
Aku berusaha cuek aja melihat teman teman yang sudah berbisik bisik ria."ayo nye".ajak pak burhan yang berjalan di depan."mia aku kunjungan dulu ya".pamitku pada mia."ya kak,wah hpnya keren,dompet kakak itu bukannya limited edision".katanya yang memang seperti memancing opini teman teman untuk menatapku."oh kok tahu kamu,ini hadiah lamaran dari calon suamiku".ucapku seraya berlalu.malas meladeni mulut mulut ember.
Pukul 18.30 aku dan pak Burhan selesai kunjungan stand baru.ada chat di hpku
__ADS_1
nando~sayang jam berapa kamu pulang?
anyelir~ini baru selesai mau balik ke tempat kerja untuk ambil barang barang dan absensi
__ADS_1
anyelir~ok
"anye kamu langsung pulang ato kembali ke stand dulu?".tanya pak burhan."ke stand dulu pak ambil tas dan ceklok baru pulang".kataku menjawab."oh apa perlu saya antar?".tanya pak burhan lagi."ndak pak terimakasih,saya sudah di jemput".jawabku sambil berjalan beriringan dengan pak burhan masuk stand kami.di sana mia yang melihat kami sudah menyambut ramah kedatangan pak burhan ala ala cari muka.Aku hanya tersenyum saja melihat gelagat mia."pak burhan saya langsung pulang ya pak".pamitku."ya nye saya juga pulang ke penginapan bersiap untuk penerbangan malam nanti".kata pak burhan."oh ya nye ini sudah saya tanda tangani dan pesangon kamu sudah di kirim bagian keuangan ke rekeningmu.dan ini ucapan terimakasih untuk hasil kerjamu yang selalu baik".kata pak burhan sambil menyerahkan 2 amplop coklat padaku.mia hanya melihat seperti kambing congek." terimakasih pak saya undur diri".kataku lagi."mia tolong contoh anyelir kerja yang baik dan rapi disiplin.saya tidak suka punya pegawai yang hanya suka bergerombol bergosip".terdengan di telingaku pak burhan menasehati mia.Aku melangkah menuju tempat karyawan bebenah dan mengganti sepatu hak tinggiku dengan sepatu teplek santai.melangkah menuju parkiran dimana pak tio sudah menunggu.
__ADS_1
30 menit perjalanan dari tempat kerja ke apartmen.Kuedarkan pandanganku melihat isi apartmen yang sepertinya ada yang berubah.benar saja kamar depan terbuka mbak saroh wanita paruh baya yang di tugaskan nando membersihkan apartmen ini setiap hari."mbak kok tumben belum pulang?".tanyaku di ambang pintu kamar depan."eh non maaf pak nando minta saya menyiapkan kamar ini untuk ayah non".jawabnya yang membuatku bingung."ayah???".gumanku lirih"bapak dimana mbak?"."di kamar utama non".jawab mabk saroh lagi.aku belalu menuju kamar utama meninggalkan mbak.saroh yang melanjutkan bebenahnya."asslmkm yank....".sapaku sambil melangkah menuju nando yang duduk memejamkan mata di sofa dalam kamar."ud pulang sayang".katanya menerima uluran tanganku.kucium tangannya sopan."cie ud kayak istri sholehah".goda nando."aku mandi dulu yank lengket semua badanku".kataku yang hendak menju kamar mandi."mandikan aku juga ya yank".goda nando mengikutiku kekamar mandi."akh....aku mau mandi dulu,kalo sama kamu nanti malah lama".gerutuku yang tau tujuan nando mandi bersama.karena bukan hanya mandi ujung ujungnya.dia ta menggubrisku tetap ikut masuk ke kamar mandi.dan benar saja bukan mandi yang terjadi aksi nakal nando yang membuat acara mandi jadi lama.selesai di kamar mandi masih berlanjut di kamar.seperti itu lah nando tiada pernah lelah seakan itu merupakan makanan lezat untuknya."sayang aku belum makan".rajukku menghentikan nando yang sudah bergerilya lagi."hemmmm ya uda kita makan dulu,mbak saroh tadi masak".katanya lagi.yang kujawab dengan anggukan.selesai memakai pakaianku aku dan nando jelan menuju meja makan.aku duduk di hadapan nando kusendokan nasi dan lauk ke piring nando."latihan jadi istri abang nich".godanya lagi lagi membuat pipiku memerah."o ya yank kamar depan katanya untuk ayah,maksudnya?".tanyaku yang ingat dengan ucapan mbak saroh tadi."oh ya besok pagi bapak sampai di sini lusa kita melakukan ijab,ma2 akan datang lusa".jawabanya yang membuat aku melongo."maksudnya?kok aq jafi bingung yang!".tanyaku bingung."aku sudah ke rumah ma2 minta ijin menikah denganmu dan juga sudah telf ayah.mereka merestui siang tadi aku kirim untuk bapak berangkat ke sini sama anak istrinya.acara kita nanti di Batu sudah saya siapkan di villa saya".terangnya."maksud kamu,kamu sudah minta restu ayah dan ma2?kapan?".tanyaku masih ta habis pikir.yang di jawab anggukan kepala oleh nando."selesai makan langsung tidur ya yang,aku pulang dulu".kata nando yang membuat hatiku perih.dia bukan miliku seutuhnya.aku harus ikhlas.ini jalan yang sudah harus aku jalani.aku menunduk dan mengangguk mengiyakan.