Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 26 nasehat Danar pada Lalita


__ADS_3

Danar mengetuk pintu rumah Lalita. Pagi ini dia sudah berkunjung ke rumah Lalita karena kebetulan juga ini hari Minggu.


Pintu terbuka dan terlihat Lalita keluar dari balik pintu.


"Sayang,,kok gak ngabarin kalau mau kesini?" Lalita tampak terkejut.


"Iya sengaja sayang" jawab Danar .


"Masuk sayang"Lalita menggandeng tangan Danar masuk kedalam.


"Duduk mas" pinta Lalita lagi. Dan Danar menuruti Lalita.


"Mau bawa aku jalan yaa?" tanya Lalita kemudian.


"Ya boleh kalau sayang mau" jawab Danar.


"Ke mana sayang? Apa sayang berubah pikiran,mau lihat rumah yang aku tunjukkin itu barangkali?" kata Lalita dengan ras percaya dirinya.


Danar tersenyum


"Enggak sayang,kalau soal itu aku gak akan berubah pikiran" jawab Danar kemudian.


Wajah Lalita langsung berubah yang tadinya ceria menjadi cemberut.


"Oh ya sudah sayang tegur tuh perempuan?" Lalita mencari topik obrolan lain.


"Emm,,sudah,,tapi tetap saja lagi lagi Kamu yang salah"


Lalita mengerutkan keningnya bingung dengan penjelasan Danar.


"Kenapa jadi aku yang salah?" tanya Lalita kemudian.


"Ya memang kamu yang salah,atau lebih tepatnya suka mempermalukan diri sendiri dan aku juga"jawab Danar.


"Aku mempermalukan diri sendiri,gak ngerti deh aku sayang" kata Lalita tampak bersikap biasa saja padahal sepertinya dia tahu maksud pembicaraan Danar.

__ADS_1


"Ya sayang,,,ngapain juga sayang samperin dia? Harusnya kan gak perlu,malah malu sendiri kan?"


"Sayang ngadu sama aku dan aku termakan omongan sayang tanpa mencari dulu apa masalahnya,dan membela sayang didepan dia,ternyata apa?"


"Memang benar dia yang memperlihatkan uang transferan dariku,tapi kan sayang yang mulai dengan menghina dia" jelas Danar lagi menasehati Lalita.


"Hemmm mulai yaaa,sayang sudah mulai bela dia ya" Lalita terlihat tidak suka atau lebih tepatnya cemburu.


"Bukan membela dia sayang,tapi memang dia benar"


"Mulai sekarang jangan usik dia lagi,jangan memulai pertengkaran"


"Apakah tidak cukup aku sudah melimpahkan semuanya ke kamu? Meski dia istriku tapi kamu yang selalu dihatiku"


"Tapi sayang kamu pun juga perduli sama dia,kamu memberi dia uang" protes Lalita.


"Wajar aku memberi dia uang,itu sudah kewajibanku sebagai suami. Apalagi sayang kami menikah karena memang permintaanku,jadi gak mungkin aku lepas tangan terhadap dia,aku tetap bertanggung jawab menafkahinya"


Lalita menatap Danar dengan perasaan tidak suka dan marah.


"Bukannya kamu juga mendapatkan apa yang kamu mau kan?" jelas Danar.


"Ya tapi sekarang kamu harus berbagi kan,kamu harus memberi juga pada dia"


"Menyesal aku mengijinkan mu menikah dengan dia,padahal waktu itu kamu bilang hanya sebagai syarat saja agar orang tuamu segera memberikan warisan untukmu. tapi sampai sekarang semua masih begini saja,urusanmu entah kapan selesai,akhirnya kamu masih harus terikat sama dia dan malah memberinya nafkah"kata Lalita menumpahkan perasaanya.


Danar terdiam karena lagi lagi dia juga masih bingung dengan keadaan.


Lalita masih belum tahu apa yang orang tuanya inginkan sekarang,bukan hanya menikah dengan wanita yang bukan Lalita,tapi juga meminta agar dirinya punya anak dari Gendis.


"Sabar sayang,,," hanya itu yang Danar ucapkan berharap Lalita bisa tenang.


"Sabarku sudah aku lakukan dar pertama pacaran denganmu" jawab Lalita kesal.


"Aku pasti akan menceraikan dia,tapi untuk saat ini belum bisa"

__ADS_1


"Sampai akhirnya nanti kamu jatuh cinta sama dia dan gak jadi menceraikan dia endingnya,duhhh bahagia banget yaa"


"Jangan berpikir seperti itu sayang,aku gak akan jatuh cinta sama dia"


"Ahh rasanya gak mungkin gak terjadi sayang" Lalita gak percaya dengan kata kata Danar.


"Atau kita menikah siri saja,dan kita membeli rumah itu kemudian kita tinggal disana" bujuk Lalita.


Danar menatap Lalita dan tidak setuju dengan usul Lalita itu.


"Sayang,,,kalau orang tuaku sampai tahu bisa semakin berat masalahku,dan benar benar hilang warisan itu"


"Hhhhh sudahlah terserah kamu saja" Lalita semakin kesal pada Danar. Karena sepertinya usahanya membujuk Danar selalu gagal.


"Kita jalan yuk" ajak Danar mencoba merayu Lalita.


"Sudah hilang moodku"


"Hemmm,,,ya sudah aku pulang saja" kata Danar sambil berdiri dari duduknya dan berpamitan pada Lalita yang masih saja marah.


Danar melajukan mobil di jalanan yang cukup ramai. Danar membelokkan mobil dihalaman sebuah kafe yang sudah ternama dan tempat dia biasa nongkrong bersama teman dan kadang Lalita.


Danar masih enggan pulang,tadinya ingin mengajak Lalita jalan tapi Lalita marah padanya.


Danar memesan satu gelas capucino dan menikmati kesendiriannya di kafe itu.


Saat saat seperti ini membawanya kepada wajah Gendis.


Sungguh berbeda antara Lalita dan Gendis.


Satu wanita manja dan keras


Satu lagi wanita keras tetapi lembut


Entah sudah berapa lama dia hidup terikat bersama Gendis.

__ADS_1


Karena menganggap bukan hal yang istimewa Danar sampai enggan untuk menghitung berapa lama sudah pernikahannya dengan Gendis.


__ADS_2