Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 83 Gendis dibawa ke kantor


__ADS_3

seperti biasa pagi ini Danar sudah bersiap siap untuk ke kantor.


"Sayang,,,ikut yuk ke kantor?" tiba tiba Danar mengajak Gendis untuk ikut ke kantor.


Gendis menatap Danar bingung.


"Ada apa mas?"


"Tidak ada apa apa,aku hanya ingin membawamu saja" jawab Danar sambil mendekat kearah Gendis dan mengecup kening Gendis mesra.


"Tapi aku belum bersiap siap mas" jawab Gendis ragu.


"Yaa aku tunggu,,sekarang bangun dan mandi,setelah itu kita sarapan"


"Memangnya gak kelamaan nunggu aku?"


"Daripada banyak bertanya lebih baik segera saja turuti perintahku"


Gendis tersenyum sesaat kemudian menuruti permintaan Danar.


Tidak lama Gendis sudah siap,,Gendis memakai dress dengan panjang diatas mata kaki bermotif garis garis berwarna pink dress yang waktu itu dibelikan oleh Danar,menyelempangkan tas mungil dibahunya dan hanya mengurai rambutnya dengan sedikit memberi hiasan jepit kecil dirambutnya.


Gendis menuruni anak tangga menuju meja makan dimana Danar sudah menunggunya disana.


Danar tersenyum melihat Gendis dan tampak gemas sekali karena melihat penampilan Gendis yang cute banget itu.


"Hemmm,apa ya nanti kata pegawaiku di kantor saat melihatmu?" seru Danar saat Gendis sudah duduk disampingnya.


"Memangnya kenapa mas?" tanya Gendis bingung.


"Pasti nanti aku dikira sedang bawa anak gadisku"


"Ihhhh,,,apaan sih massss" Gendis merasa kesal dengan ejekan Danar dan mendorong bahu Danar kasar.


Danar tertawa.


"Habisnya memang semenggemaskan itu istriku ini"


"Ini kan dress yang kamu belikan itu,dan belum pernah aku pakai"


"Iyaa,,,dan kamu bener bener cantik dan lucu"


Gendis hanya bisa tersipu malu mendengar pujian Danar.


"Nihhh perut aku,,pakai dress ini sudah mulai terlihat" Gendis menunjukkan perutnya yang tertutup dress itu.


"Iyaa,,,anak papi hari ini sama momi ikut ke kantor ya temenin papi kerja,soalnya papi suka rindu kalau tidak ada momi didekat papi" ucap Danar sambil membelai perut Gendis lembut.


"Rindu sama momi apa sama anaknya?"


"Ya sama dua duanya dong,,,udah cemburu aja"


Gendis tersenyum menatap Danar yang masih sibuk membelai perutnya.


Selesai sarapan Gendis meminta tolong pada bik Rahmi untuk menaruh susunya yang belum sempat dia minum kedalam Tumbler karena dia akan meminumnya nanti di kantor suaminya.


Danar dan Gendis sudah berada diperjalanan menuju kantor,jaraknya tidak memakan waktu yang lama.


"Maaf yaaa,,,aku harus ganggu istirahat kamu,kalau nanti capek bilang ya" ucap Danar merasa bersalah.


"Gak apa apa mas,,lagian daripada aku di rumah terus malah kerjaanku cuman tidur aja" jawab Gendis.

__ADS_1


Tidak lama mereka sudah sampai di kantor. Danar menggandeng tangan Gendis menuju ke ruangannya.


Gendis bertemu dengan ayahnya yang sudah berada di meja kerjanya.


"Assalamualaikum ayah" salam Gendis sambil menyongsong ayahnya dan memeluknya erat.


"Waalaikum salam,,,lohhh anak ayah ada disini?" ayah Gendis tampak terkejut.


"Iya yah,,,saya yang sengaja bawa,soalnya sekarang saya juga sedang tidak terlalu sibuk,jadi pengen Gendis temani saya disini" jelas Danar.


"Ohh,,hahahaa iya nak,,,semoga Gendis tidak nakal dan rewel nanti" ayah tampak menggoda Gendis.


"Ayahhh,,,," seru Gendis tampak malu.


"Tenang saja ayah,nanti akan saya siapkan macam macam makanan dan minuman didalam,biar tenang" Danar tidak kalah meledek Gendis juga.


Gendis menatap Danar dengan menajamkan matanya karena kesal dan malu.


"Hahahaaa,,,,oh yaa gimana keadaan anak ayah? Nihh perutnya sudah mulai terlihat" seru ayah sambil membelai perut Gendis dengan rasa sayangnya.


"Baik yah,,,alhamdulilah udah lewat masa masa mual dan mabuknya,,ganti ngidam deh sekarang" jelas Gendis.


"Syukurlah nak,,"


"Baiklah yah saya mau masuk kedalam dulu" pamit Danar.


"Oh ya silahkan nak,ini ayah juga mau lanjutkan pekerjaan ayah"


Danar menggandeng tangan Gendis untuk masuk kedalam ruangannya,dan merapikan sofa agar Gendis nyaman duduk disana.


"Duduklah disitu,,santai saja yaaaa" Gendis meminta Gendis untuk duduk dan bersantai.


"Nanti aku pesankan makanan buat temanin kamu"


"Yaa makanan ringan saja sayang biar kamu gak bosan"


"hemmm,,,ya mas"


Sang sekertaris masuk kedalam setelah mengetuk pintu dan meminta ijin masuk.


"Maaf pak,,ini ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani" jelas sang sekertaris mendekati meja kerja Danar.


"Oh yaa ,,,trimakasih" jawab Danar dan mulai memeriksa berkas berkas itu sebelum dia tanda tangani .


"Oh ya Mel,tolong kamu belikan istri saya beberapa makanan ringan ya,,dan juga air mineral"


"Baik pak"jawab sekertaris yang bernama Melani itu.


"Oh yaa kamu belum sempat berkenalan kan dengan istriku?"


"Iya pak belum hanya lihat beberapa kali saja waktu ibu datang kemari,tapi belum sempat berkenalan"


"Ya sudah kenalan saja dulu dengan istri saya"


Gendis tersenyum saat sekertaris Danar berjalan mendekatinya sambil mengulurkan tangannya.


"Selamat pagi ibu,kenalan saya Melani sekertaris bapak Danar"


"Selamat pagi juga,,kenalkan juga saya Gendis"


"Selamat datang ya ibu di kantor bapak"ucap Melani lagi dengan terus memberi senyum pada Gendis.

__ADS_1


"Tirmaksih"


kemudian Melani kembali menuju kearah meja Danar.


Danar juga sudah selesai memberi tanda tangan pada berkas berkas itu.


"Oh iya pak,,nanti siang ada jadwal makan siang bersama klien"


"Oh yaa,,,saya ingat baiklah nanti saya akan temui klien dan makan siang bersama"


"Apakah setelah ini ada hal lain yang harus saya kerjakan?" tanya Danar pada Melani.


"Oh tidak pak,,hanya janji makan siang saja nanti"


"Baiklah kalau begitu,saya keluar saja dulu dengan istri saya"


"Lohh tadi bapak suruh saya untuk membelikan ibu makanan ringan bagaimana pak,,apa tidak jadi?"


"Sayang mau?"


"Gak usah mas,,nih aku mau minum susu aku"


"Ohh tidak jadi Mel,,kalau gitu saya keluar dulu"


"Baik pak" jawab Melani dan terlebih dulu meninggalkan ruangan kerja Danar.


"Yuk,,kita keluar?"


"Kemana mas?"


"jalan jalan,,,takutnya kamu jenuh,lagian aku memang sedang tidak ada kerjaan hari ini"


"Baiklah,,," jawab Gendis dan berusaha untuk berdiri dari duduknya disofa yang sedikit kesulitan.


Danar segera membantu Gendis. Tiba tiba saja Gendis malah dia jatuhkan kepelukannya.


"Ihh sengaja yaa" seru Gendis manja.


"Enggak,,,sekalian saja kan ini namanya hehehee,," seloroh Danar..


Gendis tersenyum dan malah membalas pelukan Danar dengan erat,dan tanpa malu malu Gendis mencium pipi Danar.


"Ehhh sudah berani berani yaaa cium pipiku tanpa ijin?" seru Danar sengaja menggoda Gendis.


"Ya sudah kalau tidak mau" ucap Gendis sambil mengusap pipi Danar yang tadi dia cium.


"hahahaa,,ngambek"


wajah Gendis masih terus manyun dan menjauh sedikit dari Danar.


"Boleh kok,,nih cium lagi" Danar mencoba merayu ge dia sambil mendekatkan wajahnya pada Gendis.


"Udah gak mood" jawab Gendis ketus.


"Hemmmm,,,,ya sudah kalau tidak mau,biar aku saja yang cium"


Tiba tiba Danar langsung saja mencium pipi Gendis dengan gemasnya dan membuat Gendis kuwalahan dengan tingkah Danar itu.


"Udah massss,jadi gak kita pergi?"


"Iyaa jadi,yuk"

__ADS_1


kemudian mereka keluar dari ruangan Danar,menghampiri ayah Gendis dan berpamitan.


__ADS_2