Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 53 Gendis cemburu


__ADS_3

Danar dan Gendis sudah sampai dirumah orang tua Gendis.


Ibu Endang menyambut mereka diteras rumah. Wajahnya sangat berbinar dan seperti tidak sabar menunggu kabar.


"Kalian sudah pulang?" tanya ibu dan menggandeng Gendis masuk kedalam rumah,diikuti oleh Danar.


"Bagaimana hasilnya? Apa kata dokter?


Danar tersenyum dan paham sekali dengan tingkah ibu mertuanya yang tidak sabaran itu.


Danar dan Gendis duduk diruang tengah. Ibu segera membuatkan minuman hangat untuk mereka.


Kemudian kembali membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat.


"Minum dulu yuk" perintah ibu.


"Ibu,,,kami akan berbulan madu" tiba tiba Danar memberitahu ibu mertuanya tanpa menunggu lagi.


"Oh yaaaa,,,wahhh bagus itu? Apa itu saran dari dokter?"


"Yaa,,dan kebetulan kami berdua memang belum sempat berbulan madu,ya sudah sekalian saja"


"Boleh,boleh itu nak" ucap ibu antusias.


"Dan tadi dokter memberi Gendis obat untuk menyuburkan kandungannya"


"Yaa,nak"


"Kalian akan kemana?"


"Masih belum kami putuskan Bu,saya terserah Gendis saja" jawab Danar.


"Sekarang mandilah saja dulu,ayah sebentar lagi pulang " perintah sang ibu. Danar dan Gendis sama sama menuju kekamar.


Gendis langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur,sedang Danar bergegas mandi..


Malam hari Danar berkumpul dimeja makan bersama kedua orang tua Gendis. Mereka membicarakan hal yang tadi sudah dibicarakan pada ibu Gendis.


"Apa Gendis sakit?" tanya ayah kemudian.


"Bisa jadi,soalnya sepulang dari rumah sakit tadi dia diam saja"


"Sebentar biar ibu lihat dia" kata ibu sambil berlalu dari ruang makan menuju kekamar Gendis.


"Ayah,,,selama saya berbulan madu dengan Gendis saya menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada ayah. Saya percaya dengan kinerja ayah" Danar memberitahu ayah mertuanya.


"Ya nak,ayah akan bertanggung jawab penuh dengan perusahaan selama nak Danar tidak ada"


"Kapan rencana kalian?"


"Secepatnya yah"


"Gendis tidak apa apa,hanya capek saja katanya" ibu datang kembali dan memberitahu keadaan Gendis.


"Syukurlah" ucap ayah.


Selesai makan Danar pamit untuk masuk kedalam kamar. Terlihat Gendis sedang berbaring Dangan sedikit meringkuk .


Danar mendekati dan duduk disisi ranjang.


"Kamu enggak mandi?" tanya Danar kemudian.


"Nanti saja,aku capek banget" jawab Gendis.


"Gendis,,besok kita pulang yaa,kita pamitan sama ayah dan ibuku kalau kita akan berbulan madu" kata Danar memberitahu dengan suara yang lembut.


"Ya,," jawab Gendis singkat.


"Kita belum menentukan akan kemana kita pergi?"

__ADS_1


"Terserah aja,,tapi aku gak suka terlalu jauh. Aku gampang capek"


"Gak keluar pulau gitu?"


"Gak usah,,nginap saja di hotel sudah cukup,gak usah pergi keluar pulau segala"


"Hemm kok gitu,bukan bulan madu namanya,cuman pindah tidur saja"


"Keluar pulau yaa,kita nanti sewa villa" rayu Danar dan suara itu terdengar lembut sekali didengar oleh Gendis.


Telpon Danar berdering dan Danar langsung mengangkatnya.


"Hai sayang" sapa Danar tanpa perasaan didekat Gendis.


"Hai,sayangg,,sayang kenapa beberapa hari gak ada kabar?"


"Iya maaf,aku sedang sibuk sayang"


"Aku pengen ketemu"


"Aduh aku sedang diluar kota sayangg"


"Kok sayang gak kabari sih?"


"Iya maaf aku buru buru dan sangat sibuk"


"Terus kapan sayang pulang?"


"Aku belum bisa pastikan,yang jelas lama sepertinya"


"Ya sudahlah"


"Oke,,ya sudah sekarang aku sedang sibuk ni,nanti aku kabari lagi oke" kata Danar dan menantikan. telponnya.


"Bisa gak,gak usah sayang sayangan disini?" kata Gendis dengan nada kesal.


"Sudah selesai kok telponnya"


"Ohhh,,,,jadi ini salah satu hal yang bakalan bikin kamu stress yaaa?" tanya Danar dengan tersenyum meski Gendis tidak melihatnya.


"Okeee,,artinya mulai sekarang aku harus bisa jaga perasaanmu,jangan memicu pikiranmu untuk stress"


"Hemmm,,,apakah itu termasuk tanda tanda cemburu?" tanya Danar tiba tiba,membuat Gendis sedikit terkejut.


"Asal aja kalau ngomong,aku gak cemburu,aku jijik dengernya,norakkk"


"Sayang sayangan sama pacar kok dikatain norak"


"Ya emang norak "


"Duhhh mulai,,kali ini siapa yang memulai pertengkaran ? Aku enggak kan? "


Gendis terdiam.


"Aku ambilkan kamu makan ya?" tawar Danar kemudian.


"Gak usah,aku belum mau makan" jawab Gendis ketus.


Tiba tiba Danar membalik tubuh Gendis yang sedari tadi masih saja meringkuk membelakangi Danar.


Dengan terpaksa Gendis menuruti,mereka kini berhadapan dengan posisi yang berbeda,Gendis tetap berbaring dan Danar masih duduk disisi kasur dekat Gendis.


Tetapi Gendis memalingkan wajahnya,enggan menatap Danar.


"Kalau diajak bicara suami itu gak boleh seperti itu. Membelakangi suami"


"Hemm"


"Sekarang makan ya,,aku ambilin. Harus nurut,aku ingin kamu sehat. Kamu dengar sendiri kan apa kata dokter Rama tadi"

__ADS_1


Gendis menatap Danar dengan wajah kesal.


Danar tidak perduli,dia keluar kamar untuk mengambilkan makanan Gendis. Setelah itu dia kembali lagi kekamar,dan melihat Gendis sudah duduk dan tampak sedang mengikat rambut panjangnya itu.


Danar menaruh makanan dimeja dan bersiap untuk menyuapi Gendis.


"Aku bisa makan sendiri" Gendis menolak.


Danar mengalah dan memberikan sendok pada Gendis,kemudian membiarkan Gendis makan sendiri.


"Aku janji,,selama kita program kehamilanmu,aku akan menjauhi Lalita" ucap Danar tiba tiba,membuat Gendis jadi tersedak saat mendengar kalimat itu.


"Hanya saat program hamil dan aku hamil saja?" tanya Gendis dengan cueknya.


"Setelah anak ini lahir kamu akan kembali ke asal lagi?"


"Yaa itu kita lihat saja nanti"


"Tapi yang pasti,karena aku sangat menginginkan anak itu,aku akan menjaga dengan baik,aku gak akan melakukan hal hal yang bisa membuatmu stress dan down"


"Oh yaa,,,?" ledek Gendis sambil melengoskan wajahnya.


"Iya,,gak perlu bicara panjang lebar,lihat saja nanti akan seperti apa aku? aku akan menjadi suami yang siaga buatmu"


"Oh,,,yaaa?"


Danar hanya tersenyum melihat tingkah Gendis seperti itu. Dia sedang tidak ingin marah pada Gendis,justru dia merasa gemas.


"Bisakan jauhkan Lalita dari kehidupan kita untuk sementara waktu?" tanya Gendis kemudian,tiba tiba saja pertanyaan itu meluncur saja dari bibirnya.


"Iya,,,bisa,,aku janji,tidak ada Lalita diantara kita"


"Janji akan menjaga kewarasanku selama aku program dan hamil nanti?"


"Yaa aku janji,aku janji"


"Aku belum pernah merasakan hamil,tapi aku tau wanita hamil akan seperti apa kondisinya"


"Kalau ingin aku mengandung anakmu,kamu harus benar benar menjagaku agar aku bisa menikmati kehamilanku nanti" pinta Gendis lagi.


"Iya,,aku janji sama kamu"


"Kalau begitu setuju kita akan berbulan madu diluar pulau?" tanya Danar kemudian mengingatkan tentang rencana mereka.


"Yaa,," jawab Gendis singkat.


"Okee,kapan kamu mau pergi?"


"Terserah mas saja"


"Emm baiklah,besok kita pulang kerumah ibu dan ayah ya,kita kabari mereka,setelah itu kita bersiap siap berangkat" jelas Danar dengan antusias.


Entah apa yang Danar rasakan,keinginannya untuk memiliki anak dari Gendis sangatlah kuat,dan entah kenapa dihatinya saat ini hanya ingin membuat Gendis bahagia.


"Jangan cemburu lagi ya sama Lalita,," ucap Danar tiba tiba.


"Kenapa harus mas sebut lagi nama dia,mulai sekarang gak ada Lalita diantara kita".


Danar tersenyum melihat tingkah Gendis yang baginya sangat menggemaskan itu,makanya dia seperti sengaja ingin menggodanya terus.


"Iya ,,maaaf. Kan belum hamil juga,masa moodnya udah berubah?"


"Kalau soal dia sampai kapanpun gak merubah moodku,sebel mas aku sama dia"


"Iya iya,,,ya sudah jangan sampai membenci dia,nanti wajah anak aku jadi mirip dia" goda Danar lagi.


"Ahhh amit amit mas,,sudah jangan dibahas lagi"


"Aku gak membenci dia,,hanya saja kalau ada dia,selalu saja buat keributan"

__ADS_1


"Katanya gak usah bahas dia"


"Hemm yaa. "


__ADS_2