Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 71 cek kedokter


__ADS_3

Malam hari Danar bersiap membawa Gendis untuk memeriksakan kehamilannya,hanya untuk lebih meyakinkan dan berkonsultasi pada dokter.


"Apa kata dokter mas? Apa dokter Rama praktek dihari Minggu? tanya Gendis memastikan.


"Sebenarnya libur,tapi karena aku memaksa akhirnya dia mau,kebetulan juga dia sedang tidak sibuk "


"Jadi kita kemana? Ke rumah sakit?"


"Tidak,kita akan ke tempat dia praktek,spesial buat kita dia rela buka praktek malam ini"


"Mas itu sama saja mengganggu hari liburnya dokter Rama,kan bisa besok mas"Gendis merasa tidak enak dengan tingkah suaminya ini yang seenaknya saja meminta sang dokter untuk membuka praktek spesial untuknya.


"Aman saja Gendis,yukk kita berangkat keburu malam,setelah itu kita akan kabari orang tua kita tentang kabar bahagia ini"


"Ya mas"


Danar mengemudi mobil menuju ketempat praktek sahabatnya dokter Rama,dan kebetulan juga tidak terlalu jauh dari rumah mereka.


"Kamu gak pengen beli apa gitu? Atau mau makan dulu?"


"Enggak mas,,lagi gak pengen apa apa. Sebenarnya perut masih terasa tidak nyaman,bawaannya mau muntah aja,tapi untungnya masih bisa nahan" jelas Gendis.


"Tapi kalau mau sesuatu bilang saja yaa"


"Iya mas"


Tidak lama mereka sampai ditujuan. Danar menggandeng Gendis masuk kedalam ruangan praktek dokter Rama dan tidak perlu lagi mendaftar karena mereka memang pasien spesial.


"Hallo sobatku Danar,apa kabar?" sapa dokter Rama saat Danar dan Gendis masuk kedalam.


"Baik dokter"


"Silahkan duduk"


Danar dan Gendis duduk dikursi yang ada didepan meja kerja dokter Rama.


"Gimana bulan madunya,sukses?" tanya dokter ramah menggoda.


"Hahahaaa,,makanya aku kemari Ram,,sepertinya saranmy waktu itu sukses berat"


"Hahahaa,,,okelah.." dokter Rama yang tadi sudah ditelpon oleh Danar dan mendapat cerita dari Danar soal istrinya meminta Gendis untuk naik kebrankar karena Rama akan memeriksa.


"Kapan terakhir ibu Gendis datang bulan?" tanya dokter Rama.


"ehh,,sekitar sebulan lalu dok,saya juga lupa,tapi memang baru sadar saya tidak datang bulan lagi sebulan ini"


"Ohh begitu,,hari terakhir datang bulan itu untuk memastikan usia kandungannya" jelas dokter Rama lagi dan meminta Gendis kembali duduk dikursinya.


"Istri kamu sudah memasuki kehamilan 4 Minggu,,dan biasanya di trimester pertama akan mengalami mual,morning sick,artinya akan sering mual dipagi hari. Dan itu berpengaruh pada kondisinya,biasanya akan malas untuk makan,hanya mau makan pada satu makanan saja,Dann berhati hati di trimester pertama ini,jaga kondisi usahakan untuk makan makanan bergizi,agar janin berkembang dengan baik" jelas dokter Rama.


"Kira kira berapa lama Gendis akan mengalami masa itu? " tanya Danar ingin tahu.


"ya tergantung kondisi ibu Gendis,biasanya akan terjadi sampai usia kandungan memasuki 12 Minggu,setelah itu ibu Gendis akan memasuki fase dimana ibu akan merasakan mengidam"


"Nah untukmu Danar,perhatikan istrimu,jaga kondisinya,jaga perasaanya,jangan buat dia stress atau hal hal yang bisa mengganggu pikirannya dan akhirnya bisa mengganggu perkembangan janinnya"


"Konsumsi vitamin,buah buahan,obat penambah darah,dan susu khusus wanita hamil",dan nanti akan saya resepkan untuk obat obatannya" jelas dokter Rama lagi pada Gendis dan Danar.


"Trimakasih Ram,,sudah mau aku repotkan dihari liburmu" ucap Danar pada Rama.


"Bersyukur saja aku sedang tidak sibuk" jawab Rama. Dan keduanya tertawa.


"Ingat jaga kondisi,dan peran suami itu sangat penting"


"Siap bro,,aku jaga istriku dengan sebaik baiknya"


"Yaa harus belajar dan bersiap jadi suami siaga,dan nanti menjadi orang tua yang bertanggung jawab" pesan dokter Rama lagi pada Danar.


Danar tersenyum dan tiba tiba membelai perut Gendis mesra.


"Papah akan jaga mamah dan kamu sayang" ucap Danar.


Gendis tersipu malu saat Danar memperlakukannya seperti itu.


"Baiklah,,kita permisi,dan gimana kalau aku mentraktirmu malam ini" tawar Danar pada dokter Rama.


"Wahh trimakasih sob,lain kali saja,setelah ini aku ingin menemui lagi seorang pasien,ada dua pasien spesial malam ini"


"Hahaha,,oke,,,trimakasih nanti aku transfer"


"Wahhh,,,tidak usah buru buru"


"Tidak bisa begitu,sahabat sahabat,kalau soal pembayaran ya wajib gak boleh gratis"


"Hahahahaqaa,,,okeee,trimakasih sob" jawab dokter Rama.


Danar dan Gendis keluar dari ruangan dokter Rama.


"Kita makan dulu?"

__ADS_1


"Enggak mas,,belum pengen makan. Kita langsung saja kerumah ayah ibuku,,boleh kan mas"


"Iya boleh,,," jawab Danar tersenyum.


Danar dan Gendis sudah sampai di rumah orang tua Gendis. Ibu menyambut dengan gembira


"Wahh gak kasih kabar kalau mau kesini" seru ibu Endang sambil menggandeng tangan Gendis masuk kedalam.


"Iya,,tadi kami dari dokter Bu"


"Ada apa,siapa yang sakit?"


"Hehehe,,,jangan panik gitu Bu,,," Danar berusaha menenangkan ibu mertuanya.


"Ya sudah yuk masuk itu ayah sedang menonton tivi"


Danar dan Gendis dan juga ibu Endang masuk keruangan tengah.


"Hai anak anak ayah,,,kenapa tidak beri kabar kalau akan kemari?" tanya pak Haryo senang dengan kedatangan anak anaknya.


"Mereka baru pulang dari dokter yah" jelas Bu Endang.


"Lohh,,ada apa,,siapa yang sakit?" tanya ayah tak kalah cemas seperti istrinya.


"Tidak ada yang sakit yah" jawab Gendis sambil duduk disamping ayahnya dan bergelayut manja. Danar tersenyum melihat tingkah Gendis yang masih seperti anak kecil itu.


"Terus ada apa?"


"Begini yah,,ibu,,emmmm kami punya kabar bahagia untuk kalian" jelas Danar.


"Gendis hamil"


"Alhamdulillah,," ucap ayah dan ibu hampir bersamaan.


Dan seketika ayah langsung memeluk Gendis penuh haru dan rasa bahagia. Pak Haryo menciumi anak semata wayangnya itu dengan rasa kasih sayang yang luar biasa.


Begitu juga ibu Endang langsung menghampiri Gendis dan memeluknya erat..


Danar yang melihat itu pun terharu,tanpa disadari air matanya keluar dari ujung matanya,dan Danar cepat mengusapnya.


Danar merasakan betapa pak Haryo dan Bu Endang sangat menyayangi dan mencintai Gendis dan tetap menjadikan Gendis putri kecil mereka.


"Dijaga bener bener ya nak kehamilanmu ini" pesan Bu Endang sambil mengelus pergi Gendis yang masih rata.


"Kalau mau apa apa bilang sama ibu"


"Iya,tapi aku belum kepengen apa apa,," jawab Gendis.


"Semoga tetep mau makan,dan masa masa seperti itu gak terlalu lama" jelas ibu Endang lagi.


"Menurut cerita,,kalau wanita hamil itu males,males mandi,wajahnya kusam,pokoknya terlihat sangat tidak menarik,,itu katanya anaknya cowok,dan memang bener loo,,dan nak Danar kalau nanti Gendis mengalami itu,,jangan ilfil yaa,tetep sayang sama istrinya,tetep diperhatikan,,kan itu bawaan hamil"


"Hee iya buuu,,saya akan selalu menjaga Gendis,apapun nanti Gendis saya selalu sayang" jawab Danar.


"Nahh,,,kalau misalnya nanti Gendis ini terlihat cantik,menarik,seneng berdandan,bersih,wangi,katanya itu nanti anaknya perempuan"


"Kok bisa seperti itu ya Bu?" tanya Danar penasaran.


"Nahh gak tau itu,tapi itu memang nyata " jelas ibu Endang lagi sambil terus memperlakukan Gendis dengan manis.


"Makan ya nak" bujuk bu Endang kemudian.


"Belum lapar,,"


"Kamu belum makan Lo Gendis " seru Danar juga sudah mulai khawatir.


"enggak pengen makan apa apa mas"


"Buah mau?" tawar ibunya lagi.


Gendis menggeleng.


"Aku belum tau ibu,,rasanya itu memang dikepalaku itu gak ada yang aku pengenin,dan aku juga gak lapar"


"Oh yaa,aku suruh asistenku untuk beli susu khusus ibu hamil,,kamu harus sudah mulai minum Gendis"


Danar langsung menelpon asisten pribadinya untuk mencarikan Gendis susu hamil,dan meminta untuk membelikan susu dengan merk yang terbaik.


"Sekarang kita pulang saja ya,siapa tau nanti diperjalanan kamu pengen sesuatu,atau ada yang kamu pengen beli" Danar mengajak Gendis pulang.


Gendis menuruti permintaan Danar. Akhirnya mereka berpamitan pulang.


"Nanti biar aku kabari ayah dan ibuku lewat telpon saja soal kehamilanmu,aku gak mau kamu terlalu lelah,aku ingin kamu sehat Gendis" .


"Ya mas,aku juga rasanya lemes banget" jawab Gendis.


"Iya,," jawab Danar sambil membelai kepala Gendis lembut.


📎📎📎

__ADS_1


Pagi hari Gendis mengalami yang namanya morning sick,Gendis bangun dari tidurnya dan langsung berlari kekamar mandi karena perutnya terasa mual sekali.


Danar yang sekarang sudah tidur disatu kamar dengan Gendis ikut terbangun dan mengikuti Gendis kekamar mandi.


"Mual yaa sayang?" tanya Danar iba melihat keadaan Gendis.


Gendis mengangguk kemudian membasuh wajahnya dengan air.


"Duhhh mual banget" keluh Gendis.


"Iya,,sabar yaaa,,,"


"Masih mual?" tanya Danar lagi


"Udah gak mas"


"Ya sudah yuk tiduran lagi"


Gendis mengangguk kemudian mengikuti Danar menuju ketempat tidur lagi.


"Mau pakai minyak angin?"


"Enggak mass,aku gak suka baunya,malah bikin tambah mual"


"Aku buatkan susu ya"


Gendis mengangguk pelan..


Yaa sepertinya hanya susu hamil saja yang bisa dia konsumsi dan diterima perutnya saat ini.


Danar keluar dari kamar untuk membuatkan susu Gendis.


Tidak berapa lama masuk kembali dan menaruh susu itu diatas nakas.


"Mau minum sekarang?"


"Nanti sebentar lagi yaa "


"iya,,"Danar menuruti permintaan Gendis.


Gendis terlihat terlelap lagi tanpa meminum susunya terlebih dulu.


Danar merasa tidak tega melihat keadaan Gendis saat ini,harus merasakan mabuk saat hamil,dan pasti itu sangat menyiksa.


Danar mandi karena dia harus kekantor.


Danar sudah rapi dengan pakaian kantornya dan menyemprotkan parfum dipakaiannya.


Tiba tiba terdengar Gendis muntah lagi dan berlari lagi kekamar mandi.


Danar cepat menyusulnya,tapi Gendis mendorong Danar.


"mass,jangan dekat dekat,aku muntah karena tidak tahan bau parfummu,,,please jangan pakai parfum itu" mohon Gendis.


Danar sedikit bingung tapi akhirnya paham,ini mungkin salah satu hal yang bisa memicu Gendis mual an muntah yaitu bau parfum.


"Iya iya sayang,aku ganti pakaian ya dan ini akan segera aku suruh bik Rahmi mencucinya,agar baunya hilang"


Danar bergegas mengganti pakaiannya dan membawa baju yang bau parfum tadi ke arah londryan dibelakang didekat arah dapur.


Saat kekamar lagi Gendis sudah duduk ditepi kasur.


"Maaf mas tadi aku gak sengaja mendorong kamu,itu karena aku tidak tahan dengan baik parfum yang mas pakai" Gendis meminta maaf karena merasa bersalah.


"Iya gak apa apa sayang,,gak akan ku pakai lagi parfum itu" jawab Danar sambil membelai kepala Gendis manja.


"Susunya diminum ya,aku mau kerja kalau kamu belum habiskan susu itu aku gak akan tenang"


Gendis mengangguk dan meminta tolong Danar untuk mengambilkan gelas susu itu


Perlahan Gendis meminumnya hingga habis.


Danar tersenyum senang melihat Gendis bisa menghabiskan susu itu.


"Aku berangkat ke kantor boleh?" tanya Danar sambil berdiri didepan Gendis yang masih duduk ditepi kasur. Danar mengangkat kepala Gendis meminta Gendis untuk menatapnya.


Gendis melingkarkan kedua tangannya dipinggang Danar mesra.


"Iya boleh,,"


"Kalau ingin aku pulang kamu telpon saja yaa,,jangan merasa tidak enak"


"Iya,,"


"Makan yaa,,nanti aku minta bik Rahmi masak untukmu,masak makanan yang bergizi"


"Iya,nanti aku coba untuk makan mas" jawab Gendis patuh pada Danar.


"Ya sudah,,aku berangkat,," pamit Danar dan mengecup kening dan juga bibir Gendis mesra.

__ADS_1


Gendis tersenyum saat Danar berlalu darinya.


__ADS_2