Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 73 apakah rasa itu ada


__ADS_3

"Sayang,,kita ke rumah sakit saja ya,kita cek keadaanmu,aku takut terjadi sesuatu dengan kandunganmu" Danar memohon pada Gendis untuk mau dibawa ke rumah sakit.


"Enggak usah mas,,aku mau istirahat di rumah saja"


"Mas disini,jangan kemana mana"


"Iya,aku gak akan tinggalin kamu"


Gendis melepas pelukan Danar,kemudian berbaring dengan meringkukkan tubuhnya.


Danar menatap Gendis dengan rasa menyesal dan tidak tega.


"Tega kamu Lalita,,sudah menyakiti Gendis"gumam Danar didalam hati.


"Gendis,,aku belum sempat memberi kabar pada orang tuaku tentang kehamilanmu,,bagaimana kalau aku telpon mereka dan meminta mereka kemari?" tanya Danar lembut pada Gendis.


"Iya mas,kabari saja"


Danar mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan segera menelpon ibunya.


Danar hanya meminta orang tuanya datang,dan akan memberitahu saat mereka disini nanti.


"Sudah sayang,ayah dan ibu akan kemari"


Danar menemani Gendis hingga tertidur dan dengan telaten Danar mengulang kompresan dilengan Gendis,mengusap usapnya pelan. terkadang Gendis merasa terganggu tidurnya karena usapan tangan Danar.


Tidak lama ayah dan ibu Danar datang,Danar menemui mereka.


"Gimana kabar kalian nak?" tanya ibu


"Baik Bu,,," jawab Danar sambil menyalami mereka bergantian.


"Gendis dimana?"


"Ada di kamar,sedang tidak enak badan"


"Dia sakit?


Danar mengangguk,ibu Nungki bergegas menuju kekamar Gendis dan langsung datang menyongsong tubuh Gendis dan memeluknya dari samping.


Gendis terperanjat dan mangaduh kesakitan.ibu Nungki tidak sengaja menyentuh lengan Gendis yang memar.


"Aduh maaf nak,kenapa?"


Gendis terbangun dan baru sadar ibu mertuanya ada didekatnya.


"Ibu,,,kapan datang?" tanya Gendis kemudian.


"Barusan saja,,Danar bilang kamu sakit?"


Gendis tersenyum dan berusaha untuk duduk dan bersandar disandaran kasur.


"Kamu kenapa?"


"Emm,,ibuuu" seru Danar perlahan.


"Ada kabar bahagia untuk ibu dan ayah"

__ADS_1


"Oh yaa,apa itu,,,?" tanya ibu penasaran .


"Ayah dan ibu sebentar lagi akan punya cucu" jelas Danar.


Sontak wajah ibu Nungki berubah sumringah,benar benar tidak menyangka dan itu berita yang sangat membahagiakan.


Begitu juga dengan pak Suryo,sang ayah langsung menghampiri Gendis kemudian mengusap kepala Gendis penuh kasih sayang.


Ibu Nungki pun tersadar dan langsung memeluk Gendis serta menciuminya.


"Alhamdulillah,,ya Allah,,doa ayah dan ibu terkabul" ucap ibu Nungki butiran bening pun menetes dari sudut matanya.


"Ibu bahagia nak,,,"


Gendis tersenyum saat mendengar ungkapan bahagia dari kedua mertuanya itu. Bahagia sekali rasanya Gendis dikelilingi oleh orang orang yang menyayanginya.


Danar pun kini juga semakin berubah,,dan Gendis merasakan perasaannya kini terhadap Danar,Gendis takut kehilangan Danar.


"Danar,,sejak kapan kalian tahu Gendis hamil?" tanya ibu pada Danar.


"Kemarin Bu,,dan baru sempat memberitahu ayah dan ibu hari ini"


"Wajahnya sembab,,apa tidak enak badan nak?"


"Iya Bu,,,rasanya mual saja,dan gak pengen makan apapun"


"Tapi harus tetap makan yaa,,biar kamu kuat,sehat dan janin yang ada dikandunganmu bisa berkembang dengan baik" ibu Nungki memberi perhatian dan nasehat pada Gendis.


"Makanlah apa saja yang kamu bisa makan nak,jangan menuruti tidak pengen makan"


Gendis mengangguk menuruti nasehat ibu mertuanya itu.


"Tadi aku pulang yah,karena sejak pagi khawatir dengan kondisi Gendis" jawab Danar sedikit berbohong. dia tidak ingin ayahnya tau apa yang terjadi tadi.


"Yaa,,Gendis memang butuh perhatian khusus"


Mereka berbincang bincang hingga tidak terasa hari sudah sore. Ayah dan ibu Danar berpamitan pulang.


"Mas,,aku pengen mandi,gerah banget rasanya" seru Gendis pada Danar saat Danar masuk kembali kekamar setelah tadi mengantar ayah dan ibunya keluar.


"Iya,,mau dibantu?"


"Gak usah mas,bisa kok"


kemudian Gendis bangun dari tempat tidur,perlahan berjalan menuju kekamar mandi.


Danar menunggu Gendis takut Gendis butuh pertolongannya.


Gendis keluar dari kamar mandi dan wajahnya terlihat begitu segar,dia berjalan menghampiri Danar yang tersenyum menatapnya.


"Jangan jangan bener ya kata ibu kamu" celetuk Danar .


Gendis menatap Danar tidak mengerti maksud perkataan Danar.


"Ibu kamu kan bilang,,katanya kalau ada wanita hamil dan dia itu terlihat cantik pasti anaknya cewek,,nahhh aku lihat kamu ini semakin cantik,semakin bersinar,,mungkin anak kita cewek yaa"jelas Danar langsung mengerti raut wajah Gendis yang bingung tadi.


Gendis tersenyum mendengar penjelasan Danar.

__ADS_1


"Hahaha,,kita kan gak tau itu bener apa enggak mas"


"Iya,,tapi apapun kondisimu aku akan tetap menerima kok,seorang istri yang sedang hamil itu harus diperhatikan,harus disayangi,dimengerti"


"Kalau sudah tidak hamil gimana?"


"wah ini pertanyaan yang memancing? Sepertinya ingin tahu hatiku saat ini yang sebenarnya sama kamu yaa"


"Ihh geer ,aku kan tanya begitu itu ingin tahu aja masa iya kalau sudah tidak hamil terus perhatiannya jadi berkurang, dan tidak sayang lagi"


Danar mengacak rambut Gendis gemas.


"yang jelas sekarang aku bahagia Gendis"


"bukan bahagia karena apa yang mas inginkan bakalan terwujud?" tanya Gendis mengingatkan tentang rencana Danar.


Danar menatap Gendis kemudian meraih bahu Gendis dan memeluknya erat.


"Tidak,,,aku sudah melupakan rencana itu,,kehamilanmu membuat aku sadar,dan aku tidak butuh itu semua,,yang aku inginkan sekarang adalah,,kamu sehat,kamu baik baik saja,dan anak kita lahir dengan selamat begitu juga kamu" bisik Danar memberi ketenangan untuk Gendis.


"Aku ingin kamu bahagia,aku ingin kamu tenang saat bersamaku"


"Mas,,,apakah Lalita akan selalu ada diantara kita?"


"Aku sudah berjanji pada hatiku,,apapun itu akan aku tinggalkan,,termasuk Lalita,,berkat kehamilanmu Gendis aku berubah pikiran,,aku pikir aku masih saja akan tetap pada rencanaku,,tapi tidak,,,ternyata kehamilanmu bisa merubah segalanya"


"Bagaimana kalau dia masih saja menggodamu?"


"Gendisss,,apakah kamu mencintaiku?"


"Kenapa mas malah bertanya hal itu,,bukannya menjawab pertanyaanku?"


"Kalau kamu takut tergoda dengan Lalita,itu artinya kamu mencintaiku?"


"Mas,sudah aku bilang waktu itu,,,aku minta sama mas,,kalau aku hamil tolong jaga aku,,jangan buat aku stress biar aku bisa menikmati kehamilanku ini dengan rasa bahagia,,,dan meski semua ini hanya sementara,perlakuan manismu hanya mas lakukan saat aku hamil,aku tidak apa apa,,asal jaga kewarasanku itu saja mas"


"Dan kamu masih berpikir,,kalau aku hanya melakukan ini semua karena kamu hamil?" tanya Danar sambil melepas pelukannya dan menatap Gendis lembut.


"Yaa,,,"


"Makanya kamu takut untuk bilang cinta,dan mencintaiku?"


"Yaa,,,"


Danar tersenyum,,


"Dan kita sudah sepakat kan untuk sama sama belajar jatuh cinta?"


"Biarkan rasa kita ini mengalir Gendis,,,aku menyayangimu,dan aku ingin menjagamu"


ucap Danar.


Gendis terdiam dan menjauh dari Danar.


Danar masih mempermainkan perasaannya,dia menjebaknya,membuat Gendis mengakui kalau dia mencintai Danar,,tapi Danar malah berkata yang ambigu,,,


Gendis kesal sebenarnya tapi haruskah dia memaksa?

__ADS_1


Masa dirinya harus seperti wanita yang mengemis


sedang Danar,,dia tertawa dalam hati..karena dia sengaja ingin menggoda Gendis. Dan Danar juga sejujurnya masih malu mengakui perasaan cintanya pada Gendis.


__ADS_2