Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 80 saling percaya


__ADS_3

"oke sekarang antar aku ke kantor Danar,aku akan memberitahukan foto ini?"


"Oh yaa apa kamu siap seandainya Danar memutuskan untuk membatalkan kerjasamanya denganmu?" tanya Lalita kemudian.


"Hehhhhhh,,," Cakra tertawa sinis.


"Aku juga tidak serius bekerja sama dengannya,aku hanya ingin mendekati Gendis" jelas Cakra.


"Dasar kamu"


Cakra tersenyum kemudian mulai membawa mobilnya menuju kearah perkantoran tempat Danar bekerja.


beberapa menit mereka sampai. Lalita keluar dari mobil Cakra dan bergegas masuk kedalam menuju kantor Danar.


Lalita langsung masuk kedalam tanpa permisi dan kebetulan sekertaris Danar sedang tidak ada ditempat jadi Lalita leluasa masuk keruangan Danar.


"Lalita" seru Danar terkejut.


"Yaa,,,maaf aku mengganggu "


"Apa kamu sudah bertemu dengan istriku?"


Lalita melipat kedua tangan didada sambil mendekat pada Danar.


"Itu yang ingin aku bicarakan denganmu"


"Tadi aku datang terlambat,jadi aku memintanya untuk memesan meja terlebih dulu,dan saat aku datang ingin menemuinya ternyata dia bersama seseorang yang aku tidak kenal,aku pikir kamu,tapi ternyata bukan"


Danar menatap Lalita serius dan penasaran dengan maksud Lalita.


"apa maksudmu?"


Lalita tersenyum kemudian mengeluarkan ponsel dari tasnya,membuka aplikasi Poto dan memberikan pada Danar.


"lihatlah,," seru Gendis sambil menyerahkan ponselnya. Danar menerima dan menatap layar itu.


"Cakra,," gumam Danar pelan.


"Kamu mengenalnya?" tanya Lalita berpura pura tidak tau.


"Hemm,yaa,,dia juga adalah teman masa SMA Gendis,Cakra juga sedang menjalin bisnis denganku"


"saat aku ingin menemuinya,aku melihat mereka jadi aku mengurungkan niatku,aku lihat mereka sangat mesra sangat akrab" Lalita mulai mencoba mempengaruhi Danar.


"Oh yaa? Apa kamu lihat seperti itu?" tanya Danar.


"Yaa,,aku melihatnya sendiri,mereka sangat dekat,,mungkin saja laki laki itu adalah cinta dimasa lalu Gendis?"


"Mungkin saja" jawab Danar.


Lalita tersenyum merasa apa yang dia lakukan tidak sia sia karena Danar merespon setiap perkataannya.


"Kamu harus menyelidikinya Danar,,ada apa diantara mereka? "


"Ya lalita,aku harus menyelidikinya?,,trimakasih kamu sudah memberitahuku Lalita" ucap Danar.


Lalita tersenyum.


"Seandainya mereka memiliki hubungan bagaimana Danar?"


Danar tersenyum menatap Lalita.


"tidak ada maaf untuknya"


"Yaa,,,kamu benar"


"Sayang sekali,,padahal aku ingin tulus meminta maaf pada dia,tapi justru aku menemukan kenyataan itu,dan aku sengaja memberitahumu Danar,aku tidak ingin kamu tidak mengetahui perbuatan Gendis dibelakangmu"Lalita masih berusaha mempengaruhi Danar.


"Yaa trimakasih Lalita"


"okelah,,aku permisi dulu yaa,,kalau kamu butuh aku untuk menemanimu bercerita seperti dulu lagi,aku selalu siap Danar,,karena sampai detik ini aku selalu mencintaimu"

__ADS_1


Danar tersenyum


"Trimakasih atas perhatianmu Lalita"


kemudian Lalita pergi meninggalkan ruangan Danar dengan senyuman yang merekah,,,


"Aku yakin Danar akan meninggalkan Gendis"gumam Lalita senang.


📎📎📎📎


Danar mengetuk ngetukkan bolpoint nya diatas meja dan tersenyum lebar.


"Hhh,,,rupanya kalian akan bermain denganku?"


"Kita lihat saja nanti" gumam Danar merasa lucu dengan sikap Lalita dan Cakra .


Ya tampaknya mereka berdua sedang bersekongkol untuk memfitnah Gendis.


sayang sekali,,,aku sudah pernah melihat kalian berdua bertemu,dan kamu bilang tidak mengenal Cakra,,sedang kalian sudah pernah bertemu,,sungguh ini adalah sebuah kebohongan.


"Sangat tidak rapi permainan kalian,,,Dann wanita sebaik Gendis tidak akan dengan mudah kalian jatuhkan,,buktinya baru saja kalian akan memulai aku sudah mengetahui siapa kalian"


"Kita akan bermain main sejenak oke"


📎📎📎📎


Malam hari Danar sudah di rumah,dan bersiap makan malam bersama Gendis.


"Oh ya gimana tadi pertemuanmu dengan Lalita? apa dia benar meminta maaf,dan menyesali semuanya?" tanya Danar membuka obrolan di ruang makan.


Gendis menatap Danar kesal.


"Harusnya aku menurutimu mas" jawab Gendis.


"Ada apa?"


"dia tidak datang,,cukup lama aku menunggunya,padahal dia memintaku untuk memesan meja terlebih dulu" jelas Gendis.


"Benar benar tidak datang?" tanya Danar.


Danar mendengarkan dan berpura pura terkejut.


"Cakra?"


"Kenapa yaa,,dia memang seperti hantu,selalu mengikutimu" seru Danar berpura pura kesal,Danar masih belum ingin memberitahu Gendis perihal yang dia tau tadi.


tapi Danar salut,Gendis sangat jujur padanya,dia tidak menyembunyikan kejadian yang dia alami tadi siang. Dan itu membuat Danar semakin jatuh hati pada Gendis.


"Entahlah mas,,,aku juga merasa dia itu sengaja mengikutiku,,aneh saja Lalita tidak datang justru Cakra yang muncul,,masa iya aku harus curiga sama mereka?"


Deg,,,,jantung Danar berdegup karena tidak menyangka Gendis berbicara hal itu,seperti orang yang peka saja.


"Mungkin memang kebetulan seperti biasanya itu,,,tapi memang aku bilang dia itu hantu"


Gendis menahan tawanya mendengar kalimat Danar tadi,entah berapa kali sudah Danar menjuluki Cakra seperti hantu.


Tidak berapa lama mereka selesai makan malam dan memutuskan untuk bersantai diruang tivi yang ada dilantai dua.


Danar meminta pada bik Rahmi untuk membawakan mereka makanan ringan dan juga minuman hangat.


"Ahh rindunya aku dengan anak kita" seru Danar saat mereka sudah duduk disofa berdampingan.


"Sama aku rindu gak?"


"Yaa rinduuu,makanya aku ajak kamu bersantai diruangan ini biar tidak ada yang mengganggu" jelas Danar sambil meraih bahu Gendis dan memeluknya erat.


"oh yaaa,,ada yang ingin aku ceritakan sama kamu"


"apa mas?" tanya Gendis.


"Sebenarnya aku tahu Lalita tidak datang menemuinya"

__ADS_1


Gendis menarik tubuhnya dari pelukan Danar dan segera menatap Danar bingung.


Danar tersenyum melihat wajah Gendis yang bingung itu.


"Tadi siang Lalita ke kantor aku lagi"


"Hahhhh,,,apaan,,,apa maksud dia? meminta aku datang untuk bertemu dia,menunggu dia lama,,ternyata dia datangin mas ke kantor?"


"Iya,,,"


"pembohong yaa dia,sengaja yaa ingin mengerjaiku?"


"Bukan hanya itu"


"Maksud mas apa?"


"Dengarin aku yaaa"


Gendis mengangguk dan tampak menunggu penjelasan Danar.


"Tadi dia ke kantor hanya untuk memberiku sebuah Poto,Poto kamu dan Cakra"


"Hhhhhh,,,,,,?"


"Yaaa,,,dia bilang saat datang ke restoran itu untuk menemuimu,,,dia melihatmu duduk dengan Cakra,dia mengira itu aku,karena dia tidak mengenal Cakra"


"jadi dia mengurungkan niatnya untuk menemuimu" jelas Danar lagi sambil menggenggam jemari Gendis yang masih tampak shock.


"Dan dia memutuskan ke kantor untuk memberiku Poto mu dan Cakra,karena dia sempat memfoto kalian tadi siang"


"yaa,,dia berusaha meyakinkan aku kalau kamu sangat dekat sekali dengan Cakra,kalian mesra sekali" .


"Dan mas percaya dengan kata kata Lalita?" tanya Gendis pelan dan mulai terbawa emosi,tiba tiba air matanya luruh dari kedua sudut matanya.


Danar tersenyum kemudian mengusap air mata Gendis lembut.


"Kamu mengira aku percaya dengan dia?"


"Sini aku beritahu,," seru Danar dan meminta Gendis untuk kembali jatuh dipelukannya.


"Entahlah,,,aku mungkin harus percaya bahwa ini sebuah pertolongan dari tuhan buat kita,setidaknya mereka tidak akan mudah untuk menjatuhkan mu dan memfitnahmu"


"Ingat saat kita jalan dan makan siang hari Minggu kemarin? ,,tidak sengaja aku melihat Lalita dan Cakra sedang makan ditempat yang sama dengan kita,,aku terkejut melihat itu,merasa aneh bagaiman merek bisa saling kenal"jelas Danar dan memberitahu Gendis tentang yang dia lihat dihari Minggu kemarin.


"Makanya saat tadi Lalita datang dan menunjukkan foto itu,aku hanya bisa tertawa didalam hati saja,tapi didepan Lalita aku berpura pura terkejut"


"Dia memintaku untuk menyelidiki kamu dan Cakra,hahahahaha,,,justru aku yang akan menyelidiki mereka"


"kenapa mas gak cerita kalau mas melihat mereka waktu itu?"


"Yaa aku sengaja,karena memang aku ingin menyelidiki mereka"


"Kenapa mereka jahat sekali mas?" dan Cakra? Ada apa dengan Cakra? apalagi mas dan dia sendang menjalankan usaha bersama? Apa mas masih percaya sama dia?"


"Tenang saja Gendis,,,aku bisa membekukan segala akses kerjasama dengannya kalau dia terbukti ingin berbuat jahat dengan kita"


"Dan sekarang apa tindakan mas selanjutnya?"


"Kita ikuti dulu permainan mereka? Buat seolah olah kita tidak tahu rencana mereka"


"Oh yaa aku jadi ingat,sewaktu aku dapat kiriman foto mas dan Lalita,,jangan jangan itu bagian dari rencana mereka?" seru Gendis tiba tiba mengingat soal foto yang dia terima dari nomor yang dia tidak kenal.


"Itu juga sedang aku cari tahu,,sepertinya memang perbuatan mereka"


"Itulah Gendis aku merasa sangat bersyukur,,disaat mereka ingin menjatuhkanmu,atau aku,,atau memang ingin rumah tangga kita hancur,,,tapi tuhan lebih dulu membuka kedok mereka" jelas Danar dan semakin mengeratkan pelukannya pada Gendis.


"Ya mas,,,artinya mas percaya kan sama aku kalau itu hanyalah rekayasa Lalita,ingin memfitnahku?"


"Yaa,,,aku tidak sebodoh itu Gendis percaya begitu saja,,aku pasti akan menyelidiknya terlebih dulu seandainya juga aku belum tahu siapa mereka"


"yaa inilah mungkin cobaan untuk kita,setiap hal baik yang ingin kita wujudkan pasti ada saja angin menerpa"

__ADS_1


"Aku hanya ingin kita saling percaya itu saja" ucap Danar dan mengecup kening Gendis lembut.


Gendis tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya pada Danar.


__ADS_2