Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 64 sikap yang labil


__ADS_3

Danar mengikuti Gendis masuk kedalam kamar,dan seketika Danar langsung memeluk tubuh Gendis,membuat Gendis terkesiap.


"Lepas mas" seru Gendis sambil meronta.


"Kenapa harus kulepaskan?".


"Kamu aneh,,aku bingung dengan sikapmu itu"


Danar hanya diam saat Gendis berkata seperti itu. Danar belum bisa memastikan rasa apa yang sekarang ada dihatinya pada Gendis. Yang pasti tadi dia memang cemburu,tapi Danar malu mengakuinya.


Kenapa dirinya bisa cemburu? Danar juga bingung kenapa bisa seperti itu. Padahal hatinya selalu saja diliputi rasa kesal dan emosi setiap kali melihat Gendis.


Benar kata Gendis,dirinya selalu saja marah dan terbawa emosi saat dekat dan melihat Gendis,dan ada saja hal hal yang ingin Danar jadikan sebagai bahan untuk bertengkar dengan Gendis.


"Lepas mas,," seru Gendis lagi membuyarkan lamunan Danar.


Danar enggan melepas pelukannya pada Gendis. Biar dia merasa sering kesal dan emosi pada Gendis tapi tidak bisa dielakkan Danar nyaman kalau bisa dekat seperti ini dengan Gendis.


"Aku nyaman seperti ini" gumam Danar pelan.


"Massss,nyaman gimana? kamu sering mengajakku bertengkar,kamu sering marah dan tidak suka kalau melihatku,tiba tiba kamu berubah seperti ini?"


"Kamu mempermainkan aku mas,kamu buat aku harus bagaimana? sikapmu terkadang berbeda?" seru Gendis sambil meminta Danar melepaskan pelukannya.


"Jangan buat aku terlena dan terbuai lagi,kamu gak bisa dipercaya mas"


ucap Gendis dan mulai tidak bisa lagi menahan emosinya.


"Mas,,lepaskan aku. Sudah cukup,,,jangan buat aku bingung,jangan buat aku merasa terlalu percaya diri lagi,kalau kamu hanya menanti aku hamil dan anak ini nanti lahir,sudah tunggu saja,tidak usah bertingkah seolah kamu mencintaiku tapi kamu hempaskan aku lagi"


Perlahan Danar melepaskan pelukannya dan membalik tubuh Gendis untuk menghadap kearahnya.


Gendis memalingkan wajahnya enggan bertatapan mata dengan Danar.


Gendis ingin mencoba membenci Danar agar dia tidak terlena dan terbuai lagi dengan sikap manis Danar.


"Yaa,,,aku sendiri tidak tau tentang perasaanku saat ini kekamu Gendis. Hanya saja saat dekat seperti ini aku merasa nyaman"..


"Bohong,,aku tau kamu sedang merayuku lagi" hardik Gendis.


"Gendis,,aku berhak mendapatkan apa yang aku mau atas diri kamu,karena kamu istriku"


Gendis menatap Danar tajam.


"Kamu selalu saja memanfaatkan kata kata itu".

__ADS_1


"Tapi,,,saat aku meminta itu dan melakukan itu denganmu,aku tidak sedikit pun menyakitimu kan? Aku melakukannya dengan rasa" bisik Danar.


"Dengan rasa apa mas?" tanya Gendis dan menjauhi Danar,enggan rasanya mendengar ucapan Danar yang memang pandai berkata manis.


"Entahlah rasa apa,aku belum bisa memastikannya" jelas danar sambil meraih pinggang Gendis,dan justru mendekatkan tubuh Gendis pada tubuhnya.


"Kamu memaksa mas,,,"


"Dan kamu tidak boleh menolak"


Danar mulai mencium Gendis dan Gendis kembali menghindar. Pegangan tangan Danar dipinggang Gendis begitu erat,membuat Gendis susah bergerak.


Danar semakin saja beringas menciumi wajah Gendis,dan membuat Gendis susah untuk bernafas.


"Massss,,,lihat saja,,aku akan membencimu karena kamu sudah sangat keterlaluan,dan aku akan bilang ini pada ayah dan ibumu" ancam Gendis lagi.


"Ohh,,,baik,,kalau begitu kamu akan mengorbankan ayah kamu?"


"Apa maksudmu mas?"tanya Gendis terkejut.


Danar tersenyum sinis pada Gendis.


"Aku bisa menjebloskan ayahmu ke penjara,dan orang tuaku tidak akan. jasa menolongnya meski mereka perduli pada kalian"


"Apa salah ayahku? Dan kamu bilang waktu itu,kalian tidak sedang melakukan perjanjian atas pernikahan kita kan?"


"Jahat kamu mas,,,apa yang akan kamu lakukan pada ayahku?"


"Aku bisa melakukan apa saja" ancam Danar.


Gendis menangis,air matanya terjatuh dan tidak bisa berkata apa apa lagi.


"Kamu jahat gak menyangka benar benar jahat mas" ucap Gendis lirih.


"Hanya demi harta kamu sampai sebegitu jahat mas,harta membutakan mata hatimu. Kamu tidak perduli dengan orang lain" .


"Baikkkk,,,,baikkkk,,,sekarang lakukan apapun yang kamu mau,,ini,,,lakukan" teriak Gendis dan tiba tiba saja dia membuka seluruh pakaiannya dihadapan Danar,emosinya sudah memuncak,hatinya panas dan marah pada Danar.


"Lakukan,,ingat,,kalau aku hamil nanti dan aku lahirkan anak ini,segera ceraikan aku" bentak Gendis. Entah ada kekuatan apa sampai dia bisa bicara keras pada Danar.


Meski sakit,meski akan menemukan resiko yang lebih menyakitkan lagi nantinya,harus siap kehilangan anak,tapi saat ini Gendis hanya ingin melindungi ayahnya. Dirinya benar benar tidak memiliki kuasa untuk menyerang Danar,atau membuat Danar berhenti dengan niat jahatnya itu.


"Cepat lakukan,," hardik Gendis lagi.


Danar menatap Gendis sayu,entah kenapa dia tidak bisa marah atau tersinggung dengan kata kata Gendis dan hardikan Gendis padanya.

__ADS_1


"Bukan seperti ini cara yang aku mau,,aku ingin memperlakukan kamu dengan baik dan lembut" ucap Danar. Dan semakin membuat Gendis meradang.


"Tidak perlu,,,aku tidak butuh kamu perlakukan lembut dan baik lagi,kamu bukan orang baik,kamu orang jahat"


"Gendis,,,kenapa kamu jadi seperti ini? Aku hanya meminta hakku sebagai suami apa itu salah? kenapa kamu malah membesar besarkan?"


"Aku sakit hati saat kamu bilang ingin menjebloskan ayahku ke penjara"


"Kamu yang mulai Gendis,perkara aku ingin meminta hakku kamu merembet kemana mana,kamu ingin mengadu kepada orang tuaku"


"Padahal aku hanya mau kamu mengikuti perintahku,kamu gak perlu membahas hal yang lain"


"Dan kenapa kamu malah balik mengancamku?" tanya Gendis dengan luapan emosinya.


"Satu sama kan,kamu ancam aku ,dan aku bisa juga melakukan hal itu,malah lebih dari yang kamu kira"jelas Danar.


"Gendis Gendis,,,kamu itu terlalu berprasangka,,aku tidak bermaksud membuatmu marah,malah aku ingin menciptakan malam yang indah buat kita,kamu malah ngalor ngidul bicaranya"


"Mas,,aku hanya tidak ingin disentuh lagi olehmu,hati ini sakit mas,,aku bilang sudah cukup,tunggu saja dan berdoa semoga aku hamil,dan kita tidak perlu lagi meneruskan hal yang hanya menguntungkan kamu" jelas Gendis perlahan dan mulai bisa sedikit mengontrol emosinya.


"Tapi kamu masih istriku,aku berhak meminta pada istriku,dan kamu tidak boleh menolak"


"Masss,carilah perempuan lain atau kamu bisa melakukannya pada Lalita?"


"Kamu pikir,,aku pernah berbuat itu pada Lalita?,kamu pikir aku senakal itu? Mengumbar hal itu pada sembarang wanita?" .


"Justru kamulah wanita pertama yang pernah aku sentuh lebih dari sekedar mencium dan memeluk"jelas Danar dan menatap Gendis lekat.


Gendis terdiam entah apa yang ada dipikirannya sekarang


"Kau tau kami pasti sudah berprasangka kalau aku sudah berbuat lebih pada Lalita,meski tidak aku pungkiri Lalita memang sering menggoda dan merayuku,tapi karena aku merasa Lalita belum tentu nanti akan menjadi jodohku,aku gak ingin berbuat diluar batas dengan dia,aku tidak sejahat dan setega itu terhadap wanita" jelas Danar lagi dan kali ini membuat Gendis semakin terperanjat.


"Lantas sama aku,,kita juga belum tentu berjodoh,kenapa kamu tega lakukan itu?" tanya Gendis sengit.


Danar tersenyum merasa lucu dengan pertanyaan Gendis.


"Meski kita tidak tau kedepannya rumah tangga ini seperti apa,tapi tetap kan kamu itu adalah istriku yang sah,dan aku boleh dong meminta hakku?" jawab Danar tanpa merasa ada beban sama sekali dihatinya,menganggap ini adalah hal yang wajar.


"Gak adil banget mas" keluh Gendis kemudian.


"Pakailah pakaianku lagi,,aku tidak ingin kamu merasa aku memaksamu" pinta Danar dan membantu Gendis memakai pakaiannya kembali.


Wajah Gendis tampak memerah dan menunduk terus saat Danar memakaikan pakaiannya. Entah dia malu atau masih dalam keadaan marah pada Danar.


"Kita tinggal 2 hari lagi disini,sudahlah kita manfaatkan saja hari hari terakhir disini,tidak ada lagi pertengkaran" jelas Danar dan tersenyum pada Gendis kemudian pergi meninggalkan Gendis sendiri didalam kamar

__ADS_1


Danar pergi kehalaman samping villa,duduk dan duduk dikursi santai.


"Hmmm,,kamu mengira aku sudah tidur dengan sembarang wanita,kamu salah Gendis,aku tidak pernah melakukan itu pada siapapun dan memang aku tidak ingin,meski aku punya kuasa"


__ADS_2