Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 75 penjelasan Danar


__ADS_3

Gendis masih saja berdiam diri didalam kamar. Danar bingung dengan sikap Gendis yang berubah tiba tiba itu.


"Apa yang terjadi dengan Gendis,,apa ini salah satu ciri orang yang sedang hamil muda,malas bertemu suami,berdekatan juga tidak mau" tanya Danar dalam hati.


Danar mencoba masuk kembali karena waktu makan malam sudah tiba dan Gendis belum makan malam.


Danar masuk sambil membawakan Gendis makan malam dan juga susu.


"Gendis,,makan yaa " panggil Danar pelan sambil menghampiri Gendis ditepi kasur.


Gendis tidak merespon seruan Danar.


"Ada apa Gendis? Sejak aku pulang kamu tidak bicara sama sekali,bahkan kamu usir aku keluar kamar,apa aku ada salah?"


"Bilang Gendis,,apa yang buat kamu marah sama aku kalau memang itu yang kamu rasakan sama aku saat ini?" tanya Danar lagi dengan sabar.


Gendis membalikkan tubuhnya dan menghadap Danar.


kemudian dia meraih ponselnya,membuka pesan yang tadi siang dia terima.


"Nih lihat,,ada yang mengirimiku ini tadi siang" seru Gendis sambil menyerahkan ponselnya.


Danar menerima ponsel itu,dan mengerutkan keningnya saat melihat beberapa foto dan juga video antara dia dan Lalita.


Kemudian Danar menghela nafas berat dan memberikan ponsel Gendis lagi.


"Jadi ini yang bikin kamu berubah dari saat aku pulang tadi?" tanya Danar kemudian sambil menatap wajah Gendis lekat.


"Kalau memang ada hal yang mengganjal dihatimu kenapa gak kamu bicarakan dari tadi,malah diam saja,menyiksa diri"


"Mas,,aku bilang apa waktu itu? kalau aku hamil nanti aku cuman minta sama kamu,,,jangan buat aku stress,,jangan buat rasa bahagiaku itu hancur,,,kamu mau kan aku baik baik saja?"


"Terus kenapa ada foto kamu dan Lalita masuk ke ponselku,,dan entah siapa orang yang mengirim itu?"


"Gak boleh yaaa,,aku bahagia dimasa masa kehamilan,,meski itu hanya sesaat dan pura pura saja,,gak bisa ya mas menahan barang sembilan bulan saja untuk tidak mendekati Lalita,,atau paling tidak jangan sampai aku tau lah mas" jelas Gendis dan Suarnaya mulai terdengar serak menahan tangis dan juga emosinya.

__ADS_1


"Setelah anak ini lahir,,,tenang saja mas,,,aku akan pergi dari kehidupanmu,aku serahkan anak ini walaupun berat,,tapi biarlah kalau itu akan membuatmu bahagia"


Dan air mata Gendis pun tak kuasa lagi ditahan. Gendis menangis.


Danar meraih tubuh itu dan memeluknya erat.


"Kamu percaya kalau foto itu karena aku sengaja menemui dia?,dan kamu percaya aku juga sengaja melakukan ini sama kamu?" tanya Danar lembut sambil terus mengusap bahu Gendis untuk menenangkan hatinya.


"Aku tidak tau,,hanya kamu yang tau mas,,dan aku juga gak bisa menebak perasaanmu,,dari awal juga aku sadar diri mas,,tapi bolehkan aku meminta itu saja,,toh aku juga mengandung anakmu,,aku berhak bahagia walau hanya sembilan bulan saja"


"Kamu berhak bahagia selamanya bersamaku Gendis,,," bisik Danar.


"Dan kalau seperti itu,,apa artinya itu mas?,sedang kamu saja tidak mencintaiku"


"Aku juga gak mau mas berharap,,aku bisa menerima keadaan ini,sikap manismu,perhatianmu dan kasih sayangmu itu karena aku anggap kita ini hanya ingin agar aku bisa menjalani kehamilan ini dengan baik baik saja"


"Aku sudah bilang kan,kita sama sama belajar untuk jatuh cinta? Harusnya kamu jangan merasa seperti itu? Itu bagian dari yang sedang aku lakukan untuk bisa mencintaimu,menyayangimu dengan setulus hati"


"Gendis,,kamu jangan berpikir ini hanyalah main main,,ini hanya karena aku masih saja bermain peran,kenapa kamu tidak percaya dengan permintaan ku waktu itu? Kenapa kamu masih saja anggap ini seolah olah hanyalah sementara?" jelas Danar lagi dan semakin mengeratkan pelukannya pada Gendis.


"Daann aku minta maaf,,ini memang kebodohanku,,aku masih saja mau menemui Lalita,,tapi aku harus jelaskan sama kamu,,dengarkan aku dan percayalah sama aku" jelas Danar sambil melepaskan pelukannya dan memegang rahang wajah Gendis meminta Gendis untuk menatapnya.


"Disana kami membicarakan masalah kemarin,,dia memohon sama aku agar tidak mengkasuskan masalah kemarin itu,awalnya aku tidak terima Gendis,ingin sekali aku menjebloskan dia kepenjara agar dia jera"


"Tapi karena dia memohon dan berjanji akan menjauhi kita,,akhirnya aku menyetujui permintaannya,,tapiii Gendis,,aku juga ingin menyerahkan masalah ini sama kamu,,,aku tidak bisa memutuskan begitu saja sebenarnya,,"


"Sebenarnya dengan menjebloskan dia kedalam penjara dia akan semakin susah untuk berbuat yang tidak tidak lagi tehadap kita,terutama denganmu"


"Jadi,,kalau memang kamu ingin dia dipenjara,,bilang saja,aku akan segera buat laporan kepolisi" jelas Danar panjang.


"Tidak perlu mas,,biarkan saja dia akan mendapat balasan sendiri suatu saat nanti" Gendis menolak.


"Dan soal Poto itu,,aku juga tidak tau siapa yang melakukannya dan mengirimkan ke kamu,,entahlah apa itu juga rencana Lalita,,sengaja ingin menyakitimu"


"Gendis,,aku mohon percayalah sama aku,,,aku sudah katakan pada Lalita,kalau dia masih saja mengganggu kita dan melanggar janjinya,,aku tidak akan segan segan melakukan tindakan hukum untuk dia"

__ADS_1


"Dan kamu lihat,,apakah didalam Poto itu terlihat aku sedang bermesraan dengan dia?" tidak kan?"


"Dan pertemuan itu juga tidak lama,,,selesai bicara aku meninggalkannya"


Gendis memalingkan wajahnya enggan menatap Danar.


"Aku tidak akan berbuat hal bodoh,,kalau bersamamu saja aku sudah mendapatkan apa yang aku mau?"


"Bukannya mas menginginkan sesuatu yang belum terwujud bersama Lalita?,makanya mas ingin agar aku hamil,,melahirkan anak ini,kemudian mas akan melanjutkan rencana mas bersama Lalita dengan membawa anak ini?"


"Kamu masih tidak percaya denganku? Masih berpikiran aku tetap dengan tujuan awalku?" tanya Danar tegas.


Gendis hanya di dan menundukkan wajahnya.


"Tidak apa apa kalau kamu tidak percaya,,kan hanya waktu yang bisa membuktikan"


"Sekarang aku cuman mau bilang,,,saat ini aku semakin terus ingin belajar mencintaimu,,maka dari itu aku tidak akan mau dan berniat untuk menyakitimu apalagi sampai membuatmu kecewa,,,disini,,didalam perut ini ada anakku,,yang sedang kamu perjuangkan agar tumbuh dengan sehat,,,masa aku tega Gendis menyakitimu" bisik Danar sambil menyentuh perut Gendis dan membelainya lembut.


Gendis menatap tangan Danar yang terus bermain diperutnya,kemudian beralih menatap Danar.


perlahan tangannya menyentuh tangannya dia arahkan pada Danar dan menyentuhnya pelan.


"Maafin aku mas,,,aku cemburu,,boleh kan mas aku cemburu,,,dan aku juga kecewa itu saja,,aku kecewa mas masih bertemu dengan dia"


"Kenapa tidak boleh cemburu,,," jawab Danar tersenyum.


"Yaa,,maafin aku sudah buat kamu kecewa,,dan tidak ada alasan sebenernya aku harus menuruti Lalita"


"Maafin aku yaaa,,," ucap Danar lagi dan kembali memeluk Gendis erat.


"Takut terulang lagi,,,"


"Tidak akan,,kalau terulang lagi,,dan menemui dia lagi,aku memang bodoh namanya" jawab Danar.


Gendis tersenyum dan membalas pelukan Danar erat.

__ADS_1


"Sekarang makan,,minum obat setelah itu minum susunya dan segera istirahat" perintah Danar lembut.


Gendis menuruti perintah Danar tanpa membantah.


__ADS_2