
Sementara diruang inap, Sean tengah memandangi wajah istrinya lekat-lekat, sepertinya Kimberly sangat malu dengan perbuatan yang dilakukannya barusan.
"Kenapa wajahmu memerah" tanya Sean.
"Aku... tidak apa-apa kak Sean" ucap Kimberly sambil menunduk malu.
"Oh iya Kim, apa kita jadi bercerai?" tanya Sean memastikan. Kimberly mendongak melihat kearah Sean.
"Tidak! aku tidak mau kita bercerai" jawabnya seraya mengeleng.
"Tapi, kamu tidak mencintaiku Kim, kamu tidak bahagia bersamaku" ucap Sean dengan wajah sedihnya.
"Aku bahagia, maafkan aku Sean, ayo kita mulai semuanya dari awal" ucap Kimberly penuh harap.
"Aku tidak bisa Kim, kamu melakukan ini pasti karena rasa bersalahmu" ucap Sean dengan wajah lesu.
"Tidak, aku melakukan semua itu karena keinginanku sendiri, aku..."
"Kamu bisa mencari kebahagiaanmu sendiri jika kita berpisah, kamu tak perlu risau dengan statusmu sebagai istri. Kamu bebas Kim." ucap Sean.
"Kebahagiaanku ada padamu Sean! aku..." Kimberly ingin mengatakan bahwa dia telah jantuh cinta pada lelaki dihadapannya itu, namun entah mengapa mulutnya terkunci rapat.
"Pulanglah dan istirahatlah, fikirkan lagi. Selagi aku bermurah hati" ucap Sean seraya tersenyum hangat. Hatinya seakan tidak rela mengatakan itu, tapi Sean tak mau egois dan ingin melihat Kimberly bahagia walaupun tak bersamanya.
"Aku akan tidur disini" Ucap Kimberly dengan wajah kesal.
"Tidak perlu menghawatirkan kondisiku, ada perawat yang akan membantu mengurusku" ucap Sean. Ucapan Sean sontak membuat Kimberly merasakan panas didadanya, Kimberly tidak rela membayangkan suaminya disentuh wanita lain, apalagi sampai membantu Sean ke kamar mandi atau melakukan hal-hal riskan lainnya.
"Terserah, yang jelas aku akan tidur disini" ucap Kimberly keras kepala.
"Nanti kamu sakit Kim" ucap Sean khawatir.
"Aku akan lebih sakit melihat suamiku diurus wanita lain!" ucap Kimberly yang sudah tak tahan ingin mengeluarkan isi hatinya. Tangisnya kembali pecah.
"Apa tidak ada kesempatan untukku? apa benar-benar kamu akan menceraikanku? Sean, aku mencintaimu, aku memang sudah terlambat mengatakannya, aku terlambat menyadarinya! tapi aku benar-benar mencintaimu, aku tidak ingin kita berpisah, aku tidak dapat membayangkan apa jadinya aku jika kita benar-benar berpisah! hiks...!. kau jahat! setelah berhasil meluluhkan perasaanku, justru kau ingin menceraikanku! kau pria brengsek!!" ucap Kimberly histeris.
"Baiklah! jika kau memang ingin bercerai! ceraikan aku sekarang juga, aku tidak akan menghalangimu lagi! kamu akan terbebas dari wanita monster sepertiku!" ucap Kimberly frustasi.
__ADS_1
"Disini memang aku yang salah, aku yang bersalah! aku yang terlambat menyadari perasaanku, karena terjebak dengan obsesi gilaku! wanita sepertiku memang tak pantas diberi kebahagiaan dan kesempatan" Kimberly kembali meraung. Sean tercengang mendengar penuturan Kimberly barusan, namun sedetik kemudian, senyuman tipis mengembang dipipinya.
"Honey! kemarilah" titah Sean mencoba menenangkan Kimberly. Kimberly tak bergeming dan memilih membuang pandangannya.
"Duduk disini" ucap Sean sembari menepuk sebelahnya. Kimberly akhirnya melunak lalu mengelap kasar air matanya.
"Lihat aku sayang" ucap Sean lembut. Dengan jengah Kimberly menatap Sean.
"Do you love me?" tanya Sean.
"Of course" ucap Kimberly lemah. Sean tak dapat berkata-kata lagi, akhirnya malam ini, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan dan dibalas oleh Kimberly walau harus melewati tragedi berdarah dulu. Sean membawa Kimberly kedalam pelukannya. Lalu menciumi wajah Kimberly dengan gemas.
"I love you Kim" ucap Sean dengan wajah senang.
"I love you too huby" jawab Kimberly sembari tersenyum manis.
Sean kembali merampas bibir Kimberly dengan agresif. Begitupun sebaliknya, Kimberly membalasnya dengan semangat.
Ceklek!
Sadar ada yang masuk kedalam ruangan, Kimberly dan Sean buru-buru melepas pangutan mereka. Ternyata yang masuk adalah mama Inggrid.
"No, enggak kok ma" jawab Sean. Kimberly sendiri hanya bisa menunduk menahan malu karena kepergok tengah berciuman oleh mertuanya itu.
"Bagaimana kondisimu nak? sudah baikan?" tanya mama Inggrid.
"Jauh lebih baik, sebentar lagi juga pulih" ucap Sean.
"Oke... Kim, waktumu sudah habis" ucap mama Inggrid sambil melirik Kimberly.
"Biarkan Kimberly disini ma, biarkan Kim menjaga Sean. Please..." mohon Sean.
"Tapi..." mama Inggrid terlihat ragu.
"Oke. Tapi Melodi juga akan disini menemanimu." pinta mama Inggrid. Sepertinya, dia belum sepenuhnya percaya pada menantunya itu.
"Ya, terserah mama, yang penting Kimberly tetap disini" ucap Sean.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu mama pamit ya, kasihan papamu dari kemarin belum istirahat" pamit mama Inggrid.
"Iya ma, hati-hati dijalan" ucap Sean. Setelah memeluk anaknya, mama Inggrid keluar dari ruangan itu.
"Vel, sebaiknya kita pulang" ajak mama Inggrid.
"Lalu bagaimana dengan kak Sean?" tanya Marvel.
"Sudah membaik, biar disini Melodi yang menjaga Sean, kasihan istrimu, dia pasti kelelahan" ucap mama Inggrid.
"Mama benar kak, kak Marvel pulang aja, disini biar Melodi sama kak Toni yang jagain kak Sean" ucap Melodi yang tiba-tiba muncul dari belakang mama Inggrid.
"Oke.. karena ada Toni, kakak setuju" ucap Marvel sambil melirik sang Sopir.
"Kalau ada apa-apa kabarin kakak ya, Ton, jaga Melodi dan juga Sean" pesan Marvel.
"Siap bos!" ucap Toni sambil tersenyum tipis.
Setelah itu akhirnya mereka semua kembali ke mansion keluarga Amstrong.
Sesampainya disana, Ikhsan terlihat sangat senang saat melihat kedatangan Ratna. Dia begitu antusias dan menangis haru karena mamanya selamat. Begitupun sebaliknya, Ratna begitu bahagia melihat anak pertamanya itu. Ratna menciumi wajah Ikhsan tanpa terlewat satu senti pun. Setelah puas melepas rindu, Marvel membawa Ratna ke kamar mereka.
"Mas Marvel kangen banget sama kamu" ucap Marvel sembari memeluk istrinya dari belakang.
"Sama, Ratna juga." ucap Ratna sambil mengelus pipi Marvel yang dipenuhi cambang halus menggelikan.
"Mau jenguk baby?" tanya Ratna dengan malu-malu. Demi keteknya orang yang jarang mandi tujuh hari tujuh malam, Marvel begitu terkejut karena Ratna sudah berani meminta ikeh-ikeh duluan. Tapi otaknya masih waras, dia tahu Ratna sangat lelah, dan perlu beristirahat. Dia tak ingin hal buruk menimpa istri dan anaknya hanya karena nafs*nya yang tidak terkontrol.
"Besok aja ya, sekarang istirahat." ucap Marvel lembut.
"Tapi....!" Ratna merajuk, entah kenapa macan bunting itu jadi begitu manja sekarang.
"Mas Marvel juga mau sayang, tapi inget, kesehatan kamu dan baby kita jauh lebih penting. Sekarang istirahat, kumpulin tenaga. Besok kita ikeh-ikeh nya." ucap Marvel.
"Ikeh-ikeh apa sih mas?" tanya Ratna tak mengerti.
"Rahasia!" ucap Marvel lalu beranjak kedalam kamar mandi meninggalkan Ratna yang tengah gundah gulana karena rasa penasarannya.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Ikeh ikeh apaan yak?? awokwok ...! jangan lupa like, komentar dan vote yang banyak ya biar author makin semangat nulis ceritanya.