Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 8 malam pertama mendengar dengkuran


__ADS_3

Danar tampak bersiap untuk tidur,tapi dia masih memeriksa beberapa pekerjaannya melalui laptopnya. Gendis sudah mendengkur dengan sukses disampingnya. Mau gak mau dia harus tidur disatu ranjang dengan Gendis. Selama masih ada di rumah orang tua Gendis Danar tidak bisa berlaku seenak enaknya,dan harus bisa bersikap manis dihadapan orang tua Gendis. Sebelum tidur Gendis sudah memberi batas menggunakan guling ditengah tengah kasur.


"Tunggu saja nanti kalau kamu sudah tinggal bersamaku,kita tidak akan berbatasan seperti ini lagi,tapi aku akan menaruhmu dikamar sendiri. Aku gak mau satu kamar denganmu" ucap Danar pelan. Entah Danar merasa enggan sekali berdampingan seperti itu. Meski Gendis cantik tapi itu gak mampu meluluhkan hatinya.


Apalagi dia harus bersabar karena ibunya meminta untuk tinggal sementara dirumah orang tua Gendis hingga satu Minggu lamanya,karena orang tua yang terlalu mengikuti adat istiadat,mau gak mau Danar menuruti karena malas berdebat dengan ibunya..


Jadi dia harus menahan diri untuk tidak menemui Lalita kekasihnya,padahal hampir setiap hari dia bertemu dengan Lalita dan jujur malam ini Danar sangat merindukannya.


Harusnya malam ini dia sedang bermesraan dengan kekasihnya itu. Lalita adalah wanita yang sudah memberikan segalanya pada Danar termasuk kesuciannya. Setiap mereka bertemu,mereka selalu check ini ke hotel hanya untuk menuntaskan hasrat mereka berdua.


Harusnya malam pertama dia lakukan dengan Lalita,bukan malah ada disamping wanita yang gak dia cintai ini.


"Ahhh Lalita aku rindu" gumam Danar sambil memejamkan matanya. pikirannya melayang pada Lalita,gemas sekali Danar saat bermain cinta dengan Lalita. teringat tubuh seksi yang selalu lebih agresif darinya,selalu meminta untuk diatas dan mengendalikan permainan. Lalita yang liar dan nakal,membuat sensasi bercinta mereka penuh fantasi.


Danar mulai pusing dan pikirannya semakin gak karuan. Entah kenapa Lalita selalu terbayang dan membuat gairahnya bangkit,sedang yang ada disampingnya bukan Lalita. tapi Danar terus menahan diri agar gak tergoda dengan nafsunya ,karena bisa jadi dia akan menggoda Gendis untuk mau melayaninya,padahal dia sudah berjanji gak akan menyentuh Gendis sedikitpun.


Makin lama fantasi permainan dirinya dan Lalita semakin menjadi jadi. Danar semakin gak kuat untuk menahan gairahnya. Danar segera berdiri dari duduknya dan memilih untuk keluar dari kamar.


Danar menuju keruangan tengah,ruangan sudah sangat sepi,kedua orang tua Gendis mungkin juga sudah tertidur. Danar menuju lagi kearah samping rumah,dia memutuskan untuk menghisap rokok disana dan mengontrol keadaannya.


Hampir satu jam Danar berada disana. Dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk kembali kedalam kamar.


Gendis masih tertidur pulas dengan suara dengkuran sedikit keras.


"Bikin ilfil saja" gumam Danar.


"Cewek mendengkur keras banget" .


"Gak anggun sama sekali" celoteh Danar mencela Gendis.


Merasa sangat geli mendengar dengkuran Gendis.


Tapi akhirnya Danar memutuskan untuk segera tidur karena matanya sudah mengantuk dan tubuhnya pun sangat lelah.


Pagi hari Danar terbangun dan sedikit terkejut karena masih begitu asing rasanya. Gendis sudah gak ada disampingnya dan tempatnya tidur semalam pun sudah rapi.


Tiba tiba pintu kamar terbuka. Tampak gendis masuk dengan membawa nampan berisi secangkir minuman. Gendis mendekat kearahnya dan menaruh minuman itu diatas nakas.


"Teh hangatnya mas" kata Gendis memberitahu Danar.


"Kenapa repot repot bikinkan aku teh?"

__ADS_1


"Kalau bukan ibu yang menyuruhku aku juga malas sebenarnya mas" jawab Gendis kesal sambil berlalu meninggalkan Danar .


Danar membuka ponsel. Dan terlihat beberapa pesan masuk diaplikasi hijau dan semua itu dari Lalita.


Danar tersenyum saat membaca pesan pesan itu yang semuanya berisi omelan dan amarah Lalita. Sudah pasti Lalita cemburu.


Danar membalas pesan Lalita.


* Sayang,,cemburu ya*


*Sayang tenang aja,aku gak akan tergoda dengan dia,semalam aku sama sekali gak menyentuh dia*


*aku malah teringat sama kamu,sampai gak bisa tidur*


*aku kangen sama kamu,aku malah ingin bercinta sama kamu sayang bukan sama dia*


*sayang sabar ya tunggu aku bisa menemui sayang lagi,nanti kita check in di hotel lagi dan kita bercinta sepuasnya*


Pesan itu hanya dibaca dan sepertinya Lalita enggan untuk membalasnya.


*sayang,,,jangan marah sayang harus sabar yaa * Danar mengirim pesan lagi pada Lalita. Dan lagi lagi hanya dibaca oleh Lalita.


Akhirnya Danar menutup ponselnya karena kalau Lalita sudah seperti itu bukan melalui pesan atau telpon lagi merayunya,harus menemuinya dan memberikan hadiah untuknya.


"Mas Danar gak mandi?"


"Ya ini mau mandi" jawab Danar sambil berlalu dari hadapan Gendis kemudian keluar kamar dan menuju kekamar mandi.


beberapa saat mereka sudah berkumpul diruang makan untuk sarapan bersama.


"Nak Danar hari ini saya harus ke kantor,karena ada pengerjaan saya yang sedikit menumpuk. Maaf saya tidak bisa menemani nak Danar di rumah" jelas ayah Gendis membuka obrolan sebelum sarapan.


"Gak apa apa Yah" jawab Danar dan sudah ikut memanggil ayah pada pak Suryo.


Ayah Gendis tersenyum.


"Ayo nak Danar sarapan" Pinta ibu kemudian.


kemudian mereka ber empat sarapan bersama.


Pak Suryo berpamitan untuk pergi ke kantor setelah selesai sarapan. Ibu mengantar kedepan. tinggalah Danar dan Gendis di ruang makan.

__ADS_1


"Semalam kamu tidur mendengkur keras sekali" Danar memberitahu Gendis.


"Memangnya mas Danar gak begitu?,aku terbangun dijam 3 subuh untuk sholat tahajud ehh dengar dengkuran mas Danar keras sekali,seperti orang habis kerja rodi" jelas gendis gak mau kalah,karena dia tahu Danar sedang ingin membuka aibnya.


Danar tersipu gak menyangka Gendis akan membalasnya.


Dan Danar terkejut ternyata Gendis melaksanakan sholat malam. Dan saat melaksanakan itu Gendis terganggu dengan suara dengkurannya. Tapi ah sudahlah,dia kan gak tahu kalau gendis akan sholat tahajud,dan dia memang juga sangat lelah jadi wajar kalau tidurnya mendengkur.


Danar dan Gendis selesai sarapan. Gendis membereskan meja dan Danar langsung menuju keruang tengah untuk bersantai disana sekalian memeriksa kembali pekerjaannya melalui laptop.


Tiba tiba ponsel Danar berdering dilihatnya ternyata nama Lalita yang tertera dilayar. Danar enggan mengangkatnya karena merasa tidak enak,takut ibu mertuanya akan memergokinya. jadi dia acuhkan saja dan men-silent Suaranya.


notifikasi pesan aplikasi hijau berbunyi


Danar membuka karena tahu itu pasti Lalita


*kenapa gak diangkat?*


*kamu ada di mana sekarang?*


*enggak ke kantor?*


*atau jangan jangan kamu bulan madu*


Danar tersenyum membacanya.


Danar membalas


*sayang jangan marah marah dong*


*aku gak angkat karena aku sedang ada di rumah orang tua Gendis *


*ibuku memintaku untuk tinggal disini dulu selama satu Minggu karena adat mereka*


*sayang aku gak bulan madu,jangan berpikir gitu dong"


*sabar ya,kalau aku sudah keluar dari rumah ini kita pasti bertemu*


Lagi lagi setelah Danar membalas pesan,Lalita hanya membaca dan tidak membalasnya lagi.


*tuh kan sayang marah,pasti hanya dibaca*

__ADS_1


*maafkan aku ya sayang*


masih tidak ada balasan dari Lalita. Akhirnya Danar menutup ponselnya. Dia harus berpikir bagaimana dia bisa keluar dari sini untuk memenuhi Lalita. Karena Lalita sudah terlalu marah padanya. Danar gak ingin ini berkepanjangan.


__ADS_2