Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 56 ciumam pertama Gendis


__ADS_3

Pagi ini Danar dan Gendis sudah bersiap siap untuk perjalanan panjang mereka menuju ketempat berbulan madu.


Gendis terpana saat melihat Danar begitu tampan dengan pakaian santainya. celana jeans belel dan kaos berwarna putih.


Rambutnya yang biasa tersisir rapi dan klimis kini terlihat dibiarkan saja sedikit berantakan,terlebih tenyata rambut Danar ikal dan tebal.


Sungguh penampilan yang berbeda,biasanya Gendis melihat Danar selalu rapi dengan pakaian kantornya,kemeja terkadang ditutup oleh jas,celana kantoran yang bermodel cingkrang,sepatu pantopel berwarna hitam mengkilat terkadang berganti warna coklat atau krem.


Tapi kali ini,penampilan Danar sangatlah berbeda layaknya anak muda yang tidak pernah ketinggalan mode.


"Heii,,," seru Danar sambil melambai lambaikan tangannya tepat didepan wajah Gendis.


Gendis terkesiap dan menunduk malu.


"Lihat apa?"


"Enggak mas" jawab Gendis malu.


Ibu dan ayah Danar menghampiri mereka berdua.


"Cieeee yang mau berbulan madu" tiba tiba ibu Nungki meledek mereka berdua sembari menghampiri Gendis dan memberinya pelukan hangat.


Lagi lagi Gendis tersenyum malu,dan juga Danar.


"Ibu dan ayah gak minta oleh oleh yang aneh aneh,,cuman minta dikasih oleh oleh,Gendis hamil"ucap ibu lagi sedikit menggoda Gendis.


"Doakan saja ya Bu,,,misi kita berhasil" jawab Danar dengan nada candaan.


Wajah Lalita memerah dan menajamkan matanya menatap Danar..Danar tersenyum nakal malah sengaja menggoda Gendis.


"Hahaha,,,," ibu dan ayah hampir tertawa bersamaan.


"Kalian mau berangkat sekarang?" tanya ayah kemudian.


Danar melirik jam yang ada dipergelangan tangan kanannya.


"Iya yah,,"


"Baiklah,ayah doakan perjalanan kalian lancar,juga doa dan harapan kalian allah ijabah,aamiin" ucap ayah mendoakan. Danar dan Gendis.


"Aamiin,,," Danar dan ibu mengaminkan bersamaan.


Gendis hanya diam karena sejujurnya Gendis masih takut.


Danar dan Gendis bergantian bersalam dan memeluk kedua orang tua itu.

__ADS_1


Terlebih ibu Nungki saat memeluk Gendis,begitu banyak yang ibu ucapkan untuk menantu kesayangannya itu.


Gendis tersenyum dan mengiyakan setiap perkataan ibu mertuanya.


#save flyght


Akhirnya Danar dan Gendis sudah berada didalam pesawat. pesawat yang akan membawa mereka ketempat tujuan..


Ketempat dimana mereka akan membuka kembali hari yang baru.


Sepanjang penerbangan tangan Danar tidak lepas menggenggam erat jemari Gendis.


Gendis parah aja menerima segala perlakuan Danar yang manis sejak semalam.


"Tuhan,,apa aku sudah mulai goyah? Apa aku terlena? " gumam Gendis didalam hati.


Gendis sedikit melirik pada Danar yang tengah menatap keluar jendela. Dan Gendis menikmati lirikannya,gak ingin berhenti menatap wajah tampan yang sudah beberapa bulan ini bersamanya.


Karena sikap Danar yang arogan itulah yang membuat Gendis enggan untuk memberi penilaian tentang ketampanan Danar yang diatas rata rata. Padahal jika ingin membandingkan Danar dengan dokter Rama yang menangani program kehamilannya waktu itu,masih tetap danar pemenangnya. Hanya saja karena Gendis merasa sebal pada Danar,karena Danar yang selalu menyakiti hatinya,membuat dirinya terpana saat melihat dokter Rama,mungkin karena dari awal sang dokter sudah bersikap manis makanya Gendis sedikit terpesona.


Tapi sekarang,,,sejak lelaki ini bersikap manis,,tiba tiba aura ketampanan itu menguar dan mampu menyihir hati dan perasaan Gendis.


"Memangnya aku gak tahu kamu sedang memandangiku?" tiba tiba saja Danar sudah menoleh kearahnya dan memergoki dirinya yang asyik menikmati ketampanan Danar.


"Tuhhh dari sini,terlihat"


Gendis cepat cepat menundukkan wajahnya karena malu.


Danar tersenyum melihat Gendis yang salah tingkah,dan semakin mengeratkan genggamannya dijemari Gendis.


Hati Gendis kembali berdesir,darahnya serasa mengalir keseluruh tubuhnya.


Pesawat landing sempurna. penumpang turun bergantian.


"Selamat datang di pulau impian" bisik Danar ditelinga Gendis saat mereka sudah berada diluar bandara.


Sebuah mobil mewah berwarna hitam sudah menjemput mereka,dan membawa mereka kesebuah villa yang ternyata itu adalah villa milik keluarga Danar.


Villa yang besar dan megah,isi didalamnya adalah barang barang yang mewah. Gendis terkagum kagum dan tidak bisa berkata apa apa.


"Pantas saja Lalita begitu mengejar Danar" gumam Gendis didalam hati.


"Sekaya ini Danar dan keluarganya"


Banyak fasilitas mewah yang sudah menanti kalau Danar atau keluarganya ingin berlibur,berlibur dimanapun,didalam negri atau diluar negri.

__ADS_1


"Selamat datang istriku yang cantik" ucap Danar dan menyambut Gendis sambil meraih jemari Gendis kemudian mengecupnya dengan lembut.


Wajah Gendis memerah menahan malu,dan ini adalah hal yang baru pertama kali dia rasakan,diperlakukan istimewa seperti ini.


"Selamat menikmati hari hari bahagia disini,menikmati suasana yang nyaman dan syahdu bersamaku" seru Danar lagi dan kali ini sambil meraih tubuh Gendis kemudian memeluknya erat.


Gendis mencoba untuk membalas pelukan Danar dan melingkarkan kedua tangannya ditubuh kekar Danar.


Danar begitu kekar kesulitan kedua tangan Gendis melingkarkan kedua tangannya dengan penuh ditubuh Danar. sedang Danar mampu menenggelamkan tubuhnya dalam dekapannya,karena tubuhnya yang mungil.


Lagi,,,Danar melepas pelukannya,kemudian meraih kedua rahang Gendis dan mendekatkan wajahnya pada wajah Gendis,menyatukan keningnya,dan juga hidung pada Gendis.


Gendis memejamkan kedua matanya karena belum siap kalau harus bertatapan lagi.


Danar tersenyum melihat tingkah Gendis.


"Kita bersama disini,hanya berdua,kita akan memulai disini" bisik Danar lembut. Matanya terus menatap Gendis yang masih terpejam. Danar masih belum melepaskan posisinya yang seperti itu.


"Buka matamu,,,lihat aku" bisik Danar lagi.


Gendis menuruti permintaan Danar,perlahan membuka matanya,,dan kini mata mereka saling beradu pandang.


Danar tersenyum,dan Gendis berusaha membalas senyuman itu,Gendis susah untuk tersenyum karena dirinya belum terbiasa dengan hal ini,bermesraan dengan seorang lelaki,dan baru bersama Danar dia melakukan ini.


Tiba tiba Danar mendekatkan bibirnya pada bibir Gendis dan mengecup lembut.


Lagi,,,darah Gendis berdesir jantungnya kembali berdegup kencang,nafasnya menjadi tidak teratur,Gendis terkejut mendapatkan ciuman dari Danar padahal Danar hanya mengecupnya,bukan melakukan hal hal yang lebih dari itu,tapi sudah mampu membuat Gendis kuwalahan.


Danar melepas kecupannya,mengusap bibir manis itu perlahan dan kembali tersenyum manis pada Gendis.


"Ini ciuman pertamamu?" tanya Danar.


Dan Gendis cepat mengangguk.


Yaa ini adalah ciuman pertamanya. Jujur kesan ini begitu indah bagi Gendis.


"Kamu bahagia?"


"Yaaa,," jawab Gendis sedikit malu.


"Aku juga" ucap Danar dan kali ini kembali menjatuhkan tubuh Gendis kedalam pelukannya.


Hangat kembali Gendis rasakan,Gendis terlena,Gendis terbuai,berharap ini bukanlah mimpi. berharap ini tidak akan berakhir,berharap jika dia benar hamil,dan melahirkan anak Danar,Danar akan tetap selalu seperti ini pada dirinya. Danar tidak kembali lagi dengan keinginannya yang waktu itu.


Gendis takut,,,takut itu terjadi..

__ADS_1


#inilah wajah tampan Danar yang mampu memikat hati Gendis



__ADS_2