Aku Istri Ke 2

Aku Istri Ke 2
SADAR


__ADS_3

Aku melangkah bersama nya menuju sebuah kamar yang amat sangat megah.Seorang wanita cantik paruh baya terbaring di atas tempat tidur king size.banyak alat yang terpasang di tubuhnya.Takut dan tak percaya,wanita yang penyayang dan sabar itu harus menderita seperti ini.Aku melangkah mendekat tanpa suara.Duduk di samping tempat tidur perlahan dan hati hati ku raih tangannya ku genggam."nyonya verna,nyonya harus bangun.........".ujar ku pelan di samping telinganya.Entahlah walau aku bukan kerabatnya namun kasih sayang nyonya verna sangat menyentuh ku.Aku menggosok gosok halus tangannya.Tak ada respon apapun."nyonya verna seperti ini karena apa?".tanyaku sambil mendongak melihat pria yang berdiri di sampingku."entahlah semua mendadak,aku sendiri masih menyelidikinya".jawab nya."Fanya yang selalu mendampingi nyonya verna kemana?".tanya tania lagi."Fanya siapa?aku baru pulang 1bulan ini dari swiss".jelasnya."dia kadang datang ke toko dengan seorang wanita berambut sebahu centil dan ceria".jelas ku."Apa Fanya verona maksudmu?".tanyanya dengan wajah yang kian dingin.Aku mengangguk mengiyakan."Dia sepupu ku,mengapa Fanya bisa menemani oma?padahal paman sangat bertentangan dengan oma dan keluarga mereka tak ada yang mau datang kemari".Jelasnya merasa janggal.Saat itu pintu kamar pun terbuka.Sosok wanita yang kami bicarakan berdiri menatap aku dan pria itu."Kak,kapan kakak datang?"tanyanya dengan manja."untuk apa kamu kemari,bukannya paman tak suka keluarganya mendatangi rumah oma?".tanya nya dengan nada mengintimidasi.Gadis yang ceria dan manja itu langsung ketakutan dan membisu.dia menatap tajam ke arahku."mengapa pelayan toko kue ini di sini?".tanya nya mengalihkan.Aku pun tersenyum menyapanya.namun tatapan benci terpancar di wajahnya untukku.Aku hanya diam.Pria itu menetap Fanya dengan tatapan dingin."Dia tamuku,jadi jaga bicaramu pada tamuku!".ucapnya dingin dan mendominasi.Fanya lalu terdiam tak berani menyela atau menjawabnya.hanya tatapan bermusuhan yang masih terpancar di matanya."ya sudah kak aku undur diri,banyak kerjaan di toko".kataku pamit."maaf?????".dia mengucap maaf sambil bingung untuk memanggilku siapa."tania,saya tania".jawabku yang di angguk i pria itu."Khans panggil aku khans jawabnya juga.yang ternyata bernama khans."baik kak kans,saya pamit undur diri,mari kak fanya".sapa ku juga dengan senyum ramah."sukurlah kalau tau diri"jawabnya sewot.Khans menatap tajam padanya,fanya pun menunduk."cepat pergi dari rumah ini,atau ku hubungi orang tua mu agar tau menjaga batasan!".herdiknya dengan tatapan bengis."kakak.....".fanya merajuk seperti anak anak."semua gara gara kamu!".bentaknya padaku.Aku pun menunduk diam dan melangkah untuk segera keluar dari suasana buruk ini."tania....".panggil khans padaku.aku pun berhenti dan menengok kepadanya."ya kak".ucap ku lirih."Biar aku yang antar,kamu datang bersamaku dan pulang harus bersamaku".jawabnya."Tapi kak....".dia pun menatapku tak mau di bantah."baiklah".jawabku pasrah."Fanya kenapa masih disini?".pertanyaan yang berkesan mengusir lagi lagi membuat fanya menghentakkan kakinya sambil melangkah keluar."awas kau gadis kampung,akan ku balas kau".katanya sambil berlalu melewatiku.Aku tak menjawab dan hanya diam.'Rupanya aku salah datang kemari'.kata hatiku."tania mari saya antar".ajak khans datar.Aku pun mengangguk."khans".terdengar suara lirih wanita memanggil ketika kami hendak beranjak keluar kamar.Langkah kami pun terhenti dan serempak menengokan kepala ke arah wanita lemah yang ternyata sudah membuka matanya.Khans langsung berlari dan memeluk wanita itu."oma".aku diam mematung antara tak percaya melihat wanita yang tadi terkulai sekarang sudah membuka matanya.Kemudian aku berjalan mendekati mereka.Khans kemudian melakukan panggilan telf pada seseorang."nyonya verna".sapaku.wanita itu tersenyum padaku."nak kamu bisa ada di sini?".tanya nyonya verna."maaf nyonya saya dengar berita anda sakit dari kak khans yang selalu membeli roti katanya untuk membuat nyonya terbangun".jelas ku."pantas saja seperti mimpi aku selalu mencium aroma kue kue yang lezat".ungkap nya sambil tersenyum lemah.Tak lama rombongan dokter dan perawat datang kamipun di minta keluar untuk mereka melakukan pemeriksaan.Aku dan khans yang saat ini berdiri di luar kamar hanya saling diam."terima kasih".ucap khans singkat.Aku mengangkat sebelah alisku bertanya."terima kasih untuk apa kak?".tanya ku."terimakasih karena telah membuat oma bangun kembali".jawab nya."ah kakak ada ada saja,kuasa allah lah yang membantu nyonya verna bangun".jawab ku lagi.Dia pun manggut manggut mengiyakan.Setelah beberapa saat dokter dan perawat pun keluar kamar."tuan,suatu keajaiban nyonya bisa bangun cepat".dokter berkata pada khans.Khans mengangguk mengiyakan.Mereka pun berbicara aku sedikit menjauh tak enak.Setelah berkata dan dokter suster itu pun berjalan keluar dengan di antar seorang maid di rumah itu.Khan memegang tanganku mengajakku masuk kamar dimana ada omanya."khans tania?".tatapan penuh kegembiraan dan tersenyum ke arah genggaman tangan kami.aku pun salah tingkah mencoba melepaskan genggaman itu,tapi khans menggenggamnya erat.Sepertinya aku tau dia hanya ingin membuat omanya bahagia.Aku pun diam dan hanya tersenyum pada nyonya verna.

__ADS_1


THOR:

__ADS_1


Untuk kisah tania dan khans segera thor terbitkan juga dengan judul "KEBENCIAN DAN CINTA".Dukung thor terus ya untuk berkarya di sini.....salam sayang untuk penggemar semua.......❤

__ADS_1


__ADS_2