
Pagi sekali danar sudah bersiap ke kantor lagi,hari pertama bekerja lagi setelah pulang dari berbulan madu.
"Mas sudah mau berangkat?" tanya Gendis yang ternyata sedari pagi juga sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk Danar.
"Iya,soalnya ada pertemuan"
"Sarapan dulu "
"Iya,,," jawab Danar kemudian duduk dikursi dan menyeruput kopi putih dicangkir.
Cekatan Gendis melayani Danar.
"Kamu buat sarapan untukku?" tanya Danar saat mulai menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulut.
"Iya,dibantu bik Rahmi"
"Gak ikut sarapan bareng?"
"Nanti aja mas,belum lapar"
"Oh yaa,mau gak nanti siang aku antarkan makanan? Aku sekalian mau temui ayah,udah kangen banget"
"Bolehh,,"
"Setelah itu aku mau langsung ke rumah ibu sekalian antarin oleh oleh mas"
"Oke,,malam aku jemput kamu dan kita langsung ke rumah ayah dan ibuku,bawa sekalian oleh oleh untuk mereka" Danar setuju dengan permintaan Gendis.
"Siap mas"
Danar tersenyum,kemudian bersiap setelah selesai Engan sarapan ya dan meminum lagi kopi putih yang masih tersisa.
"Aku berangkat dulu,oh yaa nanti biar supir yang antar kamu ke kantor" .
"He emm"
Danar melangkah keluar ditemani Gendis.
Tiba tiba tubuh Danar berbalik menghadap Gendis,Gendis sedikit terkejut dengan sikap Danar itu.
"Ada apa mas,ada yang kelupaan?"
"Iya ada,mau ijin semoga saja diijinin" jawab Danar.
"Apa?"
"Boleh cium kamu?"
Gendis terdiam dan akhirnya sedikit tersipu
" kalau ijin aku malah bingung mas,mendingan tu tau tau nyium aja" jawab Gendis konyol.
"Hahaha,,,,oke oke,,,besok gak usah ijin lagi"
"Ya sudah aku berangkat yaaa,sepertinya hari ini gak diijinin" seru Danar dan berlaku dari hadapan Gendis.
Gendis tersenyum dan melambaikan tangan pada Danar ketika Danar sudah keluar dari halaman rumah bersama mobilnya.
"Belum juga jawab udah berprasangka duluan" gumam Gendis sambil masuk kedalam dan menutup pintu.
Gendis mulai mempersiapkan masakan untuk dia bawa nanti siang ke kantor Danar. Menyiapkan dua makan siang,satu untuk Danar dan satu untuk ayahnya.
Setelah itu Gendis juga menyiapkan oleh oleh yang akan dia berikan untuk orang tuanya dan juga orang tua Danar.
"Bik Rahmi" panggil Gendis sambil menghampiri bik Rahmi didapur.
"Iya mbak Gendis ada apa?"
"Emm ini oleh oleh buat bik Rahmi,bik Lina dan pekerja yang lainnya,,dibagi saja ya bik" jelas Gendis.
"Oh iya mbak,,trimakasih kok repot repot segala beliin kami oleh oleh" seru bik Rahmi senang.
"Enggak bik,masa begitu saja repot"
__ADS_1
"Iya,,kan bawaannya jadi bertambah"
"Bibik ini aneh,,,harusnya gak usah mikirin hal itu"
"Hehehe,,iya mbak Gendis,,sekali lagi trimakasih banyak"
"Iya bik sama sama" jawab Gendis tersenyum kemudian dia kembali lagi menuju kamarnya..
pukul 11 siang Gendis bergegas berangkat diantar oleh supir.
Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam akhirnya Gendis sampai di kantor Danar. Perjalanan dari rumah ke kantor Danar memang lumayan jauh.
Gendis masuk untuk menemui ayahnya dulu dan memberikan sekotak makan siang.
"Assalamualaikum ayaaahhh" sapa Gendis mengejutkan ayahnya.
Ayah tersontak kaget menatap Gendis yang sudah ada didekatnya.
"Waalaikum salam,hei anak ayah,,,kapan pulang nak?" seru ayah senang kemudian berdiri dan memeluk Gendis dengan sayangnya.
"kemarin siang yah"
"Syukurlah nak,,ayah kangen"
"Iya aku juga kangen sama ayah dan ibu"
"Oh ya ini aku bawain ayah untuk makan siang" Gendis menyerahkan kotak bekal pada ayahnya.
Ayah tersenyum dan menerima pemberian Gendis.
"Kenapa repot sekali nak,ayah bisa makan siang diluar atau dikantin"
"Gak apa ayah,lagian gak tiap hari aku bawakan makan siang untuk ayah"
"Iya,trimakasih nak" ucap ayah bahagia.
"Aku mau temuin mas Danar dulu yaa,ini aku juga bawain makan siang untuk dia"
"Oh oke nak"
"Iya iya nak"
Gendis tersenyum kemudian melangkah masuk keruangan Danar.
Gendis mengetuk pintu,dan terdengar sahutan dari dalam untuk menyuruh masuk.
Gendis membuka pintu dan segera masuk kedalam.
"Hai mas,,"
"Ohhh kamu Gendis" Danar menghentikan kegiatannya dan menghampiri Gendis.
"ini aku bawakan makan siang" Gendis mengerjakan kotak bekal pada Danar.
"oh iya,,trimakasih yaa" ucap Danar sambil menerima kotak bekal itu.
"Masih sibuk?" tanya Gendis.
"Sedikit,,tadi habis ada pertemuan dengan rekan bisnis,setelah itu ada lagi kerjaan di kantor"
"Oh,,ya mas"
"Emm,,aku mau langsung ke rumah ibu ya" pamit Gendis.
"Gak temani aku makan siang dulu?" tanya Danar.
"Mau ditemani?"
"Ya maulah"
"Ya sudah,aku temani mas makan dulu" Gendis akhirnya menuruti permintaan Danar,kemudian mereka berdua melangkah menuju kearah sofa untuk Danar menerima tamunya disana.
Gendis membantu Danar membukakan kotak bekal itu dan memberikan pada Danar.
__ADS_1
"Nanti aku saja yang antar kamu,tidak usah supir" jelas Danar.
"Memang ga gak sibuk?"
"Kan jam istirahat,lagian sesibuk ya aku ya masih bisa ajalah kalau mau mengantar kamu"
"Hemm,,ya mas"
"Pintar kamu masak ya,enak Lo" puji Danar kemudian.
"Iya mas,,trimakasih" ucap Gendis.
"Gak lupa kan oleh oleh ya dibawa semua?"
"Iya,aman mas"
"Hemm,,besok aku akan ada pertemuan lagi. Ada yang ingin bekerja sama dengan perusahaan ini,pertama kali akan mengadakan kerja sama" tiba tiba Danar bercerita soal pekerjaannya pada Gendis.
"oh iya mas,semoga kerja samanya berjalan baik"
"Iya,semoga saja. Semoga mereka akan tertarik dengan penawaran yang akan perusahaan ini berikan"
"Iya mas"
Danar selesai makan,dan mereka segera saja pergi keruang orang tua Gendis
Danar dan Gendis berpamitan dulu pada pak Haryo ayah Gendis.
Perjalanan dari kantor keruang orang tua Gendis memakan waktu hampir 1 jam. Dan akhirnya mereka sampai disana.
Gendis mengucap salam dan menekan bel.
"Anakku Gendis" seru ibu senang saat melihat Gendis diambang pintu.
"Ibuuu" gendis memeluk ibunya.
"Kapan pulang nak,kok gak kabari ibu?"
"kemarin siang Bu,,maaf gak sempat karena capek banget"
"Iya gak apa apa,ayo masuk".
Ibu tidak sadar kalau ada Danar juga mengantar Gendis.
"Ibu,,itu ada mas Danar" Gendis memberitahu ibunya .
"Ohh yaa,,maaaffff ibu sampai gak sadar ada nak Danar" ibu tersontak kemudian langsung mendekati Danar dan Danar menyalami ibu mertuanya itu.
"Sehat nak?"
"Iya Bu,," jawab Danar.
"Syukurlah,,ayo mari masuk"
Danar dan Gendis menuruti kemudian masuk kedalam rumah.
"Ibu,ini oleh oleh untuk ayah dan ibu" seru Gendis menyerahkan paper bag berusia oleh oleh pada ibunya.
"Kenapa mesti repot repot nak?"
"Enngaklah Bu"
"Oh iya nak Danar mau minum apa,,kita makan siang bareng yaa"
"Tadi saya sudah makan siang di kantor Bu,Gendis bawakan makanan untuk saya. Emm saya permisi saja dulu,soalnya kesini tadi mau antar Gendis" pamit Danar.
"Kok buru buru?"
"Iya maaf Bu,banyak pekerjaan di kantor"
"Baiklah nak,hati hati nak" akhirnya ibu Endang mengijinkan Danar untuk kembali kekantor.
"Gendis aku balik ke kantor,nanti aku jemput kamu ya" pamit Danar sambil bersalaman pada ibu mertuanya
__ADS_1
"Iya mas,hati hati "
"Iya,,," Danar berlaku sambil melambaikan tangannya dan Gendis membalas.