Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 52 ke dokter obgyn


__ADS_3

Danar membangunkan Gendis yang masih terlelap.


"Ayo bangun,,,kita harus ke dokter hari ini,aku buat janji dipagi hari" seru Danar.


Gendis menggeliatkan tubuhnya.


"Aku gak enak badan mas"


"Gak usah alasan"


"Iya mas,,besok saja ya"


"Enggak,aku sudah terlanjur buat janji"


"Kan gak apa apa dibatalkan"


"Besok aku harus ke kantor"Jawab Danar.


"Jam berapa kita bertemu dokter?" tanya Gendis kemudian.


"Jam 10 "


"Ya ampun masih lama,,," keluh Gendis kesal.


"Sudah jangan malas,,,cepat bangun" Danar terus memaksa Gendis untuk segera bangun.


Akhirnya Gendis bangun karena malas berdebat dan ribut dipagi hari.


Gendis keluar kamar dan langsung menuju kekamar mandi untuk mandi sekalian.


Selesai mandi,gendis kembali kekamar dan memakai baju. Kali ini Gendis memakai dress dibawah lutut dan mengambil tas ransel kecilnya.


Danar juga sudah siap menunggu dimeja makan bersama dengan kedua orang tua Gendis .


Gendis menghampiri dan duduk disamping Danar.


"Nak kamu sudah enakan?" tanya ibu lembut pada Gendis.


"Emm iya Bu"


"Oh ya yah,hari ini saya tidak pergi ke kantor" Danar berbicara pada ayah mertuanya.


"Oh ya,ada apa nak Danar tidak pergi ke kantor?"


"Hari ini saya dan Gendis ingin mengunjungi dokter obgyn" jawab Danar.


Wajah ayah dan ibu gendis berubah sumringah saat mendengar penjelasan Danar tadi.


"Wahhh,,,apa kalian akan berencana untuk memiliki anak?" tebak ibu bertanya.


"Ya Bu,,sudah waktunya kami berdua untuk mempunyai anak"


"Tapi kenapa harus ke dokter terlebih dulu,nanti saja kalau memang Gendis itu sudah hamil"


"Emm,,,kami hanya ingin mengecek kesehatan kami Bu,dan ingin tahu apakah kami subur,dan nanti saat merencanakan kehamilan kami bisa menjaga hal hal yang dilarang oleh dokter" jelas Danar.


"Ohh,,,begitu"


"Yaa semoga saja kalian berdua dalam keadaan baik baik saja,dan kondisi Gendis terutama" ucap ibu kemudian.


"Ya sudah kita sarapan dulu,ayah sebentar lagi harus berangkat ke kantor" kata ibu kemudian mengajak sarapan.

__ADS_1


Selesai sarapan ayah terlebih dulu pamit untuk kekantor,tidak lupa memeluk dan mencium anak tersayangnya itu.


Setelah ayah berlalu meninggalkan rumah kini Danar dan Gendis juga akan segera berangkat menuju ke rumah sakit tempat dokter obgyn tujuan Danar praktek.


Danar menjalankan mobil perlahan keluar dari halaman rumah mertuanya,dan kini mereka sudah berada dijalanan yang. Sudah mulai ramai oleh kendaraan.


Hampir setengah jam akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Ternyata rumah sakit yang sama saat Danar dirawat waktu itu.


Mereka langsung saja menuju ketempat praktek sang dokter dan memberitahu perawat kalau mereka sudah membuat janji. Sang perawat langsung saja meminta mereka masuk karena memang Danar sudah ditunggu sang dokter diruangannya.


"Pagi dokter" sapa Danar pada seseorang yang sedang duduk dikursi kerjanya.


"Hai Danar,silahkan duduk" jawab dokter itu sambil tersenyum dan menyalami Danar.


Sang dokter menatap Gendis dan tersenyum.


"Dia istri kamu?"


"Ya dok"


"Kenapa kamu menikah diam diam Danar,tidak mengundangku?" tanya sang dokter yang lama lama gendis kalau melihatnya mulai sedikit terpesona.


Yaa dokter itu sangatlah tampan,apalagi saat senyum,manis sekali.


"Gendis kenalkan dia dokter Rama ,,dan juga sahabatku" tiba tiba Danar membuyarkan lamunan Gendis.


"Ehh,iya,,,saya Gendis dok" jawab Gendis sedikit gugup dan mengulurkan tangannya.


"Ahh Gendis kenapa kamu jadi terpana melihat dokter tampan itu,ingat Gendis kamu sudah punya suami" bathin Gendis bergejolak.


"Oh yaa,,,bagaimana? Kalian akan menjalankan program kehamilan?"


"Wahh sudah lumayan lama juga kamu menikah Danar,emm apakah sebelumnya istrimu pernah mengalami keguguran?" tanya dokter Rama.


Danar hanya tersenyum datar begitu juga Gendis,malah Gendis merasa kaget mendengar pertanyaan itu.


"Ahh,tidak,,,Gendis belum pernah keguguran,dan memang belum pernah hamil"


"Hemm,,,yaaa. sebenarnya bukan ibu Gendis ini tidak subur,bisa jadi hormonnya sedang tidak bagus"


"Enam bulan pernikahan bukan dikatakan sebagai orang yang tidak subur karena tidak kunjung hamil,banyak faktor. Mungkin ibu Gendis dalam keadaan tidak stabil,atau hormon yang sedang turun saat menerima pembuahan dari sang suami" jelas dokter Rama.


Danar lagi lagi hanya tersenyum. Bagaimana dia tidak tersenyum geli mendengar penjelasan sang dokter,,melakukan itu pada Gendis saja tidak pernah,gimana Gendis ketahuan subur atau tidak.


"Tetapi kalau memang ingin segera hamil,nanti aku kasih obat untuk menyuburkan kandungan istrimu Danar ,dan ingat faktor faktor yang harus diperhatikan untuk bisa segera hamil"


"Yaa,,apa saja itu?" tanya Danar antusias.


"Menjaga kesehatan kalian berdua,terutama ibu Gendis,makan makanan yang bergizi,olah raga teratur,menerapkan hidup sehat,istirahat yang cukup,menjaga kestabilan berat badan,rutin memeriksakan kesehatan,dannn yang paling penting adalah rutin melakukan kegiatan hubungan intim,terutama diwaktu masa subur ibu" jelas sang dokter panjang sambil menatap kearah Gendis.


Ahh Gendis risih mendengar penjelasan terakhir dari sang dokter,lagi lagi dia bergidik.


"Dan suami pun berperan,kalau ingin sang istri hamil harus bekerja sama,bangun mood kalian berdua agar bisa melakukan hubungan intim dengan baik,dan rileks,dan ingat juga buat istri bahagia,jangan dibuat stress,supaya hormon bisa menerima dengan bagus"


"Siap dokter" ucap Danar tiba tiba,membuat Gendis menatap tajam kearahnya,Danar hanya tersenyum melihat tatapan itu.


"Oh yaaa,alangkah baiknya kalian berbulan madulah lagi,agar maksimal hasilnya" saran sang dokter.


"Wahhh saran yang bagus,dan kebetulan aku dan Gendis belum sempat berbulan madu,baiklah kita buat wacana untuk berbulan madu,gimana kamu setuju kan?" tanya Danar pada Gendis.


"Ohh Danar ini peran protagonis mu sedang kamu mainkan disini" gumam Gendis didalam hati.

__ADS_1


"Dokter anda tidak tahu apa yang sebenernya terjadi didalam rumah tanggaku,ahh pandai sekali Danar bermain peran" lagi lagi Gendis berkata dalam hati.


"Okelah kalau sudah selesai aku dan Gendis permisi dulu Rama,trimakasih atas saran sarannya"


"Oh ya ini resep untuk obat penyubur kandungan,semoga berhasil rencana kalian" ucap sang dokter sembari memberikan kertas dengan tulisan resep darinya.


Danar menerimanya kemudian mereka meninggalkan rumah sakit.


"Hemmm,,bulan madu,,," gumam Danar.


"Oke kita akan bulan madu,,kamu mau kemana?" tanya Danar pada Gendis.


"Gak usah,yang penting itu jangan buat aku stress aja" Gendis menolak.


"Ayolah kita bangun keintiman kita"


"Bukan hanya keintiman,tapi kamu harus bisa menjadi suami yang baik kalau kamu mau aku hamil dengan cepat"


"Iyaa,aku tau. Kamu tenang saja"


"Rasanya aku ragu sama kamu mas" ucap Gendis pelan. matanya lurus kedepan menatap jalanan yang disusuri oleh mobil Danar.


Danar menatap sesaat,,


"Tidak apa apa kalau kamu masih ragu" jawab Danar kemudian.


"Sekarang kita makan siang dulu oke" kata Danar kemudian membawa mobil ke sebuah restoran langganannya.


Mereka berdua keluar dari mobil dan mencari tempat duduk,setelah itu pelayan datang untuk menanyakan menu pilihan mereka.


Pelayan pergi setelah mencatat menu mereka berdua.


"Kita akan kemana nanti saat bulan madu?" tanya Danar lagi memastikan jawaban Gendis.


"Ah sudahlah mas,aku malas memikirkan itu. Gak usah bulan madu segala. Sudahlah kalau kamu mau punya anak,lakukan saja apa yang kamu mau terhadapku" jawab Gendis terlihat pasrah.


"Enggak bisa begitu,aku gak mau melakukan hal yang nantinya akan membuat kamu merasa terpaksa"


"Mau dimana s0aja kalau tidak ada cinta ya memang terpaksa namanya"


"Nahh itu,,,makanya aku ingin membawamu berbulan madu,aku ingin ada hal yang bisa kita rasakan disaat kita berada ditempat yang nyaman"


"Mas,,,percuma,,iya mungkin bisa itu terjadi,karena mungkin situasi yang mendukung,suasana dan tempat juga mendukung,untuk membangun keintiman kita berdua,membangkitkan perasaan kita. Tapi setelah itu mas,,saat aku bisa hamil,,apa kamu masih bisa menjaga kewarasanku? Apa kamu gak akan menyakitiku dan membuatku stress?"


"Wanita hamil itu harus dijaga perasaannya mas"


"Aku kan sudah bilang kamu tenang saja,jangan berpikir untuk hal hal yang belum terjadi soal itu"


"Apa menjamin mas kalau kamu gak akan membuatku stress?"


"Percayalah padaku,kali ini saja" ucap Danar tiba tiba dan membuat Gendis jadi terdiam.


Makanan mereka datang,dan mereka menghentikan perdebatan.


"Makanlah dulu"


Gendis menuruti permintaan Danar. Mereka berdua makan tanpa saling berbicara larut dalam pikiran masing masing.


Selesai makan mereka pulang,sebelumnya Danar membayar terlebih dulu kekasir dan Gendis menunggu diparkiran mobil.


Selama perjalanan Danar dan Gendis saling diam.tidak ada lagi perdebatan yang diributkan seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2