Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 28 Danar bersitegang dengan ayahnya


__ADS_3

Makan malam sudah siap,ayah dan ibu mertuanya memang benar benar ingin makan malam bersama di rumah Danar.


Tapi sampai jam 8 malam Danar masih juga belum sampai di rumah.


"Tadi sudah kamu beritahu Danar kan untuk langsung pulang ke rumah?" tanya pak Suryo lagi pada Gendis.


"Sudah yah,ini saya barusan kabari lagi mas Danar,tapi mas Danar belum baca pesan saya" jawab Gendis dengan gusar. Dirinya merasa tidak enak pada kedua mertuanya,padahal dirinya sudah meminta dengan sangat agar Danar menuruti permintaannya itu.


"Ke mana dia?" tanya ayah mertuanya pada dirinya sendiri.


Gendis menatap ayahnya yang sudah terlihat kesal itu.


Ibu mertuanya pun juga tampak gusar.


"Lebih baik kita makan saja duluan,ayah dan ibu pasti sudah lapar,tidak usah menunggu mas Danar" putus Gendis.


"Hemm,baiklah" jawab ayah mertuanya menuruti sarannya.


Kemudian ibu tampak cekatan melayani suaminya itu untuk mengambil makanan.


Dan mereka bertiga pun makan malam tanpa menunggu Danar.


Selesai mereka makan barulah Danar pulang. Wajahnya terlihat tidak nyaman,mungkin takut pada ayahnya atau merasa bersalah.


"Dari mana kamu Danar?" tanya ayah mertuanya tanpa menunggu Danar berisitirahat dulu,atau hanya sekedar mandi.


"Kerjaanku banyak yah" jawab Danar pelan.


"bukannya tadi Gendis sudah mengabarimu kalau kami ingin makan malam bersama kamu"


"Iya,,aku tahu tapi maaf pekerjaanku tidak bisa aku tinggalkan"


"Kamu sudah makan nak?" tanya ibu kemudian seperti ingin menenangkan situasi.


"Sudah bu,tadi makan di luar sehabis selesai kerjaan"


"Nah bisa saja kamu makan di luar" sela ayah dengan nada kesal.


"Iya yah,tidak enak tadi partner kerja sama diperusahaan mengajak makan malam sekalian selesai urusan pekerjaan" jelas Danar.

__ADS_1


"Kamu tidak berbohong kepada kami?" tanya ayahnya lagi dengan menyelidik.


"Maksud ayah?" tanya Danar gak mengerti arah pembicaraan ayahnya itu.


"Apa sebenarnya kamu sedang bersenang senang dengan wanita itu?" tuduh ayah langsung.


wajah Danar memerah menahan amarahnya.


"Kenapa ayah berpikiran seperti itu?"


"Yaa,,karena ayah masih belum bisa percaya denganmu 100 persen"


"Ayah mungkinkah aku mengabaikan permintaan kalian untuk makan malam bersama hanya untuk menemui dia?,kalau tidak penting aku pasti akan mendulukan kalian. Tapi ini kerja sama yang bagus ayah,jangan sampai aku melewatkannya" jelas Danar berusaha meyakinkan ayahnya yang sudah mulai semakin curiga padanya.


Gendis hanya terdiam mendengar pertengkaran yang terjadi antara ayah mertuanya dan Danar.


"Buktikan kalau kamu memang tidak berbohong,jangan kelabui kami orang tuamu dan juga istrimu" kata ayah menegaskan.


Danar hanya menatap ayahnya dengan tatapan nanar.


"Ayah akan mengerti dan maklum kalau memang kamu sangat sibuk dengan pekerjaanmu,tapi kalau sampai kamu berbohong ayah tidak akan segan segan bertindak tegas terhadapmu"


"Danar,,,kamu sudah memiliki istri,dan dia adalah wanita pilihanmu sendiri,ayah hanya gak ingin kamu terlalu mengabaikannya" ayah mulai berbicara sedikit melenceng dari permasalahan.


"Dan kamu tahu kan waktu itu ayah sudah bilang sama kamu,kalau ayah ingin kan cucu?" tampak ayah mengungkit lagi soal itu.


Kali ini Gendis yang terlihat bingung. Bukan Gendis tidak tahu hal itu karena memang Danar pernah menyinggungnya waktu itu,tapi Gendis berharap itu hanyalah sebuah candaan,sungguh Gendis tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya jika benar mertuanya merongrong agar mereka segera memilik anak.


Danar menatap Gendis kali ini,mungkin ada pikiran yang sama dipikiran mereka berdua yang sedang berkecamuk.


"Iya nak,kami ingin sekali menimang cucu,dan ingat itu juga salah satu syarat kalau kamu ingin mendapatkan sesuatu" ibu mas Danar menimpali kali ini.


"Ibu ingin Gendis hamil,dan memiliki anak darimu,Gendis melahirkan cucu untuk kami"


Gendis semakin gelisah mendengar ucapan ibu mertuanya itu.


Bagaimana dia bisa memenuhi keinginan mereka,sedang dia dan Danar tidak saling mencintai.


Danar pun terlalu fokus dengan kekasihnya.

__ADS_1


Terlalu berat permintaan kedua mertuanya ini.


"Apa kalian berdua memang sedang menunda?" Dan apa alasannya kalau memang seperti itu? Tanya ibu Nungki lagi dengan perasaan khawatir.


"Tidak Bu" jawab mas Danar tiba tiba. Gendis menatap Danar merasa aneh mendengar jawaban itu.


"Aaahhhh lagi lagi mas Danar berbohong,hanya untuk menyenangkan hati orang tuanya"gumam Gendis didalam hati.


"Lantas kenapa Gendis masih belum juga hamil?" tanya ibu Nungki lagi.


"Kalian sudah lebih dari tiga bulan menikah"


"Kenapa ibu dan ayah jadi tidak sabar seperti ini? Mungkin tingkat kesuburan wanita itu berbeda beda,ada yang bisa langsung hamil,ada yang masih harus menunggu lagi" jelas Danar lagi,,dan lagi lagi jawaban itu membuat Gendis tercengang. Kenapa hebat sekali mas Danar memberikan jawaban yang sungguh diluar dugaan,dan ternyata jawaban itu membantu Gendis karena dia tidak usah repot repot menjelaskan lagi .


"Kalian tidak sedang membohongi kami kan?"tanya ayah tiba tiba.


"Maksud ayah?" tanya mas Danar bingung.


"Kalian memang benar berpacaran sebelumnya? "


"Gendis bukan wanita yang sengaja kamu cari dan kamu nikahi hanya karena tuntutan kami dan juga harta warisan itu?" tanya ayahnya lagi dengan tegas dan tanpa menutupi rasa curiganya lagi.


"Ayah,,,kenapa ayah berpikir seperti itu? Aku mencintai Gendis ayah dan kami sudah bertemu dan kenalin hubungan meski belum lama,dan aku cocok dengannya makanya aku mengajaknya menikah dan mengenalkan kepada kalian" jawab Danar keras dan tentunya dengan berbohong lagi.


Gendis memilih diam dan mengikuti saja alur yang sedang dibuat Danar.


"Ayah bukan tidak tahu Danar,tapi ayah masih berharap ke kamu agar kamu bisa menjadi lebih baik"


"Ayah hanya ingin kamu mencari istri yang baik dan tentu kalau kami sudah menyetujui itu sudah pasti baik"


"Ayah hanya ingin kamu benar benar mengerti kenapa ayah seperti ini" tegas ayah Danar lagi dengan sikap sedikit melunak dan seperti memohon pada Danar.


"Gendis wanita baik,ayah takut kamu hanya memanfaatkannya saja nak,kami sebagai orang tua sudah sangat mencintai Gendis"


"Berpikirlah lagi nak kalau hanya ingin mempermainkan kami dan Gendis" kata ayah lagi dan sepertinya bernada ancaman untuk Danar.


"Ayah,,kalau ayah tidak percaya dan meragukan aku,aku akan buktikan tunggu saja ayah. Aku akan buktikan kalau aku memang mencintai Gendis dan akan memiliki anak darinya" ucap Danar meyakinkan ayahnya.


Gendis terperanjat mendengar kata kata Danar tadi. Gendis tidak mengerti maksud kata kata Danar itu. Apa yang akan Danar lakukan untuk dijadikannya sebagai pembuktian kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Apa benar Danar mencintainya?


Itu tidak mungkin,tidak mungkin cinta datang secepat itu,apalagi sikap Danar masih begitu dingin padanya meski Danar terkadang juga baik padanya.


__ADS_2