
Danar dan Gendis sudah sampai di villa. Gendis langsung menuju kamar dan berganti pakaian.
Sesuai rencana malam ini mereka langsung saja packing untuk persiapan pulang esok pagi. karena memang lumayan banyak barang yang harus dibawa.
"Perlu bantuan?" tanya Danar saat melihat Gendis masih belum selesai dengan urusannya.
Gendis menatap Danar sambil menghela nafas.
"Iya,,aku bingung nih banyak banget yang harus dimasukkan kedalam koper" jawab Gendis dan melanjutkan lagi pekerjaannya.
"Oke,," kemudian Danar masuk kedalam kamar untuk membantu Gendis.
"Mas memangnya sudah selesai packing pakaian mas?"
"Belum"
"Lohh,,,kenapa gak dipacking,malah bantuin aku"
"ya gantian nanti,setelah ini selesai baru kamu bantu aku" jawab Danar tersenyum.
"Hemmm,kirain mau bantu untuk meringankan,ternyata ada mau dan maksudnya" gerutu Gendis kesal.
"Sudah,gak usah ngomel,,"
Dan akhirnya pekerjaan itu selesai juga. Gendis menaruh koper disisi tempat tidur.
"Untung saja kemarin aku gak bawa pakaian banyak,jadi masih muat buat diisi oleh oleh" seru Gendis sambil duduk ditepi kasur.
"Sekarang gantian bantu aku"
Gendis menatap Danar kesal,baru saja dia beristirahat sudah disuruh lagi.
"Gak boleh membantah"
"Hemmm,,,iya " jawab Gendis akhirnya,kemudian mulai mengambil pakaian Danar yang ada dilemari dan melipatnya untuk dimasukkan kedalam koper. Dan Danar pun sama dia tidak membawa pakaian yang banyak,jadi isi kopernya masih muat diisi dengan oleh oleh yang tadi sudah tidak bisa masuk lagi kedalam koper Gendis.
"Beres mas,,,dasar curang,,aku kan yang kerjain sendiri" gerutu Gendis lagi sambil menatap Danar kesal. Dan Danar hanya tersenyum,sengaja ingin meledek Gendis.
"Trimakasih yaaa" ucap Danar kemudian.
"Emmm kira kira sudah beres semua? Ada yang masih tertinggal gak?"
"Sudah semua mas,,aman kok"
__ADS_1
"Istri yang pintar" puji Danar dan memang sengaja meledek Gendis.
"Gak perlu memuji deh mas,,,enggak bikin aku terbuai juga"
"Ahh masa?,kemarin malam mungkin iya,,tapi sepertinya malam ini tidak lagi bisa bertahan" Ucap Danar sambil duduk disamping Gendis.
"Maksudnya?"
"Kamu enggak paham?"
Gendis diam kemudian beranjak dari duduknya ingin sengaja meninggalkan Danar. Tapi Danar cepat menarik tangan Gendis dan membawa Gendis duduk dipangkuannya.
"Jangan menghindar lagi" bisik Danar.
Gendis menutup matanya tidak berani untuk membalas tatapan Danar.
"Buka saja matamu,lihat aku,,aku tidak jelek kan? Ini lelaki tampan dan gagah,kenapa kamu tidak mau membuka matamu?" bisik Danar lagi
Jantung Gendis berdesir mendengar kalimat kalimat itu.
"Iyaa,aku akui kamu tampan,kamu gagah,,,aku sengaja menutup mata agar aku tidak terlena lagi denganmu" ucap Gendis dihatinya.
"Gendis,,jangan terlena,kamu sudah sering merasa sakit kan dengan perlakuannya kekamu" bisik hati Gendis mengingatkan.
"Tapi,,,kalau kamu terlena ya sudahlah,,,itu urusanmu,tapi jangan pernah merasa seperti wanita yang selalu teraniaya yaa" lagi lagi kata hati yang lain juga berbisik.
"Hhhhh,,,terlalu percaya diri dan tidak tau diri" gumam Gendis pelan dan tanpa sadar itu terucap dari bibirnya.
"Apa,,,kamu bilang apa tadi?" tanya Danar pelan.
"Kamu bilang aku tidak tau diri?hemmm main main yaa" ucap Danar lagi,Gendis terkejut dan membuka matanya,ingin tahu apakah Danar kali ini marah padanya karena tersinggung dengan ucapannya tadi.
tapi justru dia malah melihat tatapan sendu dan manis dari Danar,bukan wajah memerah menahan amarah seperti biasanya.
"Aku memang tidak tau diri,tapi kadang kadang saja,nah ini aku akan terus menggodamu,,biarkan saja aku dianggap seperti itu"
"Mas,,,udah ya,,jangan memintaku untuk melakukan itu. Jangan buat aku terbuai lagi,aku gak mau jatuh lagi,aku sedang bertahan dengan perasaanku mas agar aku nanti bisa menerima kenyataan"
"Tapi kamu istriku Gendis,,,kita bisa bersikap seperti suami istri pada umumnya"
"Yaa,aku bisa mas seperti itu,tapi mas,,,setelah itu aku kecewa lagi dan rasanya sangat tidak adil untukku"
"Kalau sudah seperti itu mas dengan seenaknya bilang aku terlalu baper,harusnya aku tidak boleh terlena dan akhirnya malah jadi cinta lokasi,,aku harus berperan juga seperti mas"
__ADS_1
"Maassss,ini hati,,," seru Gendis sambil menunjuk kedadanya.
"Aku gak bisa berperan seperti mas,,harus melakukan adegan sesuai petunjuk sutradara,setelah itu selesai"
"Aku bukan pemain,,,"
Danar terdiam,,hatinya sesak,,kamu tidak tau saja Gendis,aku masih bingung dengan perasaanku yang sesungguhnya. Ada rasa tapi aku tidak mau berlebihan,aku masih ingin tetap dengan tujuanku awal,bukan ingin membangun rumah tangga yang bahagia bersamamu.
"Kamu tidak salah Gendis kalau kamu akhirnya memiliki rasa padaku,aku yang salah sudah membawamu terlalu jauh,dan akhirnya membuatmu terlena dan terbuai" ucap Danar dihatinya.
"Memang ini tidak adil buat Gendis,,,Entah apa yang aku rasakan sebenarnya,tapi aku cemburu saat ada lelaki yang mendekati Gendis,aku tidak terima"
"Mas,," seru Gendis membuyarkan lamunan Danar.
Danar menatap Gendis sendu,kemudian tersenyum.
"Maafkan aku,," tiba tiba satu kata itu keluar dari bibir Danar.
"Aku,,,maaf Gendis,,,aku minta maaf"
kemudian Danar meminta Gendis untuk berdiri dari pangkuannya,dan menggenggam tangan Gendis erat.
"Bagaimana caranya agar aku bisa jatuh cinta sama kamu?" tanya Danar pelan sambil menatap wajah Gendis lekat.
Gendis terdiam dan sedikit terkejut mendapat pertanyaan itu.
"Bagaimana,,,?buat aku jatuh cinta Gendis ,,agar aku bisa menjadi suami yang seutuhnya?"
"Aku tidak menyakiti hatimu,aku tidak memaksamu,kita melakukannya atas dasar cinta,bukan lagi hanya sebuah peran?"
"Aku,,,aku tidak tau mas,,aku sendiri juga masih belum pasti dengan perasaanku,aku hanya kecewa saat aku sudah memberikan segalanya, kamu hempaskan aku lagi,,,," jelas Gendis kemudian.
"Sebenarnya aku hanya ingin ini semua segera berlalu,,,aku bantu kamu,,dan setelah itu aku akan pergi dari kehidupanmu,aku akan tinggalkan kamu dan anak kita"
Tiba tiba saja air mata Danar menetes,,wanita apa yang ada dihadapannya sekarang ini,kenapa dia begitu lembut dan berpasrah dengan hal yang akan dia hadapi nanti.
"Setega itukah kamu Danar? kamu tega akan menghempaskannya saat kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau?" tanya hati Danar.
"Gendis,,,mau kita sama sama belajar untuk jatuh cinta?" tanya Danar kemudian dan air mata masih menetes dari pelupuk matanya.
"Mas,,aku gak mau terlalu berharap,tapi baiklah kita coba" jawab Gendis dan perlahan mengusap air mata Danar lembut. Danar meraih tangan itu dan menciumnya.
"Maafin aku yaa,," ucap Danar pelan.
__ADS_1
Gendis hanya diam.
Danar kembali menatap Gendis,,,dan tersenyum.