
"Sayang sini bunda bantu bebenahnya".aku melangkah masuk ke kamar Revalno yang saat ini sedang sibuk dengan persiapan liburannya bersama kami semua."ndak bunda sudah selesai tinggal beberapa saja,suster berni sudah bantu Valno beberes kok".jawabnya dengan wajah berseri.Suster berni saat ini menjadi orang kepercayaan ku untuk menjaga mama.Karena Revalno sudah besar dan sudah tidak butuh pengasuh."ok dech kalo gitu".jawabku sambil mengacak rambut pendek putraku."bunda Valno udah besar!".rajuk nya.Anak laki laki yang dulu selalu berada di gendonganku sekarang sudah tumbuh menjadi remaja yang ganteng dan cool.Sosok kak Nando junior.Semoga aku bisa mendidiknya menjadi anak yang sholeh."oh ya bunda ini,valno lupa oleh oleh waktu valno ke Belanda sama oma dan opa dulu ada yang tertinggal".valno menyerahkan 2 tas paperbag kepadaku."apa ini sayang?kok 2?".tanyaku sambil menerimanya."Valno waktu itu lupa memberikan yang ini,waktu itu valno cuma kasih ke bunda parfum dan kue kue.Valno lupa kalau valno beli ini karena tasnya ke selip d samping lemari".Jelasnya.Ku buka paperbag pertama yang berisi beberapa bros indah yang di kemas di kotak bening yang indah."sayang ini bagus sekali bunda suka bross ini".kataku sambil ku buka paper bag yang lain yang isinya sweater lengan panjang dengan warna putih biru tua."valno beli itu untuk bunda,musim hujan bunda biar ga dingin".jelasnya."Makasih sayang".kataku sambil ku kecup keningnya."akh.....bunda valno udah gede!".lagi lagi dia merajuk.Aku tersenyum."anak bunda udah gede nich ceritanya".candaku."Valno kan sudah SMP bukan anak TK lagi".gerutunya."ok ok dech udah gede".candaku lagi."yuk makan malam dulu!".ajak ku pada Revalno."ok bunda".kami pun berjalan keluar kamar menuju meja makan.Di sana sudah ada mama dan tania yang duduk menunggu kami."oma tante".sapa Revalno lalu duduk di kursinya.Kami pun Makan malam dengan sedikit bercerita rencana liburan besok."kakak gapapa nich pergi sendiri bareng nenek lampir itu?".tanya tania yang marah pada mantan mertua ku."kamu tuch dek ada ada aja,insya allah kakak gapapa,kan ada jagoan bunda".kataku sambil bercanda."tante lupa ya kalau ada revalno nanti?".kami pun tersenyum bersama.Sebenarnya aku enggan berangkat bersama tapi demi kebahagian revalno aku pun memutuskan ikut dalam liburan ini.
Pagi hari aku dan Revalno berangkat ke bandara di antar pak tobi.Kak Nando dan keluarganya berangkat dari Malang langsung menuju Bali.Selama perjalanan ada perasaan bimbang dan enggan aku untuk liburan bersama."Bunda,maaf ya bun jadi buat bunda ndak nyaman".ucap Revalno ketika kami mendarat di bandara Ngurah ray."apa nak,bunda gapapa kok yang penting akhirnya sama saja liburan kan".candaku dengan tersenyum."Revalno".sapa Kak Nando yang sudah menjemput kami di pintu kedatangan."Ayah,oma opa".Revalno melambai kepada ayahnya dan oma opanya.aku hanya berjalan di belakangnya mengikutinya sambil menyeret koper milikku."anye".sapa kak Nando dengan senyum bahagia."asslmkm tante,om kak".sapa ku pada mereka.mami dan papi kak Nando hanya menatap datar padaku."gimana perjalananya nye?".tanya kak nando mencoba menghangatkan suasana."alhamdllah kak".kak Nando menatap ku kagum,ada binar terpancar di matanya.Aku menunduk,entah rasa riskan karena pandangan kak Nando."pak sulhan tolong bantu bawakan koper revalno dan non anyelir".kak Nando memberi perintah kepada seorang pria paruh baya berkulit kecoklatan."Baik tuan".jawabnya sambil mengambil tas koper kami dan berjalan menuju tempat parkir.Sebuah mobil Alphard warna hitam menunggu kami.Revalno yang jalan di gandeng omanya langsung masuk dan di minta duduk di samping omanya.Opa yang memilih duduk di samping pak sulhan.Aku ragu ragu ketika bingung harus duduk dimana."bunda duduk sini sama Valno ya,biar oma duduk sama ayah".Valno segera akan pindah untuk duduk di belakang.Mami yang sudah sewot tetap duduk di bangkunya.Kak Nando langsung masuk dan duduk di samping Revalno,membuat aku duduk di samping mami.Mami langsung melotot ke arah kak Nando.Suasana kian canggung.Aku hanya bisa diam dan menunduk.Mami kian sewot dan mulutnya tidak berhenti memaki lirih.Aku tak ambil pusing yang penting Revalno putraku bahagia.Mobil melaju menuju sebuah Vila milik keluarga kak Nando.Saat turun dari mobil aku takjub dengan view pemandangan alam yang hijau dan memanjakan mata.Ku hirup sejuknya aroma aroma pepohonan."bunda suka?".tanya revalno yang sudah berdiri di sampingku.Aku tersenyum "suasananya benar benar sejuk velno,seger".kata ku sambil bercanda ringan."Ya suka lah orang udik liburan mewah!".cibir mami sambil berlalu masuk ke dalam vila."bunda".Revalno berkata lirih sambil memeluk bahuku."bunda gapapa sayang,yuk masuk".aku mencoba bersabar dan mengalihkan perasaan tak nyaman putraku."Anye maafkan mami,mami belum kenal kamu lebih dekat saja".kak Nando menyejajarkan langkah kaki ku dan Revalno.Kami bertiga masuk vila seperti keluarga yang bahagia pada umumnya.Padahal semua sudah lama hancur.