Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 60 diajak nonton konser


__ADS_3

Saat menikmati makan siang yang sudah kesorean tiba tiba Danar muncul dihadapannya.


Gendis menatap sekilas kemudian melanjutkan lagi makannya.


Sudahlah dia gak ingin berbaik baik dulu,nanti malah geer Danar merasa diperhatikan,kalau dia bertanya dari mana saja tadi.


"Kok makan sendirian?" tanya Danar sambil duduk dikursi makan tepat dihadapan Gendis.


Gendis hanya melengos tidak memperdulikan protesannya Danar.


"Aku juga lapar loo"


"Terus mas darimana?,aku cari cari mas gak ada,aku lapar,ya sudah pesan makanan saja tadi" jawab Gendis akhirnya.


"Dari jalan jalan diluar"


"Kenapa gak makan siang sekalian diluar sana?"


"Ya gak papa sih,maunya disini aja bareng kamu"


"Kalau mau ngajak liburan istri,jangan buat istri kelaparan,boleh marah,boleh kesal,tapi tetap harus bertanggung jawab dong" omel Gendis kesal.


"Kamu tadi tidur,,ya sudah aku tinggal saja keluar dulu" jelas Danar.


"Kan mas bisa pesan makanan dulu,nanti kalau aku sudah bangun bisa langsung makan"


"Kok jadi ngomel ngomel?"


"Laparrrr mas,,,bawaan lapar"


"Maaf,," ucap Danar.


"Dan ini kamu pesan makanan cuman untuk kamu?" tanya Danar kemudian.


"Enggak,,,ada tuh buat kamu" jawab Gendis sambil menunjuk kotak berisi makanan untuk Danar.


Danar tersenyum.


"Trimakasih yaaa masih mengingat aku"


"Hemmm"


Danar langsung saja membuka kotak makanannya,dan mulai menikmati makan bersama Gendis.


"Ntar malam nonton konser yuk" ajak Danar disela sela makannya.


"Ada artis ibukota datang"


"Aku sudah beli tiketnya" jelas Danar lagi.


"Yaa,boleh lah mas"


"Tapi dilapangan terbuka looo" Danar memberitahu.


"Kalau aku sih aman aja mas,nah mas ini emang biasa nonton dilapangan terbuka" jawab Gendis.


"Dulu pernah sih"


"Terus gimana rasanya?"


"Biasa aja,,ya cuman lebih seru aja,apalagi waktu itu habis hujan,,hemmm persis kerbau main dilumpur,hahahahaha"


"Ohh yaaa,,,pasti kalau sampe rela seperti itu nontonnya bareng pacar" tebak Gendis dan tersenyum menatap Danar.

__ADS_1


"Ahhh sok tau"


"Hahahaha,,tinggal bilang iya aja gengsi"


"Bukan gengsi,,gak bareng pacar,,bareng temen temen. Karena penasaran aja makanya nekad"


"Kalau aku,yaa biar biasa nonton konser yang seperti itu,tetep gak bakal berangkat kalau habis hujan" jelas Gendis.


"Ya kan kalau kamu,masalahnya ini aku" celetuk Danar sedikit sebal dengan kata kata Gendis tadi.


"Hahahaha,,," Gendis tertawa keras.


"Tapi tenang aja,nanti kita bakal dapet tribun yang Deket dengan panggung "


"Ya elah ngomong dong kalau dilapangan bola"


"Tetep yaaa pesen yang VVIP"


"Kalau aku sendiri ya aku pasti ditribun yang biasa aja,karena bawa istri masa iya aku bawa kamu ditempat yang gak nyaman"


"Aku kan biasa mas" protes Gendis.


"Iyaa,tapi kan jadi jauh jaraknya,gak bisa lihat jelas" jelas Danar lagi.


"Kok pengen nonton konser?" tanya Gendis kemudian.


"Yaa,,mumpung lagi ada yang konser disini kenapa gak?,lagian biar ada kenangan kalau pernah nonton sama kamu pas bulan madu"


"harus yaa?"


"Gak juga sih"


tanpa terasa mereka berdua sudah selesai makan,Gendis segera membereskan lagi meja makan yang berantakan.


Malam hari mereka bersiap untuk nonton konser artis ibukota yang datang ditempat mereka sedang bulan madu.


Danar pun juga tidak jauh berbeda dengan Gendis,memakai jeans yang sama dengan Gendis,dan juga kaos,dan lagi lagi rambutnya dibiarkan ikal terurai.


Mereka berdua sudah masuk kedalam mobil yang memang sudah tersedia divilla,dan mulai menyusuri jalan kita yang ramai sekali.


Beberapa menit mereka sampai ditujuan. Danar langsung membawa Gendis ketribun VVIP.


Tidak lama acara dimulai,dan beberapa penyanyi lokal terlebih dulu tampil sebagai pembuka acara.


Gendis dan Danar sama sama menikmati alunan musik dan juga suara sang penyanyi.


Dan akhirnya sang bintang tamu,bintang utama panggung muncul juga.


"Mass gak bilang siapa artisnya,,ternyata idola aku" seru gendis ditelinga Danar. Karena suasana yang ramai sekali jadi saat berbicara satu sama lain mereka harus sedikit berteriak.


"Ohh yaaa,,,kebetulan dong" jawab Danar juga dengan suara keras ditelinga Gendis.


Dan kembali Gendis dan Danar menikmati lagi lagu yang dibawakan oleh sang artis. Tanpa sadar pun Gendis juga ikut bernyanyi dan menggoyang goyangkan tubuh mengikuti alunan musik.


Danar memperhatikan tingkah Gendis dan tersenyum.


3 jam berlalu akhirnya konser musik itu berakhir. Danar dan Gendis segera keluar dari tribun dan langsung menuju ke parkiran mobil.


"Gimana,,suka gak bisa nonton konser dan ternyata artis idola yang tampil?" tanya Danar saat mereka sudah berada dijalanan yang ramai.


"yaaa lumayanlah mas"


Danar tersenyum kemudian kembali berkonsentrasi mengemudi.

__ADS_1


"Makan malam dulu yuk" ajak Danar kemudian sambil matanya sesekali awas kekanan kiri untuk mencari cari restoran.


"kayanya aku capek banget deh mas,gimana kalau kita pesan saja dan makan di villa"


"Okelah,,"


Beberapa menit kemudian mereka sampai di villa. Gendis bergegas kekamar dan berganti pakaian,setelah itu mencuci wajahnya.


Selesai dengan rutinitasnya Gendis keluar kamar kemudian duduk diruang tivi bersama Danar.


"Sudah pesan makanan?" tanya Gendis kemudian.


"Sudah" jawab Danar singkat.


"kapan kita pulang?" tanya Gendis lagi.


"Pulang? Kenapa harus buru buru pulang?"


"Mas memangnya gak sibuk?"


"Aku sudah serahkan semua urusan sama ayah kamu,aku percaya sama ayah"


"Gak usah mengkhawatirkan soal pekerjaan ku,aku ingin kamu bahagia saja disini"jelas Danar.


Tidak lama pesanan mereka datang. Gendis dan Danar segera saja menikmati makan malam berdua.


"Kamu tadi lucu ya?"


Gendis mengerutkan keningnya bingung dengan pernyataan Danar.


"Apanya yang lucu?" Gendis balik bertanya sambil melanjutkan makan.


"Gak sadar aja ikut goyang goyang waktu nonton tadi"


"Ohhh,,,hihihihi,,"Gendis tertawa tersipu.


"Gak sadar sudah mas,asyik aja tadi"


"Iya,,asyik banget gayamu"


"Trimakasih yaa udah bawa aku nonton konser" ucap Gendis kemudian.


"Yaa,,,aku bilang kan mumpung aja kita disini,dan lagi kapan lagi,belum tentu terulang lagi" jelas Danar..


Wajah Gendis berubah,lagi,lagi,dan lagi Danar selalu mengucapkan kata kata itu,entah dia sengaja atau tidak. tapi setiap kalimat itu keluar hati Gendis selalu teriris.


"Ahh Gendis kenapa kamu mesti merasa terluka? Apa yang ada dihatimu sekarang? Kamu sendiri tidak memiliki perasaan apapun pada Danar kan?"


"Ingin rasanya aku berteriak dihadapan Danar,,aku ingin bilang kalau ini tidak adil buatku"gumam Gendis dalam hati.


"Saat menginginkan itu Danar bersikap manis,layaknya suami yang sangat mencintai istrinya,ahhh,,itu akan berakhir kalau aku benar hamil dan melahirkan anak dia"


Gendis bimbang,,entah ada apa dihatinya saat ini,mungkinkah mulai ada rasa tapi takut mengakui,karena pasti tetap akan terluka.


Buat apa mengatakan perasaannya kalau itu tidak akan dibalas oleh Danar.


"Kamu hanya terjebak dalam permainan,dan kamu sejujurnya sedikit larut dengan perasaanmu pada Danar" bisik hati Gendis.


"Kenapa melamun?" tanya Danar membuyarkan lamunan Gendis.


Gendis tersentak kemudian tersenyum.


"Iya melamun sedikit,ingat ayah dan ibu" jawab Gendis berbohong.

__ADS_1


"Pantas saja tadi bertanya kapan akan pulang,ternyata rindu orang tua" seru Danar.


Gendis tersenyum dan kembali melanjutkan makannya meski sudah tidak selera lagi.


__ADS_2