Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 45 Danar tidak berubah


__ADS_3

"Kecewa ibu sama kamu Danar!" ucap ibu Nungki lirih.


"Ibu mohon perbaiki sikapmu,perbaiki dirimu,jadilah suami yang bertanggung jawab"


"Ibu,,,Danar minta maaf. Danar tidak seperti ini lagi" ucap Danar kemudian dan menghampiri ibunya.


"Ahh rasanya sulit sekali mau percaya sama kamu sekarang nak"


"Ibuuu,,,"


"Bagaimana kalau ayahmu tahu hal ini,kasian ayahmu Danar. Berharap kamu akan menjadi penerusnya,tapi ayahmu masih saja belum berani untuk mempercayakan semuanya kepadamu,banyak pertimbangan Danar,salah satunya ya ini tadi"


"Hati seorang ibu sangatlah peka,apalagi kalau memang ada hal yang tidak benar,tapi ibu masih berharap itu hanya dugaan ibu,,,ibu curiga pernikahan kalian hanyalah sesuatu yang dipaksakan"


"Danar,,,ibu takut nak kamu menjadi hilang kendali hanya karena duniawi,,sadarlah nak. Tidak berat syarat untuk menjadi anak yang baik,cukup patuhlah kepada kami dan jadilah laki laki bertanggung jawab"


kata kata yang keluar dari ibu Nungki bukanlah semata dugaan,tapi itulah kata kata yang keluar dari hati seorang ibu yang sangat peka dan tau kalau pernikahan yang dijalankan oleh anaknya memang sesuatu yang dipaksakan.


"Jangan sampai kamu menikahi Gendis karena ada sesuatu dibalik ini,dan kamu Gendis,,,jujurlah nak,jadilah wanita yang tegas dan jujur,jangan kamu menutupi apa yang terjadi" kali ini ibu Nungki memperingatkan Gendis.


Ahh gendis bimbang,dari awal inilah yang dia takutkan,dia sudah berbohong pada orang tua Danar dan mengikuti permainan Danar,karena pemikiran Gendis terlalu simpel saat Danar mencapai tujuannya dia akan meminta cerai segera.


Yaa,,,sesimpel itu pikiran Gendis,,tapi sekarang apa yang terjadi? Sampai saat ini Danar masih belum mencapai tujuannya,lagi lagi karena kepekaan orang tua dan kebodohan Danar yang tidak bisa menyimpan rapat perselingkuhannya dengan lalita,sampai orang tuanya mengetahui hal itu.


Justru sekarang orang tuanya memiliki syarat yang lain kalau Danar ingin mendapatkan kemauannya,yaitu harus memiliki anak darinya.


Dan bukan tidak mungkin orang tua Danar akan semakin menuntut hak itu,karena ibu Nungki semakin curiga dengan pernikahan mereka.


Apa yang harus Gendis lakukan,,haruskah dia jujur pada orang tua Danar,meski dia tahu akibatnya? Danar akan murka padanya. Tapi ahh tidak apa apa,kalau dia jujur kemungkinan saja orang tua Danar akan membantunya untuk bisa bercerai dari Danar.


"Yaa,,aku harus jujur pada ayah dan ibu,aku sudah berbohong dan berbuat dosa,,aku gak ingin ini terus berlanjut. biarlah mas Danar marah padaku nanti" gumam Gendis didalam hati dan bertekad akan berbicara jujur pada kedua orang tua Danar.


"Ibu kemari ingin menjenguk anak ibu,memberi semangat,membantu Gendis biar dia bisa istirahat,karena selama di rumah sakit sudah tentu istirahatnya kurang. tapi hari ini ibu kecewa sekali dengan kalian" kembali ibu Nungki berkeluh kesah dan wajahnya memang terlihat gurat gurat kekecewaan yang begitu besar pada Danar dan Gendis.

__ADS_1


"Lebih baik ibu pulang saja,semoga kalian berdua mengerti,dan kalian mau jujur"


"Ibu,,Danar rindu ibu,Danar rindu saat sakit selalu ada ibu yang menemani jadi Danar minta ibu temani Danar yaa" Danar mencoba merayu ibunya.


"Ibu harus pulang,ada Gendis yang merawatmu,itupun kalau dia masih bersedia" kata kata sindiran ibu mertua Gendis sangat menusuk dihati Gendis. Dirinya memang bersalah tapi tidak semua perkiraan ibu mertuanya itu benar,Gendis rela merawat dan selalu bersedia kalau memang Danar masih mau dia ada disisinya


Tapi Gendis memilih diam,dia gak akan pernah mau melawan ibu mertuanya yang sangat baik padanya. Gendis memaklumi ibu mertuanya sampai berkata seperti itu,karena dia terlampau kecewa.


Kemudian ibu Nungki segera meninggalkan rumah Danar dan kebetulan supirnya memang menunggu.


Ibu Nungki pergi dengan kekecewaan sampai sampai dia enggan berpamitan dan memeluk Gendis dan Danar.


"Istirahat mas" pinta Gendis kemudian.


"Kepalaku pusing" keluh Danar sambil duduk disofa dan memijat mijat keningnya.


"Yaa harusnya mas istirahat total hari ini"


"Mas juga harus tau,ibu pasti akan datang untuk menjenguk mas. Harusnya tadi tegas sama Lalita,dan menolak dia untuk datang kemari" Gendis mencoba menasehati Danar.


"Kasian ibu mas harus kecewa lagi. Aku sebenarnya terserah mas mau apa,aku gak perduli,tapi mas disini aku terlibat,aku terlalu jauh terlibat dalam permainan mas. Dan ibu sudah curiga dengan kita,lihat gimana ibu pun marah denganku"


"Bisa tidak usah dibahas?" Danar memprotes keluhan Gendis.


"Kenapa kamu gak mau membahas?,kita gak bisa seperti ini terus mas"


"Aku masih dengan tujuanku,kah tetap menjadi istriku"


"Kemungkinan akan ikuti apa yang diinginkan ibu" kata Danar membuat Gendis mengerutkan keningnya karena tidak mengerti maksud Danar.


"Yaa,,,satu satunya cara kamu harus hamil anakku"


Gendis terperanjat tidak menyangka sama sekali Danar mengambil keputusan itu.

__ADS_1


"Masss,,," Gendis ingin protes tapi rasanya suaranya tercekat dikerongkongan.


"Kenapa? Kamu istriku kan?"


"Tapi,,,aku hanya istri mainanmu kan? Gak adil mas kamu menginginkan aku hamil anakmu,tapi semua demi kesenanganmu"


"Tapi anak itu akan menjadi anak sah untukku,anak yang akan menjadi pewaris,apalagi orang tuaku sudah berjanji,kalau aku mendapatkan anak darimu,barulah mereka akan memberikan warisan itu meski atas nama anakku,tapi tentu aku yang tetap mengelola semuanya"


"Masss,,kamu belum berubah ternyata" protes Gendis.


"Aku tidak akan berubah untuk yang satu itu"


"Aku gak setuju mas,,ini jahat banget,kamu merugikan banyak orang"


"Sebagai istri yang baik kamu harus patuh pada suami" tegas Danar.


"Tapi kalau itu memberatkan ku aku berhak menolak mas"


"Tidak"


"Masss,aku pikir kamu berubah,,ternyata kamu kembali seperti dirimu yang pertama kali ku kenal"


"Sudahlah,turuti perintahku"


"Ahhh,,,mas kamu sungguh tidak adil" Gendis masih terus protes. Gendis benar benar tidak sanggup membayangkan apa yang akan dia alami nanti,beberapa hari kedepan.


Danar ternyata memang orang yang ambisius dan akan melakukan apa saja demi tercapai tujuannya.


Yang ditakutkan Gendis terjadi juga,ternyata memang benar,setelah sembuh dari sakitnya Danar kembali pada sifat aslinya.


Gendis beranjak dari hadapan Danar dan segera masuk kamarnya. Dia malas berdebat dengan Danar yang keras kepala itu.


"Hhhhhh,,,,kenapa tidak adil sekali,ibu sekarang ikut marah padaku" keluh Gendis. Dia rebahkan tubuhnya diatas kasur.

__ADS_1


"Kenapa harus aku yang bertemu denganmu?" keluh Gendis lagi.


Kembali Gendis harus membayangkan apa yang akan dia hadapi nanti. Apa dia mampu melakukan apa yang diinginkan Danar demi memenuhi hasratnya dan keserakahannya.


__ADS_2