Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku

Adik Kandungku Melahirkan Anak Suamiku
Paksu yang nakal


__ADS_3

Pagi harinya, semua anggota keluarga berkumpul dimeja makan. Sembari menikmati sarapan, pak Marvel memulai pembicaraan.


"Oh iya ma, pa, Marvel sama Ratna langsung balik ke ** ******* ya hari ini. Soalnya masih banyak kerjaan disana." ucap pak Marvel. 


"Ya ampun, pengantin baru kok udah kerja aja, honeymoon dulu dong" pinta mama Inggrid. 


"Sementara honeymoonnya dirumah aja, soalnya Marvel juga enggak ada persiapan, kerjaan enggak bisa ditinggalin gitu aja ma" jelas pak Marvel.


"Terus resepsinya gimana?" tanya mama Inggrid. 


"Kayaknya digelar disana aja ma, biar bisa undang masyarakat sekitar" jawab pak Marvel.


"Ratna, emang enggak apa-apa honeymoonnya ditunda dulu?" tanya mama Inggrid padaku. Aku hanya menjawab dengan anggukan. 


"Mama sih main nikah-nikahin dadakan, Marvel kan jadi enggak ada persiapan" ucap pak Marvel. 


"Tapi kamu seneng kaan?" ledek mama Inggrid. 


"Ya seneng lah ma, apalagi istrinya kayak Ratna, hatinya lembut dan juga baik" jawab pak Marvel memujiku. Aku tersipu. 


"Ma, pa, aku duluan ya, lagi enggak enak badan nih" Kimberly tiba-tiba menghentikan sarapannya dan bergegas pergi dari meja makan. Aku melirik ke arah pak Marvel, dia terlihat acuh tak memperdulikan kelakuan Kimberly. Sementara kak Sean wajahnya memerah terlihat sedang menahan amarah. Setelah selesai sarapan, aku membereskan pakaianku dan baju-baju Ikhsan dikamar tamu, setelah itu kembali ke kamar atas.


Sesampainya di depan pintu, aku mendengar suara wanita yang tengah menangis dikamar pak Marvel. Kutil beranak? bukan dong! BIG NO!


"Please Vel... Please.." terdengar lirihan seorang perempuan seperti sedang memohon. Aku kenal suara ini, ini suara Kimberly. Aku mengepalkan tanganku karena Kimberly dengan lancang masuk ke kamar pengantinku dengan pak Marvel. Tak tahan, aku langsung membuka pintu itu lebar-lebar! terlihat Kimberly sedang memegang tangan pak Marvel. Pak Marvel sempat terkejut lalu melepas kasar tangan Kimberly yang tengah menggenggam tangannya. 


"KELUAR!" Bentak pak Marvel pada Kimberly. Aku hanya melotot tajam kearah Kimberly yang terlihat sedang menangis. 


"Kamu akan menyesal karena sudah menolakku!" ancam Kimberly sebelum kakinya melangkah keluar dari kamar ini. 


Setelah kepergian Kimberly aku menatap tajam kearah pak Marvel suamiku. 


"Sayang" ucap pak Marvel lembut. 


"Dua kali aku lihat Kimberly masuk ke kamar ini, jelasin, sebenarnya dia mau apa kesini? kalian ngapain aja?" cecarku.


"Jangan diambil hati sayang, dia hanya..." pak Marvel menggantung ucapannya. 


"Hanya apa? jelasin!" ucapku dengan nafas memburu. 


"Oke.. sekarang duduk dulu, biar aku jelasin" ucap pak Marvel. Aku duduk disampingnya namun sengaja menjaga jarak 1 meter karena masih dalam mode kesal. 


"Kimberly dulu mantan pacar aku, tapi tanpa sepengetahuanku, dia malah selingkuh dengan kak Sean dan akhirnya mereka menikah. Setelah mereka menikah, aku tinggal ** ******* dan menetap disana, bertahun-tahun enggak pulang kerumah ini" jelas pak Marvel.


"Terus tadi dia mau apa? mau ngajak balikan?" tanyaku memberondong. 


"Kalau ngajak balikan udah lama sayang, aku juga enggak ngerti dengan jalan fikiran dia, dia bilang enggak bahagia sama Sean dan ya dia minta balikan. Berulang kali seperti itu" jelas pak Marvel. 

__ADS_1


"Terus pak Marvel mau?" tanyaku penuh selidik. 


"Kok pak lagi sih?" tanyanya protes. 


"Biarin! lagi sebel!" jawabku. 


"Jawab dong pertanyaan Ratna, pak Marvel mau diajak balikan? pak Marvel masih cinta sama dia? iya?" tebakku asal. 


"Ya enggak dong sayang, enggak mungkin aku mau balikan sama penghianat. Sama ajalah kayak kamu kalau diajak balikan sama Ilyas apa mau?" pak Marvel malah balik bertanya. 


"Ya enggak mau!" jawabku ketus. 


"Eh, kenapa jadi bawa-bawa mas Ilyas? kan lagi bahas Kimberly." ucapku. 


"Sama Ilyas masih panggil mas, sama suami sendiri masih pake pak!" pak Marvel merajuk. ish, kenapa jadi dia yang marah?


"Ya habis Ratna kesel, dia masuk kamar ini dua kali loh, berduaan dikamar, entar kalau ada setan gimana? bisa-bisa kebablasan!" ucapku sembari mencebik kesal. Entah efek penganten anyaran atau memang aku nya yang baperan, tiba-tiba air mataku meluncur cantik dipipiku. Rasanya panas, perih! membayangkan pak Marvel berduaan dikamar dengan perempuan lain. 


"Kamu nangis?" tanya pak Marvel dengan raut wajah khawatir. 


"Enggak!" aku membuang pandangan. ish, perasaanku sensitif sekali, apalagi aku punya trauma dan kenangan buruk diselingkuhi oleh suami dan adik kandung. Rasanya sangat sesak. Pak Marvel bergeser dan mendekat ke arahku, lalu membawaku kepelukannya. 


"Maafin saya ya udah bikin kamu salah faham, tapi demi Allah, saya enggak ngapa-ngapain sama Kimberly, Kimberli masuk tanpa permisi, nyelonong begitu saja tanpa sempat bisa dicegah" ucap pak Marvel menjelaskan.


"Ratna.... hiks,, Ratna takut kalau pak Marvel selingkuhin Ratna. Ratna enggak sanggup... hiks ... hiks ...." aku menangis lirih dipelukannya. 


"Bener...?" aku mendongak dengan mata berkaca-kaca. 


"Iya sayang" jawab pak Marvel. 


"Janji enggak akan selingkuh?" tanyaku lagi. 


"Janji, hanya kamu satu-satunya, selamanya" ucap pak Marvel dengan tersenyum hangat. 


Cup! 


Pak Marvel mengecup singkat bibirku. Lalu mengajakku untuk kembali bersiap-siap karena akan pulang kerumah pak Marvel di ** *******. 


********


Sebelum pulang, aku berpamitan pada mama dan papa mertua, mama dan papa janji akan sering-sering mengunjungi kami di ** *******. Akhirnya setelah berpamitan, kami bersama-sama pulang ke ** ******. 4 jam perjalanan, akhirnya kami sampai dikediaman pak Marvel. Aku merasa lega sekaligus bersyukur saat sampai dirumah ini dengan selamat. Rumah ini akan menjadi saksi awal mula perjalanan hidup kami sebagai sepasang suami istri. Membuka lembaran baru dan menutup masa lalu yang terasa begitu pahit.


Aku masih tidak menyangka dengan status baruku sebagai nyonya Marvel Amstrong. ish, lucu juga ternyata. Ratna Amstrong! ish, namanya bule. Aku jadi senyum-senyum sendiri saat membayangkan, cebong-cebong pak Marvel yang tumbuh dirahimku akan mendapat marga Amstrong. 


"Ngapain senyum-senyum enggak jelas, ayo masuk" ajak pak Marvel.


"Enggak apa-apa, lagi mikirin cebong" ucapku ambigu. Pak Marvel menautkan kedua alisnya bingung dengan perkataanku barusan. 

__ADS_1


"Cebong apa?" tanyanya bingung.


"Cebong Amstrong" ucapku sambil cekikikan. Lalu kabur begitu saja meninggalkan pak Marvel yang masih kebingungan. Akhirnya....... orang bodoh bisa ngebodohin orang pinter! yes!


Setelah sampai dikamar, aku merebahkan diri dikasur empuk pak Marvel. Rasanya sangat lelah sekali. Namun, saat aku sedang asyik-asyiknya berbaring, ponselku berdering. 


Ku lihat ponselku berdering menampilkan id caller kang Sofyan. Seketika wajahku pucat, dan merasa bingung untuk mengangkatnya atau tidak. Ditengah kebingunganku, pak Marvel telah selesai dengan kegiatan mandinya, lalu melirik kearah ponselku yang berbunyi nyaring. 


"Kenapa enggak diangkat?" tanya pak Marvel dengan wajah masam.


"Emh, emang boleh?" tanyaku. 


"Boleh, tapi loudspeaker!" jawabnya dingin. 


Aku mengangkat panggilanku, pak Marvel sendiri langsung menghampiriku dan duduk disampingku. Aku jadi merasa kikuk, telfonan dengan mantan pacar disamping suami. Ini sih, udah level darurat siaga 4! 


"Ha-halo kang" sapaku pada kang Sofyan disebrang telfon.


"Halo Na, akhirnya diangkat juga, dari kemaren di telfonin gak diangkat. Kamu lagi kemana sih, akang ke rumah pak Marvel kok enggak ada?" tanya kang Sofyan. 


"Ratna lagi keluar kota kang" jawabku jujur. 


"Kok enggak bilang, kang Sofyan kangen berat nih" ucapnya. 


Duh gaswat!


Mati aku! 


Aku menggigit bibir bawahku, lalu tersenyum kikuk kearah pak Marvel yang sedang melotot tajam ke arahku. 


"Kok enggak di jawab Na, halo... halo..." ucap kang Sofyan. 


"Eh, itu kang Ratna..." belum sempat aku menjawab, tangan pak Marvel menelusup masuk kedalam pakaianku dan meremas dua squishi kembarku dengan lembut. Tidak hanya itu, lidahnya bergerak liar di area leher dan bahuku. 


"Engh" satu lenguhan lolos begitu saja tanpa bisa ku tahan. 


"Halo.. Na, kamu kenapa?" tanya kang Sofyan dari sebrang telfon. 


"Ratna.. eng- eng- " aku tak dapat berbicara dengan benar tak kala tangan pak Marvel yang semakin aktif didalam sana. 


"Kamu sakit Na, halo.. Halo... Na?" tanya kang Sofyan yang terdengar khawatir. 


"Udah dulu kang engh.. gak tahan" jawabku lalu memutus panggilan telfonnya. 


Aku yang sudah merasa sangat bergelora langsung membalas serangan mendadak dari pak Marvel. Pak Marvel terlihat sangat bersemangat, menyerangku tanpa ampun. Bahkan tak membiarkanku menyentuh ponselku yang terus berdering dan bergetar diatas nakas. Aku yakin itu pasti panggilan telfon dari kang Sofyan dan dia pasti sangat khawatir. 


  

__ADS_1


__ADS_2