Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 78 Lalita memohon bertemu dengan Gendis


__ADS_3

Pagi ini Danar bersiap pergi ke kantor,dia menghampiri Gendis yang sedang duduk di ruangan tengah setelah tadi mereka selesai sarapan bersama.


"Aku ke kantor ya" pamit Danar sambil berlutut didepan Gendis,membelai perut Gendis lembut dan mesra.


"Papi kerja ya nak,baik baik di rumah sama momi,,jangan buat repot momi" bisik Danar diperut Gendis dan mengecupnya pelan.


setelah itu ganti mengecup kening Gendis.


"Hati hati ya mas"


"Iya,,ingat yaa,,,makan jangan males,terus itu susu diminum,tadi belum kan?"


"Iya,nanti aku minum mas"


"Ya sudah,,,aku berangkat" pamit Danar lagi sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan Gendis.


Danar bergegas menuju mobil dan melesat dijalanan yang sedikit mulai ramai.


Diperjalanan ponsel Danar berdering,ternyata orang kepercayaannya yang dia beri tugas kemarin yang menelpon dan Erik namanya.


*Bagaimana tugasmu?*


*Saya sudah mendapatkan beberapa info mengenai Cakra Umbara,bukannya dia ada laha orang yang sedang menjalin kerjasama dengan tuan?*


*Ya benar*


*Saya mendapatkan info kalau Cakra dan Lalita sedang bekerja sama tapi maaf tuan,kerja sama apa saya juga belum tau*


*Bagaimana bisa?* tanya Danar dengan sedikit menahan emosinya.


*mereka sering bertemu*


*Ahh,,yaa,,,selidiki lagi kerjasama apa yang sedang mereka jalankan* perintah Danar lagi pada Erik.


*Baik tuan,akan saya laksanakan*


Danar menutup telponnya.


"Ahhh,,,ada apa antara mereka,kerjasama dibidang apa? Apa Lalita sedang menjalankan bisnis?"


Danar kembali berfokus pada pekerjaannya,sedikit melupakan urusan Cakra dan Lalita.


Tiba tiba sekertaris masuk keruangan Danar.


"maaf pak,ada nona Lalita diluar ingin bertemu"


Danar mengerutkan keningnya dan terkejut.


"Ada apalagi dia kemari?"gumam Danar pelan.


"Bilang saja saya sibuk"


"Baik pak" jawab sang sekertaris kemudian keluar ruangan.


"apa yang dia inginkan lagi,kenapa masih saja ingin menggangguku?"


ternyata Lalita nekad masuk kedalam ruangan Danar meski tidak diijinkan.


"Ada apa Lalita? Kenapa kamu datang lagi kemari?"


"Aku ada perlu denganmu"


"perlu apa?"


"Aku ingin,,,benar benar minta maaf sama kamu Danar" ucap Lalita kemudian.


Danar tersenyum sinis


"Bukankah semua sudah selesai,dan aku ingin kamu menjauhiku juga istriku"

__ADS_1


Lalita menatap Danar tajam,tapi kemudian mencoba tersenyum.


"Yaa,,tapi aku masih sangat merasa bersalah"


"Atau kamu mau menebusnya? Dengan aku lapor ke polisi?" tanya Danar sedikit mengancam.


"Tidak Danar,bukan itu maksudku"


"Aku menyesal dan aku ingin bertemu dengan istrimu"


"Buat apa lagi,,aku tidak akan mengijinkan kamu menemuinya"


"Danar,,,aku mohon aku ingin meminta maaf langsung dengan dia"


"Tidak perlu"


"Aku benar benar menyesal,dan aku sangat ingin meminta maaf langsung pada dia" mohon Lalita.


"Nanti aku sampaikan saja pada dia tentang permintaan maaf dan penyesalanmu,dan semoga istriku dengan suka rela memaafkanmu,mengingat betapa kejam perbuatanmu kemarin pada dia. beruntunglah kamu dia masih berbaik hati untuk tidak memenjarakanmu" jelas Danar panjang.


"Maka dari itu Danar,,aku sangat ingin menemuinya,aku ingin benar benar memohon maaf pada dia,kalau perlu aku akan bersimpuh dihadapannya" Lalita terus memohon dan memaksa Danar agar memberinya kesempatan bertemu dengan Gendis.


"Kalau kamu ijinkan,,,aku ingin bertemu dengannya ditempat biasa kita bertemu,aku akan meminta maaf secara pribadi pada dia,berbicara empat mata dengan dia"


"pergilah Lalita,,"


"Danar aku mohon,,,besok aku tunggu dia,sampaikan pada dia. Aku yakin dia pasti mau menemuiku,karena dia wanita dan tau perasaanku"


Danar menatap tajam dan kesal pada Lalita yang begitu memaksa untuk bertemu Gendis.


"aku akan bicarakan dengan dia,kalau dia tidak mau jangan memaksa,karena aku juga gak akan memohon pada dia agar mau menemuimu"jawab Danar akhirnya.


"Aku yakin dia akan menemuiku Danar,aku tunggu saat jam makan siang"ucap Lalita tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruangan Danar.


📎📎📎📎


Danar ingin segera sampai di rumah karena ada rasa rindu yang begitu berat dia rasakan pada Gendis.


Perasaan Danar saat ini semakin besar pada Gendis,dia begitu sayang pada istrinya itu.


akhirnya Danar sampai di rumah,dan disambut dengan Gendis yang tersenyum begitu manis diambang pintu.


Danar menyongsong tubuh mungil Gendis dan memeluknya erat.


"Kangeeennn,,," bisik Danar manja.


"Hahhhhhh,,,," Gendis sedikit terperanjat mendengar kata Danar tadi.


"Kangeeennn,,,,kamu enggak ya?" tanya Danar setelah mengulang ucapannya.


"Ehhh,,iya kangen juga" jawab Gendis gugup.


"Gimana tadi aku tinggal kerja,,nurut kan,makan,minum vitamin,istirahat juga" tanya Danar kemudian setelah melepaskan pelukannya dan membawa Gendis masuk ke ruangan tengah.


"Iyaa,,,nurut kok"


"istri yang baik"


"Apaan sih " seru Gendis tersipu.


Danar menjulurkan kaki diatas sofa dan merebahkan tubuhnya kemudian menaruh kepala diatas paha Gendis..


"Boleh yaa istirahat seperti ini" tanya Danar.


"Boleh,,," jawab Gendis kemudian membelai wajah Danar pelan..


Danar tersenyum.


"Agak penat nih kepala,,,tadi lumayan pekerjaan dan urusan bisnis" jelas Danar sambil memijat mijat kepalanya.

__ADS_1


Gendis tampak mengambil alih dan ganti memijat kepala Danar.


"Tapi baik baik saja kan mas urusannya?"


"iya,,,tidak ada kendala"


"Syukurlah mas" ucap Gendis lega.


beberapa menit kemudian Danar memutuskan mandi,kemudian makan malam bersama Gendis.


📎📎📎📎


Selesai makan malam Danar dan Gendis masuk kedalam kamar,mereka melanjutkan obrolan didalam kamar. Karena Danar tidak ingin Gendis terlalu lama duduk,ingin gendis beristirahat.


Danar juga ingin menyampaikan pesan Lalita tadi siang,berharap Gendis akan menolak permintaan Lalita.


"Gendis,,,emmm tadi siang ada Lalita ke kantorku" seru Danar dengan hati hati takut Gendis terkejut dan marah.


"Oh yaa,,mau apa dia mas?"


"Dia memohon padaku,agar mengijinkan dia untuk bertemu denganmu"


Gendis menatap Danar sambil mengerutkan keningnya.


"Mau apa? bertemu untuk apa?"


"Dia bilang ingin meminta maaf sama kamu,ingin bicara berdua saja,dia menyesal dan ingin meminta maaf langsung denganmu" jelas Danar.


"Buat apa mas,,,bagiku itu semua sudah selesai"


"Yaa,,,lebih baik kamu tidak usah menemuinya,aku juga tidak setuju"


Gendis menatap Danar dan tersenyum.


"aku akan menemuinya mas,,,aku ingin tahu apa yang akan dia katakan"


Danar menatap Gendis dengan wajah lesu,,berharap Gendis tidak ingin memenuhi permintaan Lalita,tapi justru sebaliknya.


"aku akan menemuinya" tegas Gendis.


"Yaa,,besok dia menunggumu di restoran yang pernah kita makan disana waktu itu,dia menunggumu saat jam makan siang"


"Baiklah"


"Aku temani yaa"


"Gak usah mas,,aku sendiri saja" Gendis menolak permintaan Danar.


"kalau begitu aku akan suruh beberapa anak buahku untuk mengawalmu"


"Tidak usah massss,aku bukan orang penting"


"Tapi kamu istri dari orang penting"


"Tidak usah,,,aku tidak terbiasa mas,dan aku malu,,,aku bisa sendiri mas" Gendis tetap menolak.


"Baiklah,,," akhirnya Danar mengalah.


"Ya sudah sekarang istirahat,minumlah susu ini" perintah Gendis sambil mengambilkan susu khusus wanita hamil yang ada diatas nakas dan memberikan pada Gendis.


Gendis meminum susu itu sampai habis.


Danar tersenyum,,kemudian memeluk tubuh Gendis saat Gendis sudah selesai meminum susunya,menaruh lagi gelas diatas nakas.


"Tidur yaa istirahat" bisik Danar .


Gendis mengangguk.


Setelah itu Danar melepaskan pelukannya,memberikan kecupan dibibir Gendis dan mereka pun beristirahat karena malam sudah semakin larut.

__ADS_1


__ADS_2