarkan emosi yang selama ini kupendam.


"Rasanya Ratna mau mati, Ratna stress dan mau bunuh diri tau enggak! hanya karna anak ini Ratna masih bertahan!" ucapku sambil terisak.


"Sayang... " dia mencoba memelukku. Tapi aku menolaknya dan malah menjauhinya.


"Ratna benci sama mas Marvel, ini enggak lucu tau enggak mas! Ratna enggak suka!" ucapku sambil berurai air mata.


"Maafin mas sayang" ucapnya lirih, lalu dengan sekali gerakan dia berhasil memelukku. Aku terus meronta mengeluarkan semua amarah karena merasa dipermainkan.


Mas Marvel menghadapkan wajahku kewajahnya. Dan menurunkan wajahnya mendekati wajahku.


"Maafin mas Marvel ya, mas kangen banget sama Ratna" ucapnya lirih. Aku menyentuh pipinya yang basah, ternyata bukan hanya aku yang menangis, tapi dia juga. Itu membuatku semakin terisak.


"Ratna juga kangen banget sama mas Marvel. Terimakasih karena mas Marvel masih hidup" ucapku sambil membenamkan kepalaku didada bidangnya. Cukup lama kami saling berpelukan sampai akhirnya mas Marvel membawaku berbaring dikasur empuk kami.


Malam itu suara-suara penuh kenikmatan menghiasi kamar ini, kasur yang bergoyang dan lampu dengan pencahayaan temaram turut menghiasi percintaan kami yang terasa begitu nikmat. Entah berapa kali kami melakukannya, yang jelas seperti tidak ada puasnya, aku melenguh, mendesah dibawah kungkungannya. Sampai pada akhirnya susu kental manis cap rusia milik mas Marvel meledak didalam goa keramat milikku yang sudah lama tidak dimasuki.


"Terimakasih sayang" ucapnya sambil mencium keningku. Lalu berbaring disampingku dengan lengannya sebagai penyangga kepalaku.


"Ternyata masih muat ya mas" ucapku malu-malu. Mas Marvel hanya mencium pucuk kepalaku.


"Mas Marvel enggak akan pergi lagi kan?" tanyaku sembari memainkan jari-jariku didada bidangnya.

__ADS_1


"Sebenarnya mas hanya sebentar disini" ucapnya sendu.


"Maksud mas Marvel apa?" ucapku dengan mata melotot, lalu beranjak duduk.


"Ini... hanya sebentar, mas janji akan kembali lagi setelah menyelesaikannya" ucapnya menjelaskan.


"Mau nyelesein apa? mas Marvel mau ninggalin Ratna lagi?" tanya ku dengan tatapan mengintimidasi.


"Hanya sebentar sayang" ucapnya.


"Ratna ikut" ucapku.


"Enggak, ini bahaya, kamu dirumah aja" ucapnya tegas.


"Kemanapun mas Marvel pergi, Ratna harus ikut!" ucapku tak mau kalah.


"Sayang..." ucapnya mencoba membujukku.


"Tapi ini harus diselesaikan Ratna, supaya hidup kita tentram dan nyaman" ucap mas Marvel.


"Mas tega biarin aku sendiri membesarkan anak kita?" tanyaku dengan mata berembun.


"Justru ini semua demi kebaikan kita semua, demi kamu, demi anak kita sayang" jelasnya.


"Ya udah silahkan, silahkan pergi lagi kalau memang ada yang lebih penting dari aku dan anak kita. Enggak apa-apa, tapi jangan salahkan aku kalau aku bakalan cari papa baru buat ikhsan dan anak yang sedang aku kandung!" ancamku.


"Ngomong apa sih kamu!?" ucapnya sengit. Yes, umpanku dimakan! ternyata suamiku masih sama seperti dulu. Tuan pencemburu!


"Iya, silahkan aja pergi. Tapi juga Ratna enggak akan tinggal diam, Ratna mau cari papa baru buat anak-anak" ucapku memancing.

__ADS_1


"Awas aja kalau berani!" kini dia mulai meninggikan suaranya.


"Ya berani-berani aja, mas Marvel juga tega sama Ratna. Punya suami tapi rasa janda, ditinggal-tinggal enggak dibelai. Mending jadi janda aja sekalian!" ucapku sinis.


"Ratna please..." ucapnya memohon.


"Kali ini Ratna enggak mau mas. Enggak...!" aku kekeh pada pendirianku.


"Hanya sebentar sayang, saya janji!" ucapnya bersungguh-sungguh.


"Ya udah, sana pergi... tapi jangan salahin Ratna kalau mas Marvel terima foto Rata tidur dengan lelaki lain!" ucapku sambil membuang muka. Aku terpaksa mengatakan hal ini, bukan apa-apa, tapi aku sudah tidak sanggup jika harus berpisah lagi dengan mas Marvel. aku tidak mau kehilangan dia.


"Na... jangan begini, please jangan egois" ucapnya lembut. Rupanya dia belum menyerah.


"Talak Ratna! baru mas Marvel boleh pergi!" ucapku.


"Jangan ngaco Ratna! sampai saya matipun saya enggak akan pernah menceraikan kamu!" bentaknya.


"Oke, kalau gitu jangan salahkan Ratna kalau Ratna bunuh diri!" ucapku lalu mengambil gunting dilaci.


"Ratna, jangan nekad!" ucapnya panik, saat aku mengarahkan gunting itu ke perutku.


"Pergi sana! pergi! enggak usah perduliin Ratna lagi!" ucapku histeris.


"Oke.. oke.. mas Marvel enggak akan pergi, sekarang simpen gunting itu ya, sayang..." pintanya.


Aku menurut dan meletakkan gunting itu di atas nakas. Mas Marvel langsung membawaku kepelukannya.


"Jangan begini Na, jangan membahayakan diri kamu... jangan..." ucap mas Marvel dengan tubuh gemetar karena terisak. Dia terlihat sangat rapuh. Aku melepas pelukannya lalu mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


"Ratna enggak bisa hidup tanpa mas Marvel" ucapku dengan mata berkaca.


"Me too.." ucapnya lalu membalas ciumanku dan membawaku kembali ke atas kasur. Lagi-lagi ranjangnya bergoyang-goyang, goyang kanan, goyang kiri, sudah seperti kena gempa berkekuatan super. Goyangan itu terjadi karena gempa buatan dari dua manusia yang tengah dimabuk asmara karena menahan rindu selama lebih dari 6 bulan lamanya. Jadi, jangan tanya bagaimana prosesnya. Stop! jangan dibayangkan, tapi dipraktekan. Eaaakk!


__ADS_2