Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 61 bersitegang


__ADS_3

"Gendis aku mau keluar" pamit Danar saat mereka sudah selesai makan malam.


Gendis mengerutkan keningnya kemudian melihat jam yang ada diponsel dan sudah menunjukkan jam 11 malam.


"Mau kemana malam malam gini mas?" tanya Gendis kemudian merasa aneh


"Ya cari udara segar"


"Ini kan sudah larut mas"


"Gak apa apa,cuman sebentar" jawab Danar kemudian pergi meninggalkan Gendis yang masih terlihat aneh.


"Malam malam gini mau kemana?" mas Danar sering ninggalin aku disini sendiri,terus apa artinya bulan madu kalau masih suka pergi sendiri?" gumam Gendis.


Gendis bergegas saja masuk kedalam kamar,membersihkan diri,berganti pakaian setelah itu naik keatas kasur untuk segera istirahat.


Gendis tidak juga bisa tidur,meski mata mulai mengantuk tapi hatinya gelisah. Sedari tadi hanya membolak balikkan tubuh kekanan dan kekiri.


Pikirannya terus melayang pada Danar,lelaki yang ingin memiliki anak dari rahimnya hanya karena ambisi bodohnya,lelaki yang sulit ditebak pikirannya.


Bertingkah manis kalau ada maunya setelah itu cuek kembali seolah tidak pernah terjadi apa apa diantara mereka.


Akhirnya Gendis terlelap tanpa menunggu Danar kembali.


Hingga pagi Gendis terbangun,Gendis terkejut Danar masih belum ada disisinya. Apa mungkin dia tidur dikamar yang lain?


Masih dalam keadaan mengantuk Gendis memaksakan diri untuk bangun dan kemari kamar. Dia ingin mencari Danar dikamar lain,mungkin memang dia tidur disana.


Villa i i cukup besar,dan tersedia 3 kamar didalamnya. Gendis langsung saja menuju kamar yang bersebelahan dengan kamarnya saat ini,tapi Danar tidak ada didalam.


Gendis mencari lagi dikamar satunya dan tetap dia tidak menemukan Danar.


"Kamu tidur dimana mas,kenapa gak pulang?" tanya Gendis didalam hati.


Perasaanya mulai gelisah,ada apa dengan Danar saat ini.


Gendis mengecek ponselnya siapa tahu Danar menghubunginya,ternyata tidak juga.


Gendis kembali kekamar dan memutuskan untuk mandi setelah itu kembali menanti kepulangan Danar.


Tidak lama terdengar deru mobil memasuki halaman villa,Gendis berharap itu Danar.


Gendis tidak beranjak dari sofa ruangan tengah,hanya menunggu dengan hati yang deg degkan.


Dan ternyata memang Danar datang dengan wajah sedikit sembab,entah kurang tidur atau habis menangis.


"Ahh masa dia habis menangis,ada apa?" tanya Gendis didalam hati.


"Darimana mas?" tanya Gendis saat Danar mendekat padanya.


"Kenapa semalam gak pulang? Kamu kemana? Tidur dimana?"


"Kok tanyanya seperti lirik lagu gitu?" tanya Danar dan masih bisa bercanda tidak perduli dengan kekhawatiran Gendis.


"Emang orang seperti mas tau lagu begitu?"


"Tau,,"


"Aku serius mas,,kamu darimana?"

__ADS_1


"Nggak ngeliat ni raut wajahku yang khawatir?" .


Danar tersenyum


"Itu wajah kenapa sembab?" tanya Gendis kemudian menyelidik.


"Gak tidur semalaman,,,atau habis menangis?"


"Nangisss?hahahahahaha,,,"


"Terusss kenapa?"


"Iya aku gak tidur semalaman"


"Kamu dimana memangnya?"


"Di Pub,,,bareng temen,sewaktu mau pulang dia ngelarang,katanya lama gak ketemu,kebetulan hari ini dia sudah balik lagi kekotanya" jelas Danar panjang.


"Kok gak ngabarin?" tanya Gendis lagi dan kali ini Gendis sudah mulai terlihat kesal,Danar benar benar gak menghargainya,malah seenaknya semalaman meninggalkan dirinya di villa sendiri.


"Memangnya kamu nungguin?"


"Enggak,,aku tidur "


."Terus kenapa berharap dihubungi?"


Gendis terdiam dan mulai merutuki diri sendiri.


"Yaa benar buat apa aku ingin dia menghubungiku? ternyata memang aku gak pernah penting buat dia"


"Maaf,aku lupa buat ngabarin kamu? Ngobrol sepanjang malam" jelas Danar kemudian.


"Gitu aja ya mas?,cukup meminta maaf"


"Terus aku harus gimana? Bagus aku masih mau minta maaf,lagian juga kamu gak sedang menunggu aku kan?"


"Aneh mas,kamu bawa aku kemari,tapi beberapa kali kamu pergi tanpa ada kabar"


"kapan aku tinggalin kamu tanpa ada kabar?" tanya Danar.


"Yang waktu itu,,yang siang tiba tiba kamu gak ada,kamu biarin aku kelaparan" jelas Gendis.


"Dasar perempuan,selalu mengungkit ungkit yang sudah lewat"


"Ya biar kamu tau mas"


"Kenapa kamu marah marah?"


"Aku gak marah,cuman kesal percuma aja kamu bawa aku bulan madu tapi sering kamu tinggal" protes Gendis dengan nada mulai emosi.


"Waktu itu kamu tertidur kan,gak mungkin aku bangunkan hanya untuk ijin pergi" jelas Danar.


"Aku ngantuk udah gak usah dibahas lagi" kata Danar dan berlalu meninggalkan Gendis


"Ahh Gendis kenapa kamu marah marah,kenapa kamu serasa ingin diberi perhatian,sudah Gendis jangan sok perhatian juga,gak akan pernah dibalas oleh Danar" batin Gendis dan terduduk disofa.


Kali ini Gendis memutuskan untuk keluar,dan pergi menikmati suasana diluar sendirian.


Gendis mengunjungi pantai,menikmati sarapan disana sambil mendengar deburan ombak dan juga angin yang deras.

__ADS_1


Gendis masih belum ingin kembali lagi ke villa,hatinya juga masih terlalu kesal dengan ucapan dma sikap Danar tadi pagi.


Tetapi tiba tiba Danar menelponnya. Gendis melihat sekilas layar ponsel dan tidak berniat untuk mengangkat telpon itu.


Beberapa kali Danar menelpon,tapi Gendis sama sekali tidak ingin mengangkatnya.


Tidak lama Danar mengirimkan pesan


*Kamu dimana?*


"aku jemput sekarang*


*kirimkan alamat*


"Buat apa dia mau jemput,kenapa saat aku yang pergi dia mengusikku" gumam Gendis kesal.


Danar mengirim lagi pesan


*kenapa hanya dibaca?*


*aku mau jemput kamu*


*kamu balas dendam?*


"Anehhh,," gumam Gendis lagi dan sama sekali tidak berniat membalas pesan dari Danar.


"Yahh iyalah itung itung memang balas dendam,,enak saja dia bisa berlaku seperti itu,terus aku gak boleh melakukan hal yang sama"batin Gendis.


Gendis menghabiskan sarapannya dan kembali menikmati suasana pantai yang masih sedikit sepi,mungkin karena masih lagi belum banyak pengunjung yang datang.


Danar sepertinya juga sudah berhenti mengirim pesan untuknya.


Akhirnya saat sudah mulai tengah hari Gendis memutuskan kembali ke villa,karena panas juga sudah terasa menyengat.


Sampai di villa Danar sudah menunggunya diruangan tengah dan wajahnya terlihat sedang menahan amarah.


"Ada apa mas?" tanya Gendis sambil meletakkan tas kecilnya disofa.


"Kenapa kamu hanya baca pesanku?"


"Aku bilang mau jemput kamu,darimana saja kamu?"


"Dari pantai mas,,di villa bosan"


"Kenapa gak ijin,dan kenapa gak mau balas pesanku?" hardik Danar.


"Lohh kenapa dia sewot?" tanya Gendis didalam hati.


"Orang aneh,saat dia pergi semaunya aku gak repot,kenapa saat aku yang pergi seperti tawanan saja"


"Kenapa diam?" seru Danar keras.


"Kamu kenapa sih mas? Kamu marah dan kesal?"


"Yaa,,,aku mencarimu,dan aku kesal kamu hanya baca pesanku"


"Maasss,,,udah aku capek" jawab Gendis mengalihkan pembicaraan.


"Kamu kalau diajak bicara kenapa seperti sengaja menghindar"

__ADS_1


"Bukan gitu mas,,aku capek,pengen mandi terus istirahat" jawab Gendis dan langsung saja pergi dari hadapan Danar,enggan untuk ribut.


__ADS_2