Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi

Aku Dijodohkan Dan Diselingkuhi
bab 72 gangguan Lalita


__ADS_3

"Danar,,," tiba tiba sebuah suara memanggil Danar didalam ruangannya,ya Danar tidak Sada sama sekali kalau ada yang masuk keruangannya tanpa permisi.


"Lalita ,,," seru dan segera berdiri menghampiri Lalita yang masih berdiri didepan pintu. Danar menarik tangan Lalita kemudian segera menutup pintu ruangannya.


"Ada apa kamu kemari?" tanya Danar kesal.


"Kamu sudah melupakanku Danar?"


Danar duduk disofa dan mengatupkan kedua tangannya diwajah.


"Kamu berjanji kan sama aku Danar,kalau kamu tidak akan meninggalkan aku,,tapi kamu malah pergi berbulan madu dengan dia"


"Kenapa Danar,kenapa kamu melakukan ini?"


Danar hanya diam karena Danar masih bingung harus bicara apa pada Lalita.


"Aku bersabar Danar,,tapi aku semakin takut,,,kamu bilang akan membuat Gendis hamil,dan kamu memilik anak dari rahimnya agar orang tuamu memenuhi permintaanmu,,tapiii semakin kemari kamu semakin berubah Danar,,kamu tidak pernah menghubungiku lagi,kamu melupakan aku" Lalita masih terus berbicara dan air matanya menetes tanpa bisa ditahan.


"Aku menuruti segala permintaanmu,dan setia menunggu,sampai kamu harus memiliki anak dari dia aku pun setuju,tapi jangan seperti ini Danar,jangan jauhi aku dan tinggalkan aku"


"Lalita,,,maaff dengan seiringnya waktu,,,ternyata itu bisa merubah perasaanku,terus terang aku mulai mencintai istriku,aku menyayanginya Lalita,dan aku menyesal karena pernah membuatnya sakit dengan ulahku"


"Dan sekarang aku sadar Lalita,,,bukan dengan cara seperti ini aku mendapatkan keinginanku. Aku tidak mau menjadi anak yang serakah, dan berdosa pada orang tua,,,aku menyadari kesalahanku,,aku menyesal Lalita sudah melukai hati orang tuaku"


"Dan Gendis,,,dia wanita yang menyadarkan ku,,dia yang mampu membuka mata hatiku,kalau selama ini aku sudah berbuat salah,aku serakah,aku benar benar berdosa pada orang tuaku"


Danar mencoba menjelaskan perasaannya sekarang pada Lalita. Ya Danar harus berterus terang,,Danar harus bisa memberi pengertian pada Lalita.


"Lalita,,,kamu cantik,kamu pintar,aku yakin kamu bisa mendapatkan laki laki yang lebih dari aku,,sejenak aku milik Gendis Lalita,,,aku tidak ingin menyakiti wanita yang saat ini sedang mengandung anakku" jelas Danar lagi dan memberitahu perihal kehamilan Gendis pada Lalita.


Lalita terlihat syok,,Lalita menutup mulutnya karena sangat terkejut mendengar penjelasan Danar.


"Gendis hamil?"


"Yaa,,,dan memang itu kan yang aku harapkan dari awal,,dan aku senang mendengar itu,aku bahagia,bukan bahagia karena tujuanku akan tercapai Lalita,,justru aku akan mengubah rencana awal kita itu,,,aku tidak mau melukai hati wanita yang sudah bersedia mengandung anakku"


"Aku bahagia,,karena dihatiku ada perasaan cinta dan sayang untuk Gendis,makanya aku sangat bahagia" jelas Danar lagi.


"Danar,,bukannya aku sudah bilang kalau aku menerima itu,,,dan kalau nanti Gendis melahirkan anak kamu,aku yang akan merawatnya,dan kita akan menikah,dan kamu berjanji kamu akan meninggalkannya" Lalita terlihat berusaha untuk mengontrol emosinya dan berkata lembut pada Danar.


"Yaaa,,dan sudah aku katakan tadi,,dengan seiring waktu semua itu berubah Lalita,,ternyata perasaanku pada Gendis kini berbeda,aku mencintai Gendis"


"Danar,,kamu pembohong" seru Lalita marah.


"Yaa,,,aku pembohong,,tapi ini semua demi kebaikanku,demi orang tuaku,dan Lalita juga anakku"


"Baiklah,,,aku pergi dari sini,selamat berbahagia" Lalita pergi setelah mengucap kata selamat untuk Danar,dengan tatapan dan senyuman yang sulit diartikan.


📎📎📎


Di rumah Gendis masih bermalas malasan,karena memang hanya itu yang dia rasakan. Tadi pagi bik Rahmi sudah menyiapkan sarapan untuknya,Gendis mencoba makan dan syukurlah bisa makan walau masih sedikit.


Gendis tidak menyadari kalau akan ada tamu tak diundang akan datang menemuinya.


"Mbak Gendis maaf,,ada tamu ingin bertemu mbak" bik Rahmi datang kekamar Gendis tergesa dengan wajah sedikit pucat.


"Siapa bik?" tanya Gendis dengan lemas.

__ADS_1


"Itu mbak,tamu wanita yang tempo hari datang kemari marah marah"


"Siapa bik?" Gendis bingung dan serasa malas untuk mengingat ingat.


"emm itu mbak,nona Lalita"


"Aduhh,,ada apa dia kemari bik,saya malas menemuinya dan lagi saya juga masih lemah begini"


"Iya tadi sudah saya beritahu kalau mbak Gendis sedang tidak enak badan dan tidak ingin menemui siapa siapa,tapi dia memaksa"


"Biarkan saja bik,saya tidak akan menemuinya"


"Apa saya telpon saja den Danar yaa?" usul bik Rahmi.


"Jangan dulu bik,nanti saja kalau dia berbuat hal yang tidak sopan baru mas Danar ditelpon"


"Baik mbak Gendis"


"Bilang saja,saya tidak ingin menemuinya,kalau dia benar benar bersikeras biarkan saja yang penting tidak buat keonaran" pesan Gendis pada bik Rahmi sebelum keluar dari kamar Gendis.


Bik Rahmi mengangguk dan keluar dari kamar untuk menemui Lalita lagi.


"Apa maunya perempuan itu? Dan apa mas Danar masih berhubungan dengan dia?"


tapi tiba tiba saja justru Lalita berani masuk kedalam kamarnya,Gendis tersentak dan segera bangun dari tidurannya.


"Kenapa kamu tidak temui aku?"


"Buat apa? Aku juga sedang tidak enak badan,aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun"


"Dasar wanita ******" hardik Lalita kasar dan mendekat kearah Gendis.


"Yaa,,licik kamu yaa,,kamu sengaja bisa hamil anak Danar agar kamu bisa menguasai Danar dan hartanya" tuding Lalita jahat.


"Hahhhhhhh,,,,,pintar sekali kamu membalikkan fakta? Bukannya kamu yang ingin menguasai Danar dan harta orang tuanya,dan memakai cara licik,mengharapkan aku hamil agar aku bisa membantu kalian mencapai tujuan kalian?"


"Yaa,,tapi Danar sudah berpaling dariku sekarang,itu gara gara kamu"


"Itu adalah resikomu,karena niatmu memang jahat sekali"


"Sini kamu,," tiba tiba Lalita menyeret tangan Gendis memaksa Gendis turun dari tempat tidur.


"Kamu harus bayar semuanya,kamu harus menggugurkan kandunganmu,," teriak Lalita.


Bik Rahmi tampak masuk kekamar Gendis dan membantu Gendis untuk lepas dari cengkraman Lalita.


"Lepaskan Mbak Gendis non Lalita,,,sebentar lagi den Danar akan datang,dan lihat apa yang akan den Danar lakukan untuk anda non Lalita" seru bik Rahmi sambil terus berusaha melepaskan tangan Lalita dari tangan Gendis.


Gendis berusaha sekuat tenaga untuk tidak terjatuh dari atas kasur karena dia tidak ingin terjadi apa apa dengan kandungannya.


"Bik tolong saya" seru Gendis dengan suara lemah.


Tampak juga bik Lina datang membantu karena mendengar keributan dari arah bawah.


"Lina cepat bantu,,tahan mbak Gendis" seru bik Rahmi pada bik Lina.


Akhirnya bik Rahmi dan bik Lina berhasil melepaskan cengkraman tangan Lalita dari Gendis. Bik Rahmi segera saja mendorong Lalita keluar dari kamar Gendis.

__ADS_1


tepat disaat Lalita berhasil didorong keluar oleh bik Rahmi,Danar tiba di rumah.


"Ada apa ini?" tanya Danar marah dan menatap Lalita tajam.


"Mana Gendis?" tanya Danar lagi dan bergegas masuk kekamar untuk melihat kondisi Gendis.


Gendis tengah meringkuk bersandar disandaran kasur ditemani oleh bik Lina.


"Masss,,," seru Gendis menangis saat melihat Danar masuk.


Danar langsung menyongsong tubuh Gendis dan memeluknya erat serta menenangkan Gendis.


"Mass,,aku takut,,dia berusaha ingin menyakitiku,,,dan ingin agar aku keguguran"


"Jahattttr,,," seru Danar kemudian melepas pelukannya pada Gendis untuk mencari Lalita. ternyata Lalita sudah pergi dari rumah ini.


"Dia lari den"


"Tidak ada yang bisa mencegahnya?"


"Maaf den,,pekerja lain sedang istirahat pulang,jadi tinggal saya dan Lina saja yang ada"


"Ya sudah tidak apa apa,bisa diurus nanti soal dia,yang penting sekarang Gendis baik baik saja"


Danar masuk kembali kedalam menemui Lalita.


"Non lalita tadi menarik lengan mbak Gendis dan ingin menyeret turun dari atas kasur ini,lihat saja lengan mbak Gendis memar den" jelas bik Rahmi bercerita soal kejadian tadi dan menunjuk legan kanan Gendis yang memar.


"Ohh sayangggg,,,maafin aku" ucap Danar merasa tidak tega melihat Gendis dan memeluknya erat.


"Maafin aku sayang,,,aku lalai menjagamu"


"Aku takut mas,,aku takut dia ingin melukaiku,,menginginkan aku keguguran" seru Gendis lagi dan menangis dipelukan Danar.


"Aku akan memperketat penjagaan lagi di rumah ini,,aku gak ingin terjadi sesuatu lagi sama kamu,,aku lalai Gendis,maafin aku ya sayang" ucap Danar kemudian menciumi wajah Gendis berulang ulang karena rasa menyesalnya lalai menjaga Gendis.


Gendis terus menangis karena ada rasa trauma yang begitu dalam pada diri Gendis akibat kejadian tadi.


"Aku takut dia datang lagi mas"


"Aku akan memperketat penjagaan sayang" janji Danar.


Danar memeriksa lengan Gendis yang memar.


"Bik,,ini diapain yaa biar memarnya hilang,atau Gendis tidak merasa sakit?"


"Dikompres air hangat den,sebentar saya ambilkan dulu" pamit bik Rahmi dan diikuti oleh bik Lina yang sedari tadi juga masih ada didalam kamar Gendis.


"Sayang tenang yaa,aku disini,aku jaga kamu"


"Kenapa ada orang sejahat itu ya mas?" tanya Gendis sambil matanya menatap kosong.


"Yaa Gendis,,mungkin sudah dikuasai oleh iblis hatinya"


"Nanti aku akan urus dia,biar dia tidak lagi mengganggumu"


Gendis melingkarkan kedua tangannya dileher Danar dan ingin agar Danar terus memeluknya,karena Gendis masih merasakan ketakutan luar biasa.

__ADS_1


Danar mengusap usap punggung Gendis untuk memberikan ketenangan untuknya.


__ADS_2