Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 14 Gendis kedatangan Lalita


__ADS_3

Gendis menikmati acara televisi diruangan tengah tiba tiba terdengar suara bel pintu. Bik Lina bergegas membukakan pintu,gak lama mendatangi Gendis lagi.


"Mbak Gendis ada tamu" bik Lina memberitahu.


"Oh ya,siapa bik?" tanya Gendis penasaran


"Apa mencari saya,atau mas Danar?" tanya Gendis lagi pada bik Lina.


"Katanya mencari mbak Gendis"


"Oh,kalau gitu saya temui" kata Gendis akhirnya sambil berdiri dari kursinya dan melangkah ke ruang tamu. Gendis melihat seorang wanita sedang berdiri didekat jendela.


"Maaf,mencari saya ada apa?" tanya Gendis pelan takut mengejutkan wanita itu.


Wanita itu menoleh dan tersenyum sinis. Gendis merasa tidak mengenali wanita itu,wanita itu cantik dan seksi penampilannya.


"Apakah ini wanita yang bernama Lalita?" Gendis bertanya dalam hati.


"Gak kenal sama saya?" tanya wanita itu dengan angkuh.


"Enggak,memangnya mbak kenal sama saya?" jawab Gendis dan balik bertanya


"Heeeemmmhhhh,,,saya gak perlu mengenal kamu,tapi kamu harus mengenal saya" jawab Lalita dengan angkuh.


"Ohh jadi semacam artis sama fansnya gitu ya mbak,,saya nge fans sama mbak karena mbak itu artis jadi saya tau mbak,dan karena saya hanya seorang yang ngefans sama mbak jadi mbak gak kenal sama saya" jawab Gendis gak perduli si wanita itu marah.


"Saya Lalita pacar Danar" jelas Lalita sombong.


"Ohh,,,kenalkan juga,saya Gendis istri masss Daaaa naarrr" Gendis mengenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan kanannya dan mendekat sedikit berbisik pada Lalita.


Lalita tidak menyambut uluran tangan Gendis dan wajahnya semakin memerah saja saat Gendis mengenalkan dirinya.


"Kamu sudah merebut Danar dariku" tuding Lalita.


"Emmm,mas Danar gak cerita kalau dia yang ingin menikah denganku?,dia melamar ku datang bersama orang tua dan keluarganya,setelah itu menikahi ku dalam acara pernikahan yang sakral?" jelas Gendis lembut tapi sepertinya mampu membuat hati Lalita seperti tertusuk belati.


"Tidak ada yang merebut mas Danar darimu,mas Danar datang sendiri,dan memintaku untuk menikah dengannya,dan tentu dengan restu dari kedua orang tuanya dan seluruh keluarga mas Danar" sindir Gendis.

__ADS_1


"Maaf mbak datang kesini mau apa?" ada perlu sama saya? Tapi soal apa?,kalau soal saya dianggap merebut mas Danar dari mbak,lebih baik gak usah di bahas mbak,biar bagaimanapun mas Danar adalah suami saya,mbak gak berhak mengganggunya,atau mungkin mbak senang disebut sebagai wanita murahan dan pelakor" jelas Gendis dengan tegas.


"Aku akan bilang pada Danar,aku yakin dia akan menceraikan kamu" ancam Lalita .


"Mas Danar akan berhadapan dengan orang tuanya kalau ingin menceraikan saya,,oh yaa seandainya saya diceraikan oleh mas Danar ,dan kamu bisa menikah dengan mas Danar,apa kamu sudah siap untuk hidup miskin dan serba kekurangan?" tanya Gendis kemudian.


Wajah Lalita memerah menahan amarah,tampaknya dia ingin sekali menghajar Gendis,karena terlihat dari gelagatnya.


"Jadilah wanita yang elegan dan mahal mbak" ledek Gendis.


Dan Lalita pun pergi tanpa sepatah katapun dari hadapan Gendis. Gendis hanya tersenyum,dan nanti bersiap akan ribut besar lagi dengan Danar.


"Gendiiiiiiiiiiiiiiiisssss" terdengar suara Danar menggelegar dari arah ruang tamu memanggil Gendis. Gendis tentu saja terkejut dan hampir saja terloncat dari atas kasur. Tapi Gendis langsung menyadari Lalita pasti sudah mengadu pada Danar.


Gendis menunggu saja Danar masuk kedalam kamarnya,berpura pura sedang merapikan pakaiannya.


Benar saja,pintu kamar Gendis menyeruak dibuka kasar oleh Danar,tapi kali ini Gendis berusaha untuk tidak terkejut.


"Gendis,,,apa yang kamu lakukan pada Lalita?" tanya Danar sambil mendekat pada Gendis.


Gendis mengerutkan keningnya.


"Lalita adalah wanita baik baik,dia ada terlebih dulu dari kamu. Sombong banget ya kamu,seolah olah kamu sudah mendapatkan segalanya dariku dan orang tuaku"


"Kenapa harus kamu jelaskan secara detail pada Lalita tentang yang terjadi pada kita,ya aku menikahimu secara sah,orang tuaku dan keluargaku mendukungmu,menerimamu,,tapi tidak denganku. sekali lagi aku beritahu kamu,aku menikahimu karena terpaksa bukan karena cinta"


"Sudah tau aku mas gak usah kamu perjelas lagi,mau berapa kali kamu ingatkan?" celetuk Gendis santai.


"Oh yaa,soal pacar kamu itu,,kalau dia gak mau sakit hati karena ulahnya sendiri ya jangan bertingkah,kenapa dia datang kemari pagi pagi,seperti orang gak punya kerjaan aja"


"Aku hanya berbicara kenyataan,bukan hal yang aku karang"


"Bisanya mengadu,dan mas pasti termakan sama kata katanya,kalau orang lagi jatuh cinta ya seperti itu,gak bisa membedakan hal yang benar sama enggak" jelas Gendis sedikit protes.


"Hahhhhh,,aku harus bedain mana yang benar sama yang salah? Dan sepenting itukah kamu? sampai aku harus mengikuti pemikiran mu?" Danar menuding Gendis.


"Mas,kamu itu laki laki,kalau mau jadi laki laki berwibawa itu harus tegas,kamu sama aku bisa tegas dan kasar,tapi kalau sama dia seperti kerupuk disiram kuah bakso,lembeeekkk" Gendis memberi perumpamaan pada Danar.

__ADS_1


"Aku harus bersikap baik juga sama kamu?" tanya Danar seperti meledek Gendis.


"Setidaknya bersikap baik terhadap wanita,apa kamu bersikap kasar hanya denganku saja?"


"Yaa sama kamu saja,tidak berlaku pada wanita lain" jawab Danar seperti sengaja ingin menyakiti lebih dalam lagi.


"Ohh,,," Gendis hanya menjawab singkat.


"Aku gak suka kamu ikut campur dengan urusan pribadiku,sebelumnya kita sudah pernah bicarakan kan? Aku tidak melarangmu mau berbuat apa saja,asal jangan ganggu aku"


"Mas aku tidak mengganggumu,dia yang datang tanpa diundang,dan bicara seenaknya padaku,apa aku harus diam saja gak boleh membela diri?"


"Sudah sikapmu padaku gak baik,kasar dan selalu marah tanpa sebab,ditambah lagi dengan pacar kamu yang ikut ikutan berbuat buruk padaku. Seharusnya kamu yang tegur dia,ajarin dia bersikap sopan,kok malah terbalik" jelas Gendis menumpahkan rasa kesalnya yang sedari tadi berusaha dia tutupi.


"Gak mungkin aku menyerang dia terlebih dulu,yang datang kan dia,bukan aku mendatangi dia"


"Tapi dasarnya kamu lagi bucin sama dia,biar salah tetap saja kamu bela"


"Kamu sangat berharap aku membelamu sepertinya"


"Wajar mas itu adalah keinginan kecil seorang istri"


"Tapi kamu sadarkan kamu itu hanya istri diatas kertas saja"


"Iya,aku tau mas,tapi inget gak mas kita ini suami istri sah"


"Jadi meski pacar kamu itu ada terlebih dulu dari aku,tetap saja dia itu pelakor,mengganggu rumah tangga orang"


"Jangan berharap lebih dariku,aku gak bertanggung jawab atas kehidupanmu"jelas Danar tegas.


"Kita memang menikah dan sah sebagai suami istri,tapi aku tidak akan menjalankan kewajibanku sebagai seorang suami,ada hal yang aku penuhi dan ada yang tidak. Aku akan tetap menafkahimu,memberikanmu uang untuk kamu gunakan sebagaimana mestinya,tapi aku tidak akan menjalankan tugasku yang lain,kamu bisa berpikir sendiri kan apa yang gak harus aku penuhi untuk kamu" jelas Danar lagi mempertegas kemauannya.


"Iya aku tahu itu mas dan aku sudah paham,aku gak akan menuntut lebih pada mu mas.Tapi paling tidak mas bisa menegur pacar mas itu untuk tidak bersikap berlebihan kalau tidak mau malu sendiri" jelas Gendis juga berharap Danar mengerti maksudnya.


"Bilang pada dia jangan temui aku lagi,aku tidak punya urusan dengan dia,aku tidak mengganggunya,aku membebaskan kalian,jadi jangan usik juga kehidupanku"


Tanpa berkata lagi Danar berlalu dari kamar Gendis. Gendis mengelus dada.

__ADS_1


"Kalau bukan diriku sendiri yang membela siapa lagi,aku hanya membela diri saja bukan bermaksud melawan pada suami. Bisa saja aku cerita pada mertuaku,tapi aku gak mau kalau sampai Danar lebih murka lagi dan akan membuat orang tua dan anak jadi perang dingin"


"Aku masih bisa menghadapi ini sendiri,tanpa harus mengadu pada kedua orang tua Danar" batin Gendis bergejolak.


__ADS_2