
Seminggu berlalu Danar sudah benar benar sehat dan sudah bisa kembali lagi bekerja,dan kebetulan hari ini hari Minggu jadi Danar berada dirumah.
Gendis berencana ingin sekali berkunjung kerumah orang tuanya dan bermalam disana.
Saat berada diruang makan untuk sarapan Gendis meminta ijin pada Danar. Biar kesal dan hubungannya tidak pernah membaik tapi Gendis masih berusaha menghormati Danar,terlebih Danar pemilik rumah jadi tidak mungkin Gendis pergi begitu saja.
"Mas,,hari ini aku mau kerumah ibu"
Danar menatap Gendis sesaat kemudian kembali lagi melanjutkan suapannya.
"Dan aku ingin bermalam,kemungkinan aku mau lama disana" jelas gendis lagi.
"Ya,," jawab Danar singkat memberi ijin Gendis.
"Trimakasih mas"
"Jam berapa kamu pergi?"
"Setelah sarapan" jawab Gendis.
"Siapa yang mengantarmu"
"Gak ada,aku naik taksi saja "
"Aku yang antar,apa kata orang tuamu nanti kalau kamu pergi kerumah mereka naik taksi" putus Danar.
"Hemm,,ya " Gendis mengiyakan tanpa protes.
Selesai makan Gendis berpamitan pada kedua asisten Danar,setelah itu mengambil koper yang masih ada didalam kamar.
"Banyak ya pakaian yang kamu bawa?" tanya Danar saat melihat Gendis turun tangga dengan membawa kopernya.
"Enggak juga mas"
"Siapa tau mau gak balik lagi kesini"
Gendis menatap Danar dan gak menyangka Danar akan bicara seperti itu.
"Hemmm ngusir secara halus,manis dan lembut ya" tanya gendis sengaja menyindir sambil berlalu dari hadapan Danar.
Danar tampak mengikuti Gendis menuju keruang tengah.
Gendis memakai sepatu kets nya dan bersiap berangkat..
"Aku sudah siap,jadi gak mengantarku?" tanya Gendis kemudian.
"Yaa,,jawab Danar" kemudian berjalan keluar rumah dan mengeluarkan mobil dari garasi.
Saat mobil sudah ada dihalaman Gendis segara turun dan masuk kedalam mobil.
"Kenapa pagi sekali kamu pergi?" tanya Danar saat mobil sudah berada dijalanan yang masih lengang.
"Biar cepet fresh otakku" jawab Gendis sekenanya.
Danar tampak diam saja,tumben gak ngegas saat Gendis berkata begitu.
"Mampir dulu mas,ke toko donat dan kue,aku sudah pesan tinggal diambil,mau bawain ayah dan ibu kue" pinta Gendis memberitahu Danar.
__ADS_1
"Yaa,,," jawab Danar.
"Gak jauh lagi kok,,,tuhhh diujung jalan itu" tunjuk Gendis pada ujung jalan yang kira kira sekitar 200 meter lagi.
Dan gak lama mereka sampai didepan toko kue yang ditunjukkan Gendis.
"Sebentar ya mas"
"Tunggu aku ikut" Danar juga keluar dari mobil dan berjalan beriringan masuk kedalam toko kue yang masih sepi,karena memang masih pagi.
"Mbak,mau ambil pesanan saya,atas nama Gendis" Gendis memberitahu pelayan toko.
"Oh iya mbak ,,mari mbak" pelayan mengajak Gendis masuk dan menuju kemeja yang disana sudah tersedia pesanan Gendis.
"Ini pesanannya kan?"
"Iya,," jawab Gendis setelah mengecek isi kotak pembungkus.
"Berapa semua mbak" tenaga Gendis kemudian sambil tangannya merogoh tas kecilnya untuk mengeluarkan dompet.
Tapi tiba tiba Danar mencegahnya.
"Aku saja yang bayar" jelas Danar kemudian. Gendis terdiam dan memilih membiarkan Danar yang membayar .
"Berapa semua mbak?" tanya Danar pada pelayan karena tadi belum dijawab saat ditanya Gendis.
"Totalnya 350 ribu"
Danar mengeluarkan uang dari dompetnya dan menyerahkan pada pelayan. Kemudian mereka keluar dari toko dan masuk lagi kedalam mobil.
"Trimakasih mas" ucap Gendis.
Akhirnya mereka sampai juga dirumah orang tua Gendis.
Gendis segera turun dan langsung masuk kedalam mencari ibu dan ayahnya.
"Assalamualaikum ibu,ayah" ucap Gendis saat menemukan ayah dan ibunya yang sedang bersantai diteras samping rumah.
"waalaikum salam" jawab ayah dan ibu bersamaan dan mereka langsung berdiri menghampiri Gendis dan bergantian memeluk Gendis.
"Ya ampun nak,,ibu kira nanti sore kamu baru datang?" seru ibu kaget.
"Malas Bu sore sore,udah kangen banget soalnya" jawab Gendis.
"Sama siapa?" tanya ibu lagi.
"Diantar mas Danar"
"Loh mana Danarnya?" tanya ayah sambil melangkah keluar menuju keruang tamu,diikuti oleh ibu dan Gendis.
Danar segera menyalami ayah mertuanya saat sampai diruangan tempat Danar menunggu.
"Apa kabar ayah,ibu?" tanya Danar saat selesai menyalami mereka.
"Alhamdulillah baik nak" jawab ayah dan ibu hampir bersamaan.
"Nak Danar gimana? Sudah sehat?"
__ADS_1
"Sudah yah" jawab Danar.
"Mari masuk kita ngobrol diruang tengah saja sambil bersantai" ajak ayah kemudian,dan mereka semua berjalan menuju keruang tengah.
Gendis dan ibunya langsung menuju kedapur untuk menyiapkan minuman dan juga kue kue yang dibawa Gendis tadi.
Ibu membuatkan teh hangat dan menyuruh Gendis untuk mengantarkan ketempat Danar dan ayah mengobrol.
setelah itu Gendis kembali pada ibunya didapur.
"Kita masak ikan goreng dan lalapan aja gimana untuk makan siang?" usul ibu pada Gendis.
"Boleh bu"
"Oke,kebetulan ibu sudah siapkan semua,tinggal diolah"
Kemudian Gendis dan ibunya pun mulai sibuk didapur menyiapkan menu untuk makan siang.
"Nakk gimana kamu dan Danar? Meski ibu dan ayah menjodohkan mu dengan Danar,tapi sikap dia baik kan nak?" ibu membuka obrolan dan menanyakan tentang rumah tangganya.
"Ya Bu,,mas Danar baik kok sama aku. Dan terlihat sayang kok " jawab Gendis berbohong. Gendis tidak ingin orang tuanya tahu tentang keadaan rumah tangganya yang sebenarnya.
"Syukurlah nak" ucap ibu senang.
"Kamu berencana menginap disini,apa Danar juga akan ikut menginap?"
"Enggak Bu,nanti mas Danar pulang,jarak kekantor mas Danar sama rumah ibu kan lumayan jauh,kasian kalau mas Danar terlalu jauh untuk pulang pergi. apalagi mas Danar baru saja sembuh" jelas Gendis dengan alasan yang tepat sekali.
"Iya nak benar itu,kasian Danar kalau nanti dipaksakan bisa kecapean lagi dan malah sakit lagi nanti"
"Itulah Bu"
"Tapi Danar memangnya gak keberatan kamu tinggal bermalam disini sampai beberapa hari?" tanya ibu lagi.
"Enggak Bu" jawab Gendis singkat.
"Oh,syukurlah"
Gendis dan ibu melanjutkan memasak. Masakan yang simple dan cepat selesai.
Gendis menyiapkan makanan itu diatas meja makan. Setelah itu dia memanggil ayah dan Danar untuk makan siang.
"Ayah,mas,,kita makan siang dulu,semah sudah siap" kata Gendis memberitahu ayah dan Danar yang asyik mengobrol.
"Ayo nak,kita makan siang " ajak ayah pada Danar.
Danar tersenyum dan mengangguk,kemudian mengikuti ayah mertuanya menuju ruang makan.
"Silahkan nak" kata ayah kemudian.
Dan tanpa diminta gendis langsung saja melayani Danar untuk mengambil makanan.
Sesaat mereka ber empat makan bersama dan sesekali terdengar candaan dan membuat tawa riuh terdengar.
"Apa ini yang dinamakan keluarga bahagia?" gumam Gendis didalam hati.
"Ahh aku gak yakin Danar benar benar baik,lihat saja nanti kalau aku sudah kembali kerumah itu,pasti dia akan mulai lagi menggangguku" gumam Gendis curiga.
__ADS_1
"Disini saja dia bisa bersikap baik,didepan kedua orang tuaku. Ahhh licik kamu mas"
"Tapi untuk beberapa hari ini aku akan terbebas dari dia,gak bertenu dia dan gak ribut dengan dia,,rasanya gak mau balik lagi kerumah itu" gumam Gendis lagi sambil tersenyum sinis saat melihat Danar.