Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Pov Author (Kimberly menggila)


__ADS_3

Semua mata terkejut saat melihat Kimberly yang tengah menodongkan sebilah pisau didekat leher Ratna.


"Kim! stop! jangan gila!" teriak Marvel panik dan ketakutan. Marvel sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk kepada Ratna dan bayinya.


"You make me Crayzy!" ucap Kimberly dengan amarahnya.


"Kim! lepaskan, lepaskan wanita itu!" titah Louis dengan tatapan marah.


"Oh, jadi sekarang kau ikut memihak wanita sialan ini!" ucap Kimberly yang nampak bertambah marah. Marah karena merasa semua orang membela dan menyayangi Ratna. Bahkan sang kakak yang dia percaya, justru malah ingin melindungi wanita yang di anggap sudah merebut Marvel darinya.


Ratna sendiri nampak berfikir, memang Ratna sangat bodoh, tapi entah kenapa justru disituasi tegang dan genting begini otaknya bisa berputar, tidak mandeg seperti biasanya. Tapi situasinya berbeda, pisau itu benar-benar sangat dekat dengan lehernya, sedikit saja bergerak, sudah pasti akan tersayat. Ish! memang kutil betina satu ini sangat menyusahkan!


"Aku akan lakukan apapun, asal kamu lepaskan istriku" ucap Marvel menyerah. Marvel sudah putus asa saat melihat pisau itu begitu dekat dengan leher istrinya. Mau bagaimana lagi, Marvel paling tidak bisa melihat Ratna celaka, tertusuk jarum pentul saja kalang kabut mencari P3K! apalagi tersayat pisau. Marvel bisa pingsan masuk UGD!


"Benarkah??" tanya Kimberly dengan mata berbinar. Kimberly merasa berbunga-bunga saat Marvel mengatakannya. Sementara Ratna, tangannya mengepal kuat menahan gejolak amarah dihatinya.


'Sialan! enggak akan aku biarkan kamu merebut Marvelku! akan aku perlihatkan siapa Ratna Juwita!' batin Ratna dengan mata melotot tajam ke arah Marvel. Marvel yang melihat itu nyalinya seketika menciut, kalau sudah ditatap galak begitu, siap-siap saja, ini darurat level siaga empat! macan akan mengamuk!


"Kim! Marvel tidak mencintaimu, kenapa kamu harus memaksakan kehendak? tenanglah, Sean akan segera menceraikanmu dan kamu bisa mencari pria lain yang bisa membahagiakanmu. Relakan Marvel" ucap Louis yang mencoba membujuk Kimberly.


"Enggak! Marvel masih mencintaiku, hanya aku yang ada dihatinya. Wanita sialan ini hanya pelampiasannya saja! iya kan sayang?" ucap Kimberly seraya bertanya kepada Marvel. Ratna semakin geram dan tak terima dengan ucapan Kimberly. Bagaimana bisa Kimberly berfikir seperti itu, dia tidak tahu saja bagaimana sikap lembut dan posessif Marvel kepada Ratna.

__ADS_1


Marvel makin frustasi menghadapi keadaan membingungkan ini. Jika menjawab tidak, Marvel takut pisau itu menggores leher istri kesayangannya. Jika menjawab iya, Marvel tak tahan melihat tatapan galak dari istrinya yang seperti sudah bersiap-siap ingin menerkamnya saat ini juga. Melihat Marvel yang hanya diam saja, Sean akhirnya buka suara.


"Jangan aneh-aneh Kim. Relakan Marvel, kamu bisa mencari pria lain yang dapat membahagiakan kamu setelah aku menceraikanmu" ucap Sean memohon.


"Diam brengsek! gara-gara kamu aku harus berpisah dengan Marvel! kamu menghancurkan mimpiku! kamu merenggut kebahagiaanku!" ucap Kimberly histeris dengan menunjuk-nunjuk wajah Sean menggunakan pisau yang digunakan untuk mencelakai Ratna.


Ratna yang melihat ada kesempatan saat pisau itu sedikit menjauh, langsung menyikut dada Kimberly sekuat tenaga. Kimberly memekik kesakitan dan pisau itu seketika terjatuh.


Ratna berhasil lepas, namun Kimberly malah merentangkan kakinya agar Ratna terjatuh.


"Awaasss!!"


Ratna membuka matanya, Ratna fikir dia sudah terjatuh dilantai dengan tengkurap, tapi ternyata Marvel bergerak cepat untuk menahannya. Karena kurang keseimbangan, akhirnya mereka terjatuh secara bersamaan.


"Kamu baik-baik aja sayang?" tanya Marvel khawatir. Ratna tidak menjawab dan malah memeluk Marvel dengan erat. Marvel semakin engap saat menerima pelukan itu. Bayangkan saja rasanya ditindih wanita yang sedang hamil tua begini.


Kimberly tak berhenti disana, dia sangat panas dan merasa semakin terbakar saat melihat Marvel yang sedang berpelukan dengan Ratna. Dengan secepat kilat, dia kembali mengambil pisau yang terjatuh dilantai.


"Sialan!"


"Awaaasss!!!"

__ADS_1


Jleb!!


Pisau itu menancap sempurna diperut seseorang.


"Sean!!" Marvel berteriak panik saat melihat Sean tertusuk pisau. Marvel buru-buru berdiri begitupula Ratna yang berusaha berdiri.


"I love you Kim" ucap Sean dengan senyuman mengembang dibibirnya sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.


"Se... Sean..." ucap Kimberly dengan bibir bergetar. Louis langsung mengamankan Kimberly dan mencekal lengannya dengan kuat untuk membawa Kimberly dari sana.


"Lepaskan! Seaaann!!!" teriaknya, entah kenapa Kimberly merasa sangat sakit saat melihat lelaki yang masih berstatus suaminya terkapar tidak berdaya dengan perut yang mengeluarkan darah. Kimberly merasa takut dan sekaligus merasa sangat bersalah. Secara sadar, Kimberly mengakui jika dirinya takut kehilangan Sean. Kini, hanya rasa sesal yang menyeruak dalam benaknya. Sampai akhirnya Louis memasukkannya kesebuah kamar dan langsung memborgol tangannya kesebuah besi penyangga kasur.


Disisi lainnya, paman Albert dan anak buahnya segera membawa Sean kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Begitupula Marvel dan Ratna yang ikut mengekor dibelakang Mobil paman Albert. Disepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Ratna terus berdo'a kepada Allah agar Sean selamat.


"Sayang, Ratna takut banget sekarang. Ratna takut terjadi sesuatu pada kak Sean. Kak Sean pasti baik-baik aja kan??" ucap Ratna dengan khawatir. Air matanya tak berhenti mengalir dipipinya. Ratna sangat merasa bersalah karena Sean mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya.


"Tenanglah, Sean pasti kuat. Dia tidak akan mati semudah itu" ucap Marvel yang berusaha menguatkan Ratna. Padahal, dilubuk hatinya yang paling dalam, Marvelpun sama takutnya dengan Ratna. Marvel takut kehilangan sang kakak. Orang yang dibencinya selama beberapa tahun ini. Orang yang sudah merebut cinta pertamanya. Tapi sungguh, Marvel sangat merindukan Sean, biar bagaimanapun, darah yang sama mengalir didalam tubuh mereka.


🍁🍁🍁🍁🍁


Bagaimana nih, kira-kira Sean selamat atau meninggoy? untuk bab selanjutnya akan memakai pov author hingga tamat ya. Jangan lupa Vote, like dan komentarnya ya. Dukungan kalian sangat berharga. Salam dari Brata Yudha di waduk cirata yang sedang bertapa.

__ADS_1


__ADS_2