
Danar dan Gendis pulang setelah selesai makan siang.
Danar menggandeng tangan Gendis berjalan beriringan. Danar berusaha melindungi tubuh Gendis agar Gendis tidak melihat Cakra dan Lalita yang sedang asyik bercengkrama.
Entah apa yang mereka bahas,dan sejak kapan mereka saling kenal. pertanyaan yang terus berkecamuk dikepala Danar.
"Mas,,aku perhatikan mas seperti orang gelisah dari tadi?" tanya Gendis saat mereka sudah ada didalam mobil dan keluar dari parkiran mall.
"Enggak,,gelisah kenapa?" Danar balik bertanya dan berusaha untuk tenang.
"Oh ya,,,kamu kenal Cakra sudah berapa lama?" tanya Danar tiba tiba dan membuat Gendis tersontak.
"Ada apa tanya soal Cakra?"
Enggak apa apa,cuman pengen tau aja,apalagi kan dia partner Bisnisku sekarang"
"Kenal dia mulai di SMA "
"Dekat?"
"Enggak,,,"
"Tapi sepertinya dia ada sesuatu sama kamu?"
"Entahlah,,tapi aku tidak dekat sama dia" jelas Gendis
"Dan mas,,kenapa masih berniat menjalankan bisnis dengan dia?" tanya Gendis kemudian.
"Kan aku sudah bilang prospeknya sepertinya bagus"
"Mas percaya sama dia?"
"Kalau tidak percaya ya sudah dari awal aku menolak" jawab Danar tegas.
"Yaa,,semoga saja kerja sama ini berjalan dengan baik mas"
"Yaa semoga saja"
Tidak berapa lama mereka sudah sampai di rumah. Setelah menaruh mobil di garasi,Danar dan Gendis bergegas masuk.
"Istirahatlah Gendis,aku mau ke ruang kerjaku dulu,ada yang ingin aku kerjakan"jelas Danar sambil berjalan menuju ke ruang kerjanya,sedang Gendis menuruti perintah Danar untuk beristirahat di kamar.
Danar bergegas ke ruang kerjanya,kemudian merogoh ponsel yang ada disaku celananya.
Danar menekan nomor telpon orang kepercayaannya,dan menelpon,karena Danar mempunyai tugas untuk dia berikan pada orang kepercayaannya itu.
*Hallo*
*Hallo tuan*
*aku ada tugas untukmu*
*Baik tuan,apa yang harus saya kerjakan?*
*Tolong selidiki orang yang bernama Cakra Umbara,seorang Presdir perusahaan otomotif terbesar,dan aku akan kirim data datanya kepadamu*
*akan ada alamat dia tinggal,dan alamat perusahaannya*
*Dan,,juga selidiki ada hubungan apa dia dengan Lalita*
*Baik,,siap saya laksanakan tuan*
*Kabari aku segera kalau sudah mendapatkan info tentang dia*
Danar menutup telponnya.
Pikirannya kembali melayang kepada Cakra dan Lalita.
Danar merasa curiga dengan kedekatan mereka.
tapi Danar tidak sekalipun merasa cemburu,kalau memang mereka dekat dan memiliki hubungan tentu Danar akan senang dan lega akhirnya Lalita akan berhenti mengganggunya.
tapi apa itu mungkin? Dan sejak kapan mereka saling kenal dan dekat.
Tidak terasa waktu sudah semakin senja,Danar keluar ruangan dan menuju kekamar menemui Gendis yang ternyata sudah terlihat cantik sekali.
"Duh,,,sudah cantik gini,,mau kemana?"
"Ih,,kan udah sore mas,udah waktunya mandi" jawab Gendis tersipu.
"Mas tu yang belum mandi,,mandi deh keburu malam"
"Siapppp,,,"
__ADS_1
Danar menuruti permintaan Gendis dan segera mandi.
selesai mandi dia menemui lagi Gendis yang sudah duduk di ruang tengah dilantai bawah.
"Oh ya kapan nih waktu cek kandungan lagi?" tanya Danar sambil duduk disamping Gendis.
"Masih seminggu lagi mas"
"Ah,,yaaa,,,aku tidak sabar untuk mengetahui perkembangan anak kita,semoga saja sehat sehat,berkembang dengan baik"
"Iya mas,aku juga berharap seperti itu"
"Oh,,ya waktu itu ibu kamu bilang,,katanya kalau si wanita hamil terlihat cantik anaknya pasti cewek,,kamu memang terlihat cantik sekali Gendis,,malah bikin aku gemes"
"Ishhhh bisa aja kamu mas,,"
"Aura kamu semakin terpancar" puji Danar lagi.
"ahh mitos aja itu mas"
"Yaa,,kita liat saja nanti,tapi apapun jenis kelaminnya aku tetap akan menyayanginya,mau cewek mau cowok,aku tetap bahagia dan bersyukur"
"Heee,,eemmm mas,aku juga"
"Mas,,,boleh minta sesuatu lagi?"
"Apa?"
"Gak tau nih,,,kenapa aku pengen sesuatu tapi mas yang buatin" jelas Gendis berharap Danar tidak mengira yang tidak tidak atas permintaannya.
"Iya bilang saja,,kamu mau aku buatin apa?"
"Aku pengen makan roti mas,,tapi dipanggang terus diberi es krim"
Danar menahan tawanya,,menatap Gendis gemas. Sungguh permintaan sederhana dan unik.
"Tapi ada stok es krim tidak?" tanya Danar.
"Nahh,,,aku tidak tau mas,soalnya tidak pernah beli es krim" jawab Gendis.
Danar memanggil bik Rahmi,kemudian bik Rahmi datang menghampiri.
"Ada apa den?"
"Kalau roti ada den,tapi es krim tidak ada,karena tidak pernah membeli"
"Minta tolong pak supir membelikan es krim ya bik" pinta Danar .
"Baik den" jawab bik Rahmi sambil berlalu dari mereka.
"Sebentar yaaa,,,gak apa apa kan menunggu?" tanya Danar pada Gendis.
"Iya mas,,,maaf yaaa mas "
"Maaf kenapa? Aku senang kok kamu begini,dan aku akan berusaha untuk selalu memenuhi permintaan kamu"
Gendis tersenyum dan membelai pipi Danar lembut.
Danar membelai perut Gendis dengan sayangnya.
"Gak nyangka Gendis,didalam perut ini ada anak aku,,,aku bahagia,dan aku sangat bersyukur" ucap Danar sambil terus memandangi perut Gendis dan membelainya.
"Sehat sehat ya nak,,papi selalu jaga kamu,selalu penuhi kebutuhan momi kamu,papi ingin kalian berdua sehat" ucap Danar lagi dan tanpa dia sadari air matanya terjatuh dari sudut matanya.
"Maafin aku Gendis,,aku sudah menyakiti hatimu,,,dan dengan kehamilanmu ini aku benar benar tersadar,aku berjanji akan menjagamu dan anak kita,aku tidak akan lagi menyakitimu" Danar menatap Gendis lembut.
Gendis tersenyum,dan kedua tangannya kemudian mengangkat rahang Danar.
"Trimakasih mas,,,aku tidak berharap lebih,,kamu perhatikan saja aku bahagia mas,kamu tidak menyakitiku aku bahagia,meski hanya sampai aku melahirkan nanti"
"Gendissss,,,jangan bilang seperti itu lagi,,,aku tidak akan melakukan itu,aku ingin menjagamu dan anak kita sampai kapanpun,aku ingin kamu bersamaku"
Danar memeluk erat Gendis,,setelah itu melepas pelukannya,dan tanpa merasa sungkan dan takut akan dilihat oleh para asisten rumah tangganya,Danar mengecup bibir Gendis lembut.
"Jangan bilang seperti itu lagi,,,tidak apa apa kamu masih belum bisa percaya denganku,tapi aku mohon jangan pernah ucap itu lagi" ucap Danar lagi memohon pada Gendis.
Gendis mengangguk pelan.
Danar kembali mengecup bibir Gendis dengan mesra.
"Mas,,,udah,,,malu nanti kalau tiba tiba ada bibik atau siapa aja yang masuk tiba tiba" Gendis tersipu.
Danar tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah,,nanti saja ya kalau sudah didalam kamar,biar aman dan bebas"
"Ihhhh,,,apaan sih mas"
"Kenapa? Kan boleh kan?"
Gendis tersenyum lagi dan menunduk malu.
"Aden maaf,ini es krimnya sudah ada. mau dibuat apa? Biar bibik buatkan" seru bik Rahmi tiba tiba.
"Ehh,,,gak usah bik,saya cuman minta diberitahu caranya untuk memakai panggangan roti bagaimana?"
"Oh baik,,mari ikut kedapur den"
"Oke bik,,,Gendis sebentar ya aku buatkan dulu,kamu mau tekstur rotinya seperti apa? Mau yang garing atau tidak terlalu garing? "
"Jangan terlalu garing mas,,,"
"oh yaa nanti es krimnya di taruh diatasnya begitu?" tanya Danar lagi.
"Ya mas seperti itu?" jawab Gendis.
"Mau ditumpuk lagi dengan roti atau tidak?"
"Jangan mas,,,cukup satu roti saja terus diberi toping es krim'
"Okeee,,,siap laksanakan tugas"
Gendis tersenyum.
Danar kemudian menuju kedapur dan bik Rahmi sudah menyiapkan bahan yang akan Danar pakai.
"kenapa pakai es krim den?"
"Permintaan ibu hamil bik,pengen roti bakar terus diberi toping es krim" jelas Danar sambil mulai membuat apa yang diminta Gendis.
"Hahahaha,,,ada ada saja ya ngidamnya?"bik Gendis tertawa .
"Dan maunya harus saya lagi yang buat bik,tidak mau orang lain"
"Ya memang begitu den,,aneh aneh permintaan wanita hamil yang sedang mengidam,dituruti saja den"
"Iya bik,,,makanya kan saya buatkan"
Tidak lama pekerjaan Danar selesai. Danar membawakan beberapa potong roti bertoping es krim pada Gendis.
"Sudah jadiii" seru Danar.
"Yaaaa,,tapi mes krimnya meleleh" Danar tampak kecewa karena melihat es krim yang cepat meleleh.
"Hahaha,,ya jelas mas,kan rotinya masih panas,mas langsung beri topingnya"
"Iya ya,,gimana dong,apa aku buatkan lagi?" tawar Danar ingin agar Gendis tidak kecewa.
"Ehh gak usah mas,,,itu saja. takutnya nanti kalau mas buat lagi kan lama,ntar aku malah berubah moodnya"
"Hemmm,,ya sudah,,sekarang segera saja dimakan,,maaf yaaa aku teledor buatnya"
"Tidak apa apa mas,,,trimakasih yaaa mas" ucap Gendis dan mulai menyantap roti es krim itu.
"masss ini enakkkkk" puji Gendis kemudian.
"Ahhh yang bener?"
"Beneran masss enakkkk banget" jawab Gendis sambil terus melahap roti itu .
Danar menahan liur tampak tergiur dengan roti es krim itu,dan merasa penasaran masa iya itu enak .
"Boleh gak aku coba?" tanya Danar pelan karena sudah tidak tahan lagi melihat Gendis makan dengan nikmat.
Wajah Gendis berubah jadi cemberut.
"mas buat lagi sendiri,,jangan kurangin yang punya aku,ini punyaku dan anak kita"
"Nanti aku buatkan lagi" Danar mencoba merayu.
"Enggak,,aku hanya mau menghabiskan yang ini,dan gak mau dibuatkan lagi,nanti bisa berubah rasa belum tentu akan seenak ini" Gendis tetap menolak permintaan Danar.
Danar menahan tawanya demi melihat tingkah Gendis yang lucu seperti anak kecil itu.
"Iya iya,,enggak kok,,nanti aku buat sendiri" jawab Danar akhirnya karena takut Gendis semakin kesal dan malah merusak moodnya.
"Dasar,,,ada ada aja,," batin Danar gemas..
__ADS_1