Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 7 Hari pernikahan


__ADS_3

Seminggu setelah pertemuan makan malam di rumah orang tua Danar,hari ini adalah hari dimana Danar dan Gendis akan menikah.


Seluruh keluarga Gendis sudah berkumpul di rumah orang tua Gendis.


Permintaan Danar untuk menikah secara sederhana saja,jadi kedua keluarga memutuskan melaksanakan ijab Qabul di rumah orang tua Gendis setelah itu langsung saja mengadakan resepsi kecil kecilan,tidak mengundang tamu terlalu banyak,cukup pihak keluarga dari orang tua Gendis dan Danar,dan para tetangga terdekat orang tua Gendis.


Gendis sudah cantik dengan dandanan ala Jawa,sangat cantik dan elegan meski sederhana tapi sang MUA tetap ingin membuat wajah Gendis terlihat seperti bukan Gendis,pakaian yang dipakai Gendis juga pakaian adat Jawa yang dipilihkan oleh tantenya Mayang,Gendis hanya menerima beres saja semua urusan pernikahannya.


"Mbak,,,ya Allah anakmu uaaayuuuuuu banget" puji Tante Mayang yang ikut ada di dalam kamar Gendis menemani Gendis dirias.


"Iya,,ayu yoo anakku?" jawab ibu Gendis dengan sedikit logat Jawa,dan terlihat air mata menitik di ekor mata ibu Endang,mungkin dirinya sangat terharu hari ini anak gadisnya akan menikah.


Tante Mayang yang sadar kakaknya terharu memberikan rangkulannya dipinggang Bu Endang bermaksud menenangkan hatinya. Tetapi justru semakin membuat Bu Endang sesenggukan.


"Mbak sudah to,,jangan sedih harusnya berbahagia,nanti luntur make up nya" kata Tante Mayang menenangkan Bu Endang.


"Iya,,aku terharu,anakku cantik banget dan sebentar lagi akan jadi istri orang" kata Bu Endang mencurahkan perasaannya saat ini.


Gendis hanya terdiam melihat ibunya bersikap seperti itu. Gendis merasakan hal yang sama,tapi malah lebih pada rasa sedih bukan terharu. Hari ini dia akan menikah dengan seorang laki laki yang gak dia cintai,dan begitu juga sebaliknya Danar pun juga gak mencintainya. Ditambah lagi dengan ketentuan yang sudah Danar sampaikan,dari awal menjalani rumah tangga,pernikahan ini sudah akan diwarnai dengan perselingkuhan. Gendis terjebak dalam permainan Danar.


Ayah Gendis masuk kedalam kamar,memberitahu kalau calon pengantin pria dan keluarganya sudah tiba di rumah mereka. Ayah meminta pada ibu dan Tante Mayang untuk mengiring Gendis menuju ke ruangan ijab Qabul.


Ibu dan Tante Mayang mengiring dari samping kanan kiri Gendis,menuntun Gendis keluar kamar.


Di ruangan luar sudah ramai sekali para tamu menunggu. Gendis sedikit degdegkan bukan karena akan menikah,tapi dirinya malu saat semua mata memandang kearahnya.


Danar sudah duduk dikursi menunggunya,didampingi saksi dari pihak keluarganya,ibu menuntun Gendis untuk duduk disebelah Danar,dan ayah Gendis duduk diantara mereka,karena ayah yang akan menikahkan Gendis.


Setelah semua tamu duduk rapi siap menanti acara,pembawa acara mulai membuka dan membacakan susunan acara.


Beberapa saat kemudian acara ijab lancar tanpa terkendala,akhirnya terdengar kata SAH para saksi dari kedua pihak keluarga.


Dan hari ini Gendis resmi menjadi istri Danar,pernikahan sesungguhnya tapi ada permainan didalamnya. Sungguh perih hati Gendis sebenarnya,karena dia dan Danar mempermainkan sebuah pernikahan yang sakral.


Selesai mengucap ijab,pembawa acara menuntun pengantin wanita untuk sungkem kepada suami. Dengan berat hati Gendis harus melakukannya,dia harus mencium tangan Danar tanda baktinya kepada suami.


Setelah itu barulah pengantin sungkem kepada orang tua masing masing juga kerabat dekat lainnya.


Akhirnya acara sakral selesai,tinggalah resepsi yang akan digelar sampai sore hari saja. Semua tamu undangan sudah mulai menyantap hidangan yang tersedia dan ada juga yang mengobrol dengan para tamu lainnya. Gendis dan Danar duduk di pelaminan siap menyalami para tamu. sedang kedua orang tua mereka berbaur pada tamu tamu undangan.


"Bosen banget duduk disini" ucap Danar mengeluh.


"Kalau bosen boleh kok berbaur sama para tamu,ngobrol sama mereka" jawab Gendis memberi solusi.

__ADS_1


Danar menatap Gendis seperti gak suka dengan jawaban Gendis.


"Aku bosan bukan karena gak punya teman ngobrol,aku pengen acara ini cepat selesai"


"Sabarlah,sebentar lagi selesai"


"Mas Danar mau makan? ,biar aku ambilkan" tawar Gendis.


"Gak usah,," jawab Danar.


"Tapi aku lapar,kalau gitu aku makan duluan" kata gendis sambil berdiri dari duduknya.


Tiba tiba Tante Mayang menghampirinya.


"Gendis mau apa? Mau makan? Tante ambilin aja" tawar Tante Mayang.


"Iya Tante,aku lapar"


"Ya sudah tunggu disini saja,Tante ambilkan",Danar mau makan juga?" Tante Mayang bertanya pada Danar sebelum pergi.


"Enggak Tante,Danar belum lapar" jawab Danar sedikit gugup.


"Ohhh oke" jawab Tante Mayang sambil berlalu.


"Itu tadi siapa?" tanya Danar datar.


Gak lama Tante Mayang datang membawakan piring berisi nasi dan lauk rendang. Lengkap yang Tante Mayang bawakan untuk Gendis.


"Trimakasih Tante " ucap Gendis.


"Iya sayang sama sama"


"Beneran mas gak mau makan?" tanya Gendis memastikan Danar.


"Iya,,kamu makan aja" jawab Danar.


Gendis kemudian melahap makanannya karena memang perutnya sudah sangat lapar.Dia gak perduli dengan tatapan Danar karena Gendis tahu Danar sedang menatapnya. mungkin dia sebal melihat cara nya makan yang seperti orang kelaparan itu.


Sore hari acara selesai. Keluarga Danar pamit pulang. Ibu Nungki gak henti henti memeluk Gendis dan menciuminya.


"Nanti sudah selesai disini ibu boyong kerumah yaa?" pinta ibu Nungki.


Para tamu yang tinggal keluarga dekat Gendis tertawa mendengar kata kata Bu Nungki tadi.

__ADS_1


"Iya ibu gak sabar soalnya ngerasain punya anak perempuan" kata ibu Nungki lagi.


"Iya Bu nanti saya pasti kerumah ibu" jawab Gendis tersenyum.


"Danar ibu dan ayah pulang,kamu disini dulu sama istrimu,nanti kalau sudah lewat dari satu Minggu baru kalian boleh keluar rumah,pengantin baru gak elok kalau belum hari pasarannya itu keluar rumah" jelas ibu Nungki memperingatkan Danar.


Danar hanya tersenyum mendengar pesan ibunya itu.


"Baiklah kalau begitu kami pamit pulang" ucap ayah Danar pada keluarga Gendis.


Mereka saling bersalaman dan akhirnya keluarga Danar pun meninggalkan rumah orang tua Gendis.


Menjelang malam keluarga Gendis juga berpamitan pulang. Tante Mayang memberi pelukan dan ciuman pada Gendis dan memberikan pesan pesannya. Gendis tersenyum mendengar ocehan tantenya itu.


Dan akhirnya rumah kembali sepi,hanya tinggal pak Suryo,ibu Endang,Gendis dan Danar.


"Kalian istirahatlah" pinta ayah Gendis.


"Iya ayah,aku capek banget hari ini" kata Gendis menyetujui permintaan ayahnya.


Gendis masuk kekamar tanpa mengajak Danar.


"Ikutlah masuk kedalam kamar Gendis nak Danar" Terdengar ayah meminta Danar untuk mengikuti Gendis. Dan benar Danar mengikuti Gendis masuk kedalam kamar.


Gendis cuek saja,Gendis duduk didepan meja riasnya. Dia ingin membersihkan riasan diwajahnya. Karena sudah gerah dan panas sekali pori pori diwajahnya ingin segera mendapatkan udara. dilihatnya Danar merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Silahkan mandi dulu mas,tadi ibu bawakan mas pakaian gak?" Pinta Gendis dan bertanya


Danar gak menjawab permintaan Gendis.


"Mas,,seharian pasti berkeringat,kalau mandi dulu nanti segar dan tidurnya enak" jelas Gendis lagi.


" Kalau gak dibawakan pakaian nanti aku pinjamkan dulu baju ayah,pasti muat juga sama mas"


Tampak Danar bangun dari tidurnya.


"Sebentar,aku ambil koperku dimobil" kata Danar kemudian dan berlalu keluar dari kamar Gendis.


Tidak berapa lama Danar sudah kembali dengan membawa koper yang berukuran kecil dan menaruh disamping lemari pakaian Gendis.


"Kamar mandinya di mana?" tanya Danar sambil membuka koper untuk mencari peralatan mandi ya juga handuk dan pakaian ganti.


"Mas nanti keluar nah di sebrang kamarku ini ada kamar ibu,disebelah itu ada ruangan kecil,disitu kamar mandinya" jelas Gendis sambil membersihkan wajahnya dengan kapas.

__ADS_1


Danar hanya diam mendengar penjelasan Gendis gak mengucap apa apa,kemudian dia terlihat keluar dari kamar Gendis.


Gendis masih terus sibuk membersihkan wajahnya yang memang sulit untuk dibersihkan. Gak berapa lama Danar sudah masuk Kembali kedalam kamarnya dan sudah berganti pakaian. sekarang giliran Gendis yang ingin mandi karena rasanya memang sudah gerah sekali tubuhnya apalagi wajahnya.


__ADS_2